LAPORAN PRATIKUM SISTEM OPERASI DAN JARINGAN KOMPUTER
Pertemuan 12 – Bandwidth Management / QoS
OLEH :
Rosul Iman (22343012) Dosen Pengampu :
Hadi Kurnia Saputra, S.Pd, M.Kom
S1 INFORMATIKA
DAPARTEMEN ELEKTRONIKA UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2023
HASIL PERCOBAAN
Topologi Jaringan
Topologi pratikum kali ini sam
a persis dengan topologi jaringan pada pratikum pertemuan 11, cara set ip pada wlan1 dan ether2 juga sama, namun yang membedakan dengan pratikum kali ini adalah pengaturan Bandwitdh pada wlan1. Pada laporan ini akan dijelaskan, apa itu bandwith dan kenapa bandwith itu harus dibedakan untuk setiap user.
Bandwith
Apa itu bandwith? Bandwith adalah batasan besaran kecepatan yang ditetapkan oleh router/provider internet agar jaringan lebih efiesien. Bandwith bisa diibaratkan jalan raya yang dapat dilewati oleh banyak kendaraan, semakin besar jalan raya maka semakin banyak kendaraan yang dapat lewat dalam satu waktu. Setiap user memiliki kebutuhan tersendiri untuk menggunakan internet, misalnya Mahasiswa yang membutuhkan kecepatan download lebih tinggi daripada kecepatan upload karena mahasiswa harus mendownload file-file materi terkait perkuliahan, nah bandwith adalah total dari kecepatan updload + kecepatan download.
Untuk membatasi bandwith pada mikrotik, dapat melalui remot aplikasi winbox, pada menu DHCP Server > tab Leasses kita dapat melihat ip yang tersambung ke router dan membatasi ip tersebut dengan bandwith yang dapat kita tentukan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini.
Percobaan pada laboratorium
Cara melihat daftar IP yang terhubung pada jaringan router, IP > DHCP Server > tab Leases
Menetapkan Besar bandwith, Tekan pada Queue > klik "+" kemudian tambahkan ip terget yang ingin dibatsi kemudian berikan batas download dan updload.
Kemudian untuk melihat grafik donwload dan upload dari ip tadi tekan 2 kali pada menu Queue.
Jika dalam sebuah router hanya ada satu ip saja yang terasambung pada interface wlan1 namun dia tetap tiddak mendapatkan jaringan atau bandwith yang kencang karena kita telah menetapkan bandwith pada ip tersebut, nah untuk membuat agar jika tidak ada pemakaian pada kecepatan download maka dapat dialosikan kepada ip yang yang lain yang membutuhkan, untuk membuat seperti itu kita harus membuat parent ip dan kemudian semua ip menjadi chill nya.
Total bandwith minimal pada seluruh chill ip tidak boleh melebihi total bandwith pada parent ip, namun kecepatan max bandwith harus diset sesuai dengan kecepaatan maksimal parent ip. Untuk lebih jelasnnya dapat dilihat pada gambar.
Menetapkan chil ip dengan bandwithnya
Menetapkan parent ip dengan bandwithnya
Dapat dilihat pada gambar di atas, bahwa dua ip berapa pada parent wlan1 yang upload max dan donwload max 10M, maka dari itu ketika kedua ip tersebut sedang memakai kecepatan download yang dibutuhkannya atau sedang sama sama aktif, maka kecepatan maxnya akan menjadi 5M sesuai yang telah di tetapkan, namun ketika salah satu tidak menggunakan atau tidak memerlukan kecepatan donwload, dapat di alokasikan kepada ip yang lain. Seperti pada gambat dibawah ini.
ANALISIS PERCOBAAN/ANALISIS PRATIKUM
Pada praktikum ini, kita belajar tentang pengaturan bandwidth pada router MikroTik untuk mengoptimalkan kinerja jaringan. Proses ini melibatkan penggunaan aplikasi Winbox untuk mengakses menu DHCP Server dan mengelola daftar IP yang terhubung. Dengan menetapkan batasan bandwidth pada IP tertentu, kita dapat mengontrol seberapa cepat data dapat diunduh dan diunggah oleh pengguna tersebut.
Langkah selanjutnya adalah memahami konsep parent IP dan child IP. Jika hanya satu IP yang terhubung ke router dan mengalami kendala dalam mendapatkan kecepatan yang diinginkan, kita dapat membuat parent IP dan menetapkan child IP. Ini memungkinkan pengalokasian bandwidth yang lebih fleksibel, memastikan bahwa setiap IP mendapatkan sebagian dari bandwidth total yang telah ditetapkan.
Dengan adanya kontrol ini, kita dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya jaringan, sehingga kebutuhan pengguna dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas jaringan secara keseluruhan.
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bandwidth memegang peran kunci dalam meningkatkan efisiensi jaringan, dan konfigurasinya dapat diatur melalui router MikroTik. Proses pengaturan bandwidth pada IP tertentu, yang melibatkan penggunaan aplikasi Winbox dan akses ke menu DHCP Server, membuktikan bahwa kontrol terhadap alokasi bandwidth dapat diimplementasikan secara terperinci. Keberhasilan praktikum juga menekankan pentingnya konfigurasi parent IP dan child IP untuk memastikan pemanfaatan bandwidth yang optimal. Selain itu, fleksibilitas dalam penyesuaian alokasi bandwidth sesuai dengan kebutuhan pengguna memberikan gambaran tentang efisiensi penggunaan sumber daya jaringan yang dapat ditingkatkan.