• Tidak ada hasil yang ditemukan

LASTRI MILA SARI NPM.11060222

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "LASTRI MILA SARI NPM.11060222"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ARTIKEL

Oleh:

LASTRI MILA SARI NPM.11060222

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2015

(2)

PENGARUH KEJENUHAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 V KOTO

KAMPUNG DALAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Oleh:

Lastri Mila Sari*

Fifi Yasmi, S.Pd.I., M.Pd**

Septya Suarja, M.Pd**

Student Guidance and Counseling, STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

The background of the problem in this research was saturated who the students felt. It caused the decreasing of students achievement the purpose of the research toward student class XI at SMA N I V KOTO KAMPUNG DALAM was to know : 1) the saturated of the students learning, 2) students achievement, 3) the influence of saturated toward students achievement it was descriptive research used correlational statistic analysis. The population was 205 persons. It used closter sampling. The total sample was 75 persons to collect data about saturated used questionnaire, while to know the students achievement the researcher used documentation method.

Data analysis used percentage formulation with Microsoft Excel 2007 program & SPSS versi 20.00. The result of the research was 1) based on distribution of saturated frequency in the saturated enough criteria 42,67%. 2) The everage of students achievement was 81,04%. 3) The research finding showed that theer was any influencing toward students achievement at SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam. It was gotten correlation 0,60% with significance degree in the 0,304<0,05. Based on the research finding this research was recommended to headmaster and bulding and counseling teacher to develop and give motivation to the students to improve their achievement.

Keyword : Saturated, students achievement Pendahuluan

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk wawasan serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mulia, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk menciptakan anak bangsa yang kreatif dan berkualitas maka peserta didik harus jauh dari kejenuhan dalam belajar karena dapat mengakibatkan prestasi belajar menurun.

Syah (2009: 181) menyatakan kejenuhan belajar dapat melanda peserta didik apabila ia telah kehilangan motivasi dan kehilangan konsolidasi salah satu tingkat

keterampilan tertentu sebelum peserta didik sampai pada tingkat keterampilan berikutnya.

Selain itu, kejenuhan juga dapat terjadi karena proses belajar peserta didik telah sampai pada batas kemampuan jasmaniahnya karena bosan dan keletihan. Namun, penyebab kejenuhan yang paling umum adalah keletihan yang melanda peserta didik, karena keletihan dapat menjadi penyebab munculnya perasaan bosan pada peserta didik yang bersangkutan.

Secara harfiah Syah (2009: 180), menyatakan arti jenuh ialah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun.

Selain itu jenuh juga dapat berarti jemu atau bosan. Menurut Syah (2013: 163) keletihan peserta didik dapat dikategorikan menjadi tiga macam yaitu: 1) keletihan indera peserta didik, dimana saat proses belajar mata dan telinga tidak fokus di dalam belajar, 2)

1

(3)

keletihan fisik peserta didik, di sini peserta didik dapat menghilangkan dengan cara beristirahat cukup, terutama tidur nyenyak dan mengkonsumsi makanan yang bergizi, 3) keletihan mental, dipandang sebagai faktor utama penyebab munculnya kejenuhan belajar. Sementara itu, Reber (Syah, 2009:181) “Kejenuhan belajar ialah rentang waktu tertentu yang digunakan untuk belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil”.

Peserta didik yang mengalami kejenuhan belajar merasa seakan-akan pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari belajar tidak ada kemajuan. Tidak adanya kemajuan hasil belajar ini pada umumnya tidak berlangsung selamanya, tetapi dalam rentang waktu tertentu saja, misalnya seminggu. Namun tidak sedikit peserta didik yang mengalami rentang waktu yang membawa kejenuhan itu berkali-kali dalam periode belajar tertentu. Seorang peserta didik yang sedang dalam keadaan jenuh sistem akalnya tidak dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru, sehingga kemajuan belajarnya seakan-akan “Jalan ditempat”.

Kegiatan belajar dikatakan berhasil bila dapat mencapai hasil yang optimal. Untuk mengetahui apakah hasil belajar itu dapat dicapai secara optimal, maka perlu adanya penilaian atau evaluasi. Setelah diadakan penilaian atau evaluasi belajar, maka akan diperoleh prestasi belajar. Belajar merupakan hal yang aktual dan dihadapi oleh setiap orang. Hampir semua kecakapan, keterampilan, kebiasaan, kegemaran dan sikap manusia berkembang karena belajar..

Kebutuhan untuk prestasi adalah mengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulit dengan baik dan secepat mungkin. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (Syah, 2009: 40) menyatakan prestasi belajar dibedakan menjadi empat aspek yaitu: (a) kemampuan intelektual, (b) strategi kognitif, (c) informasi verbal, (d) sikap dan keterampilan. Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, dan meniru.

Menurut Syah (Rusmawati, 2015: 25) prestasi belajar sesuatu yang didapat oleh peserta didik dengan belajar yang sungguh-

sungguh serta motivasi belajar yang tinggi dalam mencapai prestasi yang optimal.

Sementara itu, Supardi (2013: 137) menjelaskan keberhasilan belajar dapat dilihat dari daya serap peserta didik dan perilaku yang tampak pada peserta didik. Jadi ketika peserta didik menginginkan nilai maksimal di sekolah maka peserta didik harus lebih giat lagi dalam belajar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kejenuhan belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik menjadi rendah sebaliknya peserta didik yang tidak memiliki kejenuhan dalam belajar maka prestasi belajarnya menjadi tinggi. Sehingga kejenuhan belajar ialah salah satu hal yang menyebabkan terganggunya tujuan peserta didik untuk mencapai target yang diinginkan, seperti hasil belajar yang baik.

Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan pada tanggal 19 Februari 2015 di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam, maka terlihat beberapa permasalahan yang terjadi pada peserta didik di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam di antaranya, adanya peserta didik yang tidak memperhatikan guru ketika belajar, adanya peserta didik yang mengabaikan materi pelajaran yang diberikan guru, adanya peserta didik yang suka berbicara dengan teman di dalam kelas ketika guru menerangkan pelajaran, adanya peserta didik yang ditanya saat belajar tidak menjawab, adanya peserta didik yang tidak mengerjakan tugas dari guru seperti pekerjaan rumah (PR), adanya peserta didik yang tidak pernah mengulang kembali materi pelajaran, adanya kejenuhan peserta didik terhadap mata pelajaran, dan bagi mereka yang demikian itu menganggap hal yang biasa saja.

Sementara itu, berdasarkan wawancara yang telah peneliti lakukan dengan wali kelas selama Praktik Pengalaman Lapangan Bimbingan Konseling Sekolah bahwa kebanyakan peserta didik bermasalah dalam proses belajar seperti sering absen, bermasalah dengan guru mata pelajaran dan kurang menghargai guru di dalam kelas, sehingga hasil belajar peserta didik tersebut kurang memuaskan. Pada umumnya banyak ditemukan di sekolah tersebut masalah yang terdapat pada peserta didik yang sangat menganggu konsentrasi teman yang ada di dalam lokal, karena peserta didik yang mengalami kejenuhan. Hal tersebut dapat

(4)

menganggu peserta didik yang sedang berkonsentrasi disaat belajar berlangsung, terkadang peserta didik yang mengalami kejenuhan mengajak temannya keluar disaat proses belajar dan ada juga mengajak teman yang berbicara di dalam lokal sehingga peserta didik ini ketinggalan pelajaran dan menyebabkan prestasi belajar menurun.

Sesuai dengan fenomena tersebut, maka peneliti ingin lebih jauh membuktikan

“Pengaruh kejenuhan terhadap prestasi belajar peserta didik di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1. Kejenuhan peserta didik di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

2. Prestasi belajar peserta didik di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

3. Pengaruh kejenuhan terhadap prestasi belajar peserta didik di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis statistik korelasional.

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian, yang terjadi pada saat sekarang (Noor, 2001: 34). Studi kolerasional mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variasi dalam satu variabel. Tujuan penelitian kolerasional adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi- variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefesien kolerasi (Suryabrata, 2013: 82).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam yang berjumlah 205 peserta didik dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah area sampling (kluster sampling) dengan jumlah sampel 75 orang.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data interval yang langsung diperoleh dari responden atau yang menjadi subjek penelitian. Yusuf (2005:133) variabel interval adalah antara kategori dalam variabel ini dapat diketahui selisih atau jumlahnya dan satuan ukuran mempunyai unit yang sama. Data interval diperoleh dari peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam melalui instrument penelitian.

Setelah data terkumpul dari responden, akan dianalisa bagaimana pengaruh kejenuhan terhadap prestasi belajar peserta didik di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berbentuk kuantitatif yang diolah secara statistik.

Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang ditujukan kepada peserta didik dan data sekunder kepada tata usaha sekolah.

Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan Microsoft Excel 2007 dan Statistical Program For Social Science (SPSS) Versi 20.00.

Hasil dan Pembahasan 1. Kejenuhan Peserta Didik

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui kejenuhan yang dimiliki peserta didik yaitu cukup jenuh dengan persentase 42,67%. Syah (2009: 161) jenuh dapat berarti jemu dan bosan dimana sistem akalnya tidak dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan dalam memproses item- item informasi atau pengalaman baru.

2. Prestasi Belajar Peserta Didik

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan nilai maksimum 100, nilai minimum 41,50 dan nilai rata-rata peserta didik 81,04. Menurut Syah (Rusmawati, 2015: 25) berpendapat bahwa prestasi belajar pada dasarnya merupakan hasil belajar atau hasil penilaian yang menyeluruh.

3. Pengaruh Kejenuhan (X) Terhadap Prestasi Belajar (Y)

Hasil yang diperoleh dari uji hipotesis mengungkapkan bahwa “terdapat pengaruh antara kejenuhan terhadap prestasi belajar kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam”. Hasil tersebut dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,60 dengan signifikansi 0,304<0,05.

Angka tersebut membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara kejenuhan terhadap prestasi belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan kesesuaian dengan permasalahan peneliti temukan di sekolah, adanya peserta didik tidak mengerjakan tugas di sekolah, adanya peserta didik yang suka keluar masuk lokal karena tidak mau belajar, dan ada juga peserta didik yang memilih guru.

Jika dilihat dengan masing-masing indikator pengaru kejenuhan terhadap prestasi belajar maka pengaruh enggan terhadap prestasi belajar hasil yang

(5)

diperoleh mengungkapkan bahwa “terdapat pengaruh antara enggan terhadap prestasi belajar kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam”. Hasil penelitian ini menunjukkan kesesuaian dengan permasalahan peneliti temukan di sekolah, adanya peserta didik yang tidak mau memperhatikan guru ketika belajar karena susah memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Hasil tersebut dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,092 dengan signifikansi 0,320(sig<0,05) yang membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara kejenuhan terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

Pengaruh Lesu terhadap Prestasi Belajar, hasil yang diperoleh mengungkapkan bahwa “terdapat pengaruh antara lesu terhadap prestasi belajar kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam”. Hasil penelitian ini menunjukkan kesesuaian dengan permasalahan peneliti temukan di sekolah, adanya peserta didik yang tidak semangat untuk mengikuti pelajaran yang diberikan guru di dalam lokal hanya berdiam diri. Hasil tersebut dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,054 dengan signifikansi 0,392 (sig

<0,05) yang membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara lesu terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

Pengaruh malas terhadap prestasi belajar, hasil yang diperoleh mengungkapkan bahwa “terdapat pengaruh antara malas terhadap prestasi belajar kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam”. Hasil penelitian ini menunjukkan kesesuaian dengan permasalahan peneliti temukan di sekolah, adanya peserta didik banyak yang tidak mengerjakan tugas yang disuruh oleh guru dan peserta didik lebih suka mengobrol di dalam lokal. Hasil tersebut dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,099 dengan signifikansi 0,0305 (sig <0,05) yang membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara malas terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

Pengaruh tidak bergairah terhadap prestasi belajar, hasil yang diperoleh mengungkapkan bahwa “terdapat pengaruh

antara tidak bergairah terhadap prestasi belajar kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam”. Hasil penelitian ini menunjukkan kesesuaian dengan permasalahan peneliti temukan di sekolah, adanya peserta didik yang tidak berkonsentrasi dalam belajar dikarenakan kelas ribut dan keadaan kelas yang tidak mendukung seperti cuaca panas. Hasil tersebut dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,475 dengan signifikansi 0,398 (sig <0,05) yang membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara tidak bergairah terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

Kesimpulan

1. Kejenuhan Peserta Didik

Berdasarkan hasil penelitian untuk kejenuhan peserta didik maka ditemukan kejenuhan dengan kategori cukup jenuh dengan persentase 42,67%.

2. Prestasi Belajar Peserta Didik

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan prestasi belajar peserta didik dengan nilai maksimum 100, nilai minimum 41,50 dan nilai rata-rata 81,04.

3. Pengaruh Kejenuhan (X ) terhadap Prestasi Belajar (Y)

Berdasarkan hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa terdapat pengaruh kejenuhan terhadap prestasi belajar peserta didik dengan angka koefisien korelasi 0,60 dengan signifikan 0,304<0,05. kejenuhan dilandasi oleh beberapa macam yaitu enggan, malas, lesu, dan tidak bergairah yang disimpulkan sebagai berikut:

a. Pengaruh enggan terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik

Pengaruh enggan terhadap prestasi belajar dapat dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 1,232 dengan signifikansi 0,230<0,05.

b. Pengaruh Lesu terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik

Pengaruh Lesu terhadap prestasi belajar dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,370 dengan signifikansi 0,715 <0,05.

c. Pengaruh Malas terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik

Pengaruh malas terhadap prestasi belajar dapat dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,920 dengan signifikansi 0,365<0,05.

(6)

d. Pengaruh tidak bergairah terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik

Pengaruh tidak bergairah terhadap prestasi belajar dapat dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,81 dengan signifikansi 0,936 <0,05.

R Square kejenuhan X terhadap prestasi belajar Y adalah sebesar 0,75% yang berarti kejenuhan terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 0,085%

dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kejenuhan terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

Saran

Berdasarkan hasil temuan penelitian, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:

1. Peserta didik

Peserta didik diharapkan untuk lebih berhati-hati lagi dalam belajar dan menghindari penyebab prestasi belajar rendah dan lebih giat lagi dalam belajar sehingga menghasilkan hasil belajar yang lebih baik lagi, khusunya kepada peserta didik di SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.

2. Guru BK

Guru BK diharapkan untuk dapat memberikan motivasi kepada peserta didik yang mengalami kejenuhan di dalam belajar supaya peserta didik tidak mempunyai prestasi yang rendah, dan guru BK dapat memberikan layanan-layanan yang cocok dengan permasalahan peserta didik.

3. Kepala Sekolah

Kepala sekolah dan personil lainnya, diharapkan dapat lebih menfasilitasi dan menyediakan wadah untuk kebutuhan-kebutuhan peserta didik dalam menyalurkan diri kearah yang positif. Agar bisa memantau peserta didik dengan lebih baik dalam belajarnya dan terhindar dari kejenuhan dalam belajar.

4. Orang Tua

Orang tua, diharapkan dapat memperhatikan peserta didik di lingkungan tempat tinggal, dan juga dapat membantu peserta didik dalam

mengerjakan tugas sekolah dirumah, sehingga peserta didik merasa nyaman.

5. Peneliti Selanjutnya

Peneliti merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti jenis kejenuhan lain yang belum diteliti terhadap prestasi belajar.

Kepustakaan

Noor, Juliansyah. 2001. Metodologi Penelitian (Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah). Jakarta: Kencana.

Rusmawati, Leni. 2015. “Profil Motivasi Belajar Peserta Didik dalam Meningkatkan Prestasi Belajar.”.

skripsi Tidak Diterbitkan. STKIP PGRI Sumatera Barat.

Suryabrata, Sumadi. 2013. Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Supardi. 2013. Sekolah Efektif. Jakarta: Raja Grafindo.

Syah, Muhibbin. 2009. Psikologi Belajar.

Jakarta: Rajawali Pers.

Syah, Muhibbin. 2013. Psikologi Pendidikan.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yusuf, A. Muri. 2005. Metodologi Penelitian.

Jakarta: Rineka Cipta

.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Pendidikan Anak Usia Dini RA Miftahul Huda Ciwaringin pada tanggal 19 Oktober 2018, peneliti menemukan permasalahan