PENDAHULAN
McDonaldisasi adalah istilah yang digunakan oleh Ritzer untuk menggambarkan fenomena munculnya industri-industri raksasa yang menjalar secara global dengan ide rasionalitas sebagai factor determinan yang kemudian mempengaruhi sendi-sendi kehidupan sosial budaya masyarakat.
Mengapa menggunakan kata Mcdonald’s? Ritzer memilih Mcdonald’s karena perusahaan cepat saji ini adalah perusahaan terdahsyat yang pernah ada di bumi.
McDonald's telah sukses besar di arena internasional. Lebih dari setengah restoran McDonald's berada di luar Amerika Serikat (pada pertengahan1980-an, hanya 25% McDonald's di luar Amerika Serikat). Mayoritas (233) dari 280 restoranbaru yang dibuka pada tahun 2006 berada di luar negeri (di Amerika Serikat, jumlah restoranhanya meningkat sebanyak 47). Lebih dari setengah pendapatan McDonald's berasal darioperasi di luar negeri. Restoran McDonald's sekarang ditemukan di 118 negara di seluruh dunia, melayani 50 juta pelanggan sehari (Ritzer, 2010, p. 383). Perusahaan asal Amerika Serikat ini sukses menginvasi pasar ke negara- negara yang bahkan dianggap sebagai musuh-musuhnya seperti Rusia dan Cina.
Kegemilangan McDonald’s in kemudian menjadi motivasi bagi industri-industri lainnya sehingga inovasi yang dimiliki oleh McDonald’s tersebut dijadikan sebagai rolemodel terhadap dunia bisnis. Dengan demikian, muncul lah perusahaan-perusahaan raksasakelas dunia lainnya yang kemudian mewabah kemana-kamana seperti Wal-Mart, KFC, Starbucks, Pizza Hut, Domino, H&M, Zara, IKEA dll. Model bisnis ini ternyata mempengaruhi sendi-sendi kehidupan, terkhusus pada aspek kebudayaan manusia di dunia saat ini. Ide yang berangkat dari upaya untuk merasionalisasi kinerja bisnis ini kemudian memunculkan irasionalitas dan persoalan-persoalan tersendiri.
Nama besar McDonald’s turut juga memberikan dampak terhadap negara AmerikaSerikat. McDonald’s dengan Amerika Serikat dua hal yang tak bisa dipisahkan. Bahkan dibeberapa negara menganggap bahwa McDonald’s merupakan simbolisasi atau ikon daripadaAmerika Serikat. Bahkan orang bisa melangkah lebih jauh dan berpendapat bahwa setidaknyadalam beberapa hal McDonald's telah menjadi lebih penting daripada Amerika Serikat itusendiri (Ritzer, 2010). Hal ini berarti bahwa McDonald’s menyisipkan proses transofmasikultural terhadap masing-masing negara yang menjadi tempat beroperasinya.
Tentu sajadalam hal ini adalah kultur atau gaya hidup ke “Amerika-Amerikaan”. Kesuksesan McDonald’s dalam menyihir masyarakat dunia serta model yang terbuktisangat menarik tersebut membuat Ritzer melakukan penelitian terhadapanya. Menurut Ritzer,terdapat empat dimensi memikat yang merupakan jantung dari kesuksesan model ini. Ke-empat dimensi inilah yang membuat McDonald’s berhasil menjalankan operasinya sampaimenjadi bisnis raksasa di dunia saat ini. McDonald's telah berhasil karena menawarkankepada konsumen, pekerja, dan manajer efisiensi, kalkulasi, prediktabilitas, dan kontrol
METODE PENELITIAN
Dalam Menyusun artikel ini penulis menggunakan metode yang mana penelitiannya berasal dari beberapa referensi seperti, jurnal, artikel, web, dan lainnya. Metode ini merupakan upaya tndakan agar kegiatan penelitian dapat dilakukan secara wajar dan tepat sasaran untuk mencapai hasil yang terbaik
PEMBAHASAN
A. Sejarah McDonaldisasi
McDonaldisasi merupakan istilah yang dipakai oleh George Ritzer seorang sosiolog Amerika dalam bukunya, The McDonaldization of Society tahun 1993.
McDonaldisasi terjadi ketika suatu budaya memiliki ciri-ciri restoran makanan cepat saji.
McDonaldisasi adalah rekonseptualisasi rasionalisasi, atau perpindahan dari mode pemikiran tradisional ke rasional, dan manajemen ilmiah. Jika Max Weber memakai model birokrasi untuk mewakili arah masyarakat yang mengalami peralihan, Ritzer memandang bahwa restoran cepat saji telah menjadi paradigma kontemporer yang lebih mengena pemikirannya (Ritzer, 2004:553). Dalam masyarakat kontemporer, konsep McDonaldisasi mendapat perhatian dalam berbagai aspek seperti budaya. Tesis McDonaldisasi dalam versi budayanya merupakan ide komparatif baru mengenai homogenisasi budaya global.
McDonaldiasi adalah konsep yang mengacu pada jenis rasionalisasi produksi, pekerjaan, dan konsumsi tertentu yang meningkat menjadi terkenal pada akhir abad ke- 20. Gagasan dasarnya adalah bahwa unsur-unsur ini telah disesuaikan berdasarkan karakteristik restoran cepet saji yaitu efisiensi, kalkulasi, prediktabilitas dan standardisasi, dan control.
Teori McDonald tentang McDonaldisasi adalah pembaruan pada teori sosiolog klasik Max Weber tentang bagaimana rasionalitas ilmiah menghasilkan birokrasi, yang menjadi kekuatan pengorganisasian sentral masyarakat modern selama sebagian besar abad kedua puluh.
Menurut Weber, birokrasi modern didefinisikan oleh peran hierarkis, pengetahuan dan peran yang dikotak-kotakkan, sistem kerja dan kemajuan yang dirasakan berdasarkan prestasi, dan otoritas hukum rasional dari aturan hukum. Karakteristik ini dapat diamati (dan masih bisa) di banyak aspek masyarakat di seluruh dunia.
McDonaldisasi memengaruhi nilai, preferensi, tujuan, dan pandangan dunia kita, identitas kita, dan hubungan sosial kita. Lebih jauh, sosiolog mengakui bahwa McDonaldisasi adalah fenomena global, yang didorong oleh perusahaan-perusahaan Barat, kekuatan ekonomi dan dominasi budaya Barat, dan karena itu mengarah pada homogenisasi global kehidupan ekonomi dan sosial.
Referensi :
Pieterse, Jan Nederveen. Globalization and Culture: Global Melange. Rowman & Littlefield, 2009.3.28
Ashley Crossman, https://id.eferrit.com/mcdonaldization-ditetapkan/
https://blog.unnes.ac.id/idakholida/2015/11/19/mcdonaldisasi-di-masyarakat/