• Tidak ada hasil yang ditemukan

leah

N/A
N/A
M.Fardan Rizqulloh

Academic year: 2025

Membagikan "leah"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Leahh

Transformasi digital juga membawa tantangan dalam hal keamanan dan privasi. Serangan siber dan kejahatan digital seperti pencurian identitas, penipuan online, atau serangan terhadap infrastruktur digital dapat mengancam keamanan individu, organisasi, dan negara. Ancaman ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap teknologi digital dan mempengaruhi partisipasi aktif dalam kehidupan digital. Serangan siber merupakan ancaman nyata yang perlu ditangani untuk memastikan keamanan dan privasi dalam transformasi digital (Rahayu & Muhali, 2020).

Perlindungan Data Pribadi dan Privasi Pengguna

Dalam era digital, perlindungan data pribadi dan privasi pengguna menjadi isu penting.

Penyalahgunaan data, pelanggaran privasi, dan penggunaan informasi pribadi tanpa izin dapat merongrong kepercayaan publik terhadap transformasi digital dan menyebabkan ketidaknyamanan serta kerugian bagi individu. Penting untuk memiliki kebijakan dan regulasi yang memadai untuk melindungi data pribadi dan privasi pengguna dalam konteks transformasi digital. Perlindungan data pribadi dan privasi menjadi aspek kritis yang perlu diperhatikan dalam transformasi digital untuk menjaga kepercayaan masyarakat (Arianto et al., 2021).

Penyebaran Berita Palsu dan Konten Negatif

Transformasi digital telah memungkinkan penyebaran berita palsu (hoaks) dan konten negatif dengan cepat melalui platform online. Berita hoax adalah berita yang sangat berbahaya bagi pengguna internet karena tidak hanya berisi berita palsu tapi juga tentang berisi ujaran kebecian yang dapat membuat kericuhan dan akhirnya membuat runtuhnya kesatuan dan persatuan Indonesia (Sulistyo &

Najicha, 2022)[4]. Hal ini dapat mengancam kepercayaan publik, menghasilkan polarisasi opini, dan merusak proses demokrasi. Manipulasi informasi juga dapat mempengaruhi partisipasi publik yang sehat dan dapat merugikan kewarganegaraan dalam era digital. Penyebaran hoaks dan konten negatif di media sosial menjadi tantangan yang perlu diatasi dalam membangun kewarganegaraan digital yang sehat (Kurniawan et al., 2020).

Referensi

Dokumen terkait

Selain masalah centang-perenang hukum penyadapan, problem lain yang mengemuka dalam perlindungan privasi di Indonesia adalah tidak memadainya perlindungan terhadap data pribadi

Perlindungan terhadap privasi informasi atas data pribadi di Indonesia masih lemah. Hal ini ditengarai dari masih banyaknya penyalahgunaan data pribadi seseorang, diantaranya

Sebanyak 31,5 persen responden memilih sangat setuju dan 68,5 persen memilih setuju dalam menjaga keamanan, kepercayaan dan privasi yang diberikan oleh bank

Pengaksesan  (intrusi)  terhadap  data  pribadi  merupakan  tindakan  yang  memiliki  potensi  melanggar  hak  atas  privasi  seseorang.  Perlindungan 

Data pribadi Pegawai • UU No 14/2008 pasal 17 huruf h  Selama yang bersangkutan  Mengungkap data pribadi • Menjaga privasi.. Kontrak/ Non-PNS

khususnya pada organisasi perangkat daerah yang diteliti, dilaksanakan tanpa kebijakan perlindungan terhadap data privasi warga serta informasi kritis Pemerintah Kota

Perlindungan terhadap privasi informasi atas data pribadi di Indonesia masih lemah. Hal ini ditengarai dari masih banyaknya penyalahgunaan data pribadi seseorang, diantaranya

Dalam hal ini, terhadap ketentuan Permenkominfo 5/2020 yang bersinggungan dengan hak privasi seputar data pribadi menjadi domain pengaturan di RUU Perlindungan Data Pribadi RUU PDP dan