SEMINAR DAN
KAPITA SELEKTA
LA ODE ILANG SMPN 4 KENDARI
RENDAHNYA KEPERCAYAAN DIRI SISWA
Bumi,2024
A.LATAR BELAKANG
• Dalam lingkungan sekolah terdapat berbagai kepribadian siswa-siswi didalamnya, salah satunya siswi yang memiliki kepribadian kurang percaya diri sehingga sulit bergaul dengan teman sebayanya, hal itu tentunya menjadi salah satu masalah yang perlu di tangani karena akan mengganggu siswa siswi tersebut ketika berada dilingkungan sosialnya terutama pada lingkungan sekolah tempatnya belajar dan mencari ilmu. Bagaimana seorang siswa tersebut menjadi siswa yang aktif kalau dirinya merasa kurang percaya diri.
• Puspitasari (2022) mengatakan bahwa seseorang yang mempunyai rasa percaya diri yang kurang, dia akan menunjukkan perilaku yang berbeda dengan orang pada umumnya, seperti banyak ketidakbisaannya, selalu ragu dalam menjalankan tugas, tidak berani bicara jika tidak ada dukungan dan sebagainya.
• Berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan kepada guru BK yang kebetulan memiliki tugas tambahan yaitu mengajar pelajaran
Matematika di kelas 8 SMP Negeri 4 Kendari, melalui wawancara
tersebut ditemukan beberapa siswa yang mengalami hal serupa yaitu, mempunyai kepercayaan diri rendah yang salah satunya yaitu
berinisial AW. Sehinggamembuatnya tidak percaya diri ketika berada di dalam kelas ataupun bergaul dilingkungan sekitarnya. Dari hasil
wawancara dengan si AW dapat di simpulkan bahwa faktor masalah kepercayaan diri rendah muncul karena pengalaman masa lalunya waktu SD yang melekat pada pola pikirnya sehingga membuatnya
merasa kurang percaya diri ketika berada di tempat yang banyak orang
seperti ditempat umum ataupun disekolah
PENDEFINISIAN
• Kepercayaan diri yang rendah merupakan keyakinan negatif seseorang terhadap kekurangan yang ada diberbagai aspek kepribadiannya sehingga seseorang merasa tidak mampu untuk mencapai berbagai tujuan hidupnya(Riyadi, 2019). Begitu juga menurut Puspitasari dkk (2022) bahwa rendahnya kepercayaan diri merupakan perasaan diri tidak mampu menganggap dirinya selalu lebih buruk dari orang lain disekitarnya.
• Menurut Andiwijaya & Liauw (2019) bahwa orang yang memiliki rendahnya kepercayaan diri akan melewatkan kesempatan-kesempatan yang ada dalam kehidupan ini, misalnya pekerjaan. Kepercayaan diri rendah juga membuat seseorang besikap gugup, cemas, sulit berinteraksi sosial dan tidak dapat menemukan konsep diri. Sedangkan menurut Kadek dalam Sari dkk (2021)
individumengalami kepercayaan diri juga cenderung menutup diri sehingga tujuan pembelajaran yangakan dicapai menjadi sulit terwujud.
Menurut Perdana (2019) ciri-ciri seseorangyang mengalami rendahnyakepercayaan diri yaitu:
A. Tidak memiliki sesuatu keinginan, tujuan, atau target yang diperjuangkan secara sungguh sungguh.
B. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan C.Canggung dalam menghadapi orang-orang.
D. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan
kemampuan mendengarkan yang meyakinkan
FENOMENA
• Beberapa contoh perilaku siswa yang menunjukan rasa tidak percaya diri adalah suka mencontek pekerjaan orang lain, tidak bersemangat ketika mengikuti
pelajaran, takut berbicara di depan kelas dan keinginan berprestasinya kurang.
Tingkat percaya diri yang tinggi, akan menyumbangtingginyaprestasi akademik siswa. Sebaliknya rendahnyapercaya diri, akan menyumbang rendahnya prestasi akademik siswa. Dampak non-akademik terkait rendahnya percaya diri siswa
meliputi meningkatnya kecemasan dalam melakukan komunikasi interpersonal dan berbicara di depan umum. Individu yang memiliki percaya diri rendah akan
berdampakpada semakin cemasnya individudalam berbicara didepan umum.
Sebaliknya, jika individu semakin percaya diri, maka akan berdampak pada semakin rendahnya kecemasan seseorang berbicara di depan umum (Saputra &
Prasetiawan, 2018).
TEORI PENDUKUNG
• Konsep Diri dalam Teori Kepribadian Carl R. Rogers
• Menurut Carl Rogers, sebelum mengetahui arti dari percaya diri, kita mengawali istilah self yang di dalam psikologi mempunyai dua arti, yaitu sikap dan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri dan suatu keseluruhan psikologis yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri.Self yaitu faktor yang mendasar dalam pembentukan kepribadian dan penentu perilaku diri yang meliputi segala kepercayaan, sikap, perasaan dan cita-cita baik
yang disadari ataupun tidak disadari individu pada
dirinya.
Menurut ahli psikologi Sigmund Freud, kepercayaan diri adalah satu tingkatan rasa sugesti tertentu yang berkembang dalam diri seseorang sehingga merasa yakin dalam berbuat sesuatu.
Pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT)
Rizky dkk (2022) mengatakan bahwa tujuanCognitive Behavior Therapy (CBT) untuk mengajak klien menentang pikiran dan emosi merekadengan memberikan bukti yang bertentangandengan kesadaran mereka
tentangmasalah yang sedang dihadapi. Sedangkan menurut Oemarjoedi dalam Nisya dkk (2022) tujuan konseling kognitif-perilaku yakni untuk mendorong individu untuk melawan pemikiran dan emosi yang dalah dengan menawarkan data yang bertentangan dengan keyakinan mereka
ALAT UNGKAP MASALAH
Observasi
1.
Wawancara
2.