LEMBAGA
KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS (LKM- A)
DR. RIANTIN HIKMAH WIDI, IR., MSI
DEFINISI
LKM
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) adalah lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan2
3 Presentation title
Tujuan LKM:
Meningkatkan
akses pendanaan skala mikro bagi masyarakat;
Membantu peningkatan pemberdayaan ekonomi dan produktivitas masyarakat
Membantu peningkatan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat miskin atau
berpenghasilan rendah
20XX
Kegiatan usaha
LKM
Kegiatan usaha lkm, meliputi:
1. Jasa pengembangan usaha
dan pemberdayaan
masyarakat, baik melalui
Pinjaman atau
Pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan
simpanan, maupun
pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha.
2. Kegiatan usaha yang dapat
dilakukan secara
konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah.
3. LKM dapat melakukan
kegiatan berbasis fee
sepanjang tidak bertentangan
dengan ketentuan perundang-
undangan di sektor jasa
keuangan.
Kegiatan usaha LKM lebih terbatas tidak seperti bank maupun lembaga jasa keuangan lainnya. OJK melarang LKM melakukan usaha berikut ini:
1. Menerima simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran.
2. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing.
3. Melakukan usaha perasuransian sebagai penanggung.
4. Bertindak sebagai penjamin.
5. Memberi pinjaman atau pembiayaan kepada LKM lain, kecuali untuk mengatasi kesulitan likuiditas bagi LKM lain dalam wilayah kabupaten/kota yang sama.
6. Melakukan penyaluran pinjaman atau pembiayaan di luar cakupan wilayah usaha.
7. Melakukan usaha di luar kegiatan usaha seperti yang dimaksud dalam Pasal 2 Peraturan OJK Nomor
19/POJK.05/2021 tentang Penyelenggaraan Usaha
Lembaga Keuangan Mikro.
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro
2. Peraturan Pemerintah Nomor 89 Tahun 2014 tentang Suku Bunga Pinjaman Atau
Imbal Hasil Pembiayaan dan Luas Cakupan Wilayah Usaha Lembaga Keuangan
Mikro
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/SEOJK.05/2015 tentang Laporan Keuangan Lembaga Keuangan Mikro
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK):
POJK Nomor 12/POJK.05/2014 tentang Perizinan Usaha dan Lembaga Keuangan Mikro.
Dasar Hukum Lembaga Keuangan Mikro
Book Title. P52
Bentuk Badan Hukum LKM
1. Koperasi; atau
2. Perseroan Terbatas
(sahamnya paling sedikit 60 persen dimiliki oleh
pemerintah daerah kabupaten/kota atau badan usaha milik desa/kelurahan, sisa kepemilikan saham PT
dapat dimiliki oleh WNI atau koperasi dengan
kepemilikan WNI paling banyak sebesar 20 persen).
“ ”
7 Presentation title 20XX
LKM hanya dapat dimiliki oleh:
1. Warga Negara Indonesia;
2. Badan usaha milik desa/kelurahan;
Pemerintah daerah
kabupaten/kota; atau Koperasi.
LKM dilarang dimiliki, baik langsung maupun tidak
langsung, oleh warga negara asing atau badan usaha yang sebagian atau seluruhnya
dimiliki oleh warga negara asing
atau badan usaha asing.
Kepemilikan LKM
1 2 3 4
Warga Negara
Indonesia Badan usaha
Koperasi
milik
desa/kelurahan
Pemerintah daerah
kabupaten/kota,
LKM hanya dapat dimiliki oleh:
Contoh Lemb aga Keuan gan M ikro
di Indo nesia
1. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Sebagaimana diatur dalam UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan usahanya secara
konvensional maupun syariah, namun dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
Fungsi BPR adalah menghimpun dana masyarakat berupa simpanan tabungan dan deposito, kemudian menyalurkannya kembali berupa kredit pinjaman, kredit tanpa agunan, kredit usaha dan sebagainya.
2. Bank Wakaf Mikro (BWM)
adalah salah satu jenis LKM syariah. BWM berperan memberikan akses modal untuk masyarakat pada kelas ekonomi rendah. Pembentukan BWM merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Amil Zakat Nasional dengan OJK. Pengelolaan BWM sendiri diberikan kepada pesantren yang telah mendapat izin dari OJK.
3. Bank Kredit Desa (BKD)
(BKD) sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka, yakni tahun 1896. BKD merupakan lembaga pengelolaan keuangan dengan lingkup operasional yang berada di kawasan desa.
Beberapa produk dan layanan yang tersedia di BKD adalah kredit, simpanan, deposito, dan masih banyak lagi. Selain itu, saat ini BKD juga sudah memiliki aplikasi online, yakni BKD Mobile.
Contoh
Lembaga Keuangan Mikro
Bank desa dan Bank Wakaf Mikro
Lumbung Desa ; Badan Usaha Kredit Pedesaan ( BUKP )
Bank Pasar ; Bank Pegawai
Kredit Usaha Rakyat Kecil ( KURK )
Bank Kredit Desa ( BKD) ; Bank Kredit
Kecamatan (BKK)
Lembaga Keuangan Mikro Syariah
Lembaga Keuangan Mikro Syariah adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa pengembangan
usaha dan juga pemberdayaan masyarakat, dengan menerapkan
prinsip ekonomi syariah dalam
kegiatan operasionalnya.
Contoh
Lembaga Keuangan
Mikro Syaria h
Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia ( Tanggerang )
BPRS Amanah Insani ( Bekasi )
BPRS Artha Madani ( Bekasi )
BPRS Amanah Ummah ( Bogor )
Koperasi Syariah Investama Madani
( Surabaya
)DEFINISI LKM-A
Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) adalah lembaga keuangan mikro yang tumbuh dan berasal dari kelompok tani yang memberikan pelayanan jasa keuangan kepada masyarakat tani dan pelaku agribisnis
14
15 Presentation title
Tujuan LKM-A:
Meningkatkan
kemudahan akses petani terhadap skim pembiayaan yang disediakan
pemerintah atau pihak lainnya.
Meningkatkan produktifitas dan produksi
usahatani/usaha
ternak dalam rangka mendrong
tercapainya nilai tambah usahatani.
Mendorong
pengembangan
ekonomi perdesaan dan lembaga
ekonomi perdesaan, utamanya Gapoktan.
20XX
Contoh
Lembaga Keuangan Mikro
Agribisnis
PUAP
KUT ( Kredit Usaha Tani )
)
17 Presentation title
Pengelolaan LKM-A umumnya sama dengan LKM pada umumnya, dengan penyesuaian sbb :
Pendekatan Kelompok
Sebagai penjamin,
karena tanpa kolateral.
Kelompok tani sdh eksis dg anggota 20-30 orang Tergabung dalam
Gapoktan
Perluasan Sasaran Pengguna Kredit
Tidak terfokus pada kaun ibu saja, tetapi juga kaun bapak sbg anggota kelompok tani, mengetahui kebutuhan dana untuk adopsi
teknologi
Seleksi Calon Pengguna kredit
Indikator seleksi disesuaikan dg
keragaan usahatani terutama diversifikasi usaha
20XX
18 Presentation title
Pengelolaan LKM-A umumnya sama dengan LKM pada umumnya, dengan penyesuaian sbb :
Volume Pagu
Dapat memenuhi
kebutuhan tambahan biaya usahatani.
Realisasi pencairan disesuaikan dg pola tanam
Perlu studi kelayakan.
Margin
Pengembalian Pinjaman
Disesuaikan dengan
bunga komersial, sesuai dengan kesepakatan.
Waktu Pengembalian Cicilan
Dilakukan secara mingguan atau setelah panen
20XX
19 Presentation title
Pengelolaan LKM-A umumnya sama dengan LKM pada umumnya, dengan penyesuaian sbb :
Pendampingan dan Monitoring
Pendampingan
dilakukan agar usaha berkelanjutan .
Jika terjadi masalah, dpt segera dicarikan solusinya
Pelatihan
Pelatihan bagi pengelola LKM-A agar dapat
meningkatkan
kapabilitas manajemen LKM-A
20XX
Click to edit Master text
styles
Second level
Click to edit Master text
styles
Second level
Click to edit Master text
styles
Second level
Click to edit Master text
styles
Second level
Click to edit Master text
styles
Second level
Tahapan Pembentukan LKM-A
Stake holder dan Penyuluh Pendamping mempelajari lonsep LKM-A
Stake holder dan Penyuluh
Pendamping melakukan pendampingan
serta asistensi kegiatan kelompok
Stake holder dan Penyuluh
melakukan pelatihan bagi pengurus agar
dapat
meningkatkan kapabilitasnya.
Stake holder dan Penyuluh
Pendamping mensosialisasik
an serta memonitor penyaluran
dana
Stake Holder dan Penyuluh
mendoromg kegiatan agar berkelanjutan.
Click to edit Master text
styles
Second level
Click to edit Master text
styles
Second level
Click to edit Master text
styles
Second level
Click to edit Master text
styles
Second level
Click to edit Master text
styles
Second level
Tahapan Pembentukan LKM-A
Stake holder dan penyuluh memprakarsai pendirian LKM-A
melalui musyawarah
Para Pendiri mengadakan rapat memilih pengurus LKM-
A minimal sebanyak 3
orang ( ganjil)
Semua anggota Gapoktan/kelo mpoktani dapat
mengakses ke LKM-A dengan mudah tanpa birokrasi rumit Perlu dilakukan
pertemuan lanjutan agar
dapat menambah
pendiri
Pengurus mengumpulkan modal, minimal
15 juta ( minimal 7,5 cash, sisanya dicicil maks 6
bulan )
22