LEMBAR KERJA
Workshop Sosialisasi Perdirjen 2626
Modul Kompetensi Guru
KOMPETENSI PROFESIONAL
Nama Lengkap : MURNIYATI
Sekolah / PAUD : TK. ISLAM AN NUR TIMBASA
Kecamatan : MAKASSAR
Alamat Sekolah/PAUD : Jl. Maccini Gusung STP 5 No. 4
Pengembangan Kompetensi Profesional Guru TK PAUD DIKMAS
Dinas Pendidikan Kota Makassar
Indikator Sub- Indikator Kata Kunci Contoh Perilaku 4.1 Pengetahuan konten
Pembelajaran dan cara mengerjakannya
4.1.1
. Struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk pembelajaran
Struktur dan alur pengetahuan
1.Bersama teman sejawat belajar bersama memahami struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk
pembelajara.
2.Bersama teman sejawat memahami struktur dan alur pengetahundari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk pembelajaran
3.Bersama teman sejawat mengevaluasi struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk pembelajaran.
4.Berkolaborasidengan teman sejawat untuk
mengimplementasikan
struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk
pembelajaran
5. Membimbing rekan teman sejawat dalam
mengimplementasikan
struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk
merangcang perbaikan pembelajaran.
4.1.2Identifikasi pengetahuan konten yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran
- Pencapaian Pembelajaran (CP) Elemen Cp
1. Nilai agama dan moral 2. Jati diri
Narasi elemen jati diri yaitu : - Anak mengenali,
mengapesiasikan dan mengelola emosi diri serta membangun hubungan social secarasehat, anak mengenal dan memiliki prilaku positif terhadap diri dan lngkunga ( keluarga, sekolah, masyarakat, negara, dan dunia) serta rasa bangga sebagai anak
1. Membentuk komunitas belajar untuk
2. mengidentifikasi konten yang sesuai karakteristk anak didik 3. Menentukan topic yang
akan dibahas
4. Menjadwalkan kegiatan bersama-sama
5. Bersama-sama
menyusun tujuan
indonesia yang berlandaskan pancasila.
- Anak menyesiaikan dengan lingkungan aturan dan norma yang berlaku.
- Anak menggunakan fungsi gerak(motorik kasar, halus, dan takti) untu mengekplorasikan dan memanipulasi berbagai objek lingkungan sekitar sebagai bantuk pengembangan diri,
Sub elemen yang kita pilih yaitu :
-Anak menyesuaikan diri dengan lingkungan aturan dan norma
yang berlaku.
3. Budi Pekerti
4. Dasar-dasar literasi
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
pembelajaran, sesuai karakter anak didik
6. Evaluai diri
7. Tindak lanjut ( membuat kombel dilembaga
masing-masing)
Tujuan pembelajaran yang kita dapatkan :
1.Anak mampu memilih hal yang dia sukai, menunjukkan rasa bangga atas karya atau usaha
4.1.3. Pengorganisasian pengetahuan konten yang relevan terhadap pembelajaran
Pengorganisasian Pengetahuan Konten
Project Base Learning Berbasis Loose Part Langkah-Langkah:
1. Pembelajaran yang dimulai dengan pertanyaan
mendasar diantaranya pertanyaan yang dapat stimulasi anak agar masuk dalam pembelajaran.
2. Mendesain perencanaan produk yang dilakukan oleh anak dengan menggunakan medis Loose part
diantaranya bahan alam, kayu, plastik, logam, keramik, pabrik dan kemasan (Paching) dalam
menyelesaikan suatu proyek
3. Menyusun jadwal kegiatan.
Guru dan anak membuat kesepakatan bersama mengenai waktu penyelesaian proyek dengan menggunakan media Loose part
4. Memonitor anak yaitu pada tahap ini guru harus
memonitor (memantau) aktivitas anak selama menyelesaikan proyek, yang dilakukan dengan membimbing dan
memfasilitasi anak pada setiap proses
5. Menguji hasil. Pada tahap ini guru melakukan
penilaian terhadap hasil proyek dengan tanya jawab
6. Mengevaluasi pengalaman.
Tahap ini anak diminta melakukan reflleksi dengan mengungkapan perasaan dan pengalaman selama menyelesaikan proyek
Indikator Sub- Indikator Kata Kunci Contoh Perilaku
Karakteristik dab cara belajar peserta
didik
4.2.1 Tahapan perkembangan dan karakteristik yang relevan dengan Kebutuhan belajar.
- Tahapan perkembangan dan karakteristik
. rasa ingin tahu
- mengajak peserta didik untuk mengeksplor lingkungan sekolah seperti; mengamati pohon pisang yang ada dihalaman sekolah dengan memberikan kata pemantik kepada peserta didik - memberikan pemelajaran melalui
APE kepada anak didik agar anak didik lebih tertarik dan focus - mengajarkan peserta didik untuk
mencintai sesama, menimbulkan rasa empati dilingkungan sekolah.
Seperti; berbagi makanan 4.2.2 Latar belakang sosial,
budaya,
agama, dan ekonomi yang relefan dengan kebutuhan belajar peserta didik
1. Agama, sosial budaya, ekonomi,
- Bersikap jujur kepada teman, Guru, dan orang – orang yang ada dilingkunganya
- Kebiasaan hidup, kepercayaan masyarakat, agama, pandangan hidup, sikap hidup, situasi daerah masing – masing
2. Status Sosial, Bahasa, Mata pencarian, Sistem
pemerintahan
3. Budaya, Pengenalan adat istiadat
- Berbagi, tolong menolong, dibidang sosial
- Gotong royong
- Memakai pakean adat pada hari kebudayaan
- Halal bil Halal, Maulid nabi
- Toleransi antar umat beragama didalam masyarakat (sekolah) Menghormati bahasa daerah dilingkungan tempat tinggal Potensi, minat dan cara belajar
peserta didik yang relevan dengan kebutuhan belajar
Potensi dan minat belajar - Mengenali kebutuhan anak - Mendiesain kurikulum yang
menarik
- Menarapkan metode pengajaran yang menarik
- Memberikan umpan balik yang positif
- Diskusi antara murid untuk menambah pengetahuan
- Memberikan tugas dan proyek
- Melibatkan orang tua dalam proses belajar mengajar
- Memberikan penghargaan kepada anak untuk memotivasi
Penyandang disabilitas mempunyai kesulitan belajar dan kesulitan bermain
- Guru harus mempelajari jenis dan Tingkat disabilitas anak yaitu guru harus
memahami kebutuhan dan karakteristik anak secara mendalam untuk
menyesuaikan strategi pembelajaran
- Berkomunikasi dengan orang tua untuk mendiskusikan kebutuhan belajar anak dirumah dan menjalin
Kerjasama untuk mendukung kemajuan belajar anak
- Guru pendamping khusus
- Menyiapkan ;ingkungan belajar yang inklusif yaitu memastikan ruang kelas mudah diakses, menyediakan alat bantu yang sesuai, dan menciptakan suasana yang ramah dan suportif
- Menggunakan Bahasa yang jelas dan mudah dipahami - Berpusat pada anak dengan
cara melibatkan anak secara aktif dalam proses
pembelajaran
- Pembelajaran dilakukan berulang-ulang dan terstruktur sehingga anak dapat memahaminya - Memanfaatkan tekhnologi
untuk membantu anak untuk belajar dengan alat bantu yang sesuai dengan
kebutuhan anak.
- Pembelajaran harus konkrit dan bermakna yaitu dengan
menggunakan contoh dan pengalaman nyata yang dapat dihubungkan dengan kehidupan anak.
- Ikuti pelatihan: Ada banyak pelatihan yang tersedia untuk membantu guru memahami dan mengajar peserta didik penyandang disabilitas.
- Berikan dukungan emosional dan sosial: Bantu peserta didik membangun rasa percaya diri dan harga diri, serta dorong mereka untuk berinteraksi dengan teman sebaya.
4.2.4 Keragaman kebutuhan belajar peserta didik untuk pembelajaran yang inklusif
Diferensiasi, Fleksibel, Kolaborasi, Penghargaan terhadap keberagaman.
1. Siswa saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam kelompok belajar.
2. Guru memberikan bantuan tambahan kepada siswa yang membutuhkan, seperti
penjelasan tambahan atau modifikasi tugas.
3. Siswa dengan kemampuan yang lebih tinggi membantu siswa lain yang mengalami kesulitan dalam pemahaman materi.
4. Guru mengakomodasi kebuuhan belajar siswa dengan memberikn materi dalam berbagai format atau memberikan waktu
tambahan untuk menyelesaikan tugas.
5. Siswa menghargai perbedaan siswa lain dan menghormati keberagaman dalam kelas,
Indikator Sub- Indikator Kata Kunci Contoh Perilaku Kurikulum dan cara
menggunakannya
4.3.1 Penggunaan kurikulum dalam pross pembelajaran dan berpusat pada peserta didik.
Kurikulum yang berpusat pada peserta didik
1. Siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi kelas dan berbagi pemikiran mereka dengan teman sekelas.
2. Siswa menunjukkan inisiatif dalam mencari sumber informasi tambahan yang relevan dengan topik yang sedang dipelajari.
3. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas atau proyek yang diberikan.
4. Siswa mengajukan pertanyaan yang relevan dan kritis untuk
memperdalam pemahaman mereka.
5. Siswa mampu menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi nyata dan membuat aplikasi praktis dari pengetahuan tersebut.
4.3.2 Penggnaan asesmen untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Formatif, Autentik, Format dan Metode yang beragam,Pementau Proses Pembelajaran
1. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif dan spesifik
kepada siswa berdasarkan hasil asesmen formatif.
2. Siswa menggunakan hasil asesmen untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam pembelajaran mereka.
3. Guru memberikan tugas atau proyek yang mencerminkan situasi nyata agar siswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks yang relevan.
4. Siswa terlibat dalam proses pemantauan dan refleksi terhadap kemajuan belajar mereka sendiri.
5. Guru menggunakan berbagai format dan metode asesmen untuk menghargai keragaman siswa dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang sesuai.
4.3.3 Penggunaan strategi untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Kolaboratif, Pembelajaran Berbasis Proyek, Refleksi dan metakognisi, Penggunaan teknologi.
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah atau menyelesaikan tugas.
2. Siswa mengembangkan proyek nyata yang melibatkan penelitian, analisis, dan penerapan
pengetahuan dan keterampilan.
3. Siswa merefleksikan pemahaman mereka dan mengidentifikasi
langkah-langkah untuk
meningkatkan pemahaman mereka sendiri.
4. Siswa menggunakan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan pembelajaran, seperti menggunakan aplikasi pembelajaran bahasa atau platform online untuk berkolaborasi 4.3.4 Pnggunaan strategi
pembelajaran yang efektif untuk capaian belajar literasi dan numersi peserta didik
Konstektual,Pembelajaran
terintegrasi, Pemecahan masalah, Kolaborasi dan diskusi
iswa menghubungkan konsep
literasi dan numerasi dengan situasi nyata atau pengalaman sehari-hari mereka.
2. Siswa melihat keterkaitan antara literasi dan numerasi dengan
berbagai mata pelajaran atau aktivitas pembelajaran.
3. Siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan literasi dan
numerasi mereka dalam pemecahan masalah nyata.
4. Siswa berkolaborasi dengan teman sekelas dalam
mengembangkan keterampilan literasi dan numerasi melalui diskusi dan kerjasama.
Terima Kasih ...
Wassalam...