Lingkaran Jamur Dina Thowila Rofiah
Sinopsis: Menceritakan seorang gadis kecil yang sedang bermain petak umpet bersama keempat temannya. Ia melihat sebuah lingkaran jamur cantik ketika sedang bersembunyi di balik semak-semak liar. Rasa penasaran pun menghampirinya. Ia masuk ke dalam lingkaran jamur cantik itu dan tanpa ia diduga, ia terjebak di dunia kerajaan. Akankah ia bisa kembali ke dunia asalnya? Atau malah menikah dan hidup bahagia bersama seorang pangeran yang mencintainya di dunia kerajaan itu?
Dramatik Person:
Lili: ceroboh dan mudah terbuai godaan
Rani: penakut
Nada: suka bercanda
Hisyam: dewasa
Zaki: lambat berpikir
Ibu Lili: mudah panik
Ayah Lili: sabar
Pak polisi: pintar memberi saran dan menjalankan amanah
Raja: mudah menuduh
Pangeran Martin: suka berbohong, hanya memikirkan dirinya sendiri, merakyat, dan dermawan
Prajurit: patuh terhadap perintah raja
Rakyat penjual ramuan: peka dan dermawan
Rakyat: hormat kepada pangeran Martin Naskah Drama:
ADEGAN 1
Sudut Pandang Dunia Asal Lili
Di suatu petang, ada 5 anak berusia 12 tahunan sedang bermain petak umpet di pekarangan milik salah satu anak tersebut. Mereka adalah Lili, Rani, Nada, Hisyam, dan Zaki.
Lili, Rani, Nada, Hisyam, dan Zaki: "Hompimpa alaium gambreng, mak Ijah pake baju rombeng." (seru mereka berlima)
Lili, Nada, Hisyam, dan Zaki: "Rani beda, Rani jaga!"
Rani: "Yahhh, aku jaga. Teman-teman, aku hitung sampai 10 yaa. 1 ... 2 ...
3 ... 4 ... " (sambil menutup mata)
Saat Rani menghitung, Lili, Nada, Hisyam, dan Zaki berpencar untuk mencari tempat sembunyi yang dirasa aman.
Lili: "Aduhh, sembunyi di mana yaa. Di sana aja deh." (batin Lili) Lili memilih bersembunyi di balik semak-semak liar.
Rani: "Sepu ... luh." (membuka mata perlahan)
Saat bersembunyi, mata Lili tak sengaja menangkap lingkaran jamur cantik yang terletak tak jauh dari semak-semak liar tempat ia bersembunyi. Karena rasa penasaran, Lili mengendap-endap untuk melihat lingkaran jamur cantik itu secara lebih dekat.
Lili: "Wahhh, cantik sekali." (sambil memegang pohon jamur itu satu per satu) Terbuai akan kecantikannya, Lili masuk ke dalam lingkaran jamur itu.
Lili: "AAAAAAAAAAA."
Nada, Hisyam, dan Zaki terkejut mendengar suara teriakan Lili. Mereka pun keluar dari tempat persembunyiannya.
Nada, Hisyam, dan Zaki: "Ada apa?"
Rani: "Aku tidak tahu." (sambil menunjukkan raut wajah bingung) Hisyam: "Coba kita cek."
Mereka berempat pun melangkah ke semak-semak liar sumber suara teriakan Lili.
"Rani, Nada, Hisyam, dan Zaki: "LI ... LiLI ... " (mereka bersahut-sahutan memanggil nama Lili)
Langit semakin menggelap, tanda maghrib akan tiba.
"Rani: "Gimana ini teman-teman, Lili belum muncul juga."
Nada: "Iya nih, udah mau maghrib. Tapi kalau kita pulang ga bawa Lili, pasti mamanya nanyain."
Zaki: "Kira-kira ke mana perginya Lili? Dan kenapa tadi dia teriak?"
Nada: "Jangan-jangan Lili diculik??!"
Hisyam: "Hust gak mungkin, desa kita aman."
Azan maghrib berkumandang, mereka berempat memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing karena takut orang tua mereka mencari. Akan tetapi sebelum itu, mereka berempat memutuskan untuk mampir ke rumah Lili dan menemui ibunya.
Ibu Lili: "JADI LILI HILANG?!"
Hisyam: "Maafkan kami, bu. Ga bisa jaga Lili dengan baik."
ADEGAN 2
Sudut Pandang Dunia Kerajaan
Raja: "Mari rayakan kemenangan kerajaan Elston karena telah berhasil mengalahkan musuh dengan berpesta. HAHAHAHA." (sambil mengangkat minuman berwarna merah yang terbuat dari sari delima tinggi-tinggi)
Semua orang di pesta itu: "HAHAHA."
Gubrak. Lili terjatuh tepat di tengah para prajurit dan dayang kerajaan Elston yang sedang berpesta merayakan kemenangan kerajaan Elston dalam mengalahkan musuh. Semua pandangan tertuju pada Lili, termasuk raja.
Raja: "Siapa kamu gadis kecil? Pakaianmu terlihat berbeda dan tidak biasa.
Apakah kamu orang sewaan kerajaan Gustave untuk memata-matai kerajaan Elston? Prajurit!"
Semua prajurit: "Siap."
Raja: "Bawa dan penjarakan dia."
Salah satu prajurit: "Baik, baginda." (sambil menunduk)
Di sisi raja, ada pangeran Martin yang merupakan putra bungsu raja. Ia baru menginjak usia 17 tahun. Berbeda dengan semua orang di pesta itu, pangeran Martin merasakan debar yang luar biasa dalam dada kali pertama melihat Lili. Paras Lili yang cantik dan polos mampu membuat pangeran Martin jatuh hati.
Pangeran Martin: "Bagaimana caranya aku membebaskan gadis cantik itu?
Kalau aku bilang sama ayahanda, pasti ayahanda akan marah. Aku ingin menikahi gadis cantik itu." (batin pangeran Martin)
ADEGAN 3
Suatu hari, pangeran Martin jalan-jalan ke pemukiman rakyat.
Rakyat penjual ramuan: "Siapa pun yang punya masa lalu kelam dan ingin melupakannya, minumlah ramuan ini. Ramuan ini bisa menghilangkan seluruh ingatanmu dan mulailah hidup baru dengan damai."
Mendengar hal itu, pangeran Martin ikut berkerumun bersama rakyat lainnya mengerumuni si penjual ramuan itu. Ia berniat membeli ramuan itu untuk gadis kecil dalam penjara kerajaannya. Ia berpikir akan percuma jika hanya membebaskan gadis kecil itu. Karena pastinya, gadis kecil itu akan meminta dipulangkan ke dunia asalnya setelah dibebaskan. Ia tentu tidak mau, karena ingin menikahinya.
Salah satu rakyat: "Minggirrrrr ... ada pangeran Martin."
Semua rakyat pun menepi untuk memberi jalan pangeran Martin.
Pangeran Martin: "Berapa harga ramuannya?"
Rakyat penjual ramuan: "Hoo, pangeran. Ini gratis untukmu." (sambil menyodorkan ramuan)
Pangeran Martin: "Aku akan membelinya, berapa harganya?"
Rakyat penjual ramuan: "Jika pangeran tetap akan membelinya, pangeran cukup membayarnya dengan salai kesemek jamuan raja."
Pangeran Martin: "Baiklah, bungkuskan ramuan itu 1 untukku. Datanglah ke pelataran kerajaan nanti malam untuk mengambil salai kesemek."
ADEGAN 4
Waktu dini hari, pangeran Martin pergi ke ruang bawah tanah tempat penjara kerajaan Elston untuk menemui Lili dan membuka gembok yang mengunci pintu jeruji ruangan itu.
Pangeran Martin: "Ayo cepat keluar."
Lili: "Ke mana? Siapa kamu? Aku mau pulang. Tolong bawa aku kembali ke duniaku." (sambil gemetar karena ketakutan)
Pangeran Martin: "Aku akan membawamu pulang ke duniamu. Aku akan menunjukkan jalannya. Maka dari itu, ikutlah bersamaku." (sambil mengulurkan tangan)
Lili pun keluar dari ruang penjara itu dan ikut pangeran Martin ke negeri Nirmana, tempat pangeran Martin akan menikahi Lili dan memulai hidup baru sebagai orang biasa di sana.
Lili: "Di mana ini? Ini bukan negeriku." (tanya Lili setelah sampai di negeri Nirmana)
Pangeran Martin: "Minum dulu, kau pasti lelah sudah berjalan jauh."
Tanpa berpikir aneh-aneh, Lili meminum setenggak ramuan itu. Ia pun tak sadarkan diri. Pangeran Martin membawanya ke sebuah gubuk kecil untuk menidurkannya. Selang beberapa jam, Lili terbangun.
Pangeran Martin: "Istriku sudah bangun. Apakah kau lapar? Aku memasak ubi untukmu. Makanlah." (sambil menyuapkan sekelumit ubi)
Tanpa bingung, bertanya, ataupun curiga, Lili menerima hidup barunya sebagai istri pangeran Martin di negeri Nirmana. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai 2 putri kembar yang cantik dan jelita.
ADEGAN 5
Sudut Pandang Dunia Asal Lili
Meski di dunia kerajaan Lili sudah mempunyai 2 orang putri, namun di dunia asal, baru 40 hari ia menghilang. Telah banyak polisi yang menyerah dalam pencarian Lili.
Ibu Lili: "Pak tolong carikan anak saya sekali lagi, saya akan bayar berapa pun yang bapak mau. Saya mohon pak."
Polisi: "Ini sudah 40 hari bu dan kami belum menemukan apapun yang bisa dijadiin bukti kasus hilangnya anak ibu di sekitaran pekarangan itu."
Ibu Lili: "Lalu saya harus bagaimana pak? Tolong saya dan anak saya."
Polisi: "Begini saja, apa ibu sudah memanggil kiai atau orang yang mengerti dalam hal gaib? Barang kali hilangnya Lili mengarah pada hal di luar kendali kami bu dan kami meminta maaf."
Ibu Lili: "Saya sudah panggil ustad, kiai, bahkan dukun. Tetapi semua mengatakan tidak ada hal gaib atas hilangnya Lili. Saya juga mengundang para tetangga untuk ngaji di rumah saya setiap malam pak polisi. Hiks ...
Hiks ... Hiks ... "
Ayah Lili: "Tolong usahakan ya pak. Sekali lagi saja."
Polisi: "Baiklah pak bu, kalau saya menemukan jejak bukti, segera saya sampaikan. Ibu berdo'a saja dan tabah."
Ibu Lili: "Terima kasih banyak pak."
Kini, keluarga Lili hanya bisa berdo'a dan berpasrah kepada Tuhan agar Lili segera kembali dengan selamat.