Salah satu implementasi strategi pengamanan pasar dalam negeri adalah dengan mengeluarkan kebijakan impor produk tertentu melalui Permendag No. Pada awal diberlakukannya kebijakan impor produk tertentu (alas kaki, elektronik, mainan anak, makanan dan minuman serta pakaian) sesuai Permendag 56/2008, impor 5 produk tersebut mengalami penurunan. Selama tahun 2008, sebelum Permendag 56/2008 diterapkan, struktur pemanfaatan pelabuhan untuk impor produk tertentu paling banyak dilakukan melalui pelabuhan tertentu (50,9%), kemudian.
Pada tahun 2009, setelah diberlakukannya pelabuhan impor produk tertentu sesuai Permendag 56/2008, proporsi penggunaan pelabuhan lain dari yang disebutkan di atas mengalami perubahan. Selain itu, secara umum impor alas kaki mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya pasca pemberlakuan kebijakan impor beberapa produk.
Produk Elektronika
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agustus Sep Okt Tidak Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agustus Sep Okt Nov Des Jan Feb Maret* April*. Jan Feb Maret Apr Mei Jun Jul Agustus Sep Okt Nov Des Jan Feb Maret Apr Mei Jun Jul Agustus Sep Okt Nov Des Jan Feb. Impor elektronik yang masuk melalui pelabuhan selain pelabuhan yang diatur masuk ke Batam melalui Batu Ampar (54,5%) dan melalui Sekupang (15,5%).
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Dec Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sep Okt Nov Dec Jan Feb Mar* Apr*. Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Dec Jan Feb Mrt Apr Mei Juni Jul Ags Sep Okt Nov Dec Jan Feb.
Produk Pakaian Jadi
Pada tahun 2010, impor melalui pelabuhan BBK dan pelabuhan lainnya mengalami penurunan seiring dengan penurunan realisasi impor. Sementara itu, realisasi impor melalui bandara selama Januari-April 2010 mengalami peningkatan yang cukup tajam. Namun impor sandang masih melalui pelabuhan di luar yang diatur, meski persentasenya mengalami penurunan.
Total realisasi impor pakaian jadi selama Februari 2010 mengalami penurunan sebesar 19,9% dari bulan sebelumnya menjadi USD 12,8 juta, meningkat 20,1% dibandingkan Februari 2009. Sementara itu, realisasi impor melalui bandara mengalami penurunan pada bulan Januari-April 2010 dibandingkan periode yang sama tahun 2008. .
Produk Makanan dan Minuman Kebijakan impor produk tertentu
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agustus Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agustus Sep Okt Nov Des Jan Feb Pada bulan Januari-April 2010, impor melalui pelabuhan BBK mengalami penurunan dibandingkan Januari-April 2008, sejalan dengan penurunan realisasi impor. Realisasi impor melalui pelabuhan lain juga mengalami penurunan pada Januari-April 2010 dibandingkan periode yang sama tahun 2008.
Kebijakan mengenai impor produk tertentu berdampak signifikan terhadap penurunan realisasi impor makanan dan minuman, khususnya untuk jenis produk minuman. Jan Feb Maret Apr Mei Jun Jul Agustus Sep Okt Nov Des Jan Feb Maret Apr Mei Jun Jul Agustus Sep Okt Nov Des Jan Feb.
Produk Mainan Anak
Kebijakan impor mainan anak melalui pelabuhan tertentu berdampak pada perubahan proporsi struktur pelabuhan bongkar. Realisasi impor tahun 2009 mencapai 0,1%, turun dibandingkan impor tahun 2008 yang mencapai 11,7% dari total impor mainan anak. Kebijakan pembatasan impor mainan anak berdampak pada berkurangnya penggunaan pelabuhan impor di luar izin yang diizinkan sebanyak 99,5%.
Evaluasi Aspek hukum Permendag No. 56/2008
Pada ayat pertama Pasal 4 diatur bahwa perusahaan yang telah memperoleh penetapan sebagai IT-Produk Tertentu wajib menyampaikan laporan tertulis mengenai realisasi impor produk tertentu. Berdasarkan ketentuan pada Pasal 5 tidak dijelaskan kriteria penetapan pelabuhan pada pelabuhan tertentu untuk impor produk tertentu. Keberhasilan impor beberapa produk pada tahun 2009 menunjukkan bahwa kebijakan impor beberapa produk sesuai Permendag 56/2008 efektif dalam menghambat laju impor beberapa produk.
Kebijakan impor produk tertentu berdampak pada penurunan realisasi impor produk alas kaki untuk sepatu non olah raga, sedangkan impor sepatu olah raga justru meningkat, khususnya sepatu asal Tiongkok. Pasca kebijakan impor produk tertentu, realisasi impor produk elektronik turun, khususnya produk elektronik untuk keperluan rumah tangga.
PROSPEK PERDAgANgAN INDONESIA, CINA DAN INDIA MElAlUI ANAlISA GrAVity MODEl
Pada tahun 2008, saat puncak krisis keuangan global terjadi, pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan India masih mencapai 9%. Banyak negara Asia seperti Vietnam, Myanmar, termasuk Tiongkok dan India dikenal sebagai negara yang memiliki upah tenaga kerja rendah. india, Tiongkok, dan India masing-masing menduduki peringkat 131, 132, dan 123 dalam Indeks Kebebasan Ekonomi tahun 2009.
Hasil estimasi menggunakan model gravitasi menunjukkan adanya sensitivitas yang tinggi antara ekspor india ke China dan India dengan kondisi perekonomian kedua negara secara umum. Peningkatan produksi dan pendapatan di China dan India akan meningkatkan ekspor india ke negara-negara tersebut secara signifikan.
POTENSI PENgEMBANgAN PASAR JAMU
- Perilaku Konsumsi Masyarakat Terhadap Jamu
- Faktor-Faktor yang Mempenga- ruhi Konsumsi Jamu
- Daya Saing Jamu Tradisional Indonesia
- Permasalahan Produsen dan Regulator
- Sasaran 1 yaitu Mewujudkan Jamu Brand Indonesia yang Modern
- Sosialisasi untuk menyadarkan industri jamu tradisional bahwa
- Membantu industri jamu tradi- sional dengan melakukan riset
- Membuat aturan yang mene- tapkan standarisasi label jamu
- Melakukan kampanye bahwa produk jamu adalah modern
- Sasaran 2 yaitu Mewujudkan Jamu Brand Indonesia dengan Mutu
- Sasaran 3 yaitu Mewujudkan Jamu Brand Indonesia yang Murah
- Sasaran 4 yaitu Mewujudkan Jamu Brand Indonesia yang Mema-
Kesan mutu jamu/produk obat : Cepat sembuh Kesan mutu jamu/produk obat : Dapat dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Kesan terhadap kualitas produk Jamu/Medicin: Terdapat informasi yang jelas (mengenai dosis, petunjuk penggunaan, efek samping). Kesan terhadap mutu produk jamu/obat: Kualitas tinggi Kesan terhadap mutu produk jamu/obat: Desain kemasan yang menarik.
Kesan mutu Jamu/produk obat: Bahannya alami Kesan mutu Jamu/produk obat: Terdapat informasi yang jelas (mengenai dosis, aturan pakai, efek samping). Kesan mutu produk jamu/obat: Cepat sembuh Kesan mutu produk jamu/obat: Efektif untuk kesehatan/kecantikan. Kesan jamu/obat Mutu produk: Bentuk produk (seperti: cair, bubuk/serbuk, tablet, kapsul, dan lain-lain) Praktis.
Bentuk produk herbal praktis yang bermutu tinggi mempunyai cita rasa yang enak, harga yang murah, berkhasiat bagi kesehatan, pemulihan yang cepat, efek samping yang berbahaya. Hasil perhitungan kesan kualitas atribut jamu berdasarkan persepsi responden konsumen terhadap jamu IKOT dan IOT menunjukkan bahwa kandungan alami produk jamu merupakan suatu atribut. Bentuk produk jamu berkualitas, rasa praktis, harga bagus, murah, berkhasiat bagi kesehatan, cepat sembuh, efek samping berbahaya.
Tingginya penilaian responden konsumen terhadap kualitas obat herbal belum tentu mencerminkan loyalitas mereka terhadap produk herbal yang dikonsumsinya. Hasil pengolahan data menunjukkan produk herbal IOT lebih baik (relatif lebih kompetitif) pada atribut rasa enak dan kemasan menarik dan produk herbal IKOT lebih baik (relatif lebih kompetitif) pada atribut harga murah dan bahan alami. Informasi ini sebaiknya disebarluaskan kepada industri jamu untuk meningkatkan efektivitas produk jamu yang dihasilkannya.
ANAlISIS KINERJA PERDAgANgAN SEKTOR ElEKTRONIK SEBElUM DAN SETElAh PElAKSANAAN CAFTA
Kinerja perdagangan barang elektronik antara Indonesia dan Tiongkok menunjukkan pola yang relatif berbeda dibandingkan dengan pola liberalisasi. Berdasarkan data kinerja surplus ekspor, impor dan perdagangan pada Gambar 1 terlihat bahwa peningkatan impor produk elektronik asal China sebenarnya telah terjadi jauh sebelum diberlakukannya liberalisasi pada tahun 2010. Peta daya saing produk elektronik Indonesia terhadap Tiongkok secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4 di bawah ini.
Namun sayang, produk elektronik Indonesia mempunyai daya saing yang sangat sedikit dibandingkan dengan total produk elektronik yang diperdagangkan. Skor indeks ISP yang mendekati -1 menunjukkan bahwa industri di Indonesia sama sekali tidak memproduksi produk elektronik yang diimpor dari Tiongkok. Hasil indeks RCA bilateral menunjukkan sebagian besar produk elektronik impor asal Tiongkok memiliki nilai indeks di atas 1000.
Produk elektronik yang diekspor dari Indonesia ke Tiongkok umumnya merupakan komponen elektronik yang memiliki nilai tambah rendah. Namun produk elektronik impor Indonesia dari Tiongkok umumnya merupakan produk jadi yang memiliki nilai tambah tinggi, seperti ponsel dan laptop. Liberalisasi CAFTA akan meningkatkan pengalihan perdagangan3 dengan negara lain untuk produk-produk sensitif, pertanian dan jasa, namun sebaliknya untuk produk-produk elektronik dan manufaktur.
Pembahasan akan fokus pada perbandingan kinerja ekspor-impor aktual dengan perkiraan ekspor-impor produk elektronik. Hasil simulasi GTAP memperkirakan CAFTA akan meningkatkan ekspor produk elektronik Indonesia ke Tiongkok sebesar 4,99 persen, meningkatkan impor sebesar 4,59 persen, dan meningkatkan surplus perdagangan sebesar dolar AS. Jika industri elektronik dalam negeri tidak membaik sama sekali, dikhawatirkan akan semakin kalah bersaing dengan produk elektronik asal China.
PEMASARAN PRODUK-PRODUK
UKM PIK (PUSAT/PERKAMPUNgAN INDUSTRI KECIl) PUlOgADUNg 1
Price. Menurut Kotler harga adalah sejumlah uang yang dibebankan
Place (Tempat atau distribusi)
Kemudian Keputusan Presiden No. 56 Tahun 2002 diterbitkan sehubungan dengan restrukturisasi Kredit Usaha Kecil dan Menengah dimana dalam Perpres ini bidang/jenis usaha meliputi 9 sektor yaitu j. Pada sektor industri dan komersial ini, produk PIK mengacu pada perolehan kredit dari pemerintah. Lingkungan Hidup (BL) dimana usaha ini merupakan program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat melalui BUMN melalui penggunaan dana bagian keuntungan BUMN.
Selanjutnya diterbitkan pula Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1998 tentang Pembinaan dan Pembinaan Usaha Kecil, dimana pembinaan dan pengembangan usaha kecil meliputi bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, sumber daya manusia dan teknologi. Pembiayaan ini hanya berkaitan dengan kegiatan ekspor dimana Bukopin sebagai bank nasional hanya aktif pada kegiatan produksi dan perdagangan. 16 Sri Adiningsih (2009); Peraturan revitalisasi UKM di Indonesia serupa dengan yang terjadi di Jepang, dimana kebijakan UKM bertujuan untuk memperbaiki kesenjangan yang tidak merata antara perusahaan besar dan kecil.
Hal ini berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang mengancam banyak pengusaha kecil dan usaha rumahan di ibu kota Jakarta akan bangkrut. Kawasan PIK juga mengalami perubahan fungsi karena adanya PIK yang semula berfungsi sebagai pusat industri kecil atau perkampungan, namun saat ini semakin banyak pengrajinnya. Pemerintah harus melakukan intervensi dengan mengeluarkan berbagai peraturan atau regulasi, seperti aturan mengenai warga PIK dan produk PIK yang diolah dan dijual di kawasan PIK.
Perusahaan besar, seperti pengecer besar Perancis Carrefour, berupaya keras menerima produk UKM untuk dijual di toko mereka dengan ketentuan yang telah ditentukan17. Selain itu, profesi perajin sebagai produsen produk PIK juga perlu dipertahankan dibandingkan sebagai pedagang yang kini banyak ditemui di kawasan PIK. Sri Adiningsih (2009); Regulasi dalam revitalisasi UKM di Indonesia serupa dengan yang terjadi di Jepang, dimana kebijakan UKM ditujukan untuk memperbaiki kesenjangan yang tidak merata antara perusahaan besar dan kecil, Diunduh dari http://www.dpr.
FAKTOR PENENTU INSTABIlITAS hARgA PRODUK BERBASIS IMPOR (Kedele dan gula)
Berdasarkan perkembangan harga di pasar dalam negeri, dapat disimpulkan bahwa perkembangan harga gula dan kedelai di pasar internasional dan harga kedelai dalam negeri menunjukkan tren yang sama. Ketika harga gula pasir atau kedelai naik di pasar internasional, maka kenaikan tersebut secara tidak langsung diteruskan ke kenaikan harga kedua produk tersebut di dalam negeri. Hasil analisis guncangan berbagai variabel fluktuasi harga gula menunjukkan bahwa guncangan yang timbul dari harga gula dunia, impor gula, konsumsi gula dan kenaikan harga pangan mempengaruhi kenaikan harga gula di pasar dalam negeri, baik di pasar dalam negeri. serta di pasar dalam negeri. jangka pendek dan jangka panjang.
Sementara itu, guncangan konsumsi gula hanya berdampak jangka pendek terhadap fluktuasi harga gula di dalam negeri. Hasil analisis fungsi respon impuls menunjukkan bahwa guncangan sebesar 1 standar deviasi harga gula internasional. setara dengan kenaikan 2,1% pada harga gula internasional akan meningkatkan harga gula dalam negeri, dan dalam jangka panjang harga gula dalam negeri akan kembali ke stabilitas harga yang lebih tinggi. Sementara itu, guncangan pada harga gula internasional, impor gula, dan harga pangan mempunyai dampak permanen terhadap harga gula dalam negeri.
Oleh karena itu, pengendalian harga di pasar internasional masih memberikan dampak yang cukup kuat terhadap harga gula dalam negeri. Selain itu, regulasi gula dalam negeri juga mempengaruhi harga gula di masa depan. Berdasarkan hasil integrasi harga antara harga gula internasional dengan harga gula dalam negeri menunjukkan waktu transmisi harga sekitar 2-10 bulan dimana harga gula akan kembali turun.
Harga gula dan kedelai dalam negeri menunjukkan tren yang sama dengan harga gula dan kedelai internasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan harga gula adalah harga gula di pasar internasional, impor gula, harga gula itu sendiri dan produksi. Jangka waktu sebelum guncangan mempengaruhi harga gula dalam negeri adalah sekitar 2 hingga 10 bulan, dan 2 hingga 12 bulan untuk harga kedelai.