• Tidak ada hasil yang ditemukan

LK BD.7003 CATHARINA SUHARTINI P07124521101

N/A
N/A
klinik saqi

Academic year: 2023

Membagikan "LK BD.7003 CATHARINA SUHARTINI P07124521101"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KOMPREHENSIF

ASUHAN KEBIDANAN FISIOLOGI HOLISTIK KEHAMILAN PADA NY S UMUR 33 TAHUN G3P2A0 DENGAN KEHAMILAN NORMAL

DI PUSKESMAS TEMPEL II

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Asuhan Kebidanan Fisiologi Holistik Pada Kehamilan

Oleh:

Catharina Suhartini NIM P07124521101

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

2021

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Komprehensif

“ASUHAN KEBIDANAN FISIOLOGI HOLISTIK KEHAMILAN PADA NY S UMUR 33 TAHUN G3P2A0 DENGAN KEHAMILAN NORMAL

DI PUSKESMAS TEMPEL”

Oleh:

Catharina Suhartini NIM P07124521101

Menyetujui,

Pembimbing Klinik Merry Juwita, S. ST

NIP. 197005271990032002

(...) Pembimbing Akademik

Nanik Setyawati, SST., M.Kes NIP. 198010282006042002

(...) Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan

Hesty Widyasih, SST., M.Keb NIP. 197910072005012004

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan Laporan Komperhensif ini.

Penulisan tugas ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu Tugas Praktik Asuhan Kebidanan Fisiologi Holistik Pada Kehamilan untuk memperoleh gelar profesi bidan pada Program Studi Profesi Bidan pada Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Tugas ini dapat diselesaikan atas bimbingan, masukan, pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak:

1. Bapak Joko Susilo, SKM.., M.Kes selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

2. Dr.Yuni Kusmiyati,SST.,MPH selaku Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

3. Hesty W, M.Keb selaku Ketua Prodi Profesi Kebidanan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

4. Merry Juwita, S. ST selaku pembimbing klinik

5. Nanik Setyawati, SST., M.Kes selaku pembimbing akademik.

6. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara moril maupun material yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari Laporan Pendahuluan ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan masukan, kritikan, dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak. Penulis berharap semoga Tugas ini dapat bermanfaat di kemudian hari.

Yogyakarta, 28 September 2021

Penyusun

(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...i

HALAMAN PENGESAHAN...ii

KATA PENGANTAR...iii

DAFTAR ISI...iv

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Tujuan ...2

C. Ruang Lingkup...2

D. Manfaat...2

BAB II KAJIAN KASUS DAN TEORI...4

A. Kajian Masalah Kasus...4

B. Kajian Teori...7

BAB III PEMBAHASAN...15

A. Pengkajian ...15

B. Analisis...17

C. Penatalaksanaan...18

BAB IV PENUTUP...20

A. Kesimpulan ...20

B. Saran...21

DAFTAR PUSTAKA...22

LAMPIRAN...24

(5)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sekitar 60-90% wanita hamil mengalami striae gravidarum, meski tidak menyebabkan disfungsi tubuh striae gravidarum mempengaruhi penampilan tubuh dan sebagian besar yang mengalaminya adalah wanita muda. Tuntutan wanita akan kecantikan semakin tinggi.14 Striae gravidarum menimbulkan dampak psikologis bagi seseorang dengan profesi seperti model atau aktris sehingga dapat menganggu pekerjaan ataupun kehidupan sosial. Peregangan yang terjadi menganggu fungsi sawar kulit bahkan menganggu transepidermal water loss (TEWL) .11

Striae gravidarum dalam kehamilan yang umum dapat menjadi stres yang subtansial. Terlepas dari identifikasi faktor risiko dan penanganan striae gravidarum. Pencegahan striae gravidarum tetap menantang.12 Saat ini penyebab utama striae gravidarum adalah perubahan hormon dan ketegangan kulit.14 Striae Gravidarum (SG) yang timbul karena kehamilan masih banyak terjadi dinegara berkembang, salah satunya Indonesia yaitu mencapai 95% dengan tingkatan yang bervariasi karena masih minimnya edukasi kesehatan bagi wanita yang sedang hamil sehingga mereka kurang tepat dalam melakukan penangana striae gravidarum. Pemerintah sampai sekarang belum ada program untuk mengatasi SG pada wanita hamil.14

Bidan memiliki peran penting dalam mengatasi keluhan striae gravidarum yaitu berwenang sebagai memberikan pelayanan kebidanan berupa penyuluhan dan konselor dengan cara komunikasi, informasi, edukasi, dan konseling. Berdasarkan latar belakang penulis tertarik untuk mengkaji kasus kehamilan normal dengan masalah striae gravidarum yang terjadi pada Ny. S usia 33 tahun di Puskesmas Tempel II

(6)

B. Tujuan

1. Tujuan umum

Mahasiswa mampu menjelaskan dan mengimplementasikan asuhan kebidanan fisiologis holistik pada kehamilan menggunakan pola pikir manajemen kebidanan serta mendokumentasikan hasil asuhannya.

2. Tujuan khusus

a. Mahasiswa dapat melaksanakan pengkajian pada kasus Ny.S usia 33 tahun dengan kehamilan normal.

b. Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa/ masalah kebidanan berdasarkan data subyektif dan data obyektif pada kasus Ny.S usia 33 tahun dengan kehamilan normal.

c. Mahasiswa dapat menentukan masalah potensial yang mungkin terjadi pada kasus Ny.S usia 33 tahun dengan kehamilan normal.

d. Mahasiswa dapat menentukan kebutuhan segera pada kasus Ny.S usia 33 tahun dengan kehamilan normal.

e. Mahasiswa dapat menyusun rencana tindakan pada kasus Ny.S usia 33 tahun dengan kehamilan normal.

f. Mahasiswa dapat melaksanakan rencana tindakan pada Ny.S usia 33 tahun dengan kehamilan normal.

g. Mahasiswa dapat melaksanakan evaluasi tindakan untuk menangani kasus Ny.S usia 33 tahun dengan kehamilan normal.

h. Mahasiswa dapat melakukan pendokumentasian pada Ny.S usia 33 tahun dengan kehamilan normal.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup laporan komprehensif ini yaitu pelaksanaan pelayanan kebidanan yang berfokus pada asuhan kebidanan fisiologis holistik pada kehamilan.

D. Manfaat

Laporan ini diharapkan dapat memberi manfaat pada berbagai pihak meliputi:

1. Manfaat Teoritis

Dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman secara

(7)

langsung, sekaligus penanganan dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan. Selain itu,menambah wawasan dalam menerapkan asuhan kebidanan pada kehamilan normal.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Mahasiswa Kebidanan

Laporan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan gambaran pada asuhan kebidanan fisiologis holistik pada kehamilan.

b. Bagi Bidan Pelaksana di Puskesmas Tempel II

Laporan ini dapat digunakan untuk menambah khasanah keilmuan mengenai kehamilan normal dan dapat menjadi dokumentasi di Puskesmas Tempel II.

(8)

BAB II

KAJIAN KASUS DAN TEORI

A. Kajian Masalah Kasus

Manajemen asuhan kebidanan merupakan suatu proses pemecahan masalah dalam kasus kebidanan yang dilakukan secara sistematis, diawali dari pengkajian data (data subjektif dan objektif) dianalisis sehingga didapatkan diagnosa kebidanan aktual dan potensial, masalah dan kebutuhan, adanya perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi tindakan. Manajemen asuhan kebidanan menurut Varney 2004, terdapat tujuh langkah sebagai berikut17:

Pada langkah pertama yaitu pengumpulan data dasar yang meliputi informasi akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara anamnesis (biodata, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, riwayat kehamilan, persalinan dan nifas, biopsikospiritual serta pengetahuan klien), pemeriksaan fisik (data fokus), pemeriksaan khusus (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi) dan pemeriksaan penunjang (pemeriksaan laboratorium). Datang pada hari Senin, 21 September 2021 pada pukul 11.00 WIB. Ny.S usia 33 tahun datang ke Puskesmas Tempel II untuk memeriksakan rutin kehamilannya dengan keluhan saat kunjungan perut tampak garis-garis dan terasa gatal. Ny.S masuk ke ruang periksa, kemudian dilakukan anamnesa. Berdasarkan pengkajian riwayat menstruasi, siklus menstruasi Ny. S tidak teratur setiap bulannya, menarche usia 14 tahun. HPHT : 15 Febuari 2021 , taksiran kelahiran bayi HPL: 22 November 2021, sehingga umur kehamilannya 31 minggu 4 hari. Ny. S tidak memiliki riwayat penyakit sistemik seperti jantung, asma, hipertensi dan diabetes melitus.Hasil pengkajian menunjukan TD: 120/80 mmHg, N: 80 x/menit, BB: 69 kg, TB: 154 cm, LILA: 24 cm, IMT: 24,03 kg/m2, HB: 12,4 gr/dL Riwayat status suntik Td adalah pada saat pra nikah yaitu T5. Hasil pemeriksaan fisik menunjukan konjungtiva merah muda, tidak terdapat pembesaran pada kelenjar tiroid dan vena jugularis, puting menonjol, ASI belum keluar. Pada

(9)

pemeriksaan abdomen, tampak guratan diarea perut berwarna merah keunguan, TFU : 24 cm, leopold I pertengahn px dengan pusat, teraba bokong, leopold II kanan : ekstremitas, kiri : punggung, leopold III teraba kepala, leopold IV : melenting konvergen. DJJ: 140 kali/menit.

Langkah kedua adalah interpretasi data dasar. Identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi atas data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang telah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesifik. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan kehamilan klien dalam keadaan normal.

Namun, klien mengalami ketidaknyamanan dalam kehamilan yaitu perut tampak garis-garis dan terasa gatal.

Langkah ketiga adalah mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial.

Hal ini berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, pada langkah ini bidan juga melakukan pikiran kritis sehingga bersiap-siap bila diagnosa/masalah potensial benar-benar terjadi.

Dalam kasus yang dialami klien masalah potensialnya adalah iritasi kulit akibat menggaruk striae gravidarum yang terasa gatal.

Langkah keempat yaitu mengidentifikasi kebutuhan dan tindakan segera.

Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan/atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah ini mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan. Dalam kasus ini, klien membutuhkan KIE mengenai ketidaknyamanan yang dirasakan, memberikan dukungan spiritual, emosional, dan sosial, mengevaluasi personal hygine, penatalaksanaan keluhan dengan pemberian VCO dan minyak zaitun, dan melakukan senam hamil atau prenatal yoga.

Langkah kelima yaitu perencanaan. Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh, ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Pada langkah ini informasi/data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi.

Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah

(10)

teridentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling, dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah- masalah yang berkaitan dengan sosial-ekonomi, kultural atau masalah psikologis. Dalam kasus ini, rencana asuhan yang akan diberikan yaitu konseling informasi dan edukasi terhadap klien guna mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan.

Langkah keenam adalah pelaksanaan. Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke 5 dilaksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini biasa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian dilakukan oleh bidan dan sebagian lagi oleh klien. Dalam kasus ini, penatalaksanaan sudah diberikan sesuai dengan rencana asuhan dan klien mencoba mengimplementasikan rencana asuhan seperti mengoleskan minyak VCO dan zaitun serta melakukan beberapa gerakan senam hamil yang telah diberikan.

Langah ketujuh yaitu evaluasi. Pada langkah ketujuh ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam masalah dan diagnosa.

Rencana tersebut dapat dianggap efektif jika memang benar efektif dalam pelaksanaanya. Ada kemungkinan bahwa sebagian rencana tersebut telah efektif sedang sebagian belum efektif. Dalam kasus ini, klien sudah mengetahui penyebab ketidaknyamanan yang dirasakannya dan klie sudah diajarkan latihan pernafasan dan latihan fisik untuk mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan. Klien juga bersedia melakukannya dirumah dan untuk mengawasi perkembangan klien dilakukan pengawasan melalui telekomunikasi berupa whatsapp dan meminta klien untuk ANC kembali 2 minggu yang akan datang.

(11)

B. Kajian Teori

1. Definisi Kehamilan

Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40).1

a. Perubahan fisiologi wanita hamil 1) Sistem reproduksi

Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. Berat uterus itu normal lebih kurang 30 gram. Pada akhir kehamilan (40 minggu), berat uterus itu menjadi 1.000 gram. Perubahan tersebut meningkatkan tekanan pada lordosis lumbal dan tekanan pada otot paraspinal. Tekanan gravitasi uterus pada pembulun besar mengurangi aliran darah pada tulang belakang dan menyebabkan nyeri punggung terutama pada masa akhir kehamilan.2 Membesarnya rahim dan meningkatnya berat badan menyebabkan otot bekerja lebih berat sehingga dapat menimbulkan stress pada otot dan sendi.3

2) Sistem darah

Volume darah pada ibu hamil meningkat sekitar 1500 ml terdiri dari 1000 ml plasma dan sekitar 450 ml eritrosit. Peningkatan volume terjadi sekitar minggu ke 10 sampai ke 12. Peningkatan volume darah ini sangat penting bagi pertahanan tubuh, hipertrofi sistem vaskuler akibat pembesaran uterus dan cadangan cairan untuk mengganti darah yang hilang pada saat persalinan dan masa

(12)

nifas.3

3) Sistem pencernaan

Estrogen dan HCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah.Selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, dan konstipasi. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).Aliran darah ke panggul dan tekanan vena yang meningkat dapat mengakibatkan hemoroid pada akhir kehamilan.3

4) Sistem endokrin

Pada awal kehamilan sumber utama estrogen adalah ovarium.

Selanjutnya estrone dan estradiol dihasilkan oleh plasenta dan kadarnya meningkat beratus kali lipat, out put estrogen maksimum 30 –40 mg/hari. Aktivitas estrogen yaitu memicu pertumbuhan dan pengendalian fungsi uterus, bersama dengan progesterone memicu pertumbuhan payudara merubah konsitusi komiawi jaringan ikat sehingga lebih lentur dan menyebabkan servik elastis, kapsul persendian melunak, mobilitas persendian meningkat, retensi air dan menurunkan sekresi natrium.4 Perubahan hormonal yang menimbulkan perubahan pada jaringan lunak penyanggadan penghubung sehingga menurunnya elastisitas dan fleksibilitas otot sehingga otot lebih kaku dan mudah tegang.5

5) Sistem muskuloskeletal

Pada akhir bulan sembilan atau minggu ke-36, rahim ibu mulai mencapai daerah tulang rusuk dan ibu mungkin merasa tidak nyaman, khususnya ia makan dalam jumlah banyak pada malam hari. Beban di tubuh semakin berat, tulang belakang semakin ke arah depan sehingga ibu mengalami kesulitan ketika memiringkan tubuhnya saat berbaring dan duduk lama.6 Sikap tubuh lordosis merupakan keadaan yang khas karena kompensasi posisi uterus yang membesar dan menggeser daya berat ke belakang lebih

(13)

tampak pada masa trimester III yang menyebabkan rasa sakit bagian tubuh belakang karena meningkatnya beban berat dari bayi dalam kandungan yang dapat memengaruhi postur tubuh. Bayi yang semakin membesar selama kehamilan meningkatlan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki ibu hamil dan dapat mengakibatkan edema pada tangan yang disebabkan oleh perubahan hormonal akibat retensi cairan.7

6) Sistem Integument

Ibu hamil sering mengalami perubahan pada kulit yaitu terjadi hiperpigmentasi atau warna kulit kelihatan lebih gelap. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan Melanosit Stimulating Hormon (MSH). Hiperpigmentsi dapat terjadi pada muka , leher, payudara, perut, lipat paha dan aksila. Hiperpigmentasi pada muka disebut kloasma gravidarum biasanya timbul pada hidung, pipi dan dahi. Hiperpigmentasi pada perut terjadi pada garis tengah berwarna hitam kebiruan dari pusat kebawah sampai sympisis yang disebut linea nigra.

Perubahan keseimbangan hormon pada ibu hamil dapat juga menimbulkan perubahan berupa penebalan kulit, pertumbuhan rambut maupun kuku. Perubahan juga terjadi pada aktifitas kelenjar meningkat sehingga wanita hamil cenderung lebih banyak mengeluarkan keringat maka ibu hamil sering mengeluh kepanasan.

Peregangan kulit pada ibu hamil menyebabkan elastis kulit mudah pecah sehingga timbul striae gravidarum yaitu garis–garis yang timbul pada perut ibu hamil. Garis–garis pada perut ibu berwarna kebiruan disebut striae livide. Setelah partus striae livide akan berubah menjadi striae albikans. Pada ibu hamil multigravida biasanya terdapat striae livide dan striae albikans.3

2. Definisi Striae Gravidarum

Striae gravidarum adalah kelainan kulit yang umum terjadi saat kehamilan. Penyebab striae gravidarum secara umum dan epidemiologinya

(14)

tidak diketahui secara pasti. Striae gravidarum dikenal juga dengan sebutan strecth marks umum muncul pada usia kehamilan 24 minggu memiliki karakteristik garis-garis sepanjang minimal 5 cm, dengan warna kemerahan, keunguan dan secara bertahap akan berubah menjadi warna putih atau gari atrophic hipopigmentasi pada masa post partum. Garis- garis striae gravidarum ini dapat berupa garis yang tipis ataupun garis yang lebar berada di abdomen, payudara, betis, dan paha. Beberapa hormon seperti estrogen, relaxin, dan hormon adrenokortikoid, menurunkan kerapatan antara kolagen, serat, dan substansi dasar, yang menyebabkan suatu area peregangan yang dikenal sebagai striae.8

Striae gravidarum terdapat 2 jenis, yaitu:

a. Striae Rubra

Gambar 1: Striae rubra

Striae muncul di akhir trimester 2 atau diawal trimester 3, namun beberapa penelitian 43% wanita muncul pada usia 24 minggu kehamilan.

Striae rubra terasa gatal, perih, dan tidak nyaman.

b. Striae Alba

Gambar 2: Striae alba

(15)

Striae selama periode berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tanda striae akan memudar dan menjadi hipopigmentasi. Tampak garis-garis ketegangan kulit seperti bekas luka, keriput, putih, dan ada tanda atrofi.12 3. Etiologi

Peregangan mekanik pada kulit selama kehamilan, perubahan hormon dan adanya aktivitas korteks adrenal yang berlebihan.9 Sebagian besar perubahan pada ibu hamil disebabkan oleh hormonal (estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin (HCG), dan relaksin). Pada minggu ke 18-32 terjadi over distance dinding abdomen dan striae gravidarum sangat berhubungan dengan hormon relaksin. Sekresi relaksin tersebut akan ditingkatkan oleh human chorionic gonadotropi. Sekresi hormon HCG akan menurun setelah minggu ke 24 sehingga risiko munculnya striae gravidarum menjadi lebih tinggi.10

4. Patofisiologi

Peregangan kulit pada serat elastin dan perubahan hormon yaitu terjadi peningkatan reseptor estrogen dan androgen pada kulit selama kehamilan.

Adrenocorticotropin Hormon (ACTH) dan kortisol juga dikaitkan dengan aktivitas fibroblast sehingga meningkatkan katabolik protein, perubahan kolagen dan jaringan elastin selama kehamilan. Peningkatan enzim oleh sel mast termasuk alastase memicu degranulasi sel mast dan aktivasi makrofag menyebabkan elastolisis pada daerah subdermis. Proses inflamasi ini merubah kolagen, elastin, dan komponen fibrillin.

Penumpukan fibrillin dan elastin berperan penting sebagai patogenesis timbulnya striae gravidarum.9

5. Faktor Risiko

a. Perubahan berat badan yang cepat

Peregangan kulit yang cepat dan melebihi elastisitas mengakibatkan terjadinya stres mekanik serta inflamasi yang mengaktivasi mastositosis dan makrofag sehingga terjadi peningkatan enzim proteolitik yang mengakibatkan penurunan aktivitas fibroblas serta komponen extracellular matrix (ECM), hal tersebut berpengaruh pada matrix di

(16)

dermis dan mengakibatkan kolagen berkurang sehingga terbentuk striae.. Hal tersebut menimbulkan kurangnya kolagen pada tubuh yang sangat membantu elastisitas kulit terutama lapisan dermis sehingga mengakibatkan renggangnya kulit, berkurangnya vitamin A, C dan E.11 b. Hormonal

Faktor hormonal 2 kali lebih banyak disebabkan oleh reseptor estrogen dan peningkatan androgen pada reseptor glukokartikoid pada striae daripada kulit sehat. Hormon kehamilan diperkirakan mempengaruhi jaringan ikat yang rentan terhadap striae gravidarum saat terjadi peregangan.12

c. Riwayat striae

Penelitan menunjukan bahwa riwayat striae pada payudara, pinggul, dan paha dikaitkan dengan pembentukan striae gravidarum. Penelitian terhadap 299 wanita Kaukasia menunjukan bahwa wanita dengan riwayat striae di payudara atau di paha berpeluang 8.6 kali mengalami striae gravidarum dibandingkan wanita tidak memiliki striae dipayudara atau paha (OR: 8.6, 95% CI: 3.8, 19,9).12

6. Penatalaksanaan a. Obat topikal

Krim tretinoin dan kombinasi 20% asam glikolat + 10% asam askorbat terbukti dalam penanganan striae gravidarum. Pnggunaan krim tretinoin 0,05% dan 0,1% setiap hari selama 3 sampai 7 bulan secara konsisten dapat mengurangi striae gravidarum hingga 47%. Tretinoin meningkatkan kandungan elastin di papiler dan retikuler dermis. Kedua perawatan meningkatkan ketebalan epidermis dan penurunan ketebalan dermal papiler pada lesi striae gravidarum.12

b. Perawatan Laser

Laser fraksional non ablatif 1540 nm menunjukan peningkatan klinis yang signifikan secara statistik pada striae gravidarum yang berkisar dari 1-24% dan perbedaan yang dapat diamati dengan pengobatan 3 bulan. Studi histologis menunjukan peningkatan serat

(17)

elastis dan produksi kolagen. Laser umumnya aman, perawatan ini ditoleransi dengan baik oleh pasien. 12

c. Intense Pulsed Light (IPL)

Terapi cahaya seperti IPL sinar inframerah 800 sampai 1800 nm dapat menghasilkan 25 sampai 50% perbaikan striae setelah 4 sesi terapi. 12

d. Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) dan Zaitun.

VCO diyakini baik untuk kesehatan kulit karena mudah diserap kulit dan mengandung vitamin E. Kandungan asam lemak terutama asam laurat dan oleat dalam VCO bersifat melembutkan kulit. Perawatan kulit dalam upaya pencegahan terjadinya kerusakan dapat menggunakan minyak VCO dan Zaitun sebagai pelembab yang sangat dibutuhkan oleh kulit terutama pada masa kehamilan karena kelembapan merupakan kondisi yang baik untuk menjaga sel-sel kulit danmembuatnya tidak cepat tua dan tidak pecah-pecah. Kelembapan dan elastisitas kulit sekaligus memperlancar proses regenerasi kulit, sehingga kulit tidak mudah kering dan berkerut. 13

e. Prenatal Yoga

Gerakan senam yoga merupakan latihan relaksasi pikiran dan roh yang dapat menenangkan dan mengurangi tingkat stress sehingga ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil dapat berkurang. Tubuh mengalami peregangan otot lebih rileks, sehingga peredaran darah bekerja dengan baik dan tubuh memproduksi hormon Endorphin.18 7. Dampak

Striae gravidarum menimbulkan dampak psikologis bagi seseorang dengan profesi seperti model atau aktris sehingga dapat menganggu pekerjaan ataupun kehidupan sosial. Peregangan yang terjadi menganggu fungsi sawar kulit bahkan menganggu transepidermal water loss (TEWL).11

Striae gravidarum dalam kehamilan yang umum dapat menjadi stres yang subtansial. Terlepas dari identifikasi faktor risiko dan penanganan

(18)

striae gravidarum. Pencegahan striae gravidarum tetap menantang.12

(19)

BAB III PEMBAHASAN

A. Pengkajian

Ny.S usia 33 tahun datang ke Puskesmas Tempel II untuk memeriksakan rutin kehamilannya dengan keluhan saat kunjungan perut tampak garis-garis dan terasa gatal. Datang pada hari Senin, 21 September 2021 pada pukul 11.00 WIB. Ny.S masuk ke ruang periksa, kemudian dilakukan anamnesa. Berdasarkan pengkajian riwayat menstruasi, siklus menstruasi Ny. S tidak teratur setiap bulannya, menarche usia 14 tahun. HPHT : 15 Febuari 2021 , taksiran kelahiran bayi HPL: 22 November 2021, sehingga umur kehamilannya 31 minggu 4 hari.

Ny. S tidak memiliki riwayat penyakit sistemik seperti jantung, asma, hipertensi dan diabetes melitus.Hasil pengkajian menunjukan TD: 120/80 mmHg, N: 80 x/menit, BB: 69 kg, TB: 154 cm, LILA: 24 cm, IMT: 24,03 kg/m2, HB: 12,4 gr/dL Riwayat status suntik Td adalah pada saat pra nikah yaitu T5.

Hasil pemeriksaan fisik menunjukan konjungtiva merah muda, tidak terdapat pembesaran pada kelenjar tiroid dan vena jugularis, puting menonjol, ASI belum keluar. Pada pemeriksaan abdomen, tampak guratan pada perut berwarna merah keunguan, TFU : 24 cm, TBJ: 1836 gram, leopold I pertengahn px dengan pusat, teraba bokong, leopold II kanan : ekstremitas, kiri : punggung, leopold III teraba kepala, leopold IV : melenting konvergen.

DJJ: 140 kali/menit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa diagnosa pada Ny. S adalah kehamilan normal.

Filosofi kebidanan dalam asuhan antenatal adalah nilai atau keyakinan yang mendasari bidan untuk berperilaku dalam memberikan asuhan kehamilan. Kehamilan merupak proses alamiah (normal) dan bukan proses patologis, tetapi kondisi normal dapat menjadi patologi/ abnormal. Fokus asuhan kebidanan adalah untuk memberikan upaya preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan kesehatan).3 Dalam kasus Ny. S yang dialami dalam kehamilan ini adalah kehamilan normal atau fisiologis.

Gambaran berat badan Ny. S dengan IMT 24,03 kg/m2 dan kenaikan berat

(20)

badan selama kehamilan ini sebesar 12 kg termasuk dalam keadaan normal.rekomendasi rentan kenaikan berat badan total ibu hamil yang direkomendasikan yaitu IMT 19,8-26 dengan peningkatan berat badan sebesar 11,5- 16 kg.3

Keluhan yang dirasakan Ny.S dengan adanya garis-garis dan terasa gatal merupakan perubahn integument yang dialami dalam proses kehamilan. Peregangan mekanik pada kulit selama kehamilan, perubahan hormon dan adanya aktivitas korteks adrenal yang berlebihan.9 Sebagian besar perubahan pada ibu hamil disebabkan oleh hormonal (estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin (HCG), dan relaksin). Pada minggu ke 18-32 terjadi over distance dinding abdomen dan striae gravidarum sangat berhubungan dengan hormon relaksin. Sekresi relaksin tersebut akan ditingkatkan oleh human chorionic gonadotropi. Sekresi hormon HCG akan menurun setelah minggu ke 24 sehingga risiko munculnya striae gravidarum menjadi lebih tinggi.10

Sekitar 60-90% wanita hamil mengalami striae gravidarum, meski tidak menyebabkan disfungsi tubuh striae ggravidarum mempengaruhi penampilan tubuh dan sebagian besar yang mengalaminya adalah wanita muda. Tuntutan wanita akan kecantikan semakin tinggi.14 Striae gravidarum menimbulkan dampak psikologis bagi seseorang dengan profesi seperti model atau aktris sehingga dapat menganggu pekerjaan ataupun kehidupan sosial. Peregangan yang terjadi menganggu fungsi sawar kulit bahkan menganggu transepidermal water loss (TEWL) .11 Striae gravidarum dalam kehamilan yang umum dapat menjadi stres yang subtansial. Terlepas dari identifikasi faktor risiko dan penanganan striae gravidarum. Pencegahan striae gravidarum tetap menantang.12 Saat ini penyebab utama striae gravidarum adalah perubahan hormon dan ketegangan kulit.14 Hal tersebut menimbulkan kurangnya kolagen pada tubuh yang sangat membantu elastisitas kulit terutama lapisan dermis sehingga mengakibatkan renggangnya kulit, berkurangnya vitamin A, C dan E.11

Penanganan striae gravidarum dapat menggunakan obat topikal, perawatan lase, Intense Pulse Light (IPL), pemberian Virgin Coconut Oil

(21)

(VCO), minyak zaitun, dan prenatal yoga. VCO diyakini baik untuk kesehatan kulit karena mudah diserap kulit dan mengandung vitamin E.

Kandungan asam lemak terutama asam laurat dan oleat dalam VCO bersifat melembutkan kulit. Perawatan kulit dalam upaya pencegahan terjadinya kerusakan dapat menggunakan minyak VCO dan Zaitun sebagai pelembab yang sangat dibutuhkan oleh kulit terutama pada masa kehamilan karena kelembapan merupakan kondisi yang baik untuk menjaga sel-sel kulit dan membuatnya tidak cepat tua dan tidak pecah-pecah. Kelembapan dan elastisitas kulit sekaligus memperlancar proses regenerasi kulit, sehingga kulit tidak mudah kering dan berkerut. 13.

Dalam penelitian Astri, terdapat perbedaan bermakna drajat striae gravidarum antara dua kelompok yang pengolesannya mengggunakan minyak zaitun, VCO, dan placebo topikal (p= 0,025), yaitu kelompok minyak zaitun dan VCO (p=0, 031), seta kelompok VCO dan placebo (p=0,005). Ada perbedaan efek minyak zaitun, VCO, dan placebo topikal terhadap striae gravidarum.15

Gerakan senam yoga merupakan latihan relaksasi pikiran dan roh yang dapat menenangkan dan mengurangi tingkat stress sehingga ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil dapat berkurang. Tubuh mengalami peregangan otot lebih rileks, sehingga peredaran darah bekerja dengan baik dan tubuh memproduksi hormon Endorphin.18 Sesuai Pedoman bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas dan BBL di Era Pandemi COVID 19 yang diterbitkan Kemenkes halaman 7 point 14 yaitu ibu hamil diharapkan senantiasa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan diri dan tetap mempraktikan aktivitas fisik berupa senam ibu hamil/yoga/pilates/peregangan secara mandiri dirumah agar ibu tetap bugar dan sehat.19

B. Analisis

Ny. S umur 33 tahun G3P2A0 usia kehamilan 31 minggu 4 hari dengan janin tunggal hidup intrauterin.

Masalah:

(22)

-Ibu mengatakan merasakan kurang nyaman dengan keluhan gatal di perut.

Masalah Potensial

-Iritasi pada kulit abdomen Kebutuhan segera

- Dukungan spiritual, emosional, dan sosial - Mengevaluasi personal hygine.

-Penatalaksanaan keluhan dengan pemberian VCO dan minyak zaitun.

- Melakukan senam hamil atau prenatal yoga.

C. Penatalaksanaan

No. Tindakan Rasionalisasi

1. Memberitahukan hasil

pemeriksaan Ny. S umur 33 tahun G3P2A0 usia kehamilan 31 minggu 4 hari dengan kehamilan normal.

- Ny. S mengerti hasil pemeriksaan

Hak pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan termasuk perawatan tercantum pada UU Kesehatan No.36 tahun 2009 yaitu setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupunakn diterimanya dari tenaga kesehatan.

2. Memberitahukan faktor risiko terjadinya striae gravidarum.

- Ny. S mengerti tentang penjelasan yang diberikan.

Perubahan berat badan yang cepat (menyebabkan stres mekanik serta inflamasi yangmenyebabkan terasa gatal, perih, dan tidak nyaman), hormonal, dan riwayat striae.11

3. Mengajarkan Ny. S mengurangi rasa cemas yang dialami dan memberikan dukungan spiritual, emosional, dan sosial .

- Pasien mengerti tentang penjelasan yang diberikan.

Meyakinkan bahwa semua masalah pasti ada solusinya yang penting kita berusaha, berdoa dan menganjurkan untuk memberikan VCO dan minyak zaitun pada perut untuk mengurangi keluhan

(23)

gatal pada striae. (Permenkes no.97 tahun 2014 pasal 11)

Konsultasi kesehatan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf e

pemberian komunikasi,

informasi, dan edukasi.

4. Mengajarkan untuk menjaga personal hygine.

- Pasien bersedia meningkatkan kebersihan diri.

Menjaga kebersihan diri dengan mandi minimal 2 kali sehari, cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir (sebelum makan, BAB dan BAK), membersihkan payudara, menyikat gigi secara benar minimal setelah sarapan dan sebelum tidur, ganti pakaian dalam dan pakaian setiap hari, dan cuci rambut 2-3 kali seminggu.3

5. Menjelaskan kepada Ny.S kebutuhan nutrisi dan cairan.

- Pasien mengangguk dan bersedia untuk mencoba makan-makanan yang bergizi dan minum cukup

Makan dengan gizi seimbang dan bervariasi, lebihbanyak dari sebelum hamil. Tidak ada pantangan makanan selama hamil kecuali alergi. Cukupi kebutuhan air minum ibu hamil 10 gelas perhari.3

6. Menganjurkan Ny. S untuk melakukan senam hamil atau prenatal yoga.

-Pasien mengerti tentang penjelasan yang diberikan.

Senam yoga berpengaruh

mengurangi ketidaknyamanan masa kehamilan Trimester III (p=0,004).

Upaya untuk mengatasi

ketidaknyamanan tersebut melalui relaksasi penuh kesadaran.17

7. Memberikan Calc 1x 1 tablet @ 500mg dan Fe 1x 1 tablet @ 200

Wanita hamil memerlukan kalsium 1 g/ hari dan kalsium dan

(24)

mg

- Pasien mengerti tentang penjelasan yang diberikan dan bersedia.

zat besi (Fe) 17g/hari.3

(25)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil kajian kasus dan pembahasan tentang kehamilan normal yang dialami Ny. S di Puskesmas Tempel II dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Asuhan Kebidanan pada Ny. S dilakukan berdasarkan pengkajian dan pemeriksaan fisik, sehingga penanganan yang diberikan berdasarkan kebutuhan dan kewenangan bidan.

2. Asuhan kebidanan pada Ny. S pada intepretasi data didapat diagnosa kehamilan normal.

3. Asuhan kebidanan pada Ny. S dapat menentukan masalah potensial yaitu iritasi pada kulit abdomen.

4. Asuhan kebidanan Ny. S dapat menentukan kebutuhan segera yaitu dengan melakukan KIE dukungan spiritual, emosional, sosial, personal hygine, pemenuhan nutrisi, mengatasi gatal dan prenatal yoga.

5. Asuhan kebidanan pada Ny. S dengan merencanakan tindakan yang diberikan pada kasus striae gravidarum dalam kehamilan normal yaitu KIE dukungan spiritual, emosional, sosial, personal hygine, pemenuhan nutrisi, mengatasi gatal dan prenatal yoga.

6. Asuhan kebidanan Ny.S dengan melaksanakan tindakan untuk menangani kasus striae gravidarum dengan memberikan KIE dukungan spiritual, emosional, sosial, personal hygine, pemenuhan nutrisi, mengatasi gatal dan prenatal yoga.

7. Asuhan kebidanan Ny.S dengan melakukan evaluasi untuk menangani kehamilan normal dengan memantau melalui alat komunikasi.

8. Asuhan kebidanan Ny. S dengan melakukan pendokumentasian kehamilan normal.

B. Saran

1. Bagi Mahasiswa

(26)

Diharapkan dari penulisan laporan ini mahasiswa dapat mengetahui hal-hal yang belum dipahami tentang perubahan fisiologis kehamilan, dengan memberikan asuhan kebidanan fisiologis holistik pada kehamilan agar mendapat informasi penanganan yang lebih optimal.

2. Bagi Bidan di Puskesmas Tempel II

Diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kebidanan dengan konseling, informasi dan edukasi (KIE) tentang fisiologi kehamilan yang di butuhkan oleh ibu hamil.

(27)

DAFTAR PUSTAKA

1. Prawirohardjo, S., 2014. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

2. Emília, M., Costa, C., Cavalcanti, L., Alves, C., Terceiro, De, L., Deyvid, P., Lacerde, N., Marcelo, A., Gustavo, C., Tania, C. 2017. Low Back Pain During Pregnancy. Brazilian Journal of Anesthesiology.

3. Tyastuti, S. 2016. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Kemenkes RI.

4. Fatimah. 2017. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas.

5. Prabowo, P. 2011. Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Prawirohardjo

6. Astuti, Maya. 2010.Buku Pintar Kehamilan. Jakarta : EGC

7. Rusmita, E. 2015. Pengaruh Senam Hamil Yoga Terhadap Kesiapan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan di RSIA Limijati Bandung. Jurnal Ilmu Keperawatan, 3(2), pp. 38-46

8. Khrisnamurti, S., Nurdiati, D. S., & Setiyarini, W. I. (2018). Memeriksa Striae Gravidarum untuk Memperkirakan Laserasi Perineum. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5(2), 96-104.

9. Manullang, W. S. (2017). Gambaran Perubahan-Perubahan Kulit Pada Ibu Hamil Trimester Tiga Di Puskesmas Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016.

10.Pratami, E., Permadi, W., & Gondodiputro, S. (2014). Efek Olive Oil dan Virgin Coconut Oil terhadap Striae Gravidarum. Majalah Kedokteran Bandung, 46(1), 1-5.

11.Harnanti, D. V., Listiawan, M. Y., Astari, L., & Sandhika, W. (2019).

Evaluasi Penggunaan Terapi Topikal Tretinoin 0, 1% pada Striae Albae. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 31(2), 98-103.

12. Farahnik, B., Park, K., Kroumpouzos, G., & Murase, J. (2017). Striae gravidarum: Risk factors, prevention, and management. International journal of women's dermatology, 3(2), 77-85.

(28)

13.Fenny, F., & Desriva, N. (2020). Efektivitas Pemberian Virgin Coconut Oil (Vco) Terhadap Pencegahan Striae Gravidarum Pada Kehamilan Di Rs Pmc. Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences), 9(1), 8-13.

14.Ren, P., Zhao, W., Dai, X., Wang, X., Yu, J., Yuan, Y., & Wu, Y. (2019).

Risk factors for the formation of striae gravidarum in women in Jiangsu Province of China. Taiwanese Journal of Obstetrics and Gynecology, 58(5), 640-644.

15.Lubis, A. Y. S., Thaufik, S., Widyawati, M. N., & Suhartono, S. (2015).

Efektivitas Pemberian Olive Oil dan Virgin Coconut Oil (VCO) Topikal untuk Mencegah Striae Gravidarum pada Kehamilan Trimester II. Jurnal Riset Kesehatan, 4(2), 773-778.

16. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

17. Insani AA, Nurdiyan A, Yulizawati Y, Bustami LE, Iryani D, Fitrayeni F.

“Berpikir Kritis” Dasar Bidan Dalam Manajemen Asuhan Kebidanan. J Midwifery. 2017;1(2):21. doi:10.25077/jom.1.2.21-30.2016

18.Rafika, R. (2018). Efektifitas Prenatal Yoga terhadap Pengurangan Keluhan Fisik pada Ibu Hamil Trimester III. Jurnal Kesehatan, 9(1), 86-92.

(29)

LAMPIRAN

PRODI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN

JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA Jalan Mangkuyudan MJ III/304 Yogyakarta 55143 Telp (0274) 374331

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. S USIA 33 TAHUN DENGAN G3P2A0Ah2 UK 31+1 MINGGU DENGAN KEHAMILAN NORMAL

No register : ANC Juli 2021

Masuk RS Tgl,Jam : 21 September 2021 10.00 WIB Dirawat di Ruang : Ruang KIA

Biodata Ibu Suami

Nama : Ny. S Tn. T

Umur : 33 tahun 40 tahun

Pendidikan : SMA SMA

Pekerjaan : IRT Swasta

Agama : Islam Islam

Suku/ Bangsa : Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia Alamat : Jlapan, Pondokrejo,

Tempel, Sleman

Jlapan, Pondokrejo, Tempel, Sleman

No. Hp : 085743386811

DATA SUBYEKTIF

1. Kunjungan saat ini merupakan kunjungan ulang

Alasan datang ibu ke Puskesmas Tempel II adalah ingin memeriksakan kehamilannya.

2. Riwayat Perkawinan

Kawin 2 kali. Kawin pertama tahun 2010 umur 22 tahun. Dengan suami sekarang 3 tahun.

3. Riwayat Menstruasi

Menarche umur 14 tahun. Siklus tidak teratur. Lama 7 hari. Sifat Darah:

Encer. Tidak ada flour albus. Banyak Darah 3-4x ganti pembalut dalam satu hari. HPHT : 15 Febuari 2021 HPL: 22 November 2021

(30)

4. Riwayat Kehamilan ini a. Riwayat ANC

ANC Sejak umur kehamilan 20 minggu 2 hari. ANC di Puskesmas Tempel II.

Frekuensi: Trimester I 0 kali Trimester II 4 kali Trimester III 2 kali

b. Pergerakan janin yang pertama pada umur kehamilan 20 minggu.

Pergerakan janin dalam 12 jam terakhir >10 kali c. Keluhan yang dirasakan

Trimester I : tidak ada keluhan Trimester II : tidak ada keluhan Trimester III : gatal diarea perut d. Imunisasi

TT 1 Tanggal Bayi TT 4 Tanggal SD TT 2 Tanggal Bayi TT 5 Tanggal Caten TT 3 Tanggal SD

5. Riwayat Obstetri

Riwayat Kehamilan, Persalinan dan nifas yang lalu G3 P2 Ab0 Ah2

Hami l ke

Persalinan Nifas

Tgl lahir Umur kehamilan

Jenis

Persalinan Penolong Komplikasi Jenis kelamin

BB

Lahir LaktasiKompl ikasi Ibu Bayi

1. 2010 Aterm Spontan Bidan - - P 3400 g ya tidak

2. 2019 Post term Spontan Dokter - - L 3200 g ya tidak

3. Hamil ini

(31)

6. Riwayat Kontrasepsi yang digunakan

N o

Jenis Kontrasepsi

Mulai memakai Berhenti/Ganti Cara Tanggal Ole

h tempat Keluhan Tanggal Oleh Tempat Alasan Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun

Rencana Setelah ini ingin berdiskusi dengan suami dahulu 7. Riwayat pola pemenuhan Kebutuhan sehari-hari

a. Pola Nutrisi Makan Minum

Frekuensi : 3x sehari ±8 gelas setiap harinya Macam :Nasi, lauk, sayur dan buah Air putih dan susu ibu hamil

Jumlah : Porsi sedang 1 gelas

Keluhan : Tidak ada Tidak ada

b. Pola Eliminasi BAB BAK

Frekuens i

1x sehari ±5-6x dalam satu hari

Warna Kuning kecoklatan Bening

Bau Khas feses Khas urine

c. Pola aktivitas

Kegiatan sehari-hari : Ibu sebagai ibu rumah tangga melakukan aktivitas seperti memasak, menyapu dan mencuci

Istirahat/Tidur : siang 1 jam, malam 8 jam

Seksualitas : Frekuensi 2-3x dalam seminggu sebelum hamil, semenjak hamil melakukan 1x seminggu saat kehamilan. Keluhan tidak ada.

d. Personal Hygiene

Kebiasaan mandi 2 kali/hari

Kebiasaan membersihkan alat kelamin saat mandi, setelah buang air kecil, setelah buang air besar dan apabila celana dalam lembab dan tidak nyaman.

Kebiasaan mengganti pakaian dalam setelah mandi dan apabila celana dalam basah dan kurang nyaman.

Jenis pakaian dalam yang digunakan kain katun.

e. Kebiasaan Sehari-hari Ibu tidak merokok

(32)

Ibu tidak minum jamu-jamuan Ibu tidak minum-minuman keras

Perubahan pola makan (termasuk nyidam, nafsu makan turun, dan lain- lain) saat ini nafsu makannya meningkat.

8. Riwayat Kesehatan

a. Penyakit sistemik yang pernah/sedang diderita

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit seperti hepatitis, diabetes mellitus, penyakit jantung, dll.

b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga

Ibu mengatakan keluarga tidak pernah atau sedang menderita penyakit seperti hepatitis, diabetes mellitus, penyakit jantung, dll.

c. Riwayat psikologi keluarga

Ibu dan suami sangat senang dan menginginkan anak d. Riwayat keturunan kembar

Ibu mengatakan tidak memiliki keturunan kembar e. Riwayat Alergi

Makanan: tidak ada alergi makanan Obat : tidak ada alergi obat

lain : tidak ada alergi zat lainnya 9. Riwayat Psikologi Spiritual

a. Pengetahuan ibu tentang kehamillan

Ibu mengatakan kehamilannya harus dijaga dengan makan makanan yang bergizi dan mengatur aktivitas agar tidak terlalu berat.

b. Pengetahuan ibu tentang kondisi/keadaan yang dialami sekarang

Ibu mengerti dengan keadaannya bahwa kehamilannya memasuki usia 8 bulan.

c. Penerimaan ibu terhadap kehamilan saat ini Ibu sangat senang dengan kehamilannya.

d. Tanggapan keluarga terhadap kehamilan

Suami turut bahagia dan selalu menemani istrinya memeriksakan kehamilannya

(33)

e. Persiapan/rencana persalinan

Rencana bersalin di bidan dan dengan transportasi motor.

DATA OBYEKTIF 1. Pemeriksaan Umum

a. KU : baik kesadaran : composmentis b. Tanda vital

TD : 120/80 mmHg. S : 36,9°C

N : 80 kali/menit. R : 21 kali/menit.

c. TB : 154 cm

d. BB Sblm hamil : 57 Kg

e. BB skrg : 69 kg.

f. LLA : 24 cm.

g. IMT : 24,03 kg/m2

e. Kepala dan leher

Oedem Wajah : tidak ada Chloasma gravidarum : tidak ada

Mata : konjungtiva merah muda, sklera putih Mulut : bersih, tidak ada sariawan

f. Payudara

Bentuk : simetris

Areola mammae : warna kehitaman Puting susu : menonjol

Colostrum : belum keluar g. Abdomen

Bentuk : membesar, memanjang

Inspeksi : tampak striae gravidarum berwarna merah keunguan.

(34)

Palpasi Leopold

Leopold I : TFU pertengahan pusat dengan px, teraba bulat lunak, dan tidak melenting berarti bokong janin Leopold II : Sebelah kanan teraba berbenjol-benjol, bagian

terkecil janin berarti ekstremitas, sebelah kiri teraba lurus, keras memanjang seperti papan berarti punggung janin

Leopold III : teraba bulat, keras, melenting berarti kepala janin Leopold IV : konvergen, belum masuk panggul

TFU (Mac Donald) : 24 cm

TBJ : 1.836 gram

Auskultasi DJJ : Frekuensi140 x/menit h. Genetalia Luar

Tanda Chadwick : tidak dilakukan

Varices : tidak dilakukan

Bekas luka : tidak dilakukan Kelenjar Bartholini : tidak dilakukan Pengeluaran : tidak dilakukan

i. Anus : tidak dilakukan

j. Ekstremitas

Oedem : tidak ada

Varices : tidak ada

Reflek Patela : kaki kanan positif, kaki kiri positif 2. Pemeriksaan Panggul : tidak dilakukan

3. Pemeriksaan Penunjang (21 September 2021, pukul 10.10 WIB) Hb= 12,4 gr/dL

ANALISA

Ny. S usia 33 tahun G3P2A0Ah2 UK 31+4 minggu dengan kehamilan normal.

(35)

PENATALAKSANAAN (21 September 2021, Pukul 10.15 WIB)

1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa ibu dan janin dalam keadaan sehat.

E : Ibu terlihat bahagia dan mengerti dengan penjelasan dengan menganggukkan kepala

2. Memberitahukan faktor risiko terjadinya striae gravidarum.

E : Ibu telah mengetahui penyebab dari striae gravidarum.

3. Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygine sesuiai buku KIA halaman 4.

E :

a. Ibu menganggukkan kepala dan bersedia menjaga kebersihan tubuhnya.

b. Menuliskan tanggal pemeriksaan, paraf, dan centang di Buku KIA hal 4.

c. Memastikan kuku jari pendek, tekhnik menggaruk menggunakan telapak

d. tangan dengan gerakan mengusap.

e. Kuku jari tampak pendek

4. Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dengan menu seimbang sesuai buku KIA hal 7.

E :

a. Ibu mengangguk dan bersedia untuk mencoba pola makan gizi seimbang dan bervariasi, lebih banyak dari sebelum hamil dan minum cukup 10 gelas per hari.

b. Menuliskan tanggal pemeriksaan, paraf, dan centang di Buku KIA hal 7.

5. Mengajarkan kepada ibu untuk mengurangi gatal pada striae gravidarum dengan memberikan minyak VCO agar mengurangi keluhan gatal.

a. Ibu bersedia mencoba saran yang diberikan oleh bidan.

b. Memberikan contoh pengolesan VCO dan miyak zaitun di area perut.

6. Menganjurkan ibu untuk melakukan prenatal yoga untuk peregangan otot, sehingga peredaran darah bekerja dengan baik dan tubuh memproduksi hormon Endorphin.

(36)

a. Ibu bersedia mencoba saran bidan dan akan melihat contoh gerakan yoga di Youtube.

b. Memberikan link Youtube kepada ibu.

7. Memberikan terapi obat:

Calc 1x1 tablet @ 500mg sebanyak 14 butir Fe 1x1 tablet @200mg sebanyak 14 butir

E : Ibu mengangguk dan bersedia untuk meminum obat yang telah diberikan secara rutin.

8. Melakukan dokumentasi

E : Hasil pemeriksaan ibu telah dilakukan dokumentasi dengan SOAP pada register ibu hamil dan rekam medis ibu hamil.

Temu janji 2 minggu yang akan datang atau bila ada keluhan dapat berkomunikasi menggunakan telekomunikasi WA.

Pembimbing klinik Pembimbing Akademik Mahasiswa,

Merry Juwita, S.ST NIP.197005271990032002

Nanik Setyawati,SST.,M.Kes

NIP. 198010282006042002 Catharina Suhartini P07124321101

(37)

Referensi

Dokumen terkait