SEKOLA TINGGI AGAMA ISLAM AT TAQWA BONDOWOSO
UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2022/2023 Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan Semester/Prodi/Kelas : II/PAI/Madin
Dosen Pembina : Dr. H. Akhmadi, M.Pd.I
1. Psikologi perkembangan penting untuk dipelajari bagi seorang pendidik;
Mengapa demikian? Jelaskan !
2. Masa anak-anak identik dengan masa bermain, kemukakan apa saja yang harus diperhatikan dan dilakukan orang tua ketika anak senang bermain ? Jelaskan !
3. Proses perkembangan dan pertumbuhan tiap anak tidaklah sama, apa yang saudara lakukan ketika melihat realita tersebut khususnya dalam proses pembelajaran di sekolah? Jelaskan !
4. Istilah Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan fisik secara kuantitatif, sedang Perkembangan adalah perubahan psikis secara kualitatif. Jelaskan kedua istilah tersebut, dan aspek-apek apa saja yang mengalami perubahan secara psiko-pisik ?
5. Apa yang saudara ketahui tentang : Teori Nativisme, Teori Empirisme, Teori Naturalisme, dan Teori Konvergensi. Bagaimana cara mensinergikan teori tersebut? Jelaskan dengan singkat !
Selamat Mengerjakan !
JAWABAN
NAMA : MOHAMMAD ABDILLAH
PRODI : PAI MADIN SEMESTER 2
1. Dengan mempelajari psikologi perkembangan, seorang pendidik atau guru dapat memperkirakan kira-kira pembelajaran seperti apakah yang paling cocok sesuai dengan rentang perkembangan anak-anak yang menjadi murid mereka. Dengan demikian, proses pembelajaran yang dilakukan dapat menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Seorang pendidik dapat mengembangkan kurikulum dan materi ajar paling sesuai untuk murid mereka.
2. Hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan orang tua ketika anak senang bermain:
Perhatikan dengan penuh perhatian. Jauhi gadget dan hanya fokus kepada anak.
Refleksi verbal: memberikan pujian dan menyemangati terhadap apa yang mereka lakukan.
Refleksi non-verbal: meniru apa yang dilakukan oleh anak.
Tunjukkan afeksi selama bermain, seperti memeluk dan menyentuh mereka dengan penuh kasih sayang.
Tetap ada batasan yang sehat, yaitu orangtua tetap harus mengingatkan dengan cara yang lembut tanpa memarahi jika anak bermain dengan cara yang tidak seharusnya.
3. Beberapa hal cara kami lakukan pada anak yang realitanya berbeda proses perkembangan dan pertumbuhannya terutama mengenai pembelajaran di Sekolah :
Memperhatikan perbedaan kemampuan siswa
Memberikan bimbingan kepada siswa
Modifikasi metode mengajar
Membentuk kelompokkelompok kecil di dalam kelas
Menerapkan sistem pembelajaran menyenangkan
Memberikan apersepsi sebelum pembelajaran stenografi dimulai
Memberikan tugas rumah supaya siswa mempersiapkan materi
4. Pertumbuhan memiliki pengertian perubahan secara kuantitatif pada fisik manusia karena beberapa faktor (faktor internal dan eksternal).Perubahan kuantitaif sendiri dapat di ukur atau dinyatakan dalam satuan serta dapat diamati secara jelas. Misalnya berupa pertambahan, pembesaran,perubahan ukuran dan bentuk, hal yang tidak ada menjadi ada, kecil menjadi besar, sedikit menjadi banyak, pendek menjadi tinggi, serta kurus menjadi gemuk.
Sedangkan perkembangan dalam ilmu psikologi memiliki arti perubahan secara kualitatif pada ranah jasmani dan rohani manusia yang saling berkesinambungan menuju ke arah yang lebih baik atau ke arah yang sempurna. Yang dimaksud perubahan fisik pada perkembangan manusia ialah mengacu pada optimaliasasi fungsi-fungsi organ jasmaniah manusia, bukan pada pertumbuhan jasmaniah itu sendiri. Sehingga dari sini dapat terlihat bahwa pertumbuhan dan perkembangan adalah sesuatu yang berbeda tetapi saling berkesinambungan atau berhubungan.
4 aspek perkembangan fisik menurut Kuhlen dan Thompson (Hurlock, 1956) antara lain sebagai berikut :
1. Sistem syaraf (perkembangan kecerdasan dan emosi) 2. Otot – otot (kekuatan dan kemampuan gerak motorik)
3. Kelenjar Endokrin (perubahan – perubahan pola tingkah laku baru) 4. Struktur fisik/tubuh (perubahan tinggi, berat, dan proporsi)
Perubahan fisik (otak) juga merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena otak adalah sentral perkembangan dan fungsi kemanusiaan sehingga semakin sempurna struktur otak maka akan meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds, 2001).
5. Teori nativisme meyakini bahwa proses perkembangan manusia ditentukan oleh adanya faktor-faktor bawaan sejak lahir. Faktor bawaan tersebut meliputi sifat-sifat fisik dan psikologis serta juga kemampuan yang berupa bakat, intelegensi, dan lain- lain yang diwariskan secara genetis. Faktor bawaan inilah yang dipercaya akan menentukan hasil perkembangan anak di kemudian hari. Apabila anak itu memiliki pembawaan yang cerdas, pintar pula anak itu kelak. Sebaliknya, apabila anak itu pembawaannya kurang cerdas, rendah pula prestasi akademiknya. Menurut teori nativisme, proses pendidikan dan lingkungan sekitar tidak bisa mengubah sifat-sifat pembawaan tersebut. Sebab, baik dan buruknya pembawaan itu sudah ditentukan sejak lahir. Peran pendidikan dalam pandangan teori nativisme hanyalah sebatas untuk pengembangan bakat saja. Oleh sebab itu, teori ini dalam ilmu pendidikan disebut dengan pesimistis pedagogis.
Teori Empirisme bertolak belakang dengan teori nativisme, karena mengabaikan adanya pengaruh dari faktor bakat atau potensi bawaan dalam proses pendidikan.
Maka itu, teori ini menekankan ke pentingnya pengalaman, lingkungan, dan pendidikan dalam proses perkembangan anak. Doktrin teori empirisme paling terkenal ialah “tabula rasa” yang berarti bahwa manusia dilahirkan seperti kertas putih bersih, masih kosong. Peran pendidik sangat penting dalam membentuk anak. Dalam ilmu pendidikan, teori empirisme disebut optimisme pedagogis. Optimisme tersebut terlihat dari asumsi dasar teori ini yang menganggap faktor lingkungan dan pendidikan dapat menjadikan anak berkembang sesuai dengan yang diinginkan.
Teori Konvergensi dalam Pendidikan Teori konvergensi bisa dibilang merupakan gabungan dari teori nativisme dan empirisme. Teori ini menggabungkan unsur bakat dan lingkungan atau pendidikan. Kedua unsur tersebut dinilai saling memiliki pengaruh dalam proses perkembangan anak. Teori konvergensi meyakini bahwa bakat bawaan anak tidak dapat berkembang secara optimal, apabila tidak ada dukungan dari faktor lingkungannya. Begitu pula sebaliknya, lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan perkembangan anak yang ideal, apabila tidak terdapat faktor bakat bawaan. William Stern, melalui teori ini menyimpulkan bahwa semua yang berkembang dalam diri individu dan melalui hasil pendidikan ditentukan oleh faktor pembawaan sekaligus juga oleh lingkungannya. Teori konvergensi dipandang lebih realistis dan paling cocok dengan keadaan masyarakat di sekitar kita. Maka itu, teori konvergensi diikuti oleh banyak pakar pendidikan.