• Tidak ada hasil yang ditemukan

M. AFIF ADITYAWAN ANWAR 105610552015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "M. AFIF ADITYAWAN ANWAR 105610552015"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemerintah dalam relokasi pedagang kaki lima di pusat pasar sentral baru di Kota Makassar berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang relevan, namun dalam pelaksanaannya sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. . Dengan izin dan kehendak Allah SWT, skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan program sarjana (S1) Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Skripsi ini berjudul “IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MEMINDAHKAN PKL DI MALL BARU PASAR TENGAH KOTA MAKASSAR. Pada hasil observasi penelitian awal Nielma Palamba selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar mengatakan bahwa terdapat 5.864 PKL di Kota Makassar. Kota Makasar.

Peraturan Daerah (PERDA) menjadi alasan yang baik untuk merelokasi PKL di Kota Makassar, khususnya PKL di Pasar Sentral Kota Makassar.

Rumusan Masalah

Selain latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis ingin mengkaji bagaimana kebijakan pemerintah yang diterapkan dalam relokasi PKL ke Mall New Makassar, dimana mall yang berada di Jl. Dengan demikian akan diperoleh gambaran mengenai dampak implementasi kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam pelaksanaan program relokasi PKL di Pasar Sentral Kota Makassar ke Mall Baru.

Tujuan Penelitian

ManfaatPenelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Kebijakan Publik

Pendirian Tempat Usaha PKL di Jalan KH Ramli Jalan HOS Cokroaminoto (Pasar Sentral). Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan relokasi PKL ke Pasar Sentral, maka didirikanlah Perusahaan Daerah Makassar Raya. Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Relokasi PKL di Mall Baru Pasar Sentral Kota Makassar.

Untuk mensukseskan kebijakan pemerintah tersebut, Perusahaan Pasar Daerah Makassar Raya melakukan kegiatan sosialisasi dan mengundang para pedagang kaki lima di Jl. PD Pasar memberikan pendampingan, pengaturan dan pengamanan kepada PKL yang hendak direlokasi” (Wawancara 20 Agustus). Sehingga dalam penggusuran PKL mereka tidak sendiri, melainkan bekerja sama dengan pihak lain.

Pendekatan lintas sektoral ini sangat diperlukan, terutama dalam upaya mengurangi PKL informal atau semrawut. Dan dari hasil wawancara dikatakan bahwa keadaan PKL pasca relokasi sudah tidak semrawut lagi. Data PKL yang berpindah dan masih berada di luar gedung Are New Mall pada tahun 2019.

PKL yang direlokasi dan masih berada di luar gedung mal baru periode Maret 2020. Aslinda, Guntur, 2017: Perubahan kebijakan penegakan pemanfaatan ruang oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Makassar.

Gambar I : Skema Kerangkar Pikir
Gambar I : Skema Kerangkar Pikir

Implementasi Kebijakan

Kebijakan Pemerintah dalam Penataan Pedangan Kaki Lima

Kebijakan publik sendiri berarti serangkaian tindakan yang ditentukan dan dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh pemerintah, yang mempunyai tujuan tertentu atau ditujukan untuk kepentingan seluruh masyarakat. Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu sektor informal yang dominan di perkotaan sebagai salah satu bentuk kegiatan ekonomi skala kecil yang memproduksi dan/atau mendistribusikan barang dan jasa. Pedagang kaki lima merupakan suatu usaha yang memerlukan modal yang relatif kecil dalam usahanya memproduksi dan menjual untuk memenuhi kebutuhan kelompok konsumen tertentu.

Usaha tersebut dilakukan di tempat-tempat yang dianggap strategis dalam suasana informal PKL menurut Alam, dkk (2003:30). PKL mempunyai potensi berperan dalam pembangunan perekonomian serta mengganggu ketertiban umum, sehingga diperlukan peran sosial dalam merumuskan kebijakan agar PKL tetap dapat beroperasi tanpa mengganggu ketertiban umum. Untuk itu, pemerintah hendaknya berupaya mengatasi permasalahan ini secara bijaksana dan terbuka dengan menyadarkan masyarakat, baik pedagang kaki lima itu sendiri maupun konsumennya, untuk selalu berusaha menaati segala peraturan pemerintah yang ada.

Pemerintah hendaknya tidak hanya memberikan teguran kepada PKL yang melakukan kesalahan, namun juga harus mampu memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya dengan menyediakan lahan atau tempat berjualan kepada PKL. Dalam menjual dagangannya, para pedagang kaki lima hendaknya disediakan sarana dan prasarana yang baik agar baik pedagang maupun pengunjung dapat menikmati suasana yang menyenangkan sehingga betah dan betah berada di tempat tersebut. Baik pedagang kaki lima maupun pengunjung harus tetap menaati peraturan dan larangan yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan agar kegiatan perdagangan dapat dilakukan secara terorganisir, tertib dan tidak terisolasi.

Lebih lanjut Ramdhani (2005) menjelaskan hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi relokasi PKL, yaitu: Pertama, lokasi strategis, yaitu konsumen dapat dengan mudah menjangkau lokasi usaha PKL karena aksesibilitas yang mendukung. Begitu pula menurut Maulana (2004) dalam penelitiannya, upaya mewujudkan pemberdayaan PKL adalah: pertama, memberikan kebijakan yang melindungi keberadaan PKL, kedua, memanfaatkan lahan kurang produktif sebagai lokasi berjualan PKL, dan yang ketiga berpindah lokasi, berjualan ke PKL, keempat melakukan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan pemerintah, untuk mengembangkan keterampilan PKL.

Kerangka Pikir

Dengan berkembangnya ibu kota Makassar, aktivitas di jalan semakin meningkat, begitu pula dengan kawasan yang banyak terdapat pedagang kaki lima di bahu jalan, maka semakin banyak pula permasalahan yang timbul. Permasalahan yang sering terjadi sehari-hari adalah kemacetan lalu lintas, tingkat kesadaran PKL akan kebersihan disekitar lapaknya, PKL yang tidak tertib, permasalahan parkir yang semakin tidak teratur, gangguan keamanan, gerobak yang tidak disimpan pada malam hari, yang menghalangi jalan mengganggu yang mengganggu pengunjung yang ingin berbelanja. Penelitian ini membahas tentang implementasi kebijakan pemerintah dalam relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Mall Baru Kota Makassar Dari pengamatan awal peneliti menemukan bahwa kebijakan pemerintah dalam relokasi merupakan upaya untuk memindahkan PKL dari lokasi yang tidak sesuai ke tempat yang dianggap layak. sesuai. mengakomodir para pedagang dengan memperhatikan segala aspek.

Penelitian ini membahas mengenai implementasi kebijakan pemerintah dalam relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Mall Baru Kota Makassar, apakah pelaksanaannya berhasil atau berjalan lancar atau tidak. AT Cokroaminoto merupakan suatu teknik bisnis yang dilakukan pemerintah kota makassar dengan memindahkan suatu barang dari suatu tempat ke tempat lain yang dianggap cocok dan lebih baik yaitu mall kota makassar yang baru. Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan suatu jenis kegiatan atau kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah kota makassar untuk menata, mengatur dan mengelola atau memajukan PKL, dan pemerintah juga menyediakan lokasi baru yang lebih sesuai dan lebih baik dari sebelumnya.

Kriteria ini menentukan partisipasi dan respon anggota masyarakat dalam pelaksanaan dan pengelolaan hasil program. Begitu pula dengan PKL yang ada di Kota Makassar khususnya di Jalan KH Ramli hingga Jalan HOS Cokroaminoto.

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus Penelitian

Struktur birokrasi sebagai pelaksana kebijakan memberikan ruang kepada pelaksana untuk melakukan berbagai koordinasi dengan seluruh unit terkait sehingga dapat menunjang keberhasilan implementasi kebijakan. Disposisi merupakan kecenderungan perilaku atau sifat pelaksana kebijakan yang berperan penting dalam mewujudkan pelaksanaan kebijakan sesuai dengan tujuan atau sasarannya.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Tipe Penelitian

Penelitian deskriptif merupakan studi kasus yang mengarah pada uraian secara rinci dan mendalam tentang potret keadaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi tergantung pada apa yang terjadi di lapangan. Selain itu, penelitian ini juga didukung dengan kajian literatur untuk mengetahui relevansi ilmu dari lapangan dengan pendekatan teori yang ada.

Sumber Data

Informan Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data dari sumber data berupa peristiwa, tempat atau lokasi dan benda; serta rekaman gambar yaitu lokasi dan rekaman objek serta gambar yang berhubungan dengan pergerakan di pasar sentral kota makassar. Merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memeriksa dan mencatat data di lapangan dan disimpan di kantor dalam bentuk catatan, literatur, arsip, laporan yang berkaitan dengan masalah penelitian.

Teknik Analisis Data

PD Pasar New Mall Makassar bertugas memungut retribusi dari pedagang kaki lima resmi yang berada di dalam dan di luar gedung New Mall Makassar yang ditetapkan oleh Walikota Makassar. Perpindahan pedagang kaki lima yang tidak terorganisir di Kota Makassar terus meningkat sehingga Pemerintah Daerah membuat kebijakan yang dituangkan dalam Keputusan Walikota Makassar Nomor 20 Tahun 2004 tentang tata cara tetap. Komunikasi yang dilakukan PD Pasar Makassar Raya adalah dengan memberikan informasi kepada setiap PKL bahwa akan diadakan rapat bersama untuk membahas relokasi ke New Mall Makassar.

Namun kenyataannya, setelah diterapkan, sebagian besar PKL yang direlokasi masih memutuskan untuk kembali berjualan di sepanjang jalan dan parkir mal baru. Hal inilah yang membuat banyak PKL yang dipindahkan ke mal baru memilih hengkang dan kembali berjualan di luar. a) Anggaran (bijaksana anggaran). Berdasarkan hasil wawancara peneliti dapat menyimpulkan bahwa PD Pasar Makassar Raya melakukan kegiatan yang membutuhkan dana, dimana dana tersebut diperlukan untuk mencapai tujuan pelaksanaan relokasi PKL.

Ada juga seminar yang kami adakan untuk memberikan pencerahan kepada PKL agar bisa menjadi pedagang yang lebih maju” (Wawancara 18 Februari 2020). Pelaksana kebijakan dalam hal ini PD Pasar menerapkan kebijakan tersebut dengan tetap melakukan pendampingan, pengaturan tempat. dan keamanan bagi pedagang kaki lima. yang ingin pindah ke Mall New Makassar. 34; Dari hasil data, PKL yang bergerak di Mall Baru terus meningkat hingga saat ini dan daya tarik pembeli pedagang tersebut terus meningkat” (Wawancara 18 Februari 2020).

Berdasarkan hasil wawancara di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa PKL yang tidak mau direlokasi atau dikelola dengan baik sangat mempengaruhi PKL lain untuk melakukan relokasi. Selain itu, terdapat beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan kebijakan relokasi PKL di kota Makassar sehingga kegiatan tidak sesuai dengan rencana sebelumnya. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa sikap kebijakan Pemerintah Kota Makassar terhadap relokasi PKL cukup efektif karena para kontraktor di PD Pasar Makassar Raya berperilaku sesuai dengan apa yang diinginkan banyak kalangan. . dan mereka berhasil mengurangi jumlah PKL.

Sedangkan faktor penghambat implementasi kebijakan pemerintah dalam relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Mal Baru Makassar adalah: lemahnya koordinasi lintas sektoral instansi terkait, lokasi yang tidak strategis, dan harga lapak yang tidak terjangkau.

Tabel I.II
Tabel I.II

Keabsahan Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambar

Gambar I : Skema Kerangkar Pikir
Tabel I.I Informan Penelitian
Tabel I.II
Tabel I.III
+2

Referensi

Dokumen terkait