• Tidak ada hasil yang ditemukan

“MAANNA TAMA DOI” DI KOTAK AMAL MAKAM KH.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "“MAANNA TAMA DOI” DI KOTAK AMAL MAKAM KH. "

Copied!
123
0
0

Teks penuh

Judul Disertasi: Persepsi Masyarakat Lapeo Terhadap Budaya Maanna Tama Doi Dalam Kotak Amal Masigi Nuruttaubah Lapeo. Muhammad Tahir di Masigi Nuruttaubah Lapeo 2) Persepsi Masyarakat Lapeo Terhadap Kebudayaan

ىُكِحا

Rumusan Masalah

Bagaimana budaya maanna tama doi pada kotak amal di makam K.H. Mohammad Thahir dalam Masiga Nuruttaubah Lapeo. Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya maanna tama doi di kotak amal makam K.H. Mohammad Thahir dalam Masiga Nuruttaubah Lapeo.

Tujuan penelitian

Kegunaan Penelitian

Sedangkan peneliti ini lebih fokus pada “Persepsi Masyarakat Lapeo Terhadap Budaya Maanna Tama doi di Kotak Amal Mausoleum K.H Muhammad Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo”. Sedangkan penelitian yang dilakukan penulis lebih fokus pada “Persepsi Masyarakat Lapeo Terhadap Budaya Maanna Tama doi di Kotak Amal Mausoleum K.H Muhammad Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo”.

Tinjuan Teoritis

Dalam perspektif kajian budaya, kebudayaan merupakan bidang nyata tempat berdirinya praktik, representasi, bahasa, dan adat istiadat masyarakat yang berbeda-beda. Kebudayaan dalam perspektif sejarah sangat dibutuhkan oleh ilmuwan sejarah, Marc Bloch. Sejarah merupakan kajian tentang manusia dalam konteks waktu dalam memahami pola hubungan antara budaya dan sejarah yang begitu erat satu sama lain.

Tinjauan Konseptual

Menurut Bimo Walgito, persepsi adalah suatu proses yang mendahului sensasi, yaitu suatu proses nyata dalam menerima suatu rangsangan. Bimo Walgio mengatakan persepsi adalah suatu proses yang mendahului sensasi yaitu proses diterimanya suatu rangsangan oleh individu melalui indranya atau disebut dengan proses indrawi. Prosesnya tidak berhenti begitu saja, namun rangsangan tetap dilanjutkan dan proses selanjutnya adalah proses persepsi.

24Rohmaul Listyana dan Yudi Hartono, “Persepsi dan Sikap Masyarakat Terhadap Kalender Jawa Dalam Penentuan Waktu Pernikahan (Studi Kasus Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, 2013), Jurnal Agastya, Vol. Di Lapeo, jamaah haji mengunjungi cucu dan putri Imam Lapeo (dari istri pertamanya, Sitti Rugayah) yang masih hidup. Kata “puang” digunakan ketika berdialog untuk menghormati mereka sebagai orang tua dan anak pendeta Lapeo.

Siapa pun keturunan Imam Lapeo, baik putra maupun cucunya, baik laki-laki maupun perempuan, jika bisa membacakan doa, dapat menggantikan peran Imam Lapeo dalam Boyang Kayyang karena diyakini mempunyai keberkahan yang sama dengan Imam Lapeo. Dalam hidupnya, Imam Lapeo banyak menerima kunjungan dari berbagai kalangan, mereka ingin bertemu dan menerima nasehat atau pendapatnya tentang kehidupan mereka, kemudian mereka mendoakannya.

Bagan Kerangka Pikir

Untuk memahami secara mendalam Persepsi Masyarakat Lapeo terhadap Kebudayaan Maanna Tama doi di kotak amal Mausoleum K.H Muhamed Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo, peneliti dengan segala kekurangannya mencoba menggunakan beberapa pendekatan agar dapat mampu memahami gejala yang ada. Antropologi berfungsi dalam kajian sejarah, sosial dan budaya 40 Dengan pendekatan antropologi ini peneliti berharap dapat melihat Persepsi Masyarakat Lapeo terhadap Kebudayaan Maanna Tama doi di kotak amal Mausoleum K.H Muhammad Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang terjadi pada objek penelitian dengan cara mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang terjadi secara sistematis yaitu unsur-unsur keislaman dalam Budaya Maanna Tama doi yang terdapat pada kotak amal Makam K.H Muhamed Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo.

Dalam mengelola dan menganalisis data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif, pertama-tama metode kualitatif, untuk memudahkan dalam mendeskripsikan hasil penelitian dalam bentuk teks cerita atau narasi, sehingga lebih mudah untuk dipahami. Kedua, pendekatan ini diharapkan mampu menjalin keakraban dengan subjek atau informan penelitian ketika mengikuti kegiatan penelitian, sehingga peneliti dapat menyajikan data berupa fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Ketiga, peneliti berharap pendekatan penelitian ini mampu memberikan jawaban terhadap rumusan masalah yang telah diajukan.

Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Lapeo Kecamatan Campalagian dengan mengumpulkan data dari pihak-pihak terkait. 42 Suharsimi Arikunto, produser penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996), hal.115. . proposal penelitian), pelaksanaan (pengumpulan data), pengolahan data (analisis data) dan penyusunan hasil penelitian.

Fokus Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Wawancara dilakukan dengan membawa serangkaian pertanyaan yang lengkap dan terperinci, sebagaimana dimaksud dalam wawancara. Yang diwawancarai adalah mereka yang memahami budaya Maanna Tama doi di kotak amal Makam K.H Muhammad Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo. Sumber sekunder berasal dari sumber tertulis sehingga tidak hanya melalui lisan tetapi juga melalui tulisan sehingga penelitian ini lebih kaya teori. Selain itu, data juga diambil dari bahan tertulis dan teori yang diperoleh selama perkuliahan, arsip dan profil perusahaan.

Teknik Pengumpulan Data dan Pengelolaan

Sedangkan observasi adalah suatu prosedur sistematis untuk mengetahui gejala-gejala yang berkaitan dengan masalah yang diteliti melalui pengamatan yang cermat dengan harapan memperoleh kumpulan data yang lengkap. Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi berupa kondisi atau fakta dari responden pada keadaan alam, dalam hal ini peneliti terlibat langsung dalam proses observasi yaitu budaya Maanna Tama doi yang ada di kotak amal Makam K.H Muhammad Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo. Wawancara adalah suatu percakapan dengan tujuan tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) sebagai pemeriksa atau untuk mengajukan pertanyaan dan orang yang diwawancarai (interviewee) sebagai jawaban atas pertanyaan. 46 Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti menghendakinya. dia. untuk melakukan penyelidikan pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang perlu diselidiki, tetapi juga jika peneliti ingin mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang responden.

Teknik pengumpulan data ini didasarkan pada laporan diri atau pengetahuan dan keyakinan pribadi. Wawancara merupakan suatu proses interaksi dan komunikasi verbal dengan tujuan mendapatkan informasi penting yang diinginkan. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait tentang Budaya Maanna Tama doi yang ada di kotak amal Mausoleum K.H Muhammad Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo.

Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan data-data penting mengenai permasalahan yang diteliti. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang telah tersedia dalam register dokumen yang berfungsi sebagai data pendukung dan pelengkap terhadap data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam.

Uji Keabsahan Data

  • Kondisi Geografis Kecamatan Campalagian
  • Sejarah Lapeo dan Profil Desa Lapeo
  • JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN JENIS KELAMIN Laki-laki : 2.070 Jiwa
  • PEKERJAAN, PROPESI DAN KEAHLIAN Pegawai Negeri Sipil : 56 Orang
  • AGAMA DAN KEPERCAYAAN
  • SARANA IBADAH
  • LEMBAGA PENDIDIKAN DAN LEMBAGA PENDIDIKAN MASYARAKAT
  • PENDIDIKAN NON FORMAL
  • USAHA/JASA KETERAMPILAN
  • LEMBAGA KEGAMAAN / ORGANISASI

Kecamatan Campalagian merupakan salah satu dari enam belas kecamatan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar. Desa Lapeo merupakan salah satu dari 17 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar yang merupakan desa induk dari Desa Laliko dan Desa Kenje. Wilayah desa Lapeo pada awal pembentukannya mempunyai wilayah yang cukup luas dengan jumlah 8 (delapan) dusun, yaitu Dusun Lapeo, Dusun Parabaya.

Secara geografis wilayah Desa Lapeo Kecamatan Campalagian terletak di Kecamatan Campalagian dengan batas wilayah. Sumber daya air di Desa Lapeo terdiri dari air tanah (acifer) meliputi mata air dan air permukaan. Lebih tepatnya keadaan potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Desa Lapeo adalah sebagai berikut.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan disajikan data Kepala Rumah Tangga (KK) menurut tugas pokok di Desa Lapeo. 6) Keadaan pemerintahan desa a. Secara administratif Desa Lapeo Kecamatan Campalagian terbagi menjadi 3 desa yang dipimpin oleh seorang Kepala Dusun dengan luas wilayah 2.192,2 Ha.

  • SALDO KAS MASJID

Mereka berdonasi secara terus menerus karena yakin akan keberkahan Imam Lape yang memberikan keamanan dengan izin Allah swt. Arif bercerita, ketika tamat SMA ia akan merasa sudah lulus karena menurutnya ia tidak terlalu pintar, mereka shalat dan bersedekah di makam Imam Lape. Kotak amal makam Imam Lape (KH. Muhammad Tahir) berada di dekat kotak sedekah yang ditempati untuk berziarah dan juga untuk sholat.

Muhammad Tahir untuk memudahkan doa anna to'oh terkabulnya masyarakat Makanyyangi Merau Lao, mengabulkan doa cucunna Imam Lapeo Mala Toi, doanya. Dari hasil wawancara di atas, masyarakat Mandar meyakini dengan menyebut nama Imam Lapeo maka doanya akan terkabul karena Imam Lapeo adalah seorang sufi, tosalam atau wali Allah SWT. Amin Hamid menceritakan, suatu ketika ada seseorang yang menempel pada nisan makam Imam Lapeo karena salah niat di makam Imam Lapeo.

Putra Imam Lapeo membantu membebaskan pria tersebut dari batu nisan. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1960-an dan mengganggu makam Imam Lapeo. Namun seseorang pecinta Imam Lapeo bernama Pua Tunggalang yang selalu salat di Masjid Lapeo rela mencegah siapapun yang mengganggu makam Imam Lapeo.

Pandangan Islam tentang Budaya Ma’anna tama do’i di Kotak Amal Makam K.H Muhammad Tahir

Pendapat masyarakat alam bebas, mulai dari keberangkatan dari rumah hingga tujuan, ia berniat memasukkan uang ke dalam kotak amal, dengan alasan keselamatan perjalanan. Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa budaya maanna tama do'i dalam KH. Beberapa orang beranggapan jika ia memasukkan uang ke dalam kotak amal di Masjid Lapeo, maka kekayaannya akan bertambah.

Yang berdonasi di kotak amal 99% Di luar masyarakat bahkan di hari biasa dalam sebulan paling banyak 50 juta. Pada kutipan wawancara di atas, masyarakat melihat budaya manana tama doi di kotak amal sangat membantu dalam pembangunan masjid agar dananya dapat digunakan dengan baik. Secara tidak langsung budaya menaruh uang di kotak amal Masigi Nuruttaubah Lapeo merupakan salah satu dakwah, mengajarkan kita pentingnya bersedekah, sehingga memudahkan dalam mencari dan menerima keberkahan dunia dan akhirat.

Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan di Desa Lapeo Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar mengenai “Persepsi Masyarakat Lapeo terhadap Budaya Maanna Tama doi di Kotak Amal Mausoleum KH Muhammad Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo”. Budaya Maanna Tama Do'i (memasukkan uang ke dalamnya) pada kotak amal Masigi Nuruttaubah Lapeo merupakan adat istiadat masyarakat yang meyakini kesucian iman Lapeo, alangkah baiknya kita bersedekah sebagai wujudnya. kehormatan atas jasanya kepada Ulama besar.

Saran

Judul Penelitian: Persepsi Masyarakat Lapeo Terhadap Budaya Maanna Tama doi di Kotak Amal Makam K.H Muhammad Tahir di Masigi Nurut Taubah Lapeo. Apa manfaat setelah maanna tama do'i di dana amal Masigi Nuruttaubah Lapeo. Apa keinginan masyarakat Lapeo terhadap masyarakat maanna tama do'i dana amal Masigi Nuruttaubah Lapeo.

Adakah yang menarik dari budaya manana tama do'i di kotak amal Masigi Nuruttaubah Lapeo. Pernahkah Anda mendengar cerita seseorang berdonasi ke Masigi tanpa mengetahui orang yang berdonasi.

Referensi

Dokumen terkait

FAKULTAS SASTRA FS Jalan Semarang 5, Malang 65145 Telpon: 0341-567475, Faksimile: 0341-567475 Laman: http://sastra.um.ac.id, email: [email protected] KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS