• Tidak ada hasil yang ditemukan

mahar dalam al-qur'a>n perspektif tafsir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "mahar dalam al-qur'a>n perspektif tafsir"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa upaya memahami makna Al-Qur'an (Maqa>s}id al-. Imra>niyyah (tujuan akhir Al-Qur'an adalah memperbaiki kondisi individu), masyarakat, peradaban manusia).

Rumusan Masalah

Dari beberapa kejadian yang terjadi di masyarakat seperti gagalnya perkawinan karena mahar tidak dibayar lunas pada saat akad, mahar yang tidak dibawa pada akhirnya batalnya akad, sedangkan mahar tidak termasuk dalam rukun. Dari segi syariat mahar, penulis juga tertarik untuk meneliti bagaimana Mahar dalam Perspektif Tafsir Al-Qur'a>n Maqa>s}i>di .

Batasan Masalah

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Secara teoritis diharapkan dapat memberikan khazanah, informasi dan masukan yang dapat memperjelas ilmu pengetahuan khususnya dalam Al-Qur'an dan tafsir (IQT). Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan pemahaman tentang Mahar dalam Al-Qur'an dari sudut pandang penafsiran Maqa>s}idi. c) Akademik.

Tinjauan Pustaka

22 Kusmana, ‚Epistemologi tafsir maqa>s}idi‛, (Mutawa>tir: Jurnal Ilmiah Tafsir Hadits, Volume 6, Nomor 2, Desember 2016). 25 Putri Hilyah Aulawiyah, “Penafsiran Ayat Hira>bah dengan Pendekatan Tafsir Al-Qur'an>n Maqa>sidi" (Skripsi: Lembaga Sains Al-Qur'a>n Jakarta, 2019).

Metode Penelitian

Dari beberapa penelitian di atas terdapat persamaan dengan penelitian yang akan penulis bahas yaitu menggunakan pendekatan tafsir maqa>s}idi, kemudian ada kajian mahar, dan bedanya penulis akan mempelajari Mahar dalam Perspektif Tafsir Al-Qur'an 'n Maqa >s}i>di. 30 Wasfi 'Asyu>r Abu Zayd, Nahwa al-Tafsir al-Maqa>s}idi li al-Qur'a>n al-Karim Ru'yah Ta'si>siyyah li Manhaj Jadid fi Tafsir al-Qur'a> N.

Sistematika Penulisan

Bab keempat mengkaji dan menganalisis konsep mahar dalam Al-Qur'an yang terdiri dari beberapa istilah yaitu S}aduqat, Nih}lah, Ujur, Farid}ah dan Qint}ar dalam perspektif tafsir maqat Al-Qur'an. >s} identitas.

KONSEP MAHAR DALAM AL-QUR’A>N

Term Dalam al-Qur’an Yang Bermakna Mahar

Ujr, jamak dari kata ajrun, Ujur artinya pahala atau pemberian, akar kata ini adalah (ر-ج أ-) kata ini banyak ditemukan di Al-Qur'an, namun yang artinya mahar ada 6 kata dalam 6 ayat al - Qur'a>n i lima huruf al-Qur'a>n (QS. Qint}a>r, asal kata ini adalah (ر-ط-ق), artinya banyak harta, yang ada di dalamnya bentuk baku Qint}a>r, yang hanya menunjukkan makna mahar dalam QS.

Mahar

KHI menjelaskan, mahar adalah pemberian dari pihak mempelai pria kepada mempelai wanita, baik berupa barang, uang, maupun jasa yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Ulama Syafi'iyyah mengartikan mahar sebagai suatu barang yang harus diserahkan karena perkawinan atau wat'i (komunitas) atau karena secara paksa merusak kehormatan seorang wanita.

Dasar Hukum Mahar

Perempuan itu berdiri beberapa saat, lalu laki-laki itu berkata: “Nikahkanlah aku dengannya jika kamu benar-benar tidak menginginkannya.” “A>n?” Laki-laki itu menjawab, “ya, yaitu ini dan surat ini. Mazhab Syafi'i mengatakan bahwa mahar adalah sesuatu yang wajib diberikan oleh laki-laki kepada istrinya agar ia dapat menguasai seluruh anggota tubuhnya.

Macam-macam Mahar

Abu Hanifah berkata, apabila suami isteri telah tinggal berdua dalam erti kata yang sebenarnya, dia wajib membayar mas kahwin yang dijanjikan. Mahar mitsil juga disebut sebagai jumlah mas kahwin yang sama nilainya dengan mas kahwin yang diterima oleh wanita yang sudah berkahwin dari sebelah bapa (seperti adik perempuan dan anak saudara lelaki). Mahar mitsil boleh ditentukan dengan jumlah mahar yang ditentukan oleh pihak perempuan berdasarkan adat resam yang berlaku di persekitarannya atau keluarganya.

Syarat-syarat Mahar

Maksudnya mahar tidak boleh diambil dari hal-hal yang halal namun tidak ada nilainya atau tidak dapat dinikmati oleh penerimanya, misalnya sampah, buah dan sayur yang busuk dan sebagainya. Hai orang-orang yang beriman, infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil baik usahamu dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang jahat lalu mengkonsumsinya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan cara memicingkan mata. Maharnya juga harus berupa suatu benda yang dimiliki seseorang dan dapat diserahkan kepada mempelai wanita, dengan demikian mahar tersebut tidak boleh seperti burung yang terbang di udara atau ikan yang tidak dimiliki di laut karena mengandung unsur penipuan, karena tidak diperbolehkannya jual beli atas sesuatu yang tidak dapat dimiliki.47.

Gugur/Rusaknya mahar

Dalam hal ini barang tidak boleh dimiliki seperti: arak, babi dan buah-buahan yang belum masak atau unta lepas, Imam Abu Hanifah berpendapat akad nikah tetap sah jika mahar mitsli dipenuhi. Mengenai penggabungan mahar dan pemberian biasiswa, terdapat juga perselisihan faham, misalnya dalam hal seseorang mengahwini wanita dengan menetapkan bahawa mahar yang diberikannya termasuk pemberian tambahan. Dalam kes seperti ini, mahar jatuh kerana wanita itu sendiri telah menjatuhkannya, manakala mahar sepenuhnya di bawah kawalan wanita itu.

PENDEKATAN MAQA>SID DALAM KAJIAN TAFSIR

Tafsir Maqa>s}idi, Maqa>s}id al-Qur’ān dan Maqa>s}id al-Syari>’ah

Dalam perkembangannya, kata maqa>s}id tidak selalu digabungkan dengan kata al-syari>'ah, tetapi juga dengan kata al-Qur'a>n yang membentuknya. Lihat: Abdul Moqsith Ghozali, Pemahaman Maqa>s}id al-Qur'a>n, makalah yang dipresentasikan pada kajian umum Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta tahun 2014. 20 Wasfi Asyur Abu Zaid, Maqa>s}id Tolkningsmetode Memahami Pendekatan Baru Tafsir Alquran, (Jakarta: Qaf Media Kreatif, 2020), hal.

Histori dan Dinamika Tafsir Maqa>s}idi

Setelah masa Sahabat, perkembangan teori maqa>s}id yang kita kenal agak kabur. Pada saat itu teori Maqa>s}id belum menjadi bahan kajian tersendiri hingga akhir abad ketiga setelah Hijriah. Interaksi dengan al-Qur’an akan selalu memunculkan dimensi tafsir dan eisegesis sesuai dengan tuntutan dinamis maqa>s}id zaman.

Urgensi Pendekatan Maqāṣid Dalam Kajian Tafsir

Keharusan maqa>s}id menjadi lebih jelas dengan hadirnya Imam al-Syātibī yang menjadikan pemahaman maqa>s}id al-shari>'ah sebagai syarat untuk melakukan ijtihad. Hanya saja tawaran konsep maqa>s}id al-Syātibī masih menyisakan celah bagi generasi penerus untuk memberikan kritik dan perbaikan. 46 Ja>ser Auda, ‚Membumikan Hukum Islam Melalui Maqa>sid Syari>'ah‛, hal.

Alur Interpertasi Tafsir Maqa>s}idi

Pemahaman Maqa>s}id al-Qur'a>n, meliputi nilai-nilai kemaslahatan pribadi (ishla>h al-fard), permasalahan sosial-lokal (ishla>h al-mujtama>') dan universal-global manfaat (ishla > h al-'a>lam). Perkembangan dimensi maqa>s}id min haits al-'adam (protektif) dan min haits al-wuju>d (produktif). Dengan mengingkari na>sikh-mansu>kh, tafsir maqa>s}idi memberikan pandangan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an merupakan jawaban Allah kepada hambanya dalam keadaan tertentu.

Contoh Aplikasi Pendekatan Maqa>s}idi

Rasulullah s.a.w. menghalalkan perkahwinan seseorang dengan memberikan mahar kepada isterinya berupa pengajaran al-Quran. Kajian perbandingan Maqāsid al-Qur'a>n Abu Hamid Muhammad Ibn Muhammad Al-Ghazali dan Rashid Rida. As'ad Yasin et al., Tafsi; fi zhilalil- Quran dalam bayangan al-Qur'a > n.

ANALISIS MAQA>SID TERHADAP AYAT-AYAT MAHAR DALAM

Al-Qur’a>n Surah al-Nisa> Ayat 4, S{aduqa>t dan Nih}lah

Sedangkan dhamiir wawu yang menjadi faa'il (ُحوُلُكَف) pada kata kembali kepada wali atau suami. اوُتآ َو) dan memberikan ( نِهِتاَقُدَص) maharnya, bentuk jamak (ةقُدص), ( ةَل ْحِن) sebagai pemberian berdasarkan keikhlasan dan integritas. Ada anggapan bahwa pesan ayat tersebut ditujukan untuk ibu rumah tangga, bukan suami. AI-Jashshash menulis ayat ( َءَسِّنلا اوُتآ َو ةَل ْحِن نِهِتاَقُدَص) ‚dan mereka memberikan mahar kepada istrinya secara sukarela‛ sebagai dalil bahwa wajib memberikan mahar penuh kepada seorang istri yang telah memintanya untuk tinggal sendirian seorang suami dengan wujud kesendirian yang benar, padahal suaminya akhirnya bercerai sebelum berhubungan intim.

Al-Qur’a>n SuraH al-Nisa> Ayat 24, Ujr

Maka jika ingin menikmati sesuatu dari mereka (perempuan), maka berilah dia mahar, dan istimta>' tidak diperbolehkan tanpa membayar mahar. Maqa>s}iud Lafz}iy dari kata Uju>r yang secara harafiah berarti upah atau imbalan, mahar dalam hal ini dikatakan Uju>r karena merupakan permohonan untuk menerima Istimta>' dari Sitri. Kedua, diperbolehkannya menikahi wanita lain, kecuali wanita yang diharamkan untuk dinikahi, sebagaimana dijelaskan dalam ayat: “Hal ini dilarang bagimu, ibumu.” (An-Nisa : .23).

Al- Qur’a>n Surah al-Baqarah Ayat 236, Fari>d}ah

Dalam ayat ini, Allah mewajibkan hanya setengah dari mahar yang diwajibkan, jika suami menceraikan istrinya sebelum ada campur tangan. Kedua, pembagian wanita yang dicerai sebelum disetubuhi menjadi dua jenis (yang mempunyai mahar yang telah ditentukan dan yang tidak) menunjukkan bahwa perkawinan yang tafwiidh boleh, yaitu perkawinan yang tidak dicantumkan mahar dalam akadnya, tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini maharnya. ditentukan setelahnya. Sedangkan menurut Abu Hanifah, Syafi'i dan Ahmad, statusnya tidak seperti perempuan yang dicerai, ia berhak menerima mahar dan warisan.

Al-Qur’a>n Surah al-Nisa>’ Ayat 20, Qint}a>r

Allah berfirman di dalam al-Quran bahawa (راطنق-رطنق) terdapat banyak harta, sedangkan kamu mengatakan bahawa kamu tidak boleh memberikan mahar yang paling tinggi kepada wanita, ini nampaknya bercanggah. Tujuan mahar yang disyariatkan dalam al-Quran pertama adalah untuk menghormati wanita atau pasangan suami isteri. Nahwa al-Tafsir al-Maqa>s}idi li al-Qur'a>n al-Karim Ru'yah Ta'si>siyyah li Manhaj Jadid fi Tafsir al-Qur'a>n.

PENUTUP

Kesimpulan

Dan maksud istilah mahar (Maqa>s}id lafz}iy) dalam Al-Qur'an menggunakan Ujur, Nih}lah, Farid}ah, Qint}a>r dan S}aduqa>t selain untuk memuliakan wanita (wanita) yang harus menyembuhkan penyakit. Orang-orang zaman dahulu salah memahami Mahar dan menyalahgunakan Mahar. Terlihat dari berbagai poin di atas bahwa sisi maqa ayat penjelasan mahar semuanya mengandung manfaat baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Saran

Sunan al-Tirmidzi 'Bab Ma Ja>'a an la> Tuqtaha' al-Aidy fil Ghazwi. Epistemologi Tafsir Maqa>s}idi. Mutawa>tir: Jurnal Ilmiah Tafsir Hadits, 6, Edisi 2. Metodologi Tafsir Kajian komprehensif tentang metode para ahli tafsir. Fiqih Minoritas: Fiqh al-Aqaliyyat dan Perkembangan Maqa>s}id al-Syari>'ah dari Konsep ke Pendekatan.

Referensi

Dokumen terkait

Sparkman, "Electricity and control for heating, ventilating and air conditioning", Delmar Publishers Inc., 1986.. Smith, "Electricity for Refrigeration, heating, and air Conditioning",