MAKALAH
KONSEP DASAR STUDI KEPERILAKUAN DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI
DOSEN PENGAMPUH:
MARTINA KAISRIANI RUPA, S.E., M.M
OLEH:
KELOMPOK 1:
1. BEATRIS WILU (2223142696) 2. KRISTIN N. A. LONG (2223142709) 3. MARIA T. P. J. BATE (2223142712)
4. NUR AZIZAH ETA PERERA (2223142718) 5. PEGY RAMBU ATA JAWA (2223142719)
6. YUSTINUS MARIO CILY LAKUS (2223142726)
JURUSAN AKUNTANSI
PRODI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
POLITEKNIK NEGERI KUPANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya sehingga kami bisa menyelesaiakan tugas makalah ini. Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah ini. Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalanm makalah ini. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima kritik dan saran dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Kupang,20 September 2024
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI... iii
BAB 1... 1
PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah... 2
1.3 Tujuan...2
BAB II...3
PEMBAHASAN... 3
2.1 Definisi Perilaku Dan Keperilakuan... 3
2.2 Definisi Akuntansi Keperilakuan Dan Riset Akuntansi Keperilakuan...3
2.3 Jenis Informasi Sebagai Obyek Dalam Akuntansi Keperilakuan...4
2.4 Subyek Pengambilan Keputusan Dalam Akuntansi Keperilakuan...5
2.5 Konsep Dasar Akuntansi Keperilakuan...6
2.6 Teori-Teori Pendukung Akuntansi Keperilakuan...6
2.7 Lingkup Akuntansi Keperilakuan...8
2.8 Arah Riset Akuntansi Keperilakuan...9
BAB III... 11
PENUTUP...11
3.1 Kesimpulan...11
3.2 Saran...11
DAFTAR PUSTAKA...12
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan akuntansi hingga saat ini telah mengalami beberapa fase. Mulai dari zaman prasejarah telah menunjukan bahwa manusia di zaman itu telah mengenal adanya hitung-menghitung meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana. Dengan semakin majunya peradapan manusia menyebabkan pentingnya pencatatan, pengihktisaran dan pelaporan sebagai bagian dari proses transaksi. Sehingga akuntansi sebagai hasil dari proses transaksi telah mengalami metamorfosis yang panjang untuk menjadi bentuk yang modern seperti saat ini.
Akuntansi merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan oleh para pemakainya dalam pengambilan keputusan. Keterampilan matematis sekarang ini telah berperan dalam menganalisis permasalahan keuangan yang kompleks.
Begitu pula dengan kemajuan dalam tehnologi komputer akuntansi yang memungkinkan informasi dapat tersedia dengan cepat. Tetapi, seberapa canggih pun prosedur akuntansi yang ada, informasi yang dapat disediakan pada dasarnya bukanlah merupakan tujuan akhir. Tujuan informasi tersebut adalah memberikan petunjuk untuk memilih tindakan yang paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. Namun, pemilihan dan penetapan keputusan tersebut melibatkan berbagai aspek termasuk perilaku dari para pengambil keputusan. Dengan demikian akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku
Manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi akuntansi. Kesempurnaan teknis tidak pernah mampu mencegah orang untuk mengetahui bahwa tujuan jasa akuntansi bukan hanya sekedar teknik yang didasarkan pada efektivitas dari segala prosedur akuntansi, melainkan bergantung pada bagaimana prilaku orang- orang di dalam organisasi. Oleh karena itu, kami menyusun Makalah tentang Tinjauan Terhadap Ilmu Keprilakuan untuk memberikan gambaran mengenai dimensi akuntansi keprilakuan, lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan, serta persamaan dan perbedaan antara ilmu keprilakuan dan akuntansi keprilakuan.
1.1 Rumusan Masalah
1. Apa definisi perilaku dan keperilakuan?
2. Apa definisi akuntansi keperilakuan dan riset akuntansi keperilakuan?
3. Apa saja jenis informasi sebagai obyek dalam akuntansi keperilakuan?
4. Bagaimana subyek penggambil keputusan dalam akuntansi keperilakuan?
5. Apa saja konsep dasar akuntansi keperilakuan?
6. Apa saja terori-teori pendukung akuntansi keperilakuan?
7. Bagaimana lingkup akuntansi keperilakuan?
8. Bagaimana arah riset akuntansi keperilakuan?
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi perilaku dan keperilakuan
2. Untuk mengetahui akuntansi keperilakuan dan riset akuntansi keperilakuan
3. Untuk mengetahui saja jenis informasi sebagai obyek dalam akuntansi keperilakuan
4. Untuk mengetahui subyek penggambil keputusan dalam akuntansi keperilakuan 5. Untuk mengetahui konsep dasar akuntansi keperilakuan
6. Untuk mengetahui terori-teori pendukung akuntansi keperilakuan 7. Untuk mengetahui lingkup akuntansi keperilakuan
8. Untuk mengetahui arah riset akuntansi keperilakuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Perilaku Dan Keperilakuan
Perilaku dan keperilakuan adalah dua konsep yang berkaitan dengan tindakan atau respons individu dalam situasi tertentu, namun ada perbedaan halus di antara keduanya.
1. Perilaku adalah tindakan atau respons yang ditunjukkan oleh seseorang atau makhluk hidup dalam menanggapi rangsangan dari lingkungan. Perilaku dapat berupa fisik, verbal, atau emosional. Misalnya, berbicara, berjalan, atau tersenyum adalah contoh perilaku.
2. Keperilakuan adalah istilah yang merujuk pada segala sesuatu yang berkaitan dengan perilaku individu atau kelompok. Ini mencakup tindakan, respons, kebiasaan, dan pola interaksi seseorang yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan, pendidikan, kepribadian, dan pengalaman hidup.
Keperilakuan juga merupakan bidang studi dalam ilmu psikologi yang fokus pada pemahaman bagaimana dan mengapa individu bertindak dalam situasi tertentu, serta bagaimana perilaku tersebut dapat dipengaruhi atau dimodifikasi.
2.2 Definisi Akuntansi Keperilakuan Dan Riset Akuntansi Keperilakuan a. Akuntansi keperilakuan
Akuntansi keperilakuan merupakan perluasan dari akuntansi tradisional. Akuntansi tradisional adalah proses pengumpulan, penilaian, pencatatan, peringkasan, dan pelaporan informasi keuangan. Akuntansi keperilakuan adalah dimensi akuntansi perilaku manusia dan hubungannya dengan pendesainan, penyusunan, dan penggunaan informasi akuntansi secara efisien dan efektif untuk mencapai keselarasan tujuan-tujuan. Akuntansi keperilakuan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia terhadap akuntansi dan informasi yang dihasilkannya serta pengaruh informasi akuntansi terhadap perilaku manusia.
b. Riset akuntansi keperilakuan
Riset akuntansi keperilakuan adalah penelitian yang dilakukan untuk mengeksplorasi dan memahami aspek perilaku dalam konteks akuntansi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana faktor-faktor seperti persepsi, motivasi, pengambilan keputusan, bias kognitif, dan pengaruh sosial dapat memengaruhi interaksi dengan sistem akuntansi dan penggunaan informasi keuangan. Riset ini biasanya dilakukan melalui eksperimen, survei, atau studi kasus untuk menganalisis perilaku akuntan, manajer, investor, dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil dari riset ini berguna untuk meningkatkan praktik akuntansi dan membuat prosesnya lebih sesuai dengan perilaku manusia yang sebenarnya.
Riset akuntansi keperilakuan juga adalah riset yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi.
Riset ini penting karena dapat memberikan manfaat, seperti:
Memberikan gambaran terkini tentang minat khusus dalam bidang baru yang ingin diperkenalkan
Membantu mengidentifikasi kesenjangan riset
Membantu memahami bagaimana perilaku manusia mempengaruhi proses akuntansi
Membantu memahami bagaimana perilaku manusia mempengaruhi hasil akuntansi
Membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mengendalikan biaya, meningkatkan laba, dan memaksimalkan efisiensi operasional
2.3 Jenis Informasi Sebagai Obyek Dalam Akuntansi Keperilakuan
Informasi akuntansi yang relevan mengenai perilaku karyawan adalah salah satu jenis informasi yang menjadi objek dalam akuntansi keperilakuan. Akuntansi keperilakuan adalah bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keperilakuan yang mempelajari bagaimana perilaku manusia mempengaruhi informasi akuntansi dan keputusan bisnis.
Berikut adalah beberapa hal yang menjadi ruang lingkup akuntansi keperilakuan:
Aplikasi konsep-konsep ilmu keperilakuan pada desain dan penyusunan sistem akuntansi
Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan keuangan
Cara-cara memproses informasi untuk pembuatan keputusan
Pengaruh fungsi akuntansi dan audit pada perilaku karyawan, manajer, investor, dan wajib pajak
Pengaruh dari luaran fungsi akuntansi dan audit yaitu informasi akuntansi pada pertimbangan pengguna dan pembuatan keputusan
Aspek keperilakuan dalam akuntansi keperilakuan berkaitan dengan psikologi, sosiologi, dan psikologi sosial. Komponen aspek keperilakuan dalam akuntansi keperilakuan meliputi sikap, motivasi, persepsi, dan emosi
2.4 Subyek Pengambilan Keputusan Dalam Akuntansi Keperilakuan
Subyek pengambilan keputusan dalam akuntansi keperilakuan adalah manajer yang dibantu oleh para akuntan. Akuntansi keperilakuan adalah bidang yang mempelajari bagaimana menerapkan konsep ilmu keperilakuan dalam desain dan penyusunan sistem akuntansi. Akuntansi keperilakuan juga mempelajari reaksi manusia terhadap laporan keuangan, cara memproses informasi untuk pengambilan keputusan, dan lain-lain.
Akuntansi keperilakuan dapat membantu dalam pengambilan keputusan karena dapat menyajikan data perilaku dan sikap pegawai. Data ini dapat membantu perusahaan mengetahui apakah pegawai sudah mencapai target atau belum.
Subjek pengambilan keputusan dalam akuntansi keperilakuan meliputi:
Aplikasi konsep-konsep ilmu keperilakuan dalam penyusunan dan desain sistem akuntansi
Studi reaksi manusia terhadap isi dan format laporan keuangan
Cara-cara memproses informasi untuk pembuatan keputusan
Konsep dasar akuntansi keperilakuan adalah mempelajari hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi. Akuntansi keperilakuan merupakan cabang ilmu akuntansi yang juga berkaitan dengan ilmu ekonomi keperilakuan dan ilmu keuangan.
Berikut beberapa aspek penting dalam akuntansi keperilakuan: Teori organisasi dan perilaku manajerial, Penganggaran dan perencanaan, Pengambilan keputusan, Pengendalian, Pelaporan keuangan.
Akuntansi keperilakuan bermanfaat untuk mempelajari:
Pengaruh perilaku manusia terhadap desain, bangunan, dan penggunaan sistem informasi akuntansi
Perilaku manusia yang memengaruhi kinerja, motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan, dan kepuasan kerja
Akuntansi keperilakuan juga dapat digunakan untuk memanfaatkan perilaku manusia dan mengatasi resistensi perilaku manusia.
2.6 Teori-Teori Pendukung Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan adalah cabang akuntansi yang fokus pada bagaimana perilaku manusia memengaruhi dan dipengaruhi oleh sistem akuntansi. Ada beberapa teori yang mendukung akuntansi keperilakuan, antara lain:
1. Teori Motivasi
Teori motivasi menjelaskan bagaimana perilaku individu dalam organisasi dipengaruhi oleh insentif, penghargaan, dan hukuman. Beberapa teori motivasi yang relevan dalam akuntansi keperilakuan:
Teori Harapan (Expectancy Theory): Menjelaskan bahwa individu termotivasi ketika mereka percaya bahwa usaha mereka akan menghasilkan kinerja yang baik, yang kemudian akan dihargai dengan imbalan yang diinginkan.
Teori Kebutuhan Maslow: Hierarki kebutuhan manusia, di mana kebutuhan yang lebih rendah harus terpenuhi sebelum individu dapat termotivasi oleh kebutuhan tingkat lebih tinggi (seperti penghargaan atau aktualisasi diri).
Teori Penguatan (Reinforcement Theory): Perilaku manusia dipengaruhi
finansial dapat mengarahkan perilaku karyawan dalam pengambilan keputusan akuntansi.
2. Teori Agen (Agency Theory)
Teori ini membahas hubungan antara prinsipal (pemilik perusahaan) dan agen (manajemen perusahaan). Dalam konteks akuntansi, terdapat masalah keagenan di mana manajer (agen) mungkin membuat keputusan yang menguntungkan diri mereka sendiri tetapi merugikan pemilik perusahaan (prinsipal). Sistem akuntansi bertindak sebagai mekanisme kontrol untuk mengurangi masalah ini, misalnya melalui insentif berbasis kinerja dan pelaporan keuangan yang transparan.
3. Teori Keputusan (Decision Theory)
Teori ini berfokus pada bagaimana individu dan kelompok membuat keputusan.
Dalam konteks akuntansi, teori ini digunakan untuk memahami bagaimana informasi akuntansi digunakan oleh manajer, investor, atau pemangku kepentingan lain untuk membuat keputusan yang lebih rasional. Pengambilan keputusan dapat dipengaruhi oleh bias kognitif, seperti overconfidence atau framing effect, yang memengaruhi interpretasi data akuntansi.
4. Teori Kontinjensi (Contingency Theory)
Teori ini menyatakan bahwa tidak ada satu pendekatan terbaik dalam mengelola organisasi atau sistem akuntansi. Keberhasilan suatu sistem akuntansi tergantung pada faktor-faktor situasional, seperti ukuran organisasi, budaya, lingkungan bisnis, dan struktur organisasi. Sistem akuntansi harus disesuaikan dengan kondisi spesifik organisasi.
5. Teori Keadilan (Equity Theory)
Teori ini berfokus pada persepsi individu tentang keadilan dalam distribusi sumber daya dan imbalan. Dalam akuntansi, hal ini penting dalam hal kompensasi karyawan, di mana karyawan membandingkan upah atau bonus mereka dengan karyawan lain. Ketidakadilan yang dirasakan dapat memengaruhi motivasi dan kinerja karyawan.
6. Teori Perilaku Organisasi (Organizational Behavior Theory)
Teori ini mempelajari bagaimana perilaku individu dan kelompok dalam organisasi dipengaruhi oleh struktur organisasi, budaya, dan praktik manajemen. Dalam konteks akuntansi, teori ini membantu memahami bagaimana lingkungan organisasi dapat memengaruhi perilaku individu dalam pelaporan keuangan, pengendalian internal, atau kinerja manajerial.
7. Teori Kognitif
Teori ini melihat bagaimana proses mental seperti persepsi, ingatan, dan penilaian memengaruhi pengambilan keputusan. Dalam akuntansi, teori kognitif digunakan untuk memahami bagaimana informasi keuangan diproses oleh pengguna akuntansi, seperti investor atau manajer, dan bagaimana bias kognitif bisa memengaruhi interpretasi informasi akuntansi
2.7 Lingkup Akuntansi Keperilakuan
Di masa lalu, akuntan konsen semata-mata pada pengukuran pendapatan dan biaya dan studi kinerja untuk memprediksi masa akan dating. Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu telah menghasilkan perilaku manusia masa lalu dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan factor yang akan mempengaruhi perilaku masa akan datang. Mereka kurang melihat fakta bahwa ada beberapa yang harus dipahami dari control organisasi yang harus dimulai dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, dan aspirasi individu yang berinteraksi di dalam organisasi/perusahaan.
Akuntan keperilakuan focus pada hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi. Mereka menyadari bahwa, proses akuntansi meliatkan penyimpulan jumlah yang besar dari kjadia ekonomi yang merupakan hasil dari perilaku manusia dan bahwa pengukuran akuntansi itu sendiri meupakan factor yang mempengaruhi perilaku, dimana hal itu yang menentukan kesuksesan kejadian ekonomi tersebut.
Akuntan keperilakuan juga menyadari bahwa mereka dapat mamaprkan desain sistem informasi untuk mempengaruhi motivasi karyawan, ssemangat, dan produktivitas.
Definisi paling akhir dari akuntansi di akademik dan professional mencakup atau mengimplikasikan pengukuran dan pengkomunikasian data ekonomi untuk pengambilan keputusan yang beragam dan tujuan-tujuan lainnya.
Pengenalan ilmu keperilakuan terhadap akuntansi sangat penting bagi pengembangan profesi, dimana hal itu dapat membuka pengetahuan baru yang akuntansi professional harus dapat lebih familiar. Kesadaran akan hubungan antara perilaku manusia dan akuntansi telah menghasilkan akuntan dengan alat lain untuk menyelesaikan problem organisasional.
Lingkup akuntansi keperilakuan meliputi:
Menerapkan konsep ilmu keperilakuan dalam desain dan penyusunan sistem akuntansi
Menyelidiki reaksi manusia terhadap isi dan format laporan keuangan
Mengembangkan teknik-teknik memproses informasi untuk pengambilan keputusan
Mengkaji perilaku manusia terhadap sistem informasi akuntansi di perusahaan atau organisasi
Mengkaji pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kinerja, produktivitas, kerja sama, dan pengambilan keputusan
Menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia, serta mengembangkan strategi untuk mengubah perilaku tersebut
2.8 Arah Riset Akuntansi Keperilakuan
Arah riset akuntansi keperilakuan (behavioral research in accounting) berkembang dari akuntansi manajemen ke akuntansi keuangan, pengauditan, dan sistem informasi akuntansi. Akuntansi keperilakuan adalah ilmu akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi.
Beberapa hal yang diteliti dalam akuntansi keperilakuan, di antaranya:
Bagaimana akuntan dan auditor membuat keputusan dan pertimbangan
Pengaruh fungsi akuntansi terhadap perilaku karyawan, manajer, investor, dan Wajib Pajak
Pengaruh hasil fungsi akuntansi terhadap pengambilan keputusan
Bagaimana pengguna informasi mengambil keputusan dan informasi apa yang dibutuhkan
Riset akuntansi keperilakuan memiliki manfaat, di antaranya:
Memberikan gambaran terkini terhadap minat khusus dalam bidang baru
Membantu mengidentifikasi kesenjangan riset Akuntansi keperilakuan dikembangkan untuk membuat dampak perilaku praktik akuntansi menjadi transparan bagi pemangku kepentingan
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ilmu keperilakuan menekankan pada penjelasan dan prediksi atas perilaku manusia. Akuntansi keperilakuan menekankan pada hubungan antara. perilaku manusia dengan akuntansi itu sendiri. Sementara ilmu keperilakuan adalah subset dari ilmu social, akuntansi keperilakuan merupakan subset dari keduanya, akuntansi dan ilmu keperilakuan.
Ilmu keperilakuan terikat pada penelitian aspek-aspek teori motivasi, stratifikasi soaial, atau bentuk-bentuk sikap. Akuntansi keperilakuan, bagaimanapun, akan mengaplikasikan unsure spesifik dari teori-teori tersebut atau hasil penelitian-penelitian, yang relevan terhadap situasi akuntansi saat ini.
Akuntansi keperilakuan, sama halnya jika dikatakan sebagai inuk disiplin ilmu akuntansi, yang dapatdiaplikasikan dan dipraktikkan, menggunakan hasil penelitian dari disiplin imu lain ilmu keperilakuan yang menjelaskan dan memprediksikan perilaku manusia. Akuntansi selalu menggunakan konsep, prinsip, dan pendekatan-pendekatan dari disiplin ilmu lain untuk prinsip mengembangkan utilitasnya..
Akuntansi keperilakuan akan banyak menjelaskan dan membeerikan pemahaman mengenai struktur dan dan fungsi dari system akuntansi, serta hubungan manusia terhdap hal tersebut. Ilmu keperilakuan akan lebih banyak menyinggung ilmu-ilmu lain yang lebih luas terhadap dinamisasi organisasi dan pengembangan pola perilaku. Keduanya dapat bersama-sama dapat menjelaskan problem serta mengembangkan strategi untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait.
3.2 Saran
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dari segi penulisan maupun isi. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan pembuatan makalah di masa
DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/document/519031267/MAKALAH-KONSEP-DAN-PERSPEKTIF- ILMU-KEPRILAKUAN-MATERI-2
https://id.scribd.com/document/432117916/Makalah-Akuntansi-Keperilakuan https://books.google.co.id/books/about/Akuntansi_Keperilakuan.html?
id=t8RiDwAAQBAJ&printsec=frontcover&source=kp_read_button&hl=id&new bks=1&newbks_redir=0&gboemv=1&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false