• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH MENEJEMEN PENGGELOLAAN PAUD

N/A
N/A
laode abdul rahman

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH MENEJEMEN PENGGELOLAAN PAUD"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MENEJEMEN PENGGELOLAAN PAUD

Disusun oleh:

Linda Refnita (22114032)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI

2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dengan judul “Menejemen PAUD” dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terimah kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan materi maupun pemikiran.

Penyususn makalah ini bertujuan untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah

“Menejemen Penggelolaan PAUD”. Selain itu, pembuatan makalah ini juga bertujuan agar menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman maka makalah ini yakin masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca.

Kendari, 22 September 2022

Linda Refnita

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………...i

DAFTAR ISI……….………..………..…..ii

BAB I PENDAHULUAN...1

a. Latar Belakang...1

b. Rumusan Masalah...1

c. Tujuan...1

BAB II PEMBAHASAN ...2

A. Pengertian menejemen PAUD………...2

B. Tujuan dan fungsi menejemen PAUD...3

C. Prinsip-prinsip menejemen PAUD………..………..…....5

BAB III PENUTUP ...6

a. Kesimpulan...6

b. Saran...6

DAFTAR PUSTAKA...7

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Manajemen memiliki makna sebagai usaha mengelola, mengendalikan, dan mengarahkan berbagai sumber yang ada untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Manajemen diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya dalam suatu organisasi, dalam mencapai tujuan yaitu memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Manajemen sangat berperan penting dalam sebuah PAUD karena keberhasilan sebuah PAUD tidak lepas dari manajemen yang baik. Didalam lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dibutuhkan manajemen atau manajemen yang efektif dan efisien. Tujuannnya agar ketika penggelolaan lembaga PAUD dapat berlangsung dengan baik maka sumber daya manusia didalam kelembagaan akan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pendidikan anak usia dini. Pendidikan usia dini merupakan dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh, yakni sosok manusia yang memiliki keimanan, ketaqwaan, karakter, budi pekerti luhur, cerdas, kreatif dan mandiri. Dengan demikian, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan menejemen PAUD ? 2. Apa tujuan dan fungsi menejemen PAUD ? 3. Apa prinsip-prinsip dalam menejemen PAUD ?

C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui pengertian menejemen PAUD.

2. Mengetahui tujuan dan fungsi menejemen PAUD.

3. Mengetahui prinsip-prinsip dalam menejemen PAUD.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MENEJEMEN PAUD

Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola, memimpin atau mengarahkan. Dalam bahasa Indonesia penggunaannya disama artikan dengan manajemen yang memiliki makna sebagai usaha mengelola, mengendalikan, dan mengarahkan berbagai sumber yang ada untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Pengertian lain dari manajemen adalah suatu proses mengkoordinasikan dan mengintegrasikan sumber daya melalui kegiatan-kegiatan agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan melibatkan orang lain.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Dari penjelasan diatas dapat dsimpulkan bahwa manajemen TK/PAUD adalah suatu usaha mengelola, mengatur, dan/atau mengarahkan proses interaksi edukatif antara anak didik dengan pendidik dan lingkungannya secara terencana, teratur, dan sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan di TK/PAUD.

(6)

B. TUJUAN DAN FUNGSI MENEJEMEN PAUD 1. Tujuan menejemen PAUD

Tujuan manajemen adalah tujuan lembaga atau organisasi yang dapat dicapai dengan cara yang efisien dan efektif dalam segala aspeknya. Efisiensi adalah merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengawasi dalam hubungannya antara masukan dan keluaran yang bertujuan untuk meminimalisasi biaya-biaya dan sumber daya serta serangkaian kegiatan dalam setiap pengambilan keputusan. Sementara itu, yang dimaksud efektivitas adalah pencapaian tujuan dengan tepat atau “melakukan hal-hal yang tepat”. Maka efektivitas adalah serangkaian kegiatan atau gaya-gaya yang dilakukan oleh seorang manajer dengan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan lembaga secara tepat.

Berdasarkan pengertian di atas, maka tujuan manajemen PAUD adalah bagaimana sebuah lembaga PAUD berusaha mengefisienkan dengan cara meminimalisasi biaya- biaya pengeluaran tetapi dengan hasil yang optimal dan mengefektifkan dengan cara mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengambil setiap keputusan sehingga tujuan lembaga dapat tercapai. Dalam hal ini yang berperan penting adalah manajer lembaga PAUD dengan dibantu oleh seluruh komponen-komponen yang saling membantu agar tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara yang efisien dan efektif.

2. Fungsi menejemen PAUD

Pada dasarnya fungsi manajemen pada sebuah lembaga PAUD meliputi 4 fungsi dasar yang terkait satu dengan lainnya. Fungsi-fungsi manajemen tersebut meliputi:

a. Perencanaan (planning)

Perencanaan mencakup menentukan visi misi, fungsi, mendefinisikan tujuan, menetapkan strategi, dan mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan sebuah lembaga. Oleh sebab itu, seorang manajer sebelum menyelenggarakan pendidikan TK/PAUD sudah harus memikirkan visi dan misi lembaga yang akan didirikan, fungsi dari lembaga tersebut, tujuan mendirikan, strategi yang akan digunakan, rencana-rencana ke depan yang akan dilaksanakan.

(7)

Kesemuanya merupakan suatu rangkaian dalam perencanaan lembaga pendidikan di lembaga PAUD.

b. Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian meliputi penentuan tugas-tugas yang harus dikerjakan, pihak yang mengerjakan, tugas-tugas tersebut dikelompokkan dan dikelola, pihak yang melapor kepada siapa dan di tingkat mana keputusan-keputusan harus dibuat dan ditentukan.

c. Kepemimpinan (actuating)

Dalam memimpin sebuah lembaga TK/PAUD, seorang manajer harus bisa menciptakan kegiatan-kegiatan dengan cara memotivasi semua komponen sumber daya manusia yang terlibat dalam lembaga tersebut, mengarahkan kegiatan-kegiatan yang terbaik untuk meningkatkan lembaga tersebut, menyeleksi seluruh komunikasi agar tercipta secara efektif dan memecahkan konflik yang terjadi pada lembaga tersebut dengan cara yang arif dan bijaksana agar setiap keputusan yang diambil dapat diterima oleh semua komponen pendukung lembaga tersebut.

d. Pengawasan

Pengawasan mencakup kegiatan-kegiatan pemantauan untuk memastikan bahwa semua komponen yang berada di bawah pengawasannya dapat berjalan dengan baik. Hal-hal yang dipantau meliputi tenaga struktural yaitu segala hal yang terkait dengan administrasi dan tenaga fungsional yaitu tenaga pendidik. Semua ini dilaksanakan agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya sehingga apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan dapat dengan cepat ditangani.

(8)

C. PRINSIP-PRINSIP MENEJEMEN PAUD

Dalam menjalankan sebuah lembaga pendidikan TK/PAUD hendaknya seorang manajer memperhatikan prinsip-prinsip manajemen pendidikan, hal ini dimaksudkan agar lembaga yang dikelolanya dapat menjadi lembaga yang tetap eksis sampai kapanpun.

Prinsip-prinsip yang dimaksud meliputi:

1. Komitmen

Manajemen penyelenggaraan pendidikanTK/PAUD harus didasarkan pada komitmen pendidik (guru), orangtua, dan penyelenggara agar tujuan pendidikan lembaga yang bermuara pada optimalisasi tumbuh kembang anak dapat berkembang secara maksimal. Makna komitmen ini lebih tertuju pada adanya suatu kemauan, tekad, keinginan serta kemampuan pendidik, orang tua, dan penyelenggara untuk mewujudkan suatu situasi pendidikan yang akan memiliki dampak terhadap terjadinya optimalisasi perkembangan tumbuh kembng anak. Dengan demikian, suatu komitmen itu akan menjadi landasan utama serta prinsip dasar dalam menyelenggarakan lembaga pendidikan TK/PAUD.

Komitmen bisa juga merupakan suatu kesadaran yang mendalam bahwa penyelenggaraan pendidikan di TK/PAUD itu merupakan suatu pondasi utama dalam memberikan warna serta terbentuknyta unsurunsur dasar kepribadian anak. Kesadaran itu tumbuh sebagai bentuk pemahaman keilmuan dan praksis pendidikan di TK/PAUD yang memiliki karakteristik yang khas pada setiap aspek perkembangannya.

Melaksanakan pendidikan di TK/PAUD merupakan tugas yang sangat mulia tetapi berat di dalam pelaksanaannya mengingat guru merupakan totalitas pendidik yang harus menggunakan keseluruhan jati dirinya menjadi bagian dari proses pendidikan di TK/PAUD. Sesuai dengan perkembangan anak yang berada pada masa imitasi maka guru sepenuhnya menjadi suri tauladan atau contoh. Betapapun guru memberikan contoh yang salah maka anak usia dini akan menganggapnya sesuatu hal yang benar sehingga guru akan menjadi pewarna yang dominan dalam mengisi aspek kepribadian anak.

(9)

2. Profesionalitas

Profesionalitas penyelenggaraan lembaga PAUD merupakan prinsip yang paling mendasar dan sebagai pembeda dengan pengelolaan yang non profesional.

Pengelolaan lembaga pendidikan TK/PAUD yang profesional didasarkan pada kesesuaian antara landasan konseptual penyelenggaraan dengan praktik penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak. Kesesuaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara menguasai konsepkonsep dasar penyenggaraan dan praktik pelaksanaannya. Konsep yang dirujuk didasarkan pada landasan teoritik yang benar dan sudah teruji.

3. Koordinasi (kesatuan kerja)

Proses manajerial penyelenggaraan pendidikan TK/PAUD harus didasarkan pada adanya koordinasi yang baik dan jelas antara guru sebagai pelaksana langsung yang berhadapan dengan orang tua dan anak, kepala sekolah sebagai pembina dan pengawas serta yayasan sebagai lembaga yang memayungi. Prinsip koordinasi merupakan suatu usaha untuk menggerakkan dan melibatkan semua sumber daya manusia sebagai satu kesatuan untuk mencapai satu tujuan yang sama. Melalui upaya ini, kegiatan manajerial akan memberikan ruang gerak yang sama antara seluruh komponen sumber daya manusia serta fungsi dan kedudukannya. Kondisi ini akan terjadi manakala terdapat gambaran yang jelas tentang fungsi dan kedudukan masing-masing komponen (fungsi dan peran guru, kepala sekolah, pengawas, dan yayasan penyelenggara). Jika fungsi masing-masing komponen itu menjadi tidak jelas maka kegiatan manajerial pasti akan terganggu karena masing-masing komponen akan menunjukkan fungsi dan peran yang dipersepsikan secara subjektif oleh masing-masing komponen tersebut.

Lebih parah lagi jika masing-masing fungsi saling berbenturan sehingga mengakibatkan terjadinya konflik internal, yang tidak jarang berakhir dengan keluarnya sumber daya manusia yang ada.

(10)

4. Kepemimpinan (leaderships)

Kepemimpinan memegang peranan penting dalam mengelola penyelenggaraan lembaga pendidikan TK/PAUD. Kepemimpinan terkait secara langsung dengan seluruh aspek penyelenggaraan lembaga pendidikan TK/PAUD. Kepemimpinan yang baik harus dimulai pada pemahaman secara utuh tentang seluruh komponen penyelenggaraan lembaga TK/PAUD, menyamakan persepsi tentang arah dan proses penyelenggaraan lembaga TK/PAUD serta proses monitoring dan evaluasi terhadap proses dan keberhasilan penyelenggaraan lembaga TK/PAUD. Di samping itu, prinsip kepemimpinan harus mampu menciptakan suatu iklim kompetisi yang sehat antara berbagai staf (khususnya guru) dalam menyelenggarakan pembelajaran di TK/PAUD.

Upaya ini perlu diimbangi oleh adanya pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment) yang bersifat konstruktif dan mendidik. Prinsip kepemimpinan juga diarahkan untuk membangun kebersamaan, perasaan memiliki serta kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi oleh setiap staf. Dengan demikian, setiap staf (khususnya guru) akan merasa aman dan terlindungi dalam menyelenggarakan berbagai tugas profesionalnya. Prinsip kepemimpinan dalam penyelenggaraan TK.

PAUD dipegang sepenuhnya oleh kepala lembaga atau guru yang ditunjuk. Oleh karena itu, kepemimpinan kepada lembaga memegang peranan penting dan kunci bagi keberhasilan pengembangan lembaga, peningkatan kesejahteraan guru maupun berbagai pengembangan inovasi lainnya. Kepala TK/PAUD memiliki otoritas “penuh”

di bawah kordinasi yayasan untuk menemukan dan mengembangkan berbagai program dan proses penyelenggaraan pendidikan unggulan yang dapat ditawarkan pada masyarakat. Kewenangan kepala TK/PAUD seperti itu sering dikenal dengan istilah manajemen berbasis sekolah. Istilah tersebut menjadi seni melakukan tugas-tugas kepemimpinan yang digulirkan pemerintah untuk memberdayakan lembaga pendidikan sekolah sehingga mampu bersaing dan bertahan hidup, bahkan dapat beradaptasi secara kreatif dan menguntungkan.

(11)

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN

Menejemen PAUD merupakan suatu usaha mengelolah, mengantur dan mengarahkan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan lingkungannya secara terencana, teratur, dan sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan dlembaga PAUD.

B. SARAN

Penulis menyadari jika makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Karena itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan penulis untuk penyempurnaan makalah ini.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan pijakan main di PAUD As-Syifa kurang sesuai dengan pedoman kurikulum khususnya pada komponen pembelajaran untuk melalukan penilaian terhadap perkembangan

Dari kegiatan pembimbingan yang dilakukan supervisor diharapkan bahwa kemampuan profesional mahasiswa sebagai guru/pendidik TK/PAUD lebih meningkat karena mahasiswa

PSG RAYON 128 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO TAHUN 2014 PEER TEACHING : PLPG TAHAP-I PAUD/TK. Lokasi Kegiatan : SMA Negeri

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi orangtua dalam memilih PAUD pada tiga lembaga, muncul dengan alasan yang berbeda-beda, di TK Kemala Bhayangkari motivasi

Pelaksanaan pendampingan lesson study di Sekolah TK Negeri Ruhul Fata dan TK Negeri Idhata diharapkan dapat mengembangkan kompetensi guru PAUD dalam menciptakan

Dari satu kota dan 12 kabupaten wilayah kerja BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah dapat digambarkan Indikator Kinerja Kegiatan dengan target sasaran 35% persentase

Simpulan dari kegiatan ini yaitu secara keseluruhan guru TK/PAUD terlibat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini dan kegiatan berjalan dengan lancar

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk menyukai Bahasa Inggris Evaluasi Kegiatan Para peserta yang merupakan siswa PAUD Mekar Indah Sidomulyo Lampung Selatan patut