• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Oleh Kelompok 4

N/A
N/A
Feri Dwiyansyah

Academic year: 2024

Membagikan " Makalah Oleh Kelompok 4"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN MAKALAH ANALISIS DATA

Dosen Pengampu;

Bambang Supraptono, SKM, M.Kes (Epid), MPH Dr. Malik Saepudin, SKM, M.Kes

Disusun Oleh;

Kelompok 4

Agustina Cantika 231011001

Angelina 231011003

Feri Dwiyansyah 231011007

Fitria Ningsih 231011008

Linda Imelia 231011011

PROGRAM STUDI DIPLOMA SANITASI JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

2024

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehinggakami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti- nantikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat- Nya,baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehinggan penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah dari mata kuliah Metodologi Penelitian dengan judul

“Analisis Data”

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Pontianak,12 Juli 2024

Feri Dwiyansyah

ii

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...2

C. Tujuan Penulisan...2

BAB II PEMBAHASAN...3

A. Pengertian Analisis Data...3

B. Jenis-Jenis Analisis Data...3

1. Data bermuatan kualitatif...3

2. Data bermuatan kuantitatif...4

C. Teknik Analisis Data...4

1. Teknik analisis data kuantitatif...4

a. Statistik deskriptif...4

b. Frekuensi kumulatif...5

Mean...6

Mode...7

Median...7

c. Statistik inferensial...8

d. Statistik Parametris dan Nonparametris...8

Teknik analisis statistik parametrik...9

2. Teknik analisis data kualitatif...11 iii

(4)

a. Teknik analisis sebelum dilapangan ...11

b. Teknik analisis selama dilapangan model Miles dan Huberman...11

c. Teknik analisis data menurut Spratley...12

D. Langkah-langkah analisis data...13

1. Persiapan...13

2. Tabulasi...13

3. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian...15

F. Menginterpretasikan hasil analisis data...16

BAB III PENUTUP...19

A. Kesimpulan...19

DAFTAR PUSTAKA...20

iv

(5)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Matematika menjadi ilmu wajib dan mendapat perhatian khusus karena bergunadalam penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang pesat untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Dengan adanya matematika msalah-masalah kehidupan sehari-hari baik yang sederhana hingga yang kompleksdapat terselesaikan.

(Wulantina, E. 2020)

Tujuan pendidikan nasional menurut pasal 3UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003 adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Wulantina, E.2015).

Penelitian merupakan kegiatan yang terencana untuk mencari jawaban yang obyektif atas permasalahan manusia melalui prosedur ilmiah. Untuk itudidalam suatu penelitian dibutuhkan suatu proses analisis data yang berguna untuk menganalisis data- data yang telah terkumpul. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari berbagai catatan di lapangan, gambar, foto, dokumen, laporan, biografi, artikel, dan sebagainya.

Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur , mengurutkan, mengelompokan, memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif oleh karena itu, analisis data merupakan bagian yang amat penting karena dengan analisislah suatu data dapat diberi arti dan makna yang berguna untuk masalah penelitian. Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak akan ada gunanya apabila tidak dianalisis terlebih dahulu .

Dalam proses analisis data dimulai dengan menelaah data yang telah tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya. (Moleong, 2007)

1

(6)

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang analisis data , dalam makalah ini akan membahas pengertian analisis data, jenis-jenis analisis data , teknik-teknik analisis data, langkah-langkah analisis data dan menginterpretasikan hasil analisis data.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian analisis data?

2. Apa saja jenis-jenis analisis data?

3. Apa saja teknik-teknik analisis data?

4. Apa saja langkah-langkah analisis data?

5. Bagaimana menginterpretasikan hasil analisis data?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengertian analisis data.

2. Untuk mengetahui jenis-jenis analisis data.

3. Untuk mengetahui teknik-teknik analisis data.

4. Untuk mengetahui langkah-langkah analisis data.

5. Untuk menginterpretasikan hasil analisis data.

(7)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Analisis Data

Menurut Ardhana12 (dalam Lexy J. Moleong 2002: 103) menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.

Menurut Taylor, ( 1975: 79) mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitiberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis data merupakan proses pengorganisasian dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.

B. Jenis-Jenis Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita kearah temuan ilmiah, bila dianalisisdengan teknik-teknik yang tepat. Data yang belum dianalisis masih merupakan data mentah. Dalam kegiatan penelitian, data mentah akan memberi arti, bila dianalisis dan ditafsirkan.

Dalam rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan kedalam dua jenis, yaitu :

1. Data bermuatan kualitatif

Data bermuatan kualitatif disebut juga dengan data lunak. Data semacam ini diperoleh melalui penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, atau penilaian kualitatif. Keberadaan data bermuatan kualitatif adalah catatan lapangan yang berupa catatan atau rekaman kata-kata, kalimat atau paragraf yang diperoleh dari wawancara menggunakan pertanyaan terbuka, observasi partisipatoris, atau pemaknaan peneliti terhadap dokumen atau peninggalan. Untuk memperoleh arti dari data semacam ini

(8)

melalui interpretasi data, digunakan teknik analisis data kualitatif, seperti yang telah diuraikan.

2. Data bermuatan kuantitatif

Keberadaan data bermuatan kuantitatif adalah angka-angka (kuantitas), baik diperoleh dari jumlah suatu penggabungan atau pengukuran. Data bermuatan kuantitatif yang diperoleh dari jumlah suatu penggabungan selalu menggunakan bilangan cacah. Contoh data seperti ini adalah angka-angka hasil sensus, angka-angka hasil tabulasi terhadap jawaban terhadapangket atau wawancara terstruktur. Adapun data bermuatan kuantitatif hasil pengukuran adalah skor-skor yang diperoleh melalui pengukuran, seperti skor tes prestasi belajar, skor skala motivasi, skor timbangan, dan semacamnya.

C. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data ada dua, yaitu teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Teknik analisis data kuantitatif berbeda dengan teknik analisis data kualitatif.

1. Teknik analisis data kuantitatif

Analisis data dalam kuantitatif menggunakan pendekatan statistik. Dalam teknik analisis data menggunakan statistik, terdapat dua macam statistik yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik statistik parametris dan non parametris.

a. Statistik deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul.

Yang termasuk dalam statistik deskriptif antara lain distribusi frekuensi, distribusi persen dan pengukuran tendensi sentral.

Tabel distribusi frekuensi yaitu menggambarkan pengaturan data secara teratur didalam suatu tabel. Data diatur secara berurutan sesuai besar kecilnya angka atau digolongkan didalam kelas-kelas yang sesuai dengan tingkatan dan jumlah yang sesuai didalam kelas.

Contoh tabel distribusi frekuensi :

(9)

Apakah saudara pernah belanja di Supermarket?

Jawaban Frekuensi

Pernah 110

Tidak Pernah 90

Jumlah 200

Artinya : ada sebanyak 100 individu yang memilih “pernah” berbelanja di supermarket dan 90 yang memilih ” tidak pernah” berbelanja di supermarket.

Distribusi persen adalah pengaturan data yang dihitung dalam bentuk persen. Cara memperoleh frekuensi relatif yaitu :

Frekuensi masing-masing individu x 100%

−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−

Jumlah frekuensi

Umur Frekuensi Presentase

< 25 121 37%

26-30 59 18%

31-40 83 25%

>40 66 20%

Jumlah 329 100%

Artinya : ada sebanyak 37% responden berusia <25 tahun, 18% berusia antara 26- 30 tahun dan seterusnya.

b. Frekuensi kumulatif

Adalah frekuensi yang dihitung secara meningkat keatas darifrekuensi yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi.

Contoh : Penghasilan perbulan Frekuensi Frekuensi kumulatif

(10)

Rp 500.00-1.000.000 10

>Rp1.000.0001.500.000 15

>Rp1.500.000-2.000.000 20

>Rp2.000.000-2.500.000 5

Jumlah 50

Pengukuran tendensi sentral

Cara lain menggambarkan statistik deskriptif ialah dengan menggunakan tendensi sentral. Contoh bilangan tendensi sentral ialah mean (rata-rata), median dan mode. Tendensi sentral berguna untuk menggambarkan bilangan yang dapat mewakili suatu kelompok bilangan tertentu.

Mean

Dapat dicari dengan menjumlahkan semua nilai kemudian dibagi dengan banyaknya individu. Rumusnya dimana M= mean;

X=jumlah data N= jumlah individu. Contoh : ada 5 orang dengan penghasilan sebagai berikut :

Individu Penghasilan dalam ribuan (Rp)

A 100

B 125

C 140

D 150

E 175

N = 5 Ʃ X = 690

(11)

Mode

Mode merupakan nilai yang jumlah frekuensinya paling besar.

Untuk mencari nilai mode dapat dilihat pada jumlah frekuensi yang paling besar.

Contoh :

Nilai Frekuensi

60 5

65 6

66 7

70 15

72 2

75 6

80 8

85 10

Median

Merupakan nilai tengah yang membatasi setengah frekuensi bagian bawah dan setengah frekuensi bagian atas.

Nomor Nilai

1 60

2 65

3 70

4 75

5 85

6 80

7 81

8 79

9 77

(12)

85 adalah median yang membagi 4 nilai diatasnya dan 4 nilai di bawahnya.

c. Statistik inferensial

Statistik inferensial (sering juga disebut statistik induktif atau statistik probabolitas) adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini akan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random.

Statistik ini disebut statistik probabilitas, karena kesimpulan yang diberlakukan untuk populasi berdasarkan data sampel itu kebenarannya bersifat peluang (probability). Suatu kesimpulan dari data sampel yang akan diberlakukan untuk populasi itu mempunyaipeluang kesalahandan kebenarannya (kepercayaan) dan yang dinyatakan dalam bentuk prosentase. Bila peluang kesalahan 5% maka taraf kepercayaan 95%, bila peluang kesalahan 1%, maka taraf kepercayaan 99%.

Peluang kesalahan dan kepercayaan ini disebut dengan taraf signifikansi.

d. Statistik Parametris dan Nonparametris.

Pada statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. Dalam statistik hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol, karena tidak dikehendaki adanya perbedaan antara parameter populasi dan statistik (data yang diperoleh dari sampel). Statistik nonparametris tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi. Penggunaan statistik parametris dan nonparametris tergantung pada asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Statistik parametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio, sedangkan statistik nonparametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal, ordinal.

Dalam tabel terlihat bahwa statistik parametris digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio, dan nonparametris digunakan untuk data nominal dan ordinal. Jadi untuk menguji hipotesis dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan statistik, ada dua hal utama yang harus diperhatikan yaitu macam data dan bentuk hipotesis yang diajukan.

(13)

Teknik analisis statistik parametrik

Teknik analisis statis meliputi korelasi pearson (Pearson Product Moment Correlation), korelasi spearmen, dan uji T.

 Korelasi Pearson (Pearson Product Moment Correlation). Kegunaan : menentukan hubungan antara dua variabel yang berskala interval (skala yang menggunakan angka sebenarnya), korelasi ini termasuk kedalam uji statistik parametrik. Besarnya korelasi 0-1. Korelasi dapat berupa positif yang artinya searah jika variabel besar maka variabel kedua juga besar pula. Korelasi negatif (berlawanan arah jika variabel pertama besar maka variabel kedua kecil). Patokan hasil perhitungan korelasi sebagai berikut:

<0,20 : hubunagan dapat dianggap tidak ada

<0,20-0,40: hubungan ada tetapi rendah

<0,40-0,70: hubungan cukup

>0,70-0,90: hubungan tinggi

>0,90-1,00: hubungan sangat tinggi Rumus 1.

 Uji T

Kegunaan : uji T digunakan untuk membandingkan rata-rata dua populasi dengan data yang berskala interval.

Contoh kasus :

Peneliti ingin membandingkan dua kelompok pekerja. Kelompok A merupakan pekerja yang berpengalaman sedangkan kelompok B belum berpengalaman, jumlah masing-masing kelompok 10 orang.

Hipotesis operasional :

a. HO : tidak ada perbedaan rata-rata antara kedua kelompok pekerja tersebut.

b. H1 : ada perbedaan rata-rata antara kedua kelompok pekerja tersebut.

Hipotesis statistik : a). H0 : ¼ 1 = ¼ 2 b). H1 : ¼ 1. ¼ 2

rumus untuk sampel bebas

(14)

 H0 : ¼ 1=¼ 2

 H1 : ¼ 1. ¼ 2 Dimana :

X1= pengukuran karakteristik kelompok 1 X2= pengukuran karakteristik kelompok 2 H0 diuji dengan rumus sebagai berikut : Dimana :

x1 dan x2 = rata-rata sampel kelompok 1 dan 2

S12 dan S22 = varian rata-rata/estimasi varian populasi S2 n1 dan n2 = ukuran sampel kelompok 1 dan 2

Rumus untuk sampel tergantung : a. Hipotesis statistik

 H0 : π1-π2 = 0

 H1 : π1+π2 = 0 b. Mencari t tabel

 Hitung DF = (jumlah pasangan-1) atau 10-1=9

 Tentukan α sebesar 0.05

 T tabel : 2,262 c. Hitung dengan rumus

 Teknik analisis statistik non parametrik

 Korelasi Spearman (Spearman Rank Order Correlation)

Kegunaan : korelasi spearman berfungsi untuk menentukan besarnya hubungan dua variabel (gejala) yang berskala ordinal atau tata jenjang.

Biasanya data yang dianalisis adalah angka yang berjenjang misalnya 1,2,3,4,5. Angka tersebut hanya simbol saja. Oleh karena itu, korelasi ini termasuk uji statistik non parametrik.

Contoh :

Perusahaan iklan ingin mengetahui jenis iklan apa yang paling disukai yang ditayangkan di televisi dan radio dan apakah ada korelasi atau hubungan antara iklan di televisi dan di radio.

(15)

Rumus :

 Chi Square

Kegunaan : untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung, syarat untuk menggunakan Chi Square maka data harus berskala nominal.

Contoh kasus :

Sebuah perusahaan baju wanita ingin melakukan penelitian mengenai hubungan antara kontra suara dan keputusan membeli baju. Kita akan mencari apakah ada hubungan atau tidak antara variabel kontras warna dengan keputusan membeli baju.

2. Teknik analisis data kualitatif

Teknik analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian.

a. Teknik analisis sebelum dilapangan .

Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum penelitian memasuki lapangan. Fokus penelitian ini masih bersifat sementara dan berkembang setelah memasuki dan selama dilapangan.

b. Teknik analisis selama dilapangan model Miles dan Huberman.

Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Analisis data ini dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus- menerus sampai tuntas hingga data nya sudah jenuh.

Analisis data dilakukan melalui 3 tahap, yaitu : 1) Data Reduction (Reduksi Data)

Reduksi data berarti merangkum, memilih hal yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting, dicari pola dan temanya.

Misal pada bidang pendidikan, setelah peneliti memasuki setiap sekolah sebagai tempat penelitian, maka dalam mereduksi data peneliti akan memfokuskan pada murid yang memiliki kecerdasan tinggi dengan mengkategorikan pada aspek gaya belajar, perilaku sosial, interaksi dengan keluarga dan lingkungan.

(16)

2) Data Display (penyajian data)

Data display berarti mendisplay data yaitu menyajikan data dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori, dan sebagainya.

Menyajikan data yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah bersifat naratif. Ini dimaksudkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami.

3) Conclusion Drawing/Ferification

Langkah terkhir dari langkah ini adalah penarikan data ferifikasi.

Kesimpulan dalam penelitian mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal namun juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan berkembang setelah peneliti ada dilapangan. Kesimpulan penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum ada yang berupa deskripsi atau gambaran yang sebelumnya belum jelas menjadi jelas dapat berupa hubungan kausal/interaktif fan hipotesis/teori.

c. Teknik analisis data menurut Spratley

Spratley (91980) membagi analisis data penelitian kualitatif berdasarkan tahapan dalam penelitian kualitatif.

Tahapan penelitian ini adalah : 1). Memilih situasi sosial

2). Melaksanakan observasi partisipan.

3). Mencatat hasil observasi dan wawancara.

4). Melakukan observasi deskriptif.

5). Melakukan analisis domain.

6). Melakukan observasi terfokus.

7). Melaksanakan analisis taksonomi 8). Melakukan observasi terseleksi.

9). Melakukan analisis komponensial 10). Melakukan analisis tema.

11). Temuan budaya.

12). Menukis laporan penelitian kualitatif.

(17)

Tahapan dalam analisis data penelitian kualitatif ini berangkat dari luas, memfokus dan meluas lagi. Analisis domain adalah langkah pertama yaitu memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian/situasi sosial.

Analisis taksonomi adalah mencari bagaimana domain yang dipilih itu dijabarkan menjadi rinci. Selanjutnya analisis komponensial adalah mencari perbedaan yang spesifik setiap rincian yang dihasilkan dari analisis taksonomi. Dan terakhir adalah analisis tema, yaitu mencari hubungan antara domain dan bagaimana hubungannya dengan keseluruhan selanjutnya dirumuskan dalam tema/judul penelitian.

D. Langkah-langkah analisis data

Secara garis besar, analisis data meliputi 3 langkah, yaitu : 1.Persiapan

a. Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi

b. Mengecek kelengkapan data, artinya memeriksa isi instrument pengumpulan data (termasuk pula kelengkapan lembaran instrument barangkali ada yang terlepas ataupun sobek).

c. Mengecek macam isian data. Jika didalam instrument termuat atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” ataunisian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yang diharapkan tersebut merupakan variabel pokok, maka item perlu di drop.

Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih data sedemikian rupa sehingga data yang terpakai saja yang ditinggal. Langkah persiapan ini dimaksudkan untuk merapikan data agar bersih, rapi dan tinggal mengadakan pengolahan lanjutan atau menganalisis.

2.Tabulasi

Tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif variabel-variabel yang diteliti. G.E.R. Burroughas mengemukakan klasifikasi analisis data sebagai berikut:

(18)

a. Tabulasi data (the tabulation of the data)

b. Penyimpulan data (the summararizing of the data) c. Analisis data untuk tujuan testing hipotesis

d. Analisis data untuk tujuan data penarikan kesimpulan Termasuk kedalam kegiatan tabulasi ini antara lain :

 Memberikan skor (seoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor.

Misalnya : tes, angket bentuk pilihan ganda, rating scale, dsb.

 Memberikan kode terhadap item-item yang tidak diberi skor.

Misalnya :

1. Jenis kelamin :

 Laki-laki diberi kode 1

 Perempuan diberi kode 0 2. Tingkat pendidikan :

 Sekolah dasar diberi kode 1

 Sekolah menengah pertama diberi kode 2

 Sekolah menengah atas diberi kode 3

 Perguruan tinggi diberi kode 4

 Banyaknya penataran yang pernah diikuti dikelompokan dan diberi kode atas :

1.Mengikuti lebih dari 10 kali, diberi kode 1 2.Mengikuti antara 1 s.d 9 kali, diberi kode 2 3.Tidakpernah mengikuti penataran diberi kode 0

Mengubah jenis data, disesuaikan atau dimodifikasikan dengan teknik analisis yang akandigunakan yaitu, memberikan kode (coding) dalam hubungan dengan pengelolaan data jika akan menggunakan komputer. Dalam hal ini pengolahan data memberikan kode pada semua variabel, kemudian mencoba menentukan tempatnya didalam coding sheet (coding form, dalam kolom beberapa baris keberapa. Apabila akan dilanjutkan sampai kepada petunjuk penempatan setiap variabel pada

(19)

kartu kolom (punc cord). Contoh pedoman pengkodean untuk penelitian tentang buku catatan murid adalah sebagai berikut :

X1. Kepandaian Murid

Pandai 1. = nilai rata-rata (kolom 02)

Pandai 2. = nilai bahasa indonesia (kolom 03) Pandai 3.= frekuensi tidak naik kelas

X2. Latar belakang orang tua

Pendidikan orang tua = pendidikan oramg tua (kolom 06+07) Pekerjaan orang tua = pekerjaan orang tua (kolom 07+08) Dukungan = pemberian buku dalam segera (kolom 09) X3. Kepedulian guru terhadap catatan

X4. Keperdulian orang tua terhadap catatan . 3. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian.

Maksud rumusan yang dikemukakan dalam bagian bab ini adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan- aturan yang ada sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil untuk mempermudah cara mengikuti uraian pengolahan data,akan disajikan dengan sistematika yang telah disajikan dengan sistematika yang telah dikemukakan dalam bab sebelumnya mengenai jenis-jenis permasalahan. Sebagai sebagai tambahan penjelasan,yang dimaksud dengan cara yang diterapkan dalam perhitungan adalah data yang disesuaikan dengan jenis data yakni diskrit, ordinal, interval, dan rasio.

(20)

Bagi peneliti yang menyukai statistik bab ini menyajikan berbagai rumus yang dapat digunakan untuk mengolah data. Apabila peneliti berkeinginan untuk menggunakan jasa komputer, dan tinggal menunggu hasilnya. Namun meskipun

(21)

begitu harus tetap mencermati rumus-rumus yang disajikan, sehingga apabila akan maju tidak ragu-ragu. Analisis data penelitian deskriptif.

Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian korelational, komparation atau eksperimen diolah dengan menggunakan rumus-rumus statistik yang sudah disediakan, baik secara manual maupun menggunakan jasa komputer.

Apapun jejak penelitian nya, riset deskriptif yang bersifat eksploratif caranya dapat sama saja karena data yang diperoleh wujudnya sama. Yang berbeda adalah cara menginterpretasikan data dan mengambil kesimpulan. Apabila datanya telah terkumpul masih diklasifikasikan menjadi dua kelompok data, yaitu data kuantitatif (angka-angka) dan kualitatif (kata-kata/simbol).

F. Menginterpretasikan hasil analisis data

Penafsiran atau intrepretasi tidak lain dari pencarian pengertian yang lebih luas tentang penemuan-penemuan. Penafsiran data tidak dapat dipisahkan dari analisis sehingga sebenarnya penafsiran merupakan aspek tertentu dari analisis, dan bukan merupakan bagian dari analisis.

Berikut ini beberapa pengertian penafsiran data, menurut Moh. Nazir (2005) : 1. Penafsiran adalah penjelasan yang terperinci tentang arti yang sebenarnya dari

masalah yang dipaparkan. Data yang telah dalam bentuk tabel, misalnya, perlu diberikan penjelasan yang terperinci dengan cara :

 Untuk menegakan keseimbangan suatu penelitian, dalam pengertian menghubungkan hasil suatu penelitian dengan penemuan penelitian lainnya.

 Untuk membuat atau menghasilkan suatu konsep yang bersifat menerangkan atau menjelaskan. Misalnya, suatu penelitian tentang efektivitas beberapa jenis pupuk di suatu lapangan percobaan telah dilakukan di Aceh, penafsiran diberikan terhadap data percobaantersebut dengan cara membandingkan dengan performance darijenis pupuk di tempat lain. Bagaimana pengaruh pupuk tersebut jika perlakuan tersebut dilakukan di dataran tinggi diluar Aceh? Bagaimana penemuan tentang pupuk tersebutdi daerah tropis lainnya? Mengapa berbeda dengan hasil

(22)

penelitian di Malaysia misalnya, dengan penelitian di Jawa Timur dan sebagainya.

2. Penafsiran dapat menghubungkan suatu penemuan studi eksploratif menjadi suatu hipotesis untuk suatu percobaan yang lebih teliti lainnya. Misalnya, seorang peneliti sedang mempelajari sikap dari para transmigran yang berasal dari lampung, Bali terhadap penduduk setempat di Lampung, maka dari data penelitian di Lampung perlu dibuat penafsiran untuk menyajikan kesinambungan penemuan tentang pengaruh pergaulan pribadi antara anggota transmigran dari kelompok sosial yang berbeda tersebut di daerah lain, misalnya di Lampung dengan penemuan di Jawa Timur.

3. Penafsiran berkehendak untuk membangun suatu konsep yang bersifat menjelaskan (explanatory concept). Misalnya, dalam penelitian mengenai transmigran di Lampung seperti tersebut diatas, peneliti ingin mengadakan deduksi tentang proses dimana hubungan pribadi mempengaruhi sikap transmigran di Lampung. Data memperlihatkan bahwa para transmigran yang berintegrasi lebih erat dengan orang-orang lampung memperlihatkan sikap yang lebih baik, atau memperlihatkan sikap yang besar. Peneliti harus membuat penafsiran dari hubungan diatas dengan mengadakan deduksi terhadap proses yang menyebabkan terjadinya hubungan pribadi telah mempengaruhi sikap transmigran. Jika analisis, misalnya memperlihatkan bahwa perbedaan sikap terhadap para transmigran yang telah terlebih dahulu mempunyai pengalaman dengan orang lampung atau yang pernah membaca buku-buku tentang Lampung, peneliti dapat menafsirkan bahwa pergaulan mengubah sikap dengan menghilangkan atau menghapuskan stereotipe. Untuk itu, penafsiran data sangat penting kedudukannya dalam proses analisis data peneliti karena kualitas analisis dari suatu peneliti sangat tergantung dari kualitas penafsiran yang diturunkan oleh peneliti terhadap data.

Stringer (dalam Sukmadinata, 2009) mengemukakan beberapa teknik menginterpretasikan hasil analisis data kualitatif.

1. Memperluas analisis dengan mengajukan pertanyaan. Hasil analisis mungkin masih miskin dengan makna, dengan pengajuan beberapa

(23)

pertanyaan hasil tersebut bisa dilihat maknanya. Pertanyaan dapatberkenaan dengan hubungan atau perbedaan antara hasil analisis, penyebab, aplikasi dan implikasi dari hasil analisis.

2. Hubungan temuan dengan pengalaman pribadi. Penelitian tindakan sangat erat kaitannya dengan pribadi peneliti. Temuan hasil analisis bisa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman pribadipeneliti yang cukup kaya.

3. Minat nasihat dari teman yang kritis. Bila mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan hasil analisis, mintalah pandangan kepada teman yang se profesi danmemiliki pandangan yang kritis.

4. Hubungkan hasil-hasil analisis dengan literatur. Faktor eksternal yang mempunyai kekuatan dalam memberikan interpretasi selain teman, ataukalau mungkin ahli adalah literature. Apakah makna dari temuan penelitian menurut pandangan para ahli, para peneliti dalam berbagai literatur.

5. Kembalikan pada teori. Cara lain untuk menginterpretasikan hasil dari analisis data adalah hubungkan atau tinjaulah dari teori yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.

(24)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada makalah diatas dapat disimpulkan bahwa:

Analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapatdirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data. Dalam rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan kedalam dua jenis, yaitu : data bermuatan kualitatif dan data bermuatan kuantitatif.

Teknik analisis data ada dua, yaitu teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif yaitu teknik data kuantitatif dengan menggunakan statistik, meliputi statistik deskriptif dan inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan non parametri. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian yang meliputi analisis sebelum dilapngan, teknik analisisselama dilapangan model Miles dan Huberman dan teknik analisis data menurut Spradley.

Secara garis besar, analisis data meliputi 3 langkah, yaitu : persiapan, tabulasi, penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian. Penafsiran data sangat penting kedudukannya dalam proses analisis data penelitian karena kualitas analisis dari suatu peneliti sangat tergantung dari kualitas penafsiranyang diturunkan oleh peneliti terhadap data.

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohammad. 1992. Strategi Penelitian Pendidikan.

Bandung : Angkasa Arikunto, Suhaisimi. 2006.Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta Moleong, Lexy J. 2007.

Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda Nazir, Moh.

2005. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta Suprayogo, Imam. 2001. Metodologi Penelitian Sosial- Agama. Bandung : Rosda

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung : Rosda

Wulantina, E. Proses Berfikir Kreatif Siswa Dalam Pemecahan masalah Matematika Pada Siswa Kelas X MIA SMAN 6 Surakarta. Jurnal elektronik Pembelajaran Matematika, 3(6), 671-682.

Wulantina, E., Soeseno, Z. E.,Arsita, F., Loviana, S., Amri, A. A. U., & Merliza, P.(2020).

PENGENALAN MATEMATIKA REALISTIK KEPADA MASYARAKAT BELAJAR DI KELURAHAN IRINGMULYO.

Bakti Cendana, 3(1), 50-61

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Memasuki tahun akademik baru 2015/2016 Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta membuka pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) Program Diploma

a) Kuota calon penerima beasiswa pada setiap Jurusan/Program Studi ditentukan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung. b) Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Hasil peneltian ini menunjukan bahwa sebagian besar caring behavior mahasiswa Keperwatan Semester 4 Diploma III Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes

Saya selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ketua Prodi Sanitasi Lingkungan Program Sarjana

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan Pendidikan/ Diploma D- III Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Kemenkes

Ketua jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, yang telah memfasilitasi peneliti selama menjadi mahasiswa di Jurusan Keperawatab Malang.. Ketua program studi

Karya Tulis Ilmiah Program Studi Diploma III di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan, 1-70.. Ilmu Kebidanan Buku Ajar Obstetri dan

Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang dibawah bimbingan Theresia Puspita, STP, MP.. Tingginya prevalensi ibu