MAKALAH
SISTEM EKONOMI ISLAM
Disusun oleh : Kelompok 2
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) LANGSA T.A 2023/2024
1. Dinda Tamara : (4022021043) 2. Munadhira Rumaisya : (4022021005) 3. Putri Meiliana : (4022021033) 4. Nur Soraya : (4022021005) 5. Yosi Septi Diana : ( 4022021074)
Semester/Unit : V/3
Mata Kuliah : Politik Ekonomi Islam Dosen Pengampu : Dr.Muhammad Abu
Bakar,MA
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucapkan kepada Allah SWT. Yang karena karunianya maka penulis bisa menyelesaikan sebuah Makalah yang berjudul Prinsip- Prinsip Ekonomi Islam .
Kami menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengumumkan pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini.
Terimakasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan dampak positif bagi kita semua. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat memperbaiki penelitian ini jika terdapat kesalahan. Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumber baru bagi kita semua. Aamiin. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Langsa, 3 November 2023
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I... 1
PENDAHULUAN... 1
BAB II... 2
PEMBAHASAN...2
A. Sistem Ekonomi Islam...2
B. Model-Model Sistem Ekonomi Dalam Islam...2
C. Prinsip-Prinsip Ekonomi Syariah Dan Perbankan Syariah...5
D. Peran Negara Dalam Perekonomian...9
BAB III... 11
KESIMPULAN... 11
DAFTAR PUSTAKA... 12
BAB I PENDAHULUAN
Sistem ekonomi merupakan kerangka kerja yang mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa dalam suatu masyarakat. Dalam konteks ini, Sistem Ekonomi Islam (SEI) muncul sebagai sebuah alternatif yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah Islam. Prinsip-prinsip ini mencakup aspek moral, etika, dan keadilan, menciptakan sebuah ekonomi yang berfokus pada kesejahteraan sosial dan keadilan distribusi.
Sistem Ekonomi Islam memiliki akar yang dalam dalam ajaran Islam dan Al-Qur'an, serta diimplementasikan melalui ajaran Hadis dan fatwa ulama-ulama terkemuka. Dalam konteks globalisasi dan kompleksitas ekonomi modern, Sistem Ekonomi Islam menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan ekonomi dan sosial, sambil mempertahankan nilai-nilai tradisional.
Makalah ini akan menggali lebih dalam konsep-konsep dasar Sistem Ekonomi Islam, membandingkannya dengan sistem ekonomi konvensional, serta menganalisis aplikasinya dalam konteks global saat ini. Melalui pemahaman yang mendalam tentang Sistem Ekonomi Islam, diharapkan kita dapat merumuskan strategi yang lebih berkelanjutan dan inklusif untuk mencapai pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
BAB II PEMBAHASAN A. Sistem Ekonomi Islam
Sistem Ekonomi Islam menurut Bonnie Soeherman dan Marion Pinontoan sistem merupakan serangkaian komponen-konponen yang saling berinteraksi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.Sedangkan menurut Jogiyanto sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan-tujuan.Sistem merupakansuatu kesatuan yang dijadikan landasan untuk melakukan sesuatu. Sistem seringkali juga disebut cara melakukan sesuatu. Sistem pula yang membedakan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sedangkan ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh nilai-nilai islam.3Jadi sistem ekonomi islam merupakan ilmu ekonomi yang dilaksanakan dalam praktek (penerapan ilmu ekonomi) sehari-harinya bagi individu, keluarga, kelompok masyarakat, maupun pemerintah/penguasa dalam rangka mengorganisasi faktor produksi, distribusi, dan pemanfaatan barang dan jasa yang dihasilkan tunduk dalam peraturan/perundang-undangan islam (sunnatullah).
Salah satu aspek penting yang terkait dengan hubungan antaramanusia adalah ekonomi.
EkonomiIslam memiliki prinsipyang bersumber dari Al-quran dan Al-hadits. Prinsiptersebut bersifat abadi seperti prinsip tauhid, adil, maslahat, kebebasan dan tangung jawab, persaudaraan,dan sebagainya. Prinsipini menjadi landasan kegiatan ekonomiislam yang secara teknis operasional selalu berkembangdan dapat berubah sesuai dengan perkembanganzaman dan peradaban yang dihadapi manusia. Contoh variabel yang dapat berkembang antara lain aplikasi prinsipmudha<rabahdalam bank atau asuransi.
B. Model-Model Sistem Ekonomi Dalam Islam
Sistem ekonomi Islam secara sederhana merupakan sebuah peraturan, dimana pelaksanaannya berlandaskan dengan berbagai syariat. Yaitu Islam dan selalu berpedoman pada Al Qur’an maupun AL- Hadis. Hal ini meliputi kegiatan seperti simpan-pinjam, investasi dan bermacam kegiatan lain. Macam- macam system ekonomi islam yaitu:
a.Sistem ekonomi pasar
Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi di mana produksi dan distribusi barang dan jasa berlangsung melalui mekanisme pasar bebas berdasarkan sistem harga bebas, bukan negara dalam ekonomi yang telah direncanakan. Dalam sistem ekonomi pasar, pemerintah tidak memiliki peran, semua
sistem perekonomian diserahkan kepada individu pelaku perekonomian. Peran pemerintah dalam sistem ekonomi pasar hanya dalam bentuk memberikan aturan hukum. Tanpa adanya dukungan hukum terutama hukum ekonomi, sistem pemerintah pasar tidak akan berjalan utuh.
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar diantaranya yaitu
Hak milik pribadi
Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
Motif kepentingan diri sendiri
Persaingan bebas
Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
Peran pemerintah terbatas
b.Ekonomi komando
Perekonomian komando, juga dikenal sebagai perekonomian terencana, mengharuskan pemerintah pusat suatu negara memiliki dan mengendalikan alat-alat produksi. Kepemilikan pribadi atas tanah dan modal tidak ada atau sangat terbatas. Perencana pusat menetapkan harga, mengendalikan tingkat produksi, dan membatasi atau melarang persaingan di sektor swasta. Dalam perekonomian komando murni, tidak ada sektor swasta, karena pemerintah pusat memiliki atau mengendalikan seluruh bisnis.
Dalam perekonomian komando, pejabat pemerintah menetapkan prioritas perekonomian nasional, termasuk bagaimana dan kapan menghasilkan pertumbuhan ekonomi, bagaimana mengalokasikan sumber daya, dan bagaimana mendistribusikan output.
Ciri-ciri ekonomi komando
Perekonomian komando dikendalikan dari atas oleh perencana pemerintah. Secara umum, hal ini meliputi:
Kepemilikan publik atas industri besar
Kontrol pemerintah atas tingkat produksi dan kuota distribusi
Kontrol pemerintah atas harga dan gaji
c. Ekonomi syariah
Dalam Bahasa Arab, kata ekonomi dapat diartikan dengan kata ”iqtisad” yang mula dari akar kata Qasd yang mempunyai arti dasar sederhana, hemat, sedang, lurus dan tengah-tengah. Sedang kata
“iqtisad” memiliki arti sederhana, penghematan dan kelurusan. Istilah ini kemudian mashur digunakan sebagai istilah ekonomi dalam Bahasa Indonesia. Ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan sosial
memeberikan pemahaman pada masalah-masalah ekonomi rakyat yang inti pembahasannya dalam nilai- nilai islam
Pada dasarnya, beberapa ahli memiliki perbedaan definisi tentang pengertian ekonomi syariah. Salah satunya adalah Monzer Kahf dengan pendapatnya bahwa ekonomi syariah adalah bagian dari ilmu ekonomi yang tidak bisa berdiri sendiri serta membutuhkan penguasaan ilmu mendalam. Dengan kata lain, sistem ekonomi syariah bersifat interdisipliner.
Sedangkan menurut Umar Chapra, ekonomi syariah adalah cakupan ilmu pengetahuan yang membantu manusia mewujudkan ketentraman sosial melalui alokasi dan distribusi sumber daya sesuai dengan tujuannya.
Selanjutnya, bagi Umar Chapra, ekonomi syariah adalah cabang ekonomi yang menciptakan keseimbangan makro ekonomi dan ekologi serta menguatkan solidaritas sosial. Hal ini disebabkan tidak adanya riba maupun eksploitasi kelas sosial pada aturannya.
Sehubungan dengan informasi tersebut, dapat dipahami bahwa ekonomi syariah adalah metode yang mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, mental, dan spiritual. Oleh karena itu, kesimpulannya, hukum ekonomi syariah berfokus untuk menciptakan kesejahteraan sosial.
Ciri ciri ekonomi syariah
Jika dibandingkan dengan system ekonomi konvensional, prinsip ekonomi syariah lebih mentaati ketentuan yang ada dalam ajaran Islam. Agar lebih paham, berikut ciri-ciri ekonomi syariah:
1.Ekonomi ketuhanan,Maksud dari ciri-ciri berikut adalah segala jenis peraturan serta landasan hukum ekonomi syariah patutnya dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam. Berfokus pada nilai ketuhanan dalam transaksi ekonomi, cabang ilmu ini bertujuan untuk menciptakan kesatuan atau unity di lingkungan sosial.
2.Ekonomi keadilan, Ekonomi syariah memperhatikan secara rinci bahwa keadilan diterima oleh seluruh masyarakat dan tanpa ada campur tangan klasifikasi tertentu, salah satunya seperti kelas sosial. Selain itu, metode berikut memberikan kesempatan serta kebebasan kepada setiap pelaku usaha guna menjalankan bisnisnya sesuai norma Islam.
3.Ekonomi pertengahan, Pada dasarnya, ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang menyeimbangkan hak individu dengan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, akan tercipta keseimbangan ekonomi (equilibrium) s erta munculnya rasa tanggung jawab (responsibility) pada pelaku usaha.
Tujuan ekonomi syariah
Manfaat ekonomi syariah adalah membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat dan menyeimbangkan moneter serta sistem keuangan. Lalu, apa tujuan ekonomi syariah?
Tujuan ekonomi syariah yang utama adalah menyelaraskan kehidupan seluruh masyarakat dengan hukum Islam. Pada dasarnya, sistem ini mendukung kemaslahatan sosial sehingga segala bentuk kecurangan atau manipulasi kekayaan sangat dilarang.
Selain itu, ekonomi syariah juga bertujuan untuk membentuk jalinan sosial yang erat berdasarkan rasa persaudaraan sehingga distribusi pendapatan dapat tersebar dengan rata. Sehubungan dengan itu, setiap individu didukung kebebasannya dalam mencari sumber finansial, dengan catatan harus sesuai dengan norma Islam.
Contoh ekonomi syariah
Asuransi syariah
Pada dasarnya, contoh ekonomi syariah ini hampir sama dengan jenis asuransi lainnya. Hanya saja, pertanggungannya berbentuk kerja sama antara para anggota lain dan hanya berlaku pada produk syariah.
Pegadaian syariah
Melalui pegadaian syariah, ditawarkan jual-beli sesuai norma Islam dimana keuntungannya memudahkan nasabah mendaftar haji atau membayar tagihan bulanan.
Perbankan syariah
pada umumnya, bank selalu memberikan bunga pada produknya. Dalam hal ini pinjaman syariah hanya memberikan layanan bagi hasil atau nisbah. Hal ini disebabkan dalam ajaran Islam, riba adalah kegiatan yang menguntungkan satu pihak saja.
C. Prinsip-Prinsip Ekonomi Syariah Dan Perbankan Syariah
a.Prinsip ekonomi syariah
Walaupun dalam penerapannya menggunakan pedoman syariat Islam, namun sistem ekonomi syariah dapat diaplikasikan untuk seluruh kalangan dari berbagai kepercayaan. Ekonomi berlandaskan prinsip Islam menjunjung tinggi ketauhidan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Jika dicermati sistem ekonomi islami mempunyai beberapa aturan tegas yang berbeda dengan
sistem konvensional. Berikut detail rangkuman prinsip ekonomi syariah dari berbagai sumber terpercaya.
1. Keimanan Dalam menerapkan ekonomi syariah seluruh unsur yang terlibat, termasuk pribadi maupun kelompok harus berpegang teguh pada aturan agama secara konsisten.
Ini artinya aturan yang bersumber dari kitab suci Al-Qur'an dan hadits beserta tafsirnya oleh mufassir yang kompeten. Kamu sendiri bisa mendapatkan penjelasan mengenai tafsir ayat-ayat Al- Qur'an lengkap pada situs www.tafsirweb.com, termasuk yang berkaitan dengan perekonomian islami. Hal ini untuk menjaga agar roda perekonomian benar-benar berjalan sesuai koridor ketentuan Islam yang mencakup keimanan, ketauhidan, dan ketakwaan kepada-Nya.
2. Bermanfaat Kita mungkin sudah cukup akrab dengan prinsip ekonomi konvensional yang bertujuan menghasilkan profit sebesar mungkin dengan modal seminimal mungkin. Prinsip demikian ini tak berlaku dalam ekonomi Islam, karena kita memiliki misi dan tujuan akhir yang lebih besar, yaitu kemaslahatan.Makna kemaslahatan adalah seluruh aktivitas ekonomi harus mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat banyak serta tercapainya peningkatan taraf hidup bersama.
3. Sumber Daya Manusia
Prinsip-prinsip Islam melarang keras perbuatan yang merugikan orang lain, misalnya tindak penipuan, kecurangan, dan sejenisnya. Inilah sebabnya dalam menjalankan laju perekonomian syariah setiap individu harus mencermati berbagai aspek agar tidak melanggar nilai-nilai syariah.
4. Harta
Setiap mukmin wajib mempunyai kesadaran bahwa sebanyak apapun harta yang dimiliki dan bagaimanapun wujudnya, sejatinya hanya titipan Allah SWT semata. Hanya dengan kehendak dan karunia-Nya harta tersebut diamanahkan kepada kita agar membawa manfaat bagi orang lain.
5. Adil
Semua orang yang menjadi bagian dari praktik perekonomian syariah wajib bersikap adil. Konsep keadilan yang dimaksud di sini adalah mampu menempatkan segala sesuatu sesuai dengan
porsinya.Pelayanan kepada seluruh masyarakat harus sama, tanpa diskriminasi, tak memandang status sosial, termasuk kondisi taraf kesejahteraannya.
Tujuannya adalah agar seluruh kalangan masyarakat yang berangkat dari berbagai golongan dapat merasakan kenyamanan dalam sistem perekonomian yang penuh berkah ini.
6. Persaudaraan
Persaudaraan adalah unsur penting yang tak terpisahkan dalam perekonomian berlandaskan prinsip islami, bahkan merupakan salah satu misinya. Inilah sebabnya bekerja sama sangat dianjurkan berkaitan dengan aktivitas ekonomi syariah.
Selain itu hendaknya tak ada individu yang berniat untuk meraih kesuksesan sendiri tanpa memperdulikan saudara-saudaranya.
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa sistem perekonomian ini lebih mengutamakan kebersamaan mengingat kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Allah SWT menciptakan manusia salah satunya agar dapat membawa manfaat bagi sesamanya, saling menjalin persaudaraan, dan menjaga tali silaturahmi.
7. Etika
Menurut kacamata agama, aktivitas ekonomi syariah juga merupakan salah satu bentuk ibadah dalam bidang muamalah. Artinya semua orang yang berkaitan dalam kegiatan ini mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Ini tentu dengan catatan seluruh aktivitas perekonomian tetap dengan memegang ajaran dan etika berdasarkan ketentuan syariah.
8. Melibatkan peranan pemerintah
Pemerintah dengan lembaga yang ditunjuknya berhak mengatur laju perekonomian negara, sehingga dalam menjalankan roda perekonomian islami tetap wajib melibatkan pemerintah.Jadi dalam
menerapkan nilai-nilai agama yang berkenaan dengan aktivitas ekonomi harus tetap dengan menaati peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Tentu saja sepanjang aturan pemerintah dimaksud tetap sejalan dan tidak bertolak-belakang dengan prinsip-prinsip agama.
9. Bebas dengan tetap bertanggung-jawab
Kebebasan menurut Islam (ushul fiqh) tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab yang tak hanya di dunia saja tetapi juga di akhirat nanti. Demikian pula dalam prinsip islami, kebebasan dalam
menjalankan aktivitas perekonomian memang terbuka lebar namun tetap dengan batasan tanggung jawab.
Siapa pun di masa depan kelak akan dibebani pertanggungjawaban sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan.
10. Bekerjasama
Sebagaimana shalat yang dianjurkan untuk berjamaah agar mendapatkan pahala yang lebih besar, demikian pula halnya dengan ekonomi syariah. Bekerja bersama-sama akan meningkatkan peluang untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan yang berdampak pada bertambahnya harta dan keberkahan.
Seluruh kegiatan yang dikerjakan bersama dengan niat baik, tekad kuat, dan produktivitas yang besar diharapkan akan memberikan hasil yang luar biasa.
b.Prinsip perbankan syariah
Dalam operasionalnya, perbankan syariah harus selalu dalam koridorkoridorprinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Keadilan, yakni berbagi keuntungan atas dasar penjualan riil sesuai kontribusi dan resiko masing- masing pihak
b. Kemitraan, yang berarti posisi nasabah investor (penyimpan dana), dan pengguna dana, serta lembaga keuangan itu sendiri, sejajar sebagai mitra usaha yang saling bersinergi untuk memperoleh keuntungan c. Transparansi, lembaga keuangan Syariah akan memberikan laporan keuangan secara terbuka dan berkesinambungan agar nasabah investor dapat mengetahui kondisi dananya
d. Universal, yang artinya tidak membedakan suku, agama, ras, dan golongan dalam masyarakat sesuai dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil alamin.
Prinsip-Prinsip syariah yang dilarang dalam operasional perbankan syariah adalah kegiatan yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
1.Maisir: Menurut bahasa maisir berarti gampang/mudah. Menurut istilah maisir berarti memperoleh keuntungan tanpa harus bekerja keras. Maisir sering dikenal dengan perjudian karena dalam praktik perjudian seseorang dapat memperoleh keuntungan dengan cara mudah. Dalam perjudian, seseorang dalam kondisi bisa untung atau bisa rugi. Judi dilarang dalam praktik keuangan Islam, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah sebagai berikut:"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, maisir, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatanperbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan" (QS AlMaaidah : 90).
2.Gharar : Menurut bahasa gharar berarti pertaruhan. Menurut istilah gharar berarti seduatu yang mengandung ketidakjelasan, pertaruhan atau perjudian. Setiap transaksi yang masih belum jelas barangnya atau tidak berada dalam kuasanya alias di luar jangkauan termasuk jual beli gharar
3. Riba: Makna harfiyah dari kata Riba adalah pertambahan, kelebihan, pertumbuhan atau peningkatan.
Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Para ulama sepakat bahwa hukumnya riba adalah haram. Sebagaimana firman allah swt dalam
surat ali imran ayat 130 yang melarang kita untuk memakan harta riba secara berlipat ganda. sangatlah penting bagi kita sejak awal pembahasan bahwa tidak terdapat perbedaan pendapat di antara umat muslim mengenai pengharaman riba6 dan bahwa semua mazhab muslim berpendapat keterlibatan dalam transaksi yang mengandung riba adalah dosa besar. hal ini dikarenakan sumber utama syariah, yaitu al-qur'an dan sunah benar-benar mengutuk riba. akan tetapi, ada perbedaan terkait dengan makna dari riba atau apa saja yang merupakan riba harus dihindari untuk kesesuaian aktivitas-aktivitas perekonomian dengan ajaran syariah
D. Peran Negara Dalam Perekonomian
Negara merupakan bagian sangat penting dalam mewujudkan hukum Islam, karena Islam secara sistem tidak dapat berjalan secara utuh tanpa adanya negara. Tujuan hakiki dari negara dalam Islam adalah memberikan maslahah kepada masyarakatnya yang mengantarkan manusia kepada kemakmuran. Ketika negara secara sistem telah dijalankan dengan landasan nilai-nilai Islam, mata tujuan yang ingin dicapai harus sesuai dengan kehendak Islam. Dalam pondasi ekonomi Islam, pemerintah memiliki peranan penting dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. Prinsip khalifah menjelaskan peran manusia sebagai wakil Allah.
Oleh karenanya, setiap perbuatan yang dilaksanakan manusia memiliki konsekuensi yang akan diperoleh. Dasar pemikiran ini memberikan ketegasan kepada segenap manusia tentang fungsi dan eksistensinya di muka bumi sebagai agen pembangunan. Secara ruang lingkup peranan pemerintah ini mencakup aspek yang luas yaitu upaya mewujudkan tujuan ekonomi Islam secara keseluruhan dan upaya mewujudkan konsep pasar yang Islami.
Tujuan ekonomi Islam adalah mencapai falah yang direalisasikan melalui optimalisasi maslahah.
Oleh karenanya tujuan peran pemerintah adalah menciptakan ke-maslahah-an bagi seluruh masyarakat.
Agar dapat menjalankan fungsinya, maka manusia membutuhkan media yang berupa pemerintahan.
Media pemerintahan sangat penting bagi manusia agar hubungan sesama manusia dapat terjaga dengan baik. Manusia wajib menjaga keharmonisan dalam segala interaksi dan pemerintah memiliki peranan penting untuk menjaga keharmonisan tersebut.
Pemerintah memiliki hak ikut campur dalam bidang ekonomi yang dilakukan individu-individu, baik untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi maupun mengatur hal-hal yang berhubungan ekonomi tetapi tidak mampu dilakukan oleh para individu.Pemerintah adalah pemegang
amanah untuk menjalankan tugas-tugas kolektif dalam mewujudlkan keadilan dan kesejahteraan dan tata kehidupan yang baik bagi seluruh masyarakat.
Peran pemerintah tercermin jelas dalam menciptakan pasar yang efisien yang mampu menghasilkan maslahah yang maksimum. Pasar ini terjadi manakala harga yang tercipta sama dengan biaya minimum untuk menghasilkan satu unit barang tersebut. Secara teknis, kondisi seperti ini dapat tercipta apabila pasar dapat bersaing dengan sempurna dmana tidak satupun individu yang dapat mengatur harga pasar.Dengan demikian, pasar efisien adalah pasar yang setiap produsen dapat menetapkan harya yang konstan dan besarnya harga adalah sama dengan tingkat minimum. Namun, realisasi pasar yang efisien tidak dapat terwujud bila diserahkan sepenuhnya kepada pelaku pasar, maka intervensi pemerintah sangat diperlukan.
BAB III KESIMPULAN
Sistem Ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip syariah. Ini mencakup berbagai aspek ekonomi, mulai dari kepemilikan dan kebebasan berusaha hingga distribusi kekayaan.Model-Model Sistem Ekonomi dalam Islam mencakup sistem ekonomi pasar, ekonomi komando, dan ekonomi syariah. Masing-masing memiliki ciri-ciri dan prinsip yang berbeda, dengan ekonomi syariah mematuhi prinsip-prinsip Islam dalam aktivitas ekonomi.
Prinsip-Prinsip Ekonomi Syariah melibatkan keyakinan dalam Allah, manfaat umum, keseimbangan, keadilan, persaudaraan, etika, dan tanggung jawab. Tujuan utama ekonomi syariah adalah mencapai kemaslahatan sosial dan kesetaraan.Peran Negara dalam Perekonomian Islam adalah penting dalam menciptakan pasar yang efisien, mengawasi dan mengatur aktivitas ekonomi, serta menjaga keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengintervensi ketika diperlukan demi mencapai tujuan ekonomi Islam.
Dalam sistem ekonomi Islam, nilai-nilai agama, keadilan, dan kemaslahatan sosial menjadi landasan utama dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan mengawasi agar prinsip- prinsip tersebut dihormati.
DAFTAR PUSTAKA
Takhim, M. (2016). Sistem Ekonomi Islam dan Kesejahteraan Masyarakat. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 10(2), 436-451.
Setiawan, B. (2006). Ekonomi Pasar Yang Neo-Liberalistik Versus Ekonomi Berkeadilan Sosial. Makalah Diskusi Publik Ekonomi Pasar yang Berkeadilan Sosial di DPR RI Jakarta, pada tanggal, 12.
Jamil, M. (2018). Pemikiran Ekonomi Politik Tan Malaka Dan Kontribusinya Bagi Sistem Perekonomian Indonesia (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember).
Fuadi, F., Sudarmanto, E., Nainggolan, B., Martina, S., ROZANI, N., Ningrum, N. P., ... & Hendrawati, E.
(2022). Ekonomi Syariah.
Hakim, L. (2012). Prinsip-prinsip ekonomi islam.
Pilih, I. D., & Dunia, C. D. K. E. (2008). Perbankan syariah.
Maimun, M., & Tzahira, D. (2022). Prinsip Dasar Perbankan Syariah. Al-Hiwalah: Journal Syariah Economic Law, 1(2), 125-142.
Sofyan, S. (2016). Peran Negara dalam Perekonomian (Tinjauan Teoritis Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Islam). Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 13(2), 288-314.