• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH SOSIOLOGI TENTANG

N/A
N/A
Restu Maulida

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH SOSIOLOGI TENTANG"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH SOSIOLOGI TENTANG

PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN REMAJA

(2)

DISUSUN OLEH:

1. M FAWAZ

2. M PARIS VAN JAVA 3. RESTU MAULIDA N I 4. SITI ROMDHON PACHIRA

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………...i

DAFTAR ISI……….ii

BAB I PENDAHULUAN………iii

A. Latar Belakang Masalah……..……….1

B. Tujuan………...2

C. Rumusan Masalah……….3

BAB II PEMBAHASAN………iv

A. Pengertian………..4

B. Macam-Macam………..5

C. Bahaya………6

D. Penyelesaian………..7

BAB III PENUTUP………V A. Kesimpulan………8

B. Saran……….9

DAFTAR PUSTAKA………vi BAB 1

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pada era globalisasi ini masyarakat lambat laun berkembang.Dimana perkembangan itu selu diikuti proses penyesuaian diri yang kadang-kadang proses tersebut terjadi secara tidak seimbang.Dengan kata lain,pelanggaran terhadap norma-norma tersebut semakin sering terjadi dan kejahatan semakin bertambah,baik jenis maupun bentuk polanya semakin kompleks.

Perkembangan masyarakat itu disebabkan karna ilmu pengetahuan dan pola pikir masyarakat yang semakin maju

.

Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan

(3)

menyebabkan gangguan fisi,psikis/jiwa dan fungsi sosial.karna itu pemerintah memperlakukan undang-undang N0.5 Tahun 1997 tentang Psikotropia dan undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia tindak pidana internasional. Mafia perdagangan gelap agar orang memiliki ketergantungan sehingga jumlah supply meningkat. Terjalinnya hubungan pengedar/bandar dengan korban membuat korban sulit melepaskan diri dari pengedar/bandar,bahkan tidak jarang korban juga terlibat peredaran gelap narkoba karena meningkatnya kebutuhan dan ketergantungan mereka akan narkoba.

Pada dasarnya peredran narkotika dan psikotropika di indonesia apabila ditinjau dari aspek yuridis adalah sah keberadaanya,Undang-undang narkotika dan Undang-undang psikotropika hanya melarang terhadap penggunaan psikotropika dan narkotika tanpa izin oleh undang- undang yang dimaksud.Saat ini Indonesia bukan hanya sebagai generasi transit narkoba lagi,akan tetapi sudah menjadi negara konsumen dan produsen bahkan sudan menjadi negara pengekspor.

Penyalahgunaan di indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Narkoba di indonesia telah mencapai 2,20% atau 4,098.029 orang yang pernah pakai narkoba dalam setahun terakhir pada kelompok usia 10-59 tahun.

Jenis narkoba yang banyak di konsumsi dalam setahun terakhir tetap masih ganja. Sekitar 1 dari 5 orang penyalah guna masih tetap mengonsumsi ganja(25%). Berikutnya shabu(12%),ekstasi (5%) dan tramadol (5%). Satu dari 8 orang penyalahguna mengkonsumsi shabu.

Sementara untuk sitaan barang bukti di tahun 2015 jenis ganja,persentase peningkatan terbesar terjadi pada luas areal ganja yang ditemukan dengan persentase 1.089,029% dari 14 hektar yang ditemukan tahun 2014 menjadi 166,5 hektar yang ditemukan di tahun 2015. Terjadi penurunan yang sangat signifikan pada sitaan biji ganja dengan persentase penurunan 98,34%

dari 378,33 gram yang disita tahun 2014 menjadi hanya 6,28 gram di tahun 2015. Terjadi perbandingan terbalik antara peningkatan luas area ganja yang ditemukan dan pohon ganja yang disita dengan menurunnya daun ganja dan biji ganja yang disita tahun 2015.

Ditinjau dari aspek kepentingan nasional,konvensi ini dapat menjamin kepastian dan keadilan hukum dalam upaya penegakkan hukum peredaran gelap narkotika dan psikotropika yang melibatkan para pelaku kejahatanlintas batas teritorial indonesia.

Tindak pidana narkotika dan psikotropika yang dimaksud dalam undang-undang No.5 Tahun1997 tentang psikotropika,dan undang-undang No.22 tahun 1997 tentang narkotika memberikan sanksi pidana yang cukup berat,namun demikian dalam kenyataannya para pelaku kejahatan justru semakin meningkat,dan bagi para terpidana dalam kenyataannya tidak jera dan justru ada kecenderungan untuk mengulanginya.

(4)

Oleh karna itu harus ada paradigma baru dalam penanganan pecandu narkoba,aparat penegak hukum harus berorientasi kepada sanksi tindakan berupa rehabilitas demi menyelamatkan masa depan mereka. Untuk dapat memfungsikan peran hakim dalam memutus atau menetapkan rehabilitasi perlu dukungan dari aparat penegak hukum yang lain,tentu hal ini harus berlandaskan pda adanya pemahaman dan kesepaktan bersama bahwa penyalahgunaan narkoba adalah maalah serius bangsa dan musuh bangsa.

Pemahaman dan kesepakatan dari pemerintah dan aparat penegak hukum ini kemudian diwujudkan melalui peraturan bersama ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Menteri hukum dan hak asasi Manusia Republik Indonesia dan kepala badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. No :01/PB/MA/III/2014, No:03 tahun 2014, No:11 tahun 2014, No : 005/A/JA/03/2014, No : 1 Tahun 2014, No:PERBER/01/III/2014/BNN tentang penangganan pecandu narkoba ke dalam rehabilitas.

Dengan demikian pecandu narkoba tidak lagi bermuara pada sanksi pidana penjara melainkan bermuara ditempat rehabilitasi,karna sanksi bagi pecandu disepakati berupa rehabiitas.

Berdasarkan peraturan bersama tersebut dibentuk tim asesmen terpadu yang berkedudukan di tingkat pusat,provinsi,kabupaten/kota terdiri dari tim dokter dan tim hukum yang bertugas melaksanakan analisis peran tersangka yang ditangkap atas permintaan penyidik yang berkaitan dengan perdearan gelap narkoba terutama bagi pecandu.

Hal ini sangat diperlukan dalam rangka mengoprasionalkan pasal 54 Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dimana pecandu narkotika wajib menjalani rehabilitas medis dan rehabilitas sosial. Dalam kaitan ini diharapkan penyalahgunaan narkoba akan dijerat dengan pasal penyalahguna saja (pasal 127 undang undang No.35 tahun2009 tentan Narkotika).

Dibentuknya peraturan bersama ini bertujuan untuk menjadi pedoman teknis dalam penanganan pecandu narkotika sebagai tersangka terdakwa atau narapidna dalam menjalani rehabilitas medis dan atau rehabilitas sosial. Pelaksanaan peraturan bersama ini akan dilakukan secara bertahap sebagai tahap awal,project dilakukan di 16 kota dan kabupaten.

Para pecandu narkoba yang tertngkap aparat penegak hukum mulai selassas 26 agustus 2014 tidak lagi dipidana penjara,karena setelah melalui proses asesmen,para pecandu narkoba akan bermuara di pusat rehabilitas. Menurut Menteri Hukum Dn Hak Asasi Manusia Amir syamsuddin,Adanya projectini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya tentang bagaimana penanganan penyalahguna narkoba secara proporsional dan profesional. Seluruh konsep mengenai penangan pecandu narkoba sudah tertuang dengan jelas dalam berbagai aturan.

Yang diperlukan saat ini,adalah implementasi dari para penegak hukum,untuk dapat mengambil pilihan yang lebih humanis. Semua kembali pada orientasi penegak hukum itu sendiri.Pilihan-pilihan yang lebik baik inilah yang pada faktanya akan jadi investasi untuk masa depan bangsa. Dengan demikian dapat dipilah mana pelaku tindak pidana narkoba yang pantas masuk ke dalam jeruji besi dan pecandu yang seharusnya dipulihkan dipussat rehabilitasi.

(5)

B. Tujuan

1.Untuk mengetahui dan menganalisis sanksi pidana atau rehabilitasi yang mampu menimbulkan efek jera terhadap pelaku tindak pidana narkoba.

2.Untuk mengetahui dan menganalisis pihak polres dalam melakukan pilihan terhadap sanksi pidana atau rehabilitas ketika mengani tindak pidana narkoba.

3.Untuk mengetahui dan menganalisis kendala-kendala dalam proses penanggulangan tindak pidana narkoba dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya.

C. Rumusan Masalah

1.Manakah diantara sanksi pidana atau rehabilitasi yang mampu menimbulkan efek jera terhadap pelaku tindak pidana narkoba?

2. Bagaimanakah polres dalam melakukan pilihan terhadap sanksi pidana atau rehabilitasi ketika menangani tindak pidana narkoba?

3. Apa kendala-kendala dalam proses penanggulangan tindak pidana narkoba dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya?

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian

Narkoba adalah zat atau obat yang bersifat alamiah,sintetis,maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran,halusinasi,serta daya rangsang. Sementara menurut UU pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan ataupun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi,menurunnya kesadaran,serta menyebabkan kecanduan.Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan.

Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan,kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan.

B. Macam-macam narkoba

Narkotika golongan 1: seperti ganja,opium,dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika golongan 2: bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter.jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis,beberapa diantaranya seperti morfin,alfaprodina,dan lain-lain.golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika golongan 3: dan yang terakhir memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

(6)

Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya,jenis-jenis narkotika tersebut diantaranya:

Narkotika jenis sintetis,dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan penelitian.

Contohnya,Amfetamin,metadon,deksamfetamin,dan sebagainya.

Narkotika jenis semi sintetis,pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi,dengan cara diekstrasi atau memakai proses lainya.

Contohnya,morfin,heroin,kodein,dan lain-lain.

Narkotika jenis alami,bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan,salahsatu akibatnya adalah kematian.

C. Bahaya

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan diantaranya:

Dehidrasi,akibat badan kekurangan cairan,jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi,salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja,apabila pemakaian berlangsung lama bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental.

Menurunnya tingkat kesadaran,dampak narkoba yang cukup beresiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian,inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan kualitas hidup,jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.

D. Penyelesaian

Penyalahguasan narkoba dengan berbagai tingkatan,seperti yang telah dibahas sebelumnya,menuntut adanya tindakan konkrit yang perlu sesegera mungkin dilakukan.

Ditawarkan beberapa solusi yang sekiranya dapat mengatasi penyalahgunaan narkoba seperti yang telah digambarkan diatas . Solusi pertama yang dapat diterapkan dan dapat secara cepat diterapkan bagi masyarakat luas adalah iklan layanan masysarakat di berbagai media,seperti bioskop dan media sosial. Alasan dipilihnya bioskop dan media sosial sebagai ssarana penyebaran pesan untuk mencegah narkoba adalah karna kedua media ini adalah media-media yang pada abad ke-21 ini,sangat banyak diminati oleh para pelajar seusia SMA.

Berdasarkan data dari We Are Social yang diambil pada tahun 2016,dari penduduk indonesia yang berjumlah 259 juta,30% dari total pengguna media sosial tersebut merupakan anak-anak remaja yang berusia 13-19 tahun. Dengan asumsi bahwa pembagian dari pengguna media sosial remaja untuk setiap umur sama,maka dapat dikatakan bahwa media sosial cukup banyak digunakan di kalangan pelajar. Selain media sosial, bioskop juga dapat digunakan untuk menyebarkan pesan berupa iklan layanan masyarakat untuk menghindari narkoba.anak mudas secra umum suka menonton bioskop karena dianggap praktis dan sangat bermakna. Bioskop memiliki dasya tarik tertentu karena teknologi didalamnya sangat canggih sehingga memukau generasi muda.

(7)

Selain pembuatan iklan layanan masyarakat,harus ada pelajar yang berperan sebagai duta anti narkoba di seluruh indonesia. Masa kini,para pelajar sering kali berteman dalam kelompok- kelompok pertemanan yang ‘’eksklusif’’.

Dengan adanya langkah-langkah diatas,yaitu pembuatan ikln layanan masyarakat dan penyebaran aktivitas anti-NAPZA ke setiap provinsi di indonesia,diyakini bahwa pelajar indonesia akan tergerak hatinya untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Bahwa narkotika adalah obat terlarang sehinga siapapun yang mengkonsumsi atau menjualnya akan dikenakan sanksi yang terdapat pada UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dilarang keras untuk mengkonsumsi dan menjualnya. Selain itu di dalam UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu

pengetahuan. Penyalahgunaan narkoba secara umum di latar belakangi oleh pergaulan bebas para remaja yang dilatar belakangi dengan masalah yang berbeda beda seperti dari keadaan keluarga yang kurang harmonis,dan kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anaknya maupun permasalahan lainnya yang menyebabkan seorang remaja itu stres dan mencari pelarian untuk menghindari masalah yang dihadapi.

B. Saran

Agar dinegara kita terutama masyarakat umum menyadari akan bahaya memakai atau

mengkonsumsi narkotika. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda seharusnya lebih berhati- hati dalam memilih teman bergaul,sebab jika kita salah pilih teman lebih-lebih yang sudah kita tahu telah menjadi pecandu hendaknya kita berfikir lebih dulu untuk bersahabat dengan mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman,R.(2020,Desember 29).penyalahgunaan narkoba,56 Remaja Direhabilitasi. Dipetik Februari 10, 2021, dari RRI https://rri.co.id/semarang/1144-daerah /953243/penyalahgunaan- narkoba-banyumas-56-remaja-direhabilitasi

5.

SITI ROMDHON PACHIRA

Referensi

Dokumen terkait

Pidana juga mempunyai tujuan yaitu selain membuat jera kepada pelaku tindak pidana, juga untuk mempengaruhi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut,

PELAKSANAAN TERHADAP PENJATUHAN SANKSI PIDANA MATI UNTUK PELAKU TINDAK

permasalahan ini dalam skripsi dengan judul : Sanksi Kebiri bagi Pelaku Tindak Pidana Pedofilia dalam Perspektif Hukum Islam..

Maka dari itu tindakan bullying yang menimbulkan dampak negatif tersebut merupakan suatu tindak pidana dan diperlukan penerapan sanksi pada anak pelaku bullying secara

Pidana juga mempunyai tujuan yaitu selain membuat jera kepada pelaku tindak pidana, juga untuk mempengaruhi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut,

Maksud dan tujuan dari pemidanaan yang dijatuhkan adalah juga sebagai efek jera untuk mencegah dilakukannya tindak pidana baik oleh pelaku tindak pidana maupun

Penggunaan sanksi pidana penjara dan penerapan sanksi pidana penjara terhadap pelaku tindak pidana khususnya tindak pidana korupsi telah memberikan kontribusi besar

Penyelenggaraan Pemilu serentak semestinya diimbangi dengan penegakan hukum yang mampu memberikan efek jera melalui penjatuhan pidana bagi pelaku pelanggar tindak