• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah tugas akhir bumi antariksa upl

N/A
N/A
Salveena Daikota

Academic year: 2023

Membagikan "Makalah tugas akhir bumi antariksa upl"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul “Pembentukan Bumi” dengan tepat waktu yang disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Bumi dan Antariksa dalam IPA SD.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Bumi dan Antariksa dalam IPA SD, Bapak Drs. Sutrisno, M.Si. yang telah membimbing penyelesaian makalah. Penulis juga berterima kasih kepada para pihak yang mendukung penulisan makalah. Penulis berharap agar makalah ini mampu memberikan sudut pandang baru bagi pembaca.

Dengan kerendahan hati, penulis memohon maaf apabila ada kesalahan dalam proses pembuatan makalah. Penulis berharap terbuka pada kritik dan saran sebagai bagian dari revisi makalah ini.

Jakarta, 26 September 2022

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...1

C. Tujuan...1

BAB II...2

PEMBAHASAN...2

A. Pembentukan Bumi...2

B. Materi Pembentukan Bumi pada Sekolah Dasar...6

C. Pembelajaran Bahan Ajar Pembentukan Bumi untuk SD...8

BAB III...10

PENUTUP...10

A. Kesimpulan...10

B. Saran...10

DAFTAR PUSTAKA...11

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pengertian Bumi adalah suatu planet yang memiliki ukuran ketiga dari matahari dan planet terbesar kelima dari semua planet yang ada di tata surya. Istilah bumi berasal dari kata ‘orbis’ yakni dari Bahasa Romawi yaitu bola dunia yang sekarang sering disebut sebagai orbit. Orbit sendiri merupakan lintasan pergerakan dari berbagai planet.

Bumi secara Bahasa Sansekerta ialah ‘bhumi’ yang artinya tanah. Bumi merupakan planet ketiga dari heliosentris. Bumi sendiri memiliki beberapa ciri seperti 70% berisi air, berwarna biru, berbentuk bulat, dan bumi juga mengalami revolusi. Menurut Littlejohn, teori merupakan suatu konsep yang menjelaskan hubungan antar fenomena secara sistematis. Dengan demikian, maka teori pembentukan bumi merupakan bentuk pandangan sistematis yang berisi hubungan fenomena-fenomena terkait proses terjadinya bumi

Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, para ilmuwan mencoba untuk menjawab hipotesis dari pertanyaan-pertanyaan terkait pembentukan bumi. Inilah juga yang melatarbelakangi lahirnya berbagai macam teori. Teori pembentukan bumi tersebut kemudian menjadi rujukan para ahli geografis untuk mendalami sifat-sifat yang terkandung dalam bumi itu sendiri.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah pembentukan bumi itu?

2. Apa saja materi pembentukan bumi yang dapat diterima anak sekolah dasar?

3. Bagaimana cara menyampaikan materi tersebut dengan baik dan benar?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu pembentukan bumi

2. Untuk mengetahui materi pembentukan bumi yang dapat diterima anak sekolah dasar

3. Untuk mengetahui cara menyampaikan materi tersebut dengan baik dan benar

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pembentukan Bumi

Teori-teori pembenukan bumi : 1. Teori Laplace

Teori ini dicetuskan oleh pakar matematika dan astronomi yang

berkebangsaan Prancis, yaitu Pierre Simon Marquis de Laplace yang muncul pada tahun 1796 di Prancis. Menurut Laplace, bumi terbentuk dari gumpalan gas panas yang berputar pada sebuah pusat peredaran. Setelah itu terbentuk sebuah cincin gas di sekelilingnya yang kemudian terlempar atau bergerak menjauh. Hingga pada akhirnya cincin yang bergerak menjauh tersebut mengalami pendinginan membentuk bola raksasa yang disebut sebagai bumi.

2. Teori Tidal

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys yang tercetus pada tahun 1918. Menurut teori ini, pembentukan bumi terjadi akibat massa gas matahari mengalami Tarik menarik akibat bergesekan dengan bintang yang cukup kuat. Dari hasil tarik menarik ini, Sebagian massa bergerak ke arah luar membentuk cerutu. Bagian cerutu ini akhirnya mengalami pendinginan. Proses pendinginan mengakibatkan bentuk gas menjadi gumpalan bola yang disebut sebagai planet.

3. Teori Georges-Louis Leclerc

Ilmuwan yang Bernama Louis Lecrerc, Prancis Georges, dan Comte de Buffon yang menjelaskan pembentukan bumi berasal dari tumbukan komet dengan matahari. Hal ini yang menyebabkan Sebagian massa matahari yang terpental jauh hingga terbentuklah suatu planet. Pendapat ini disampaikan pada tahun 1778.

4. Teori Whipple Fred L

Whipple Fred merupakan ahli astonomi yang menjelaskan pembentukan bumi yang berasal dari kabut serta gas aneh. Dimana kabut dan gas ini mengandung nitrogen dan kosmis yang berotasi dalam sebuah piringan besar. Kabut dan gas yang berotasi ini menyebabkan penggumpalan massa hingga menjadi padat.

Sedangkan gas yang ringan menguap di angkasan yang disebut sebagai planet.

5. Teori Kabut Nebula

Teori ini menurut Immanuel Kant disebut sebagai teori kabut nebula yang muncul pada tahun 1755 yang disempurnakan oleh Pierre de Laplace pada tahun 1796. Teori ini menjelaskan terdapat kumpulan gas bebas di luar angkasa yang disebut kabut nebula. Terjadinya tarik menarik antar gas yang membentuk kabut semakin besar dan bergerak cepat. Proses perputaran ini menyebabkan materi kabut terlempar dan terpisah. Hingga materi yang

(6)

terlempar tersebut mengalami pendinginan dan penggumpalan menjadi sebuah planet.

Proses terbentuknya bumi dimulai sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu melalui akresi dari nebula matahari. Pelepasan gas vulkanik diduga menciptakan atmosfer tua yang nyaris tidak beroksigen dan beracun bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup masa kini.

1. Bumi Terbentuk

Sulit untuk mengetahui kapan Bumi pertama kali terbentuk, karena tidak ada batu yang bertahan dari awal masa planet ini. Dilansir dari livescience.com, meski para ilmuwan tidak setuju pada detailnya, sebagian besar peneliti berpikir Bumi terbentuk oleh serangkaian tabrakan yang terjadi kurang dari 100 juta tahun setelah tata surya bersatu. Lebih dari 10 tumbukan dengan benda lain menambah jumlah besar ke planet kita yang sedang tumbuh, menurut sebagian besar model proses terbentuknya Bumi. Dengan mengukur usia bebatuan di bulan, dan meteorit yang ditemukan di Bumi, para ilmuwan memperkirakan Bumi terkonsolidasi 4,54 miliar tahun lalu

2. Tabrakan Bumi-Bulan

Tabrakan terakhir dalam garis waktu Bumi adalah dengan Theia, sebuah planetoid berbatu yang mungkin seukuran Mars. Protoplanet ini menyapu Bumi, meninggalkan planet kita sebagian besar utuh tetapi menghancurkan dirinya sendiri dan menerbangkan atmosfer Bumi. Puing-puing Theia yang menguap mengembun menjadi bulan Bumi. Beberapa peneliti berpikir sisa- sisa bumi pra-tabrakan masih ada jauh di dalam mantel bumi dan inti luar hari ini. Mantel adalah lapisan antara kerak permukaan dan inti.

3. Lautan Magma

Kekuatan tumbukan pembentuk Bulan membuat Bumi menjadi gumpalan magma panas yang bergolak. Kondisi neraka membuat Bumi menyerupai Venus untuk sementara waktu, dengan atmosfer yang kabur dan beruap. Tapi saat planet mendingin, lava menjadi batu dan air cair mulai mengembun, membentuk lautan pertama di Bumi. Mineral tertua yang ditemukan di Bumi, yang disebut zirkon, berasal dari masa ini dan berusia 4,4 miliar tahun.

4. Benua Pertama

Pada proses terbentuknya bumi di waktu ini, Bumi sepenuhnya tertutup oleh lempeng tektonik raksasa dari kerak benua dan samudera. Tapi lempeng tektonik pertama Bumi muda jauh lebih kecil. Protokontinen ini adalah batuan vulkanik daur ulang yang telah dilebur kembali, atau juga terkubur dan diubah menjadi batuan metamorf. Sabuk metamorf ini sering mengandung banyak deposit emas, perak, tembaga dan logam mulia lainnya. Kerak bumi yang baru tumbuh dengan cepat, dengan sekitar 70 persen kerak bumi terbentuk 3 miliar tahun yang lalu, menurut para peneliti. Penanda kimia awal kehidupan juga muncul dengan benua pertama, sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu.

(7)

5. Boring Billion

Setelah tingkat oksigen atmosfer melonjak 2,4 miliar tahun yang lalu, tidak banyak yang terjadi di Bumi selama satu miliar tahun berikutnya. Bumi begitu tenang sehingga para ilmuwan menyebut rentang waktu ini sebagai "boring billion". Pergerakan tektonik juga tenang pada waktu itu. Benua terjebak di superbenua saat masa-masa boring billion. Banyak peneliti berpikir ada hubungan antara kurangnya aktivitas tektonik dan boring billion.

6. Superkontinen

Bumi telah ditutupi oleh kumpulan benua raksasa, yang disebut superkontinen, beberapa kali di masa lalunya. Superbenua paling terkenal, Pangaea, adalah tempat kelahiran dinosaurus. Benua pertama di Bumi ditarik bersama menjadi superkontinen beberapa kali, pikir para peneliti. Sisa-sisa sabuk gunung kuno membantu para peneliti menyatukan benua-benua ke dalam pola masa lalu mereka, seperti potongan puzzle yang cocok.

7. Mulai Mendingin

Boring billion itu berlalu ketika sebuah superbenua besar terkoyak 750 juta tahun yang lalu, memicu kedinginan global yang disebut Bumi Bola Salju.

Model ini menunjukkan bahwa planet bumi tampak seperti "bola salju"

lembek yang hampir seluruhnya tertutup gletser. Letusan gunung berapi dan pelapukan batuan yang menyertai pecahnya benua super telah menjebak karbon dioksida, mendinginkan planet secara besar-besaran. Ahli geologi telah menemukan bukti gletser di setiap benua, bahkan di tempat yang berada di garis lintang tropis.

8. Muncul Kehidupan

Proses terbentuknya bumi selanjutnya berkaitan dengan tingkat oksigen atmosfer yang mulai meningkat lagi kira-kira 650 juta tahun lalu, ketika hewan pertama muncul. Bagian keras pertama pada hewan muncul selama Periode Kambrium 545 juta tahun yang lalu. Sementara para peneliti masih berbeda pendapat tentang penyebab ledakan kehidupan ini, banyak yang berpikir kombinasi faktor mendorong lompatan luar biasa ini dari sel tunggal ke makhluk kompleks.

Misalnya, benua yang menyebar mengirimkan gelombang nutrisi ke lautan dan membuka habitat baru. Dan perlombaan senjata evolusioner dimulai saat hewan berjuang untuk saling memakan dan melindungi diri dari pemangsa.

9. Kepunahan massal

Bumi telah mengalami kepunahan massal sejak Periode Kambrium, tetapi yang terbesar dalam catatan fosil adalah pada Periode Permian 252 juta tahun yang lalu. Menurut para peneliti, lebih dari 90 persen kehidupan mati hanya dalam 60.000 tahun, dibandingkan dengan 85 persen kehidupan selama kepunahan yang membunuh dinosaurus pada akhir Periode Kapur 66 juta tahun yang lalu. Namun, tersangka utama dalam kematian Permian bukanlah dampak meteorit tetapi letusan gunung berapi raksasa di Siberia. Para

(8)

ilmuwan berpikir bahwa banjir lahar besar menciptakan kondisi gas rumah kaca yang beracun. Unsur-unsur kimia di batuan tua juga mencatat kepunahan massal akibat perubahan iklim, seperti 450 juta tahun yang lalu, ketika lebih dari 75 persen spesies laut mati selama zaman es besar.

10. Zaman Es

Dalam sejarah bumi, ada lima periode utama Zaman Es. Kita berada di salah satunya sekarang. Sekitar 2,6 juta tahun yang lalu, lapisan es besar mulai merayap turun dari Kutub Utara di Belahan Bumi Utara. Lapisan es ini maju selama periode glasial yang lebih dingin dan mundur selama periode yang lebih hangat, yang dikenal sebagai interglasial. Periode interglasial modern bumi dimulai sekitar 11.500 tahun yang lalu.

11. Plastiglomerat

Meskipun era manusia telah didominasi oleh es, peneliti masa depan

menyebut periode ini sebagai Plasticene. Banyak ilmuwan berpikir kita telah menulis pesan ke masa depan dengan sampah plastik saat ini. Potongan- potongan kecil plastik muncul di mana-mana di Bumi, dari es Kutub Utara hingga lautan menuju pantai Hawaii dan beberapa di antaranya telah berubah menjadi batu yang disebut plastiglomerat. Satu juta tahun dari sekarang, plastik itu mungkin tergencet hingga terlupakan, tetapi para ilmuwan masih dapat mendeteksi sinyal kimia plastik yang berbeda.

Benua merupakan hamparan daratan yang sangat luas yang pada bagian tengahnya bersifat kering karena tidak mendapat pengaruh dan angin laut yang basah dan lembab. Benua dibatasi (dikelilingi oleh Samudra). Sementara pulau sempit daratan yang relative sempit dan dikelilingi oleh laut.

Samudera merupakan hamparan air asin yang mengelilingi daratan atau benua.

Hamparan air asin yang relative sempit disebut laut. Bentuk bumi yang tidak rata ini akhirnya menyebabkan adanya daerah yang tinggi dan rendah. Hingga akhirnya menyebabkan terakumulasinya air ke daerah yang rendah dan menyebabkan tempat yang tinggi menjadi daratan serta daerah yang rendah menjadi samudra.Lapisan luar bumi terus bergerak yang menyebabkan daratan serta samudra juga ikut bergerak, yang akhirnya membentuk suatu relief keseimbangan.

Teori yang menjelaskan bagaimana benua dapat terbentuk, antara lain:

1. Teori Konstraksi

Teori yang dikemukakan oleh James Dwight Dana dan Ellie De Baumant, seorang ahli geografi dari Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa bumi mulai mengalami pendinginan karena adanya konduksi panas. Hal ini menyebabkan adanya proses pengerutan pada permukaan bumi. Bagian yang menonjol menjadi daratan serta yang berbentuk lekukan terisi oleh air dan menjadi lautan.

2. Teori Laurasio-Gondwana

(9)

Dikemukakan oleh Eduard Suess, ia menyatakan bahwa awal mula

terbentuknya benua karena terdapat dua benua di kutub. Benua tersebut adalah benua Laurasia yang berada di kutub utara serta benua Gondwana yang berada di kutub selatan. Dua benua tersebut terpecah dan tertarik ke ekuator. Hingga akhirnya Gondwana terpecah menjadi Amerika Serikat, Afrika serta Autralia.

Sedangkan Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

3. Teori Pergeseran Benua

Teori ini dipelopori oleh Alfred Lothar Wegener, ia menyatakan bahwa benua pada mulanya hanya ada satu, yaitu Pangea. Pengaruh dari rotasi bumi

akhirnya menyebabkan Pangea terpecah-pecah menjadi beberapa benua yang sekarang ada, yaitu Asia, Eropa, Amerika, Afrika serta Autralia.

4. Teori Pemekaran Samudra

Teori yang dikemukanan oleh Harry Hammond Hess ini didasari dari hasil pemotretan satelit di dasar laut serta ekspedisi selam samudra. Melalui teori ini, Hess menyimpulkan bahwa dasar samudra mengalami pemekaran yang berpusat pada igir-igir samudra. Terdapat tiga bukti yang mendukung teorinya, antara lain:

 Di samudra Atlantik, Hindia serta Pasifik selatan, terdapat igir tengah samudra yang memanjang dan bersambung-sambung yang terbuat dari tumpukan lava

 Di sepanjang tepi benua terdapat palung laut yang memanjang sejajar jalur pegunungan di atas benua

 Jarak antara Eropa dan Amerika semakin bertambah.

5. Teori Lempeng Tektonik

Dikenal juga sebagai teori pergeseran lempeng, teori ini dikemukakan oleh Jason Morgan. Morgan menyampaikan bahwa pusat gempa yang aktif berdampingan sejajar dengan jalur pegunungan. Teori ini merupakan

penggabungan teori pergeseran benua dan pemekaran samudra serta hipotesis konveksi pada mantel atas.

B. Materi Pembentukan Bumi pada Sekolah Dasar

Bumi merupakan satu di antara planet yang ada di susunan tata surya. Para ahli astronomi dan geologi menyatakan bahwa bumi telah terbentuk sekitar 4.500 juta tahun yang lalu. Terbentuknya bumi didasari atas penelaahan paleontologi dan

stratigrafi. Saat awal terbentuk, bumi masih berupa bola pijar yang panas dengan suhu permukaan mencapai 4.000 derajat celcius. Sebab, perputaran serta adanya gas yang menyelubungi bumi, suhu panas tersebut menyebabkan terjadinya penguapan.

Secara berangsur-angsur, bagian permukaan bumi mulai mendingin. Proses

pendinginan akhirnya membuat bagian luar bumi membeku dan membentuk lapisan kerak bumi atau litosfer. Namun bagian dalam bumi hingga saat ini masih dalam keadaan panas serta berpijar. Selain membentuk kerak bumi, pendinginan massa bumi juga mengakibatkan penguapan yang sangat besar di angkas. Proses ini terjadi dalam

(10)

waktu jutaan tahun hingga terjadi akumulasi uap serta gas dengan jumlah besar. Pada saat itulah mulai terbentuk atmosfer bumi.

Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam waktu jutaan tahun akhirnya dijatuhkan sebagai hujan untuk pertama kalinya di bumi dengan intensitas yang tinggi dan waktu yang lama. Air hujan tersebut akhirnya mengisi cekungan di muka bumi dan

membentuk perairan laut dan samudra. Saat awal turun hujan yang lebat serta menutup seluruh permukaan bumi, bagian luar planet menjadi relatif dingin. Namun setelah penyerapan serta penguapan, suhu bumi meningkat hingga mencapai suhu bumi saat ini. Meningkatnya suhu bumi disebabkan oleh akresi, kompresi serta disintegrasi. Proses pembentukan lapisan bumi setelah terjadi pendinginan terbagi menjadi tiga, antara lain:

1. Tahap saat bumi merupakan planet homogeni atau belum terjadi diferensiasi dan zonafikasi

2. Proses diferensiasi atau pemilahan, saat material yang berat tenggelam menuju pusat bumi, sedangkan material yang lebih ringan bergerak ke permukaan 3. Proses zonafikasi, yaitu tahap ketika bumi terbagi menjadi beberapa zona atau

lapisan.

Permukaan bumi yang tidak rata dipengaruhi oleh tenaga endogen atau tenaga yang berasal dari dalam bumi, seperti vulkanisme, tektonisme serta gempa bumi. Bentuk bumi yang tidak rata ini akhirnya menyebabkan adanya daerah yang tinggi dan rendah. Hingga akhirnya menyebabkan terakumulasinya air ke daerah yang rendah dan menyebabkan tempat yang tinggi menjadi daratan serta daerah yang rendah menjadi samudra. Lapisan luar bumi terus bergerak yang menyebabkan daratan serta samudra juga ikut bergerak, yang akhirnya membentuk suatu relief keseimbangan.

Setidaknya terdapat lima teori yang menjelaskan bagaimana benua dapat terbentuk, antara lain:

1. Teori Konstraksi

Teori yang dikemukakan oleh James Dwight Dana dan Ellie De Baumant, seorang ahli geografi dari Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa bumi mulai mengalami pendinginan karena adanya konduksi panas. Hal ini menyebabkan adanya proses pengerutan pada permukaan bumi. Bagian yang menonjol menjadi daratan serta yang berbentuk lekukan terisi oleh air dan menjadi lautan.

2. Teori Laurasio-Gondwana

Dikemukakan oleh Eduard Suess, ia menyatakan bahwa awal mula

terbentuknya benua karena terdapat dua benua di kutub. Benua tersebut adalah benua Laurasia yang berada di kutub utara serta benua Gondwana yang berada di kutub selatan. Dua benua tersebut terpecah dan tertarik ke ekuator. Hingga akhirnya Gondwana terpecah menjadi Amerika Serikat, Afrika serta Autralia.

Sedangkan Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

3. Teori Pergeseran Benua

(11)

Teori ini dipelopori oleh Alfred Lothar Wegener, ia menyatakan bahwa benua pada mulanya hanya ada satu, yaitu Pangea. Pengaruh dari rotasi bumi

akhirnya menyebabkan Pangea terpecah-pecah menjadi beberapa benua yang sekarang ada, yaitu Asia, Eropa, Amerika, Afrika serta Autralia.

4. Teori Pemekaran Samudra

Teori yang dikemukanan oleh Harry Hammond Hess ini didasari dari hasil pemotretan satelit di dasar laut serta ekspedisi selam samudra. Melalui teori ini, Hess menyimpulkan bahwa dasar samudra mengalami pemekaran yang berpusat pada igir-igir samudra. Terdapat tiga bukti yang mendukung teorinya, antara lain:

 Di samudra Atlantik, Hindia serta Pasifik selatan, terdapat igir tengah samudra yang memanjang dan bersambung-sambung yang terbuat dari tumpukan lava

 Di sepanjang tepi benua terdapat palung laut yang memanjang sejajar jalur pegunungan di atas benua

 Jarak antara Eropa dan Amerika semakin bertambah.

5. Teori Lempeng Tektonik

Dikenal juga sebagai teori pergeseran lempeng, teori ini dikemukakan oleh Jason Morgan. Morgan menyampaikan bahwa pusat gempa yang aktif berdampingan sejajar dengan jalur pegunungan. Teori ini merupakan

penggabungan teori pergeseran benua dan pemekaran samudra serta hipotesis konveksi pada mantel atas.

C. Pembelajaran Bahan Ajar Pembentukan Bumi untuk SD

Kelas/Semester : V (Empat) / 1

Mata Pelajaran (Materi) : IPA (Pembentukan Bumi) 1. Pendekatan dan Metode

Pendekatan : Cooperative Learning

Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah 2. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa siswa dengan salam

2. Mengajak siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing dengan dipimpin oleh salah satu siswa

3. Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa

4. Melakukan apersepsi yang berkaitan dengan materi.

5. Memberi motivasi agar siswa semangat saat

(12)

pembelajaran berlangsung

6. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai kegiatan yang akan dilakukan hari ini dan apa tujuan yang akan dicapai dari kegiatan tersebut dengan bahasa yang sederhana dan dapat dipahami.

Kegiatan Inti 1. Guru mengulas sedikit materi tentang pembentukan bumi dan siswa menyimak dengan baik

2. Guru membagi siswa membentuk kelompok beranggotakan 4 orang

3. Guru membagikan Lembak Kerja Siswa yang berisikan proses pembentukan Bumi dan ciri-cirinya

4. Guru menjelaskan tentang petunjuk pengisian LKS

5. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok dengan bantuan video yang akan ditayangkan oleh guru

6. Beberapa kelompok diminta maju untuk membacakan hasil diskusinya

7. Hasil LKS dikumpulkan

8. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

9. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman 10. Mengerjakan evaluasi

Kegiatan Penutup

1. Siswa bersama guru menyimpulkan mengenai materi yang telah dibahas bersama- sama

2. Memberikan pekerjaan rumah dan

menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya

3. Alat dan Sumber belajar

Sumber :

a. Materi yang ada pada makalah

b. Video https://www.youtube.com/watch?v=DkMzQCveoc4

Alat :

a. Proyektor b. Pengeras

(13)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Teori pembentukan Bumi adalah berbagai teori yang diajukan sebagai penjelasan asal usul terbentuknya Bumi. Banyak ilmuwan yang meneliti dan menyimpulkan peristiwa terbentuknya Bumi, dengan berbagai teori dan hipotesis mereka. Proses terbentuknya bumi dimulai sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu melalui akresi dari nebula matahari. Pelepasan gas vulkanik diduga menciptakan atmosfer tua yang nyaris tidak beroksigen dan beracun bagi manusia. Juga terdapat beberapa teori pembentukan benua, yakni Teori Konstraksi, Teori Laurasio-Gondwana, Teori Pergeseran Benua, Teori Pemekaran Samudra, dan teori lempeng tektonik. Proses pembentukan bumi meliputi Bumi Terbentuk, Tabrakan Bumi-Bulan, Lautan Magma, Benua Pertama, Boring Billion, Superkontinen, Mulai Mendingin, Muncul

Kehidupan, Kepunahan massal, Zaman Es dan Plastiglomerat.

Agar anak sekolah dasar dapat mengerti materi tentang pembentukan bumi, maka materi tersebut dapat disederhanakan dan tidak terlalu rinci. Dalam penyampaiannya dapa menggunakan pendekatan Cooperative Learning, dan metode Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah

B. Saran

Semoga dengan makalah ini para guru dapat terinspirasi dalam memberikan pembelajaran tentang pembentukan bumi kepada anak sekolah dasar

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Adil, M. 2016. Periode Terbentuknya Bumi. Diakses pada tanggal 26 September 2022 melalui https://www.erlangga.co.id/materi-belajar/sma/8806-periode-terbentuknya-bumi.html Fatma, Desy. 2018. 8 Proses Pembentukan Benua dan Samudera. Diakses pada tanggal 26 September 2022 melalui https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/proses-pembentukanbenua-dan- samudera

Kelas IPS. 2022. Pengertian, Sejarah, Teori dan Proses Terbentuknya Benua dan Samudera.

Diakses pada tanggal 26 September 2022 melalui https://kelasips.com/prosesterbentuknya- benua-dan-samudera/

Kurniawan, Andre. 2021. Proses Terbentuknya Bumi dan Penjelasannya. Diakses pada 26 September 2022 melalui https://www.merdeka.com/jabar/proses-terbentuknya-bumidan- penjelasannya-tambah-pengetahuan-kln.html

Murniaseh, Endah. 2021. Bagaimana Proses Pembentukan Bumi dan Teori Terbentuknya Benua? Diakses pada tanggal 26 September 2022 melalui https://tirto.id/bagaimanaproses- pembentukan-bumi-dan-teori-terbentuknya-benua-gbpD?page=all#secondpage

Rompies, Jemima Karyssa. 2022. 11 Teori Pembenntukan Bumi dan Penjelasannya Menurut Para Ahli. Diakses pada tanggal 26 September 2022 melalui https://www.popmama.com/big- kid/6-9-years-old/jemima/teori-pembentukan-bumidan-penjelasannya/9

Referensi

Dokumen terkait

Rob atau banjir air laut adalah banjir yang diakibatkan oleh air laut yang pasang yang menggenangi daratan, merupakan permasalahan yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka

Oleh karena di dalam bumi terdapat lapisan cair liat yang panas dan bergerak, maka daratan tersebut pecah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang terus bergerak

Hal ini menyebabkan kadar fluida panasbumi menjadi sama dengan air permukaan, sehingga sering ditafsirkan bahwa fluida panas bumi tersebut merupakan aliran

Di bagian selatan penyebaran pola tahanan jenis semu rendah mencakupi daerah manifestasi panas bumi seperti tanah panas, fumarola, sulfatara, mata air panas dan batuan

Manifestasi panas bumi di daerah Lompio terdiri dari 3 mata air panas, letaknya satu sama lain berdekatan, pada elevasi rendah (21 m dpl), temperatur tertinggi 78.1 °C,

Kita dapat membagi bentuk permukaan bumi berdasarkan topografi (tinggi-rendah) nya, misalnya menjadi wilayah pegunungan (wilayah ini merupakan kesatuan kenampakan yang sama yaitu

pada sistem ini dapat dilihat dengan adanya proses condensasi (ditunjukkan pada daerah yang diarsir warna hitam) pada lapisan dari fluida diaphasa. Sedikit sekali air permukaan

Tahanan jenis rendah yang diperkirakan ber- hubungan dengan pembentukan sistem panas bumi dan merupakan daerah prospek panas bumi tersebar di sekitar mata air panas Sumani