• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA STRU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA STRU"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA

STRUKTUR BUMI

Disusun Oleh :

1.

Fibryanti Arin Priandini

(4201414012)

2.

M. Bagus Setiawan

(4201414011)

3.

Syai’im

(4201414019)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

SEMARANG

(2)

STRUKTUR LAPISAN BUMI

A. Lapisan Bumi

Gambar 1.1 struktur lapisan bumi

Menurut komposisi (jenis dari materialnya), bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut :

1. Kerak Bumi (crust)

Merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi) dengan massa

0,3% dari massa keseluruhan bumi. Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70

km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan

masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu

di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100°C.

Kerakbumiiniterbagimenjadiduabagianyaitu :

Kerakbenua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini

menempati sebagai benua..

Keraksamudera, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang

paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini

menempati dasar samudra. Memiliki massa jenis yang lebih besar daripada

(3)

2. Selimut atau Selubung (mantle)

Gambar 1.2 aliran arus konveksi pada lapisan mantel bumi

Lapisan bumi selanjutnya adalah selimut bumi yang terletak tepat

dibawah kerak bumi. Lapisan ini disebut juga dengan selubung bumi dengan

ketebalan mencapai 2.900 km. Bagian atas dari lapisan ini merupakan lapisan

batuan padat dan di bagian bawah merupakan lapisan batuan yang likuid

(cair-cair padat). Suhu di lapisan ini dapat mencapai 3000 derajat Celsius. Lapisan

ini berfungsi sebagai pelindung bagian dalam Bumi.

3. Inti Bumi (barisfer atau core)

Merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum = nikel dan ferrum = besi). Disebut barisfer karena inti bumi mempunyai massa jenis yang besar yaitu 10,7 gram/cc dibandingkan dengan kulit bumi (litosfer).

Jari-jari ± 3.470 km dan batas luarnya ± 2.900 km di bawah permukaan bumi.

Temperatur di inti bumi diperkirakan tidak lebih dari 30000C. Adanya bahan

nikel dan besi ini yang menyebabkan bumi mempunyai sifat kemagnetan yang

luar biasa. Lapisan inti dibedakan menjadi inti luar dan inti dalam. Inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai

2.200°C. Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter

sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya

(4)

B. Lithosfer

Istilah lithosfir berasal dari Bahasa Yunani yaitu lithos berarti batuan dan

sphera berarti lapisan. Lithosfer bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel bumi yang relatif padat. Karena konveksi pada mantel bumi lithosfer

pecah menjadi lempeng yang bergerak.Lithosfer tersusun atas beberapa batuan.

Dimaksud batuan di sini bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam

kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir,

kerikil dan sebagainya.

Bahan utama pembentuk kulit bumi adalah magma. Magma merupakan

batuan cair pijar yang bersuhu tinggi dan mengandung berbagai unsur mineral dan

gas. Litosfir tersusun oleh sekitar 90 jenis unsur kimia yang satu dengan lainnya

membentuk persenyawaan yang disebut Mineral. Campuran satu atau lebih

mineral disebut dengan batuan. Litosfir juga tersusun atas lapisan Sial dan lapisan

Sima. Lapisan Sialmemiliki berat jenis lebih ringan dari lapisan Sima karena lapisan ini tersusun dari silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2

dan Al2O3. Sedangkan lapisan Sima tersusun dari silisium magnesium,

senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Mg O.

Batuan pembentuk kulit bumi berdasarkan proses terjadinya, dapat

diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu: batuan beku, batuan sedimen, dan batuan

malihan (metamorf).

a. Batuan Beku (Igneous Rock)

Batuan beku berasal dari bahasa latin Inis yang artinya api (fire). Batuan

beku terbentuk akibat pembekuan cairan magma baik di dalam maupun di atas

permukaan bumi yang mengalami pembekuan. Magma panas yang bergerak dari

dalam bumi ke permukaan melalui kepundan gunungapi, karena suhunya rendah

sehingga akan membeku. Aktifitas magma yang mengalami pembekuan akan

membentuk pada tempat berbeda dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

a. Batuan beku dalam atau plutonik;

b. Batuan beku korok atau porfirik; dan

(5)

Material magma yang mengalami pembekuan di permukaan bumi disebut

batuan beku luar atau batuan ekstrusi atau batuan vulkanis. Material magma yang

membeku pada lubang kepundan atau retakan kulit bumi disebut batuan korok

atau porfirik. Material magma yang membeku berada jauh di dalam bumi (15-50

km) disebut batuan beku dalam atau plutonik yang memiliki ciri-ciri sebagai

berikut :

a. Umumnya berbutir lebih kasar dibandingkan batuan ekstrusi.

b. Jarang memperlihatkan struktur visikular (mengandung lubang-lubang

benda gas).

c. Batuan dapat merubah batuan yang berbatasan pada semua sisinya.

Berdasarkan ukurannya (diameter), batuan plutonik dapat dibedakan atas

dua jenis, yaitu plutonik tabular dan plutonik masif. Batuan beku plutonik tabular

berukuran relatif kecil dan biasanya terletak agak dekat ke permukaan bumi.

Kalau diperhatikan dari letak dan bentuknya di dalam batuan sekitarnya membeku

dikenal ada dua macam yaitu Sill dan Dike. Sill merupakan batuan plutonik

tabular yang jika dilihat dari posisinya bersifat concordant selaras dengan lapisan

batuan sekitarnya. Letaknya ada yang mendatar, miring atau tegak sesuai arah

lapisan. Sedangkan Dike merupakan tabular yang jika dilihat dari posisinya bersifat discordant atau memotong lapisan batuan sekitar. Hal ini terjadi karena dorongan magma ketika memasuki lapisan batuan itu cukup kuat sehingga batuan

sulit sekali untuk dihancurkan. Batuan korok atau gang, yaitu batuan yang

mengalami proses pembentukannya melalui pembekuan pada retakan dan rekahan

batuan. Batuan ini terdiri dari kristal besar, kristal kecil dan ada yang tidak

mengkristal, seperti granit fosfir.

Batuan beku luar, yaitu proses pembentukan batuan di luar permukaan

bumi, karena magma yang keluar dari permukaan bumi dan mengalami

pembekuan. Pembekuan yang cepat menyebabkan magma membentuk

kristalkristal kecil, seperti; andesit dan riolit, bahkan sama sekali tidak

mempunyai kristal (amorf), seperti; batu apung dan batu kaca. Batuan beku luar

memiliki ciriciri sebagai berikut :

(6)

b. Memperlihatkan struktur visikular (adanya lubang-lubang bekas materi

gas yang terperangkap).

c. Kristal mineral batuannya menunjukan tekstur Aphanitis (kristal yang halus dan amorf).

Adapun jenis-jenis batuan beku sangat penting yang tersebar di alam

ini adalah :

1) Granit

Granit merupakan batuan beku dalam, dengan mineral berbutir kasar

sampai sedang. Warna terang disebabkan karena kandungan feldspar, umumna

putih, kelabu, merah jambu atau merah. Granit dalam bumi dan tersingkap di

permukaan, karena erosi dan tektonik. Granit dapat digunakan sebagai bahan

pengeras jalan, galangan kapal, bahan pemoles lantai, pondasi serta pelapis

dinding.

2) Granodiorit

Granodiorit seperti granit yang termasuk batuan beku dalam, mineral

berbutir kasar sampai sedang, warna terang. Granodiorit dapat digunakan untuk

pengeras jalan, pondasi dan lain-lain. Granodiorit banyak terdapat di alam dalam

(7)

3) Diorit

Diorit termasuk batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar sampai

sedang, warnanya agak gelap. Diorit merupakan batuan yang banyak terdapat di

alam yang digunakan untuk pengeras jalan, pondasi dan sebagainya.

4) Andesit

Andesit terbentuk dari dari leleran diorit, mineralnya berbutir halus,

komposisi mineral sama dengan diorit, warnanya kelabu. Gunungapi di Indonesia

umumnya mengeluarkan batuan andesit dalam bentuk lava maupun piroklastika.

Batuan mengandung mineral hornblenda dan ada yang mengandung piroksin.

Andesit digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konkresi beton, dan

yang berstruktur lembar banyak digunakan sebagai batu tempel.

(8)

Gabro berwarna hitam, mineralnya berbutir kasar sampai sedang. Batuan

ini digunakan untuk pengeras jalan, pondasi dan baik untuk lantai atau pelapis

dinding.

6) Basal

Basal merupakan batuan leleran dari Gabro, mineralnya berbutir halus dan

berwarna hitam. Gunungapi di Indonesia sebagian besar mengeluarkan basal

dalam bentuk lava maupun piroklastik. Basal berstruktur lembar sebagai batu

tempel pada bangunan. Basal umumnya berlubang bekas gas, terutama bagian

muka. Batuan ini digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konkresi

beton dan bangunan lainnya.

7) Batukaca (Obsidian)

Batukaca merupakan batuan yang tidak memiliki susunan dan kristal

(metamorf). Batuan ini terbentuk akibat lava membeku tiba-tiba. Batukaca berwarna coklat, kelabu, kehitaman atau putih seperti kaca. Batuan ini banyak

(9)

8) Batuapung

Batuapung terbentuk dari lava yang mengandung gas. Cairan lava

membeku, maka gas keluar, sehingga berlubang-lubang. Lubang-lubang bekas gas

menyebabkan batuapung ringan. Di Indonesia batuapung yang terkenal dihasilkan

oleh Gunung Krakatau. Batuapung dapat digunakan untuk memperhalus kayu.

b. Batuan Sedimen

Batuan sedimen atau endapan terbentuk karena proses pengendapan

material hasil erosi. Sekitar 80% permukaan benua tertutup oleh batuan sedimen.

Material batuan endapan terdiri dari berbagai jenis partikel, ada yang halus, kasar,

berat, dan ada juga yang ringan.

Berdasarkan Proses Pengendapannya, batuan endapan diklasifikasikan

menjadi: batuan sedimen klastik, batuan sedimen kimiawi, dan batuan sedimen organik.

1) Batuan sedimen klastik

Batuan ini memiliki susunan kimia yang sama dengan susunan kimia

batuan asalnya. Artinya, proses pembentukan batuan hanya mengalami

penghancuran secara mekanik. Batu yang besar mengalami lapuk atau hancur

menjadi lebih kecil. Pecahan batu ini terangkut hujan, longsor atau

bergulingguling masuk ke dalam sungai. Arus sungai menghancurkan batu

menjadi kerikil, pasir, lumpur serta mengendapkan di tempat lain, seperti

konglomerat. Selain itu ada batuan sedimen non klastik yang dibedakan atas dasar

komposisinya. Batuan sedimen non klastik akibat batuan mengalami pemanasan,

sehingga air menguap, maka sisa material tersebut membeku, seperti; batu

(10)

2) Batuan sedimen kimiawi

Batuan ini terbentuk karena proses kimia, seperti pelarutan, penguapan,

oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya. Hasil pengendapan secara kimiawi, seperti;

batu kapur. Hujan yang mengandung CO2 terjadi di gunung kapurm air hujan

meresap ke dalam retakan halus (diaklas) batu gamping (CaCO3). Batu gamping

larut dengan air menjadi larutan air kapur atau Ca(HCO3)2 sampai ke atap gua

kapur. Tetesan air kapur itu membentuk stalaktit di atap gua dan stalagmit di dasar

gua. Kedua bentukan sedimen kapur tersebut disebut batuan sedimen kimiawi.

3) Batuan sedimen organik

Batuan ini terbentuk karena sebagian material berasal dari organisme,

seperti, daun, ranting atau bangkai binatang tertendapkan dan tertimbun di dasar

laut. Berdasarkan tenaga pengangkutnya, batuan sedimen dapat diklasifikasikan

menjadi 3, yaitu :

a. Angin membentuk Batuan sedimen aerik(aeolis),seperti; tanah los, tuf, dan

pasir di gurun.

b. Es membentuk Batuan sedimen glasial, seperti ; Moraine.

c. Air yang mengalir membentuk Batuan sedimen aquatik, seperti; batu pasir, batu lempung dan sebagainya..

d. Air laut membentuk Batuan sedimen marin, seperti batu pasir.

(11)

c. Batuan Metamorf

Batuan metamorf diakibatkan oleh proses metamorfosis. Batuan ini

berasal dari batuan beku atau sedimen, karena adanya tekanan atau temperatur,

sehingga susunan struktur maupun kimianya berubah. Batuan Metamorfik

diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :

a. Metamorfik termik (kontak), terbentuk karena adanya kenaikan suhu,

seperti; batu pualam atau marmer.

b. Metamorfik Dinamik (sintektonik), terbentuk karena adanya tekanan

tinggi, biasanya tenaga tektonik. Jenis batuan metamorfisa banyak ditemui

di daerah patahan dan lipatan, seperti; batu sabak dan batubara.

c. Metamorfik termik pneumatolitik, terbentuk karena adanya kenaikan suhu

disertai masuknya zat bagian magma ke dalam batuan, seperti; azurit

mineral (pembawa tembaga), topas, dan turmalin (batu permata).

Gambar 1.5 contoh jenis-jenis batuan metamorf

C. Kekar dan Sesar

Kekar adalah struktur retakan/rekahan terbentuk pada batuan akibat suatu gaya yang bekerja pada batuan tersebut dan belum mengalami pergeseran.

(12)

1. Shear Joint (Kekar Gerus) adalah retakan / rekahan yang membentuk pola saling berpotongan membentuk sudut lancip searah gaya utama. Kekar ini umumnya bersifat tertutup.

2. Extension Joint adalah retakan/rekahan yang berpola sejajar dengan searah gaya utama, Umumnya bentuk rekahan bersifat terbuka dan panjang.

3. Release Joint adalah retakan/rekahan yang berpola tegak lurus dengan arah gaya utama dan bentuk rekahan umumnya terbuka.

Sesar merupakan retakan yang mempunyai pergerakan searah dengan arah retakan.

Menurut Anderson (1942) ada tiga kategori utama sesar, yaitu sesar normal atau sesar turun (normal fault), sesar sungkup/sesar naik (reverse fault , thrust fault ) sesar mendatar (wrench fault atau strike-slip fault).

D. Lempeng Tektonik

Lempeng Tektonik merupakan gabungan dari dua kata yaitu lempeng dan

tektonik. Lempeng adalah lembaran-lembaran raksasa berwujud kerak benua dan

kerak samudra yang bergerak dan mengapung dipermukaan bumi. Sedangkan

(13)

meninjau bagaimana kerak benua dan kerak samudra yang disebut lempeng

tersebut bergerak terpisah dan bertubrukan.

Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa lempeng

tektonik. adalah pergerakan lempeng-lenpeng bumi yang menimbulkan lekukan,

lipatan, rekahan dan patahan yang biasanya di iringi dengan goncangan yang

disebut gempa bumi. Lempeng tektonik adalah penyebab terbentuknya permukaan

bumi seperti yang kita lihat sekarang ini.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle). Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat

pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini

bergerak mengalir seperti cairan (fluid).

Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan

satu dengan lainnya. Lempeng litosfer yang kita kenal sekarang ini ada 6 lempeng

besar, yaitu lempeng Eurasia, Amerika utara, Amerika selatan, Afrika, Pasifik,

(14)

Sebuah aspek kunci dari teori lempeng tektonik adalah bahwa skala waktu

geologis lantai samudera adalah fitur transient, membuka dan menutup saat

lempeng-lempeng bergeser. Lantai samudera dikonsumsi oleh sebuah proses yang

disebut subduksi, dimana lempeng tektonik menurun kedalam mantel bumi. Zona

subduksi adalah lokasi dari palung samudera, aktivitas gempa bumi tinggi, dan

sebagian besar gunung api utama dunia.

Saat sebuah lempeng samudera bertabrakan dengan lempeng samudera

lain atau dengan sebuah lempeng yang membawa benua, satu lempeng akan

melengkung dan bergeser dibawah yang lainnya. Proses ini disebut sibduksi. Saat

lempeng tersubduksi tenggelam jauh kedalam mantel, ia menjadi begitu panas

sehingga mencairkan batuan sekitar. Batuan cair naik lewat kerak dan keluar pada

permukaan dari lempeng di atasnya. sebagian besar zona subduksi saat ini berada

di lantai samudera pasifik. Bila lantai pasifik sangat dekat, seperti diramalkan

dalam 350 juta tahun mendatang saat Amerika yang bergerak ke barat bertabrakan

dengan Eurasia, maka sebagian besar zona subduksi planet akan lenyap

bersamanya.

Lempeng tektonik adalah ide yang relatif baru. Teori lempeng tektonik

memperoleh penerimaan luas hanya pada tahun 1960. Sekitar 50 tahun

sebelumnya, ahli geofisika Jerman Alfred Wegener (1880-1930) mengembangkan

teori terkait dikenal sebagai pergeseran benua.

Wegener berpendapat bahwa posisi benua bumi tidak tetap. Dia percaya

sebaliknya bahwa mereka mobile dan dari waktu ke waktu melayang sekitar di

permukaan.

Bukti paling jelas Wegener untuk teorinya adalah fakta bahwa beberapa benua di

dunia cocok sama seperti potongan puzzle dalam jig-saw. Berdasarkan hal ini, ia

mengusulkan bahwa benua di dunia yang sebelumnya tergabung dalam satu massa

benua besar, superbenua Pangaea ia disebut (diucapkan pan-JEE-ah). Wegener

percaya bahwa superbenua ini telah kemudian dipecah menjadi enam benua masa

(15)

dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener. Adapun yang mendasari teori

Wegener adalah sebagai berikut:

1. Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua

Amerika Utara dan Amerika Selatan dengan garis kontur pantai barat

Eropa dan Benua Afrika. Menurut teori ini kedua benua tersebut adalah

daratan yang berimpitan. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan kondisi

geologi di bagian-bagian tertentu di antara kedua wilayah tersebut.

Formasi geologi di sepanjang pantai barat Sierra Leone sampai Tanjung

Afrika Selatan, sama dengan apa yang ada di Pantai Timur Amerika, dari

Peru sampai Bahia Blanca.

2. Daerah Greenland saat ini mengalami pergerakan yang semakin menjauhi

daratan Eropa dengan kecepatan kurang lebih 36 meter per tahun.

Demikian pula Kepulauan Madagaskar bergerak menjauhi Afrika Selatan

dengan kecepatan 9 meter per tahun. Menurut Wegener, benua-benua yang

ada sekarang ini, dulu merupakan satu Benua Pangea. Bukti-bukti adanya

pergeseran Benua Pangea, adalah sebagai berikut:

a. Bentangan-bentangan samudra dan benua-benua yang mengapung

sendiri-sendiri. Menurut penelitian, lempeng-lempeng benua dan

lempeng samudra mengapung pada suatu lapisan yang agak cair

sehingga lempeng-lempeng tersebut mudah mengalamai

pergeseran. Akan tetapi pergeseran yang terjadi memerlukan waktu

yang relatif lama, bisa ribuan bahkan jutaan tahun.

b. Samudra Atlantik menjadi semakin luas karena Benua Amerika

masih terus bergerak ke arah barat, semakin menjauh dari Benua

Afrika. Sehingga terjadi lipatan-lipatan kulit bumi yang menjadi

jajaran pegunungan utara-selatan, yang terdapat di sepanjang pantai

Amerika Utara bagian selatan. Hal ini bisa dilihan adanya

rangkaian Pegunungan Rocky, rangkaian Pegunungan Sierra

Madre, terus ke arah selatan (Amerika Latin) yaitu rangkaian

pegunungan Cordilleras de Losandes (Pegunungan Andes)

c. Adanya kegiatan seismik (gempa bumi) yang luar biasa di

(16)

pergerakan Benua Amerika ke arah barat menyebabkan

tumbukan-tumbukan lempeng yang menimbulkan getaran gempa dan

menghasilkan pegunungan lipatan sepanjang pantai barat Benua

Amerika.

d. Batas Samudra Hindia makin mendesak ke utara. Anak benua yang

semula diduga agak panjang, tetapi gerakannya ke utara. Maka

India makin menyempit dan makin mendekati Benua Eurasia.

Proses ini juga menimbulkan terjadinya Pegunungan Himalaya.

Proses pergerakan lempeng Samudra Hindia masih terus

berlangsung sehingga rangkaian Pegunungan Himalaya terus

terangkat naik akibat adanya tumbukan lempeng Samudra Hindia

dengan lempeng Benua Asia-Eropa.

Proses pemisahan kedua benua ini dapat dilihat dengan beberapa bukti antara

pantai barat Benua Afrika dengan pantai timur Benua Amerika, sebagai berikut:

A. Terdapat persamaan jenis batuan di pantai barat Benua Afrika dengan

pantai timur Benua Amerika.

B. Adanya persamaan beberapa jenis tumbuh-tumbuhan.

C. Persamaan beberapa jenis hewan.

D. Terdapat tanggul dasar samudra di tengah Samudra Atlantik yang

(17)

E. Pergerakan Lempeng

Kerakbumi (lithosfer) dapat diterangkan ibarat suatu rakit yang sangat

kuat dan relatif dingin yang mengapung di atas mantel astenosfer yang liat dan

sangat panas, atau bisa juga disamakan dengan pulau es yang mengapung di atas

air laut. Ada dua jenis kerak bumi yakni kerak samudera yang tersusun oleh

batuan bersifat basa dan sangat basa, yang dijumpai di samudera sangat dalam,

dan kerak benua tersusun oleh batuan asam dan lebih tebal dari kerak samudera.

Kerakbumi menutupi seluruh permukaan bumi, namun akibat adanya aliran panas

yang mengalir di dalam astenofer menyebabkan kerakbumi ini pecah menjadi

beberapa bagian yang lebih kecil yang disebut lempeng kerakbumi. Dengan

demikian lempeng dapat terdiri dari kerak benua, kerak samudera atau keduanya.

Arus konvensi tersebut merupakan sumber kekuatan utama yang menyebabkan

terjadinya pergerakan lempeng.

Kebanyakan ahli geologi modern percaya arus konveksi di astenosfer

adalah kekuatan pendorong untuk gerakan lempeng. Kerak bumi (lithosfer) dapat

diterangkan ibarat suatu rakit yang sangat kuat dan relatif dingin yang mengapung

di atas mantel astenosfer yang liat dan sangat panas, atau bisa juga disamakan

dengan pulau es yang mengapung di atas air laut sehingga kerak bumi bergerak

mengikuti arah gerak dari astenosfer itu sendiri. Menurut teori konveksi proses

pergerakan lempeng disebabkan energi panas di pusat planet ini dibawa ke

permukaan oleh arus. Saat mereka mencapai permukaan, arus dingin dan mulai

tenggelam kembali ke tengah.

Di bawah kerak, tekanan yang diberikan pada bagian bawah piring oleh

arus konveksi membantu untuk mendorong piring bersama. Lempeng bergerak

pada tingkat sekitar 1 inci (2,5 cm) per tahun. Piring tercepat bergerak lebih dari 4

inci (10 cm) per tahun.

Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang

satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis,

(18)

1. Zona Batas Divergen

Lempeng divergen adalah keadaan dimana suatu lempeng akan bergerak

saling menjauhi, sehingga pada pusat pergerakan lempeng akan terbentuk lapisan

astenosfer yang baru dan menyebabkan makin meluasnya area dari lempeng

tersebut.

Ada dua macam zona yang terbentuk akibat kejadian lempeng divergen, yaitu:

a. Zona divergen antara lempeng-lempeng pada lantai dasar samudera.

Model Zona Divergen. Sumber: Handout Tektonik Lempeng, Salahuddin Husein

(2012)

 Tempat pertemuan dua batas lempeng dengan tipe Lempeng divergen

disebut seafloor spreadingatau spreading center. Contohnya terdapat pada pertemuan antara lempeng Amerika Utara dan lempeng Eurasia di Samuera

Antartika, sedangkan

(19)

Zona divergen antara Lempeng Eurasia-Amerika Utara, Islandia. Sumber:

http://id.wikipedia.org

Ciri-ciri morfologi zona divergen:Keadaan ini menyebabkan terjadinya rekahan

yang cukup besar pada daratan. Rekahan itu akan terus meluas setiap tahunnya.

Sebagai contoh yang terjadi di Afrika Timur yang dikenal sebagai Great Rift

Valley.

 Adanya bekas tarikan berlawanan arah antara kedua lempeng, yang bisa ditandai

dengan: celah antara kedua lempeng, atau bisa juga dengan adanya penipisan

lempeng di pertengahan kedua arah gaya.

 Pada zona ini bisa terbentuk gunungapi, dimana magma di dalam bumi akan lebih

mudah mencapai permukaan (dikarenakan lempeng yang menipis). Dicirikan

gunungapi cenderung berbentuk landai.

(20)

Gunung Himalaya, salah satu bentuk morfologi alam hasil konvergensi lempeng

benua. Sumber: www.makegoodtime.com

Ada tiga model dari tipe lempeng konvergen, yaitu :Sesuai dengan

namanya, zona ini terbentuk akibat pergerakan lempeng yang sifatnya konvergen.

Pergerakan Lempeng kovergen yaitu gerakan yang merepresentasikan bahwa

terdapat lempeng-lempeng yang saling mendekat, bahkan bertumbukan. Pada

tipikal zona konvergen berupa penunjaman lempeng samudera-lempeng benua,

hal tersebut menyebabkan salah satu dari lempeng—yaitu lempeng samudera—

akan tersubduksi ke dalam mantel.

1. Pertemuan antara lempeng samudera dengan lempeng samudera.

Model Zona Batas Konvergen (Samudera – Samudera). Sumber: Handout

Tektonik Lempeng, Salahuddin Husein (2012)

Pada daerah konvergensi lempeng samudera-lempeng samudera, salah satu

lempeng yang beratnya lebih tinggi dari lempeng lainnya akan tersubduksi ke arah

mantel. Sehingga, pada daerah pertemuan tersebut akan terbentuk daerah

kepulauan yang terdiri dari gunung-gunung laut. Pertemuan lempeng yang seperti

(21)

meter, contohnya adalah rangkaian kepulauan yang dipenuhi gunung api

sepanjang Mariana Trench di bagian barat Samudera Pasifik.

2. Pertemuan antara lempeng samudera dengan lempeng benua.

Model Zona Batas Konvergen (Benua – Samudera). Sumber: Handout Tektonik Lempeng, Salahuddin Husein (2012)

Karena densitas lempeng samudera lebih tinggi, lempeng samudera akan

tersubduksi ke arah mantel dan menyebabkan terbentuknya gunung-gunung api

aktif di daratan benua. Adapun terjadinya gunung-gunung aktif tersebut, adalah

karena adanya pergesekan antara lempeng samudera dengan batuan-batuan di

sekitarnya, dimana batuan akan leleh dan berubah fase menjadi cair (magma). Hal

itu terjadi karena pergerakan lempeng samudera. Akibatnya, magma akan

merambat ke permukaan melalui rekahan-rekahan, sehingga terbentuklah gunung

api. Daerah konvergen ini dicirikan dengan adanya aktivitas seismik yang cukup

tinggi, bahkan kebanyakan gelombang tsunami tak jarang terjadi akibat hal

(22)

daerah zona penyusupan di sepanjang Pantai barat Sumatera dan di sepanjang

Pantai Selatan Jawa.

3. Pertemuan antara lempeng benua dengan lempeng benua.

Model Zona Batas Konvergen (Benua – Benua). Sumber: Handout Tektonik

Lempeng, Salahuddin Husein (2012)

Peristiwa konvergensi ini mengakibatkan terjadinya lipatan yang semakin

lama areanya semakin luas dan semakin tinggi, sebagai contoh adalah

pembentukan pegunungan Himalaya dan daerah dataran tinggi Tibet.

Ciri-ciri morfologi zona konvergen:

 Jika salah satu lempeng menunjam ke dalam mantel, dapat kita lihat bahwa di

permukaan bumi tersebut, terdapat kenampakan batas penunjaman antara kedua

lempeng, dimana satu lapisan lempeng terlihat masuk ke dalam lapisan lempeng

lain. Batas antara kedua lempeng ini disebut

 Terdapat bentang alam berupa busur pegunungan. Pegunungan tersebut akan

memanjang sesuai dengan jalur trench. Tipikal gunung biasanya berwujud tinggi.

(23)

menunjam dapat menyebabkan batuan sekitar menjadi leleh dan berwujud

magma, lalu magma mencapai permukaan bumi.

 Jika terbentuk di laut, bisa memicu terjadinya busur kepulauan gunungapi.

 Jika terbentuk di zona konvergensi samudera-benua, akan memicu busur

gunungapi tepi kerak benua.

 Jika terbentuk di pertemuan lempeng benua, akan membentuk wilayah

pegunungan (mountain range) yang cukup tinggi.

3. Zona Batas Transform

Model Zona Batas Transform. Sumber: Handout Tektonik Lempeng, Salahuddin

Husein (2012)

Tipe pertemuan antara dua lempeng tektonik yang bergerak secara

horisontal dan berlawanan arahnya. Tidak seperti pola struktur yang terbentuk

dalam zona konvergen, pada tipe zona transform tidak ada pembentukan lapisan

astenosfer baru atau terjadinya penunjaman yang dilakukan oleh salah satu

lempeng terhadap lainnya. Tipe pergerakan transform bisa terjadi, baik di antara

(24)

pergerakan transform yang terjadi pada dua buah lempeng benua di

California,mengakibatkan terjadinya Patahan San Andreas.

Patahan San Andreas, Los Angeles, Amerika Serikat.

Sumber: www.geologiundip.blogspot.com

Ciri-ciri morfologi zona transform:

Pergerakan lempeng yang saling berlawanan arah akan membentuk

struktur geologi yang berbentuk seperti patahan/sesar secara horizontal.

E. Gempabumi

1. Pengertian Gempabumi

Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan

energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya

lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya

gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi

yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi

sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

2. Karakteristik Gempabumi

Adapunkarakteristikgempabumiadalahsebagaiberikut:

 Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat

(25)

 Akibatnya dapat menimbulkan bencana  Berpotensi dapat terulang lagi

 Belum dapat diprediksi

Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan

timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya

gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung

api tersebut.

b. Gempa bumi tektonik. Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya

aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik

secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil

hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan

kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang

kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik

disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran

lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan

dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan

antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari

tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak

itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan

tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan

satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa

(26)

4. Penyebab Terjadinya Gempabumi

Berikutiniadalahbeberapapenyebabterjadinyagempabumi, yaitu:

a. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi

b. Aktivitas sesar di permukaan bumi

c. Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan

tanah

d. Aktivitas gunung api

e. Ledakan Nuklir

Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa

dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut

dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat

menimbulkan korban jiwa. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya

tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak

permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan

berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat

runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya.

(27)

Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi

beberapa lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik adalah segmen keras

kerak bumi yang mengapung diatas astenosfer yang cair dan panas. Oleh

karena itu, maka lempeng tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling

berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng-lempeng tektonik,

merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang

menyebabkan gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan dataran

tinggi. Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi dari teori

sebelumnya yaitu: Teori Pergerakan Benua (Continental Drift) dan Pemekaran Dasar Samudra (Sea Floor Spreading). Lapisan paling atas bumi, yaitu litosfir, merupakan batuan yang relatif dingin dan bagian

paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan ini

terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini

sedemikian panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku,

sehingga dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang

kita kenal sebagai aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan

bagian dari litosfir padat dan terapung di atas mantel ikut bergerak satu

sama lainnya. Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik

relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling

menjauhi (spreading), saling mendekati(collision) dan saling geser (transform).

Jika dua lempeng bertemu pada

suatu sesar, keduanya dapat

bergerak saling menjauhi, saling

mendekati atau saling bergeser.

Gerakan ini berlangsung lambat

dan tidak dapat dirasakan oleh manusia namun terukur sebesar 0-15cm

pertahun. Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling

mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus

sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi

kuat menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang

(28)

6. Jalur Gempabumi Dunia

Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi karena dilalui oleh

jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia,

lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bergerak

relatip ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara

lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat. Jalur pertemuan lempeng

berada di laut sehingga apabila terjadi gempabumi besar dengan

kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga

Indonesia juga rawan tsunami.

Belajar dari pengalaman kejadian gempabumi dan tsunami di Aceh,

Pangandaran dan daerah lainnya yang telah mengakibatkan korban ratusan

ribu jiwa serta kerugian harta benda yang tidak sedikit, maka sangat

diperlukan upaya-upaya mitigasi baik ditingkat pemerintah maupun

masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana gempabumi dan

tsunami. Mengingat terdapat selang waktu antara terjadinya gempabumi

dengan tsunami maka selang waktu tersebut dapat digunakan untuk

memberikan peringatan dini kepada masyarakat sebagai salah satu upaya

mitigasi bencana tsunami dengan membangun Sistem Peringatan Dini

(29)

7. Sejaarah Besar Gempabumi Dunia

 30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan

gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko,

gempa ini berkekuatan 7,9 Skala Richter(BMG Amerika)

mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan

sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam

reruntuhan bangunan.

 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter

mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga

Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum

diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga

pengevakuasian warga terhambat.

 12 September 2007 - Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9

Skala Richter

 9 Agustus 2007 - Gempa bumi 7,5 Skala Richter

 6 Maret 2007 - Gempa bumi tektonik mengguncang provinsi

Sumatera Barat, Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang

tewas [3].

 27 Mei 2006 - Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang

Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006

kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi

tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States

Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari

6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan

tempat tinggal.

 8 Oktober 2005 - Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter

di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500

orang tewas.

 26 Desember 2004 - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala

(30)

menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana

alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.

 26 Desember 2003 - Gempa bumi kuat di Bam, barat daya Iran

berukuran 6.5 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari

41.000 orang tewas.

 21 Mei 2002 - Di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala

Richter dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.

 26 Januari 2001 - India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan

6,9 pada skala Richter menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas.

 17 Januari 1995 - Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala

Richter dan merenggut 6.000 nyawa.

 30 September 1993 - Di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala

Richter dan menewaskan 1.000 orang.

 12 Desember 1992 - Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala

richter dan menewaskan 2.500 orang.

 21 Juni 1990 - Di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter,

merengut 50.000 nyawa.

 7 Desember 1988 - Barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala

Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.

 19 September 1985 - Di Mexico Tengah dan berukuran 8,1 pada

Skala Richter, meragut lebih dari 9.500 nyawa.

 16 September 1978 - Di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala

(31)

 4 Maret 1977 - Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR,

menelan sekitar 1.570 korban jiwa, diantaranya seorang aktor

Rumania Toma Caragiu, juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares (Bucureşti).

 28 Juli 1976 - Tangshan, Cina, berukuran 7,8 pada skala Richter

dan menyebabkan 240.000 orang terbunuh.

 4 Februari 1976 - Di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter

dan menyebabkan 22.778 terbunuh.

 29 Februari 1960 - Di barat daya pesisir pantai Atlantik di

Maghribi pada ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira

12.000 kematian dan memusnahkan seluruh kota Agadir.

 26 Desember 1939 - Wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan

menyebabkan 33.000 orang tewas.

 24 Januari 1939 - Di Chillan, Chile dengan ukuran 8,3 pada skala

Richter, 28.000 kematian.

 31 Mei 1935 - Di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan

menewaskan 50.000 orang.

 1 September 1923 - Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala

Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa

8. Upaya Pengurangan Bencana Gempabumi

Untukmenghadapibencanagempabumi, makadiperlukanstrategi yang

tepat, diantaranya:

a. Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya

di daerah rawan gempa.

b. Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.

c. Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.

d. Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.

e. Merencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat

kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi.

f. Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan

(32)

g. Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya

gempa bumi dan cara - cara penyelamatan diri jika terjadi gempa

bumi.

Sumber :

 Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya

di Indonesia, Set BAKORNAS PBP dan Gempa bumi dan Tsunami,

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen

Energi dan Sumberdaya Mineral. 2010.

 Modul Bumi dan Antariksa. UPI.

 Handout Tektonik Lempeng, Salahuddin Husein (2012).

www.makegoodtime.com

www.geologiundip.blogspot.com

Gambar

Gambar 1.1 struktur lapisan bumi
Gambar 1.2 aliran arus konveksi pada lapisan mantel bumi
Gambar 1.4 contoh jenis-jenis batuan sedimen
Gambar 1.5 contoh jenis-jenis batuan metamorf

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Monroe dan Krishnan (1985) dan Zeithaml (1988) dalam Amir Nasermoadeli, Kwekachaoon Ling, dan Farshad Maghnati (2013) menyatakan bahwa produk yang baik nilai

Genki Ramadyan, orang yang selalu sedia buat bantu temennya dan gak pernah complain padahal temennya selallu ngerepotin, terimaksih untuk bantuannya yang

Keywords: Biomass, black carbon, gas emission, indoor cooking, in-kitchen air, opacity, particulate matter,

perbedaan yang nyata (signifikan) antara rendemen dengan perlakuan bahan baku daun utuh dan daun rajang, dimana t hitung lebih besar dari t tabel (4,678 >

Kerugian ketiga adalah extravasasi yang jauh lebih lambat dari sistem pembawa polimer dibandingkan dengan obat berat molekul kecil.. Hali ini merupakan hasil dari

Sedangkan Desa Siaga dilaksanakan melalui pembentukan Poskesdes, yaitu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat ( UKBM ) yang dibentuk di desa dalam rangka

satu langkah proses produksi dan merupakan masukan pada langkah selanjutnya yang berakhir pada produk akhir yang dikehendaki. Terdapat limbah atau KBP seperti reject, limbah padat,

“Kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan di rumah sakit tanpa diomeli karena kau sedang sakit!”Leon terdiam lagi.“Ada apa?” tanya Sandra.“Hanya satu hal yang tidak bisa