PENDAHULUAN
RumusanMasalah
TujuanPenelitian
ManfaatPenelitian
KAJIAN PUSTAKA
Pengertian dakwah
Ali Makhpudhz berkata dalam kitabnya Hidayatul Mursyidin bahawa dakwah mendorong manusia untuk berbuat kebaikan dan mengikuti petunjuk (agama), menyeru kepada kebaikan dan mencegah daripada melakukan kemungkaran demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. .”9. Menurut Sayyid Quthub dakwah ialah “usaha mewujudkan sistem Islam dalam kehidupan sebenar daripada peringkat sekecil-kecilnya, seperti keluarga, hingga sebesar-besarnya, seperti negara atau umat, dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat." 14 g.
Hukum dakwah
Dan orang-orang yang beriman, sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Kerana orang munafik juga melakukan kejahatan berdampingan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran QS.
Unsur-unsur dakwah
Secara umum Al-Quran menjelaskan bahwa ada tiga jenis madu, yaitu: mukmin, fasik, dan kafir. Kafir dapat dibedakan menjadi kafir zimmi dan kafir harbi. Mad’u atau mitra dakwah terdiri dari kelompok masyarakat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, mengklasifikasikan mad'u sama saja dengan mengklasifikasikan manusia itu sendiri dari aspek profesi, ekonomi, dan sebagainya.30.
Muhammad Abduh membahagikan Mad'un kepada tiga golongan,31 iaitu 1) Golongan cerdik pandai yang cintakan kebenaran, boleh berfikir. kritis dan dapatkan soalan dengan cepat. 36 I'anatut Thoifah, Manajaemen Dakawah, (tc;. Prinsip kaedah dakwah bil hikmah adalah bertujuan mad'u daya intelek pemikiran mereka yang dikategorikan sebagai khawas, intelektual atau saintis. Demikianlah dakwah yang diberikan. akan diterima dengan ikhlas dan sampai ke hati orang gila dan membawa kebaikan, perpaduan, dan bukan penceraian.
Prinsip metode ini ditujukan kepada mad’u yang kemampuan intelektual, pemikiran dan pengalaman spiritualnya tergolong awam. Akhlak yaitu media dakwah melalui tindakan nyata yang mencerminkan ajaran Islam yang dapat dilihat dan didengar langsung oleh mad'u.43. Materi dakwah merupakan isi pesan yang disampaikan oleh khatib kepada mad'u untuk menuju tercapainya tujuan dakwah.
Manajemen
- Pengertian manajemen
- Urgensi manajemen
- Prinsip-prinsip manajemen
- Fungsi manajemen
- Tujuan manajemen
- Bidang-bidang manajemen
Segala tindakan memindahkan sekelompok orang dan memindahkan fasilitas dalam upaya kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.51. Sementara itu, Robert Kristiner mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses bekerja melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi dalam lingkungan yang berubah. Suatu organisasi akan berjalan dengan baik apabila orang-orang yang ada didalamnya bekerja sesuai dengan visi dan misi organisasi dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.Untuk berjalan dengan lancar maka harus ada pembagian tugas sehingga baik manajer maupun bawahan dapat bekerja dan bertanggung jawab sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
MBO adalah teknik manajemen untuk mendorong partisipasi dan komunikasi bawahan, membantu memperjelas, menggambarkan dan mengkomunikasikan tujuan dan hasil yang diharapkan untuk mencapai tujuan organisasi. Kendala kompleks merumuskan perencanaan sebagai penentuan apa yang harus dicapai, kapan tercapai, siapa yang bertanggung jawab, dan mengapa penetapan itu harus dicapai. Organisasi merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan yang diperlukan, yaitu penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi masing-masing unit dalam organisasi, serta penentuan kedudukan dan sifat hubungan antar masing-masing unit.
Pengorganisasian dapat dirumuskan sebagai segala kegiatan pengelolaan dalam pengelompokan orang-orang dan penetapan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing dengan tujuan untuk menciptakan kegiatan yang berdaya guna dan efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Manajemen dakwah
- Pengertian manajemen dakwah
- Fungsi manajemen dakwah
Inilah hakikat manajemen dakwah, yaitu penataan kegiatan dakwah secara sistematis dan terkoordinasi mulai dari pra pelaksanaan hingga akhir kegiatan dakwah. Sedangkan mengenai perencanaan dakwah yaitu suatu proses berpikir dan mengambil keputusan secara matang dan sistematis, Rosyad Saleh dalam bukunya Manajemen Dakwah Islam. Setelah perencanaan, langkah selanjutnya dalam mencapai tujuan organisasi adalah mengorganisasikan seluruh sumber daya yang akan diarahkan untuk menggerakkan organisasi menuju tujuan yang telah ditentukan.
Menurut George R Terry, auditing adalah suatu usaha untuk memeriksa kegiatan yang telah dan akan dilakukan. Evaluasi kegiatan yang dilakukan terdiri dari evaluasi kekurangannya, seberapa berhasilnya, bagaimana implementasi yang ideal. Hal ini merupakan bahan penilaian yang digunakan pimpinan untuk memberikan pembelajaran agar pelaksanaan kegiatan selanjutnya dapat meminimalisir kekurangan-kekurangan yang ditemui pada kegiatan sebelumnya.
Dikatakan bahwa pelaksanaan dakwah dapat terlaksana dengan baik dan efektif apabila tugas dakwah yang dipercayakan kepada pelaksana wasiat benar-benar terlaksana dan pelaksanaannya sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan. 72. Pada hari kiamat, Allah akan memberi mereka pahala atas apa yang telah mereka lakukan, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan. Penerapan fungsi manajemen sebagaimana telah dijelaskan di atas tidak hanya sebatas menjalankan fungsi saja.
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Obyek Penelitian
- Fokus Penelitian Dan Deskripsi Fokus Penelitian
- Sumber Data
- Instrumen Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Manajemen dakwah dalam pembentukan akhlak pada masyarakat pesisir di Desa PANandati Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan. Data yang digali terutama meliputi sejarah masuknya agama Islam di Desa Pramuka, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Desa Pamandati, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan berpenduduk 1.529 jiwa, terdiri dari 782 laki-laki dan 747 perempuan.
Keberadaan tempat ibadah yang cukup banyak di Desa Kuncidati, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan tentunya sangat mendukung umat Islam dalam menjalankan ibadahnya. Selain dalam bidang pendidikan, masyarakat Desa Pamandati dalam bidang perekonomian juga merupakan masyarakat yang tidak mau berpangku tangan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai macam mata pencaharian yang diusahakan oleh masyarakat Desa Temandati untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bentuk kepemimpinan dakwah di desa Pamandati cukup banyak karena adanya organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan tarbiyah serta pembentukan kader generasi muda. Memberikan contoh pada keseharian masyarakat Desa Pramuka yang masih sangat membutuhkan sosok yang dapat menjadi teladan dalam bidang keagamaan. Pemerintah sangat berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat pesisir yang Islami di Desa Pramuka karena masyarakat pesisir sangat membutuhkan perhatian pemerintah.
HASIL PENELITIAN
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
- LetakGeografis
Dilihat dari letak geografis desa Pamandati, mempunyai iklim tropis, Desa Pamandati terletak pada ketinggian 5 meter di atas permukaan laut dengan kelembaban udara mencapai 20 derajat celcius. Karena letaknya yang sangat strategis yaitu dekat dengan permukaan laut dan juga dekat dengan pegunungan, maka desa Pamandati sangat strategis baik dari segi perdagangan, persawahan, perikanan dan peternakan. Fakta tersebut terlihat dari jumlah pemeluk agama Islam sebanyak 1.529 jiwa, sedangkan penduduk desa Kuncidati terdiri dari 3 orang beragama Kristen dan 1 orang beragama Hindu.
Buktinya dapat dilihat pada Tabel 4.3: di Desa Pamandati terdapat 15 orang yang bersekolah di jenjang PAUD, 300 orang di tingkat SD, 200 orang di tingkat SLTP, 71 orang di tingkat SMA/SMK atau 10 orang mahasiswa pascasarjana. . Desa Pamandati mempunyai 2 lembaga pendidikan tingkat TK, 1 lembaga pendidikan tingkat SD, belum terdapat lembaga pendidikan tingkat SMP, tidak terdapat lembaga pendidikan tingkat SMA. Sisanya terbagi dalam berbagai jenis mata pencaharian, yaitu 9 orang bekerja sebagai PNS, 50 orang sebagai pedagang/wirausaha, dan 115 orang sebagai nelayan.
Data Deskriptif Penelitian
- Akhlak masyarakat pesisir di Desa Pamandati
- Manajemen Dakwah dalam pembentukan akhlak masyarakat
Masyarakat pesisir cukup rukun dengan masyarakat lainnya dan memang menjaga hubungan kekerabatan, namun jika salah satu dari mereka melakukan kesalahan dan merusak nama baik maka mereka akan sangat marah dan membutuhkan waktu lama untuk memaafkan kesalahan yang lain. Usai wawancara dengan salah satu warga, Bpk. Sudagangom, katanya, sebagian masyarakat pesisir memiliki sifat mudah tersinggung dan tergesa-gesa karena lokasi tempat tinggal mereka yang berada di pinggir pantai, dimana setiap hari mereka mendengar suara deburan ombak laut sehingga membuat suara tersebut semakin keras saat berinteraksi dengan orang lain, namun katanya. hanya beberapa orang.76. Masyarakat pesisir sebenarnya sangat mudah untuk bersosialisasi karena desa ini cukup ramai karena letak rumah susun masyarakat pesisir yang berdekatan dan jumlah penduduk yang cukup banyak.
Salah satu hal yang menarik dari masyarakat pesisir adalah jika ada tetangga atau sanak saudara atau bahkan masyarakat yang tinggal di desa tersebut, mereka menyelenggarakan kegiatan seperti pernikahan, aqikah, duka cita dan khitanan, atau yang lebih dikenal masyarakat desa dengan sebutan acara-acara Islami, mereka saling membantu terutama ibu-ibu, satu rumah tangga membawa apa yang dibutuhkan ke lokasi kegiatan. Kegiatan yang akan dilakukan untuk membentuk akhlak masyarakat pesisir, berikut wawancara dengan salah satu ustadz yang merupakan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Konawe Selatan, Bapak Andi Tenri 77, antara lain : 1) Pertemuan di rumah warga 3 kali dalam seminggu 2) Menyelenggarakan pengajian Al-Qur'an, waktu setelah zuhur, salat zuhur, dan magrib 3) Menyelenggarakan halakoh ilmiah, setiap hari Kamis malam 4). Tujuannya agar masyarakat pesisir memperhatikan pembatasan pakaian dan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat.
Masyarakat pesisir sebagian besar beragama Islam dan mereka sangat yakin bahwa Allah menciptakan mereka dan segala sesuatu yang terjadi di permukaan bumi adalah kehendak Allah. Masyarakat pesisir cukup baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat lainnya dan sangat menjaga tali kekerabatan. Berpartisipasi dan aktif dalam acara pengajian yang diadakan setiap minggu untuk mewujudkan masyarakat pesisir yang Islami.
PENUTUP
Kesimpulan
Namun ada beberapa faktor yang membuat mereka sulit menunaikan perintah Allah, seperti menunaikan shalat lima waktu dan perintah Allah lainnya. Beberapa faktor mempengaruhi hal ini. Pertama, sebagian besar masyarakat pesisir berprofesi sebagai nelayan, dimana mereka menghabiskan sebagian waktunya di laut, dan kedua karena sebagian besar masyarakat pesisir sebagian besar bekerja di laut, sehingga mereka yakin bahwa ada penghuni laut yang membutuhkan. untuk diberi makanan, seperti sesaji dan sebagainya.
Saran
Pemberian kebijakan berupa fasilitasi izin penyelenggaraan kegiatan keagamaan, kajian Al-Quran, Tazi dan kegiatan keagamaan lainnya. Hermanto, lahir pada tanggal 7 November 1994 di Desa Latawe, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada tahun tersebut ulama melanjutkan pendidikan di SMPN 4 Napabalano, setelah lulus SMPN pada tahun 2010, ulama melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Khairul Ummah Lemoambo dan selesai pada tahun 2013.
Kemudian pada tahun 2013 peneliti melanjutkan pendidikan Diploma II pada Jurusan Bahasa Arab Universitas Ma'had Al Birr Muhammadiyah Makassar, dan lulus pada tahun 2015, dan pada tahun tersebut peneliti melanjutkan pendidikan Sarjana (S1) di Universitas Muhammadiyah Universitas Makassar, lulus tahun 2020.