• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE MANAJEMEN KEUANGAN MASJID

N/A
N/A
KW Murti

Academic year: 2023

Membagikan " SLIDE MANAJEMEN KEUANGAN MASJID"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

MANAGEMEN KEUANGAN MASJID

Studi Pengalaman Masjid Jogokariyan Pelatihan managemen masjid, April 2018

(2)

يِف ٍءْي َش ْنِم اوُقِفْنُت اَمَو

َل ْمُتْنَأَو ْمُكْيَلِإ ّفَوُي ِهّللا ِليِبَس

َنوُمَلْظُت

... Dan apa saja yang kamu infakkan di jalan Alloh niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu, dan kamu

tidak akan dizalimi... [ Al Anfal 60]

(3)

Keyakinan / aqidah dalam anggaran

masjid

Masjid adalah rumah-rumah milik Alloh SWT.

Kita hanyalah pegawai Alloh untuk mengurusi rumah-rumah Nya yang di muka bumi.

Karenanya, seluruh kebutuhan untuk mengurus dan memakmurkan masjid semuanya

ditanggung Alloh SWT, pemilik masjid

Terserah kepada kita, besaran proposal* yang akan kita ajukan kepada Pemilik masjid

*proposal = rencana, doa, dan ikhtiar

(4)

Pemahaman dasar

Berinfak untuk masjid adalah ladang amal sholeh,

karenanya takmir memfasilitasi dan menggembirakan orang-orang yang ingin beramal sholeh dengan infak

Dana infak yang diserahkan ke masjid, berarti telah

diserahkan kepada Alloh SWT. Dana itu bukan hak milik takmir

Orang yang berinfak ingin segera melihat dan merasakan keberkahan dari infaknya. Karena itu takmir tak boleh

lama-lama menyimpan dana tersebut. Semuanya harus segera dibelanjakan untuk kemakmuran masjid dan

jamaahnya. Sampai habis. Saldo sama dengan nol

(5)

Pemahaman dasar

• Takmir mengelola dana masjid dengan set mental kaya, tidak kikir mengeluarkan dana untuk jamaah, fasilitas masjid, dan agenda masjid

• Masjid itu semakin banyak melayani dan

memfasilitasi jamaahnya, insyaalloh infak yang masuk akan semakin besar.

(6)

Sumber dana masjid Jogokariyan

a. Infak umum (kotak infak)

b. Zakat, shodaqoh, wakaf [dikelola baitul maal]

c. Donatur ( sumbangan untuk agenda tertentu) d. Sponsor

e. Usaha ekonomi milik masjid f. ‘bendahara ketiga’

(7)

Karakter pengelolaan dana

Masjid Jogokariyan

(8)

1. Membangun pemahaman & kesadaran berinfak

2. Mempermudah partisipasi

3. Tidak membebani dan tidak dibebani

4. Memperhatikan kearifan lokal

5. Membuka ruang kreativitas dan partisipasi

6. Distribusi tugas dan wewenang

7. Menggembirakan, menjaga perasaan jamaah

8. Transparansi

Karakter pengelolaan dana

(9)

1. Membangun pemahaman dan kesadaran berinfak

Membangun pemahaman dan kesadaran berinfak menjadi langkah yang penting dalam melibatkan

partisipasi jamaah. Ini menjadi kunci berkelanjutannya agenda-agenda masjid yang memerlukan back up dana rutin dan dana besar

Membangun pemahaman ini dilakukan melalui pengajian- pengajian ataupun media lain

Contoh Sukses story ada di Gerakan Jamaah Mandiri,

salah satu cara mencari solusi untuk menutup kebutuhan rutin masjid.

(10)

Gerakan Jamaah Mandiri

Hitung seluruh pengeluaran rutin masjid selama setahun Dibagi per bulan dan per pekan

Hitung kapasitas masjid (dapat menampung berapa jamaah) Bagi pengeluaran per pekan dengan kapasitas masjid

Muncul angka minimal infaq dalam sepekan dari seorang jamaah

Jamaah membiayai diri sendiri

untuk aktivitas ibadahnya di masjid

Teknis gerakan jamaah mandiri

(11)

Contoh kebutuhan tahun 2001

1. Listrik :Rp. 250.000 x 12 =Rp. 3.000.000,- 2. Air :Rp. 35.000 x 12 =Rp. 420.000,-

3. HR Kebersihan: Rp425rbx12 =Rp. 5.100.000,- 4. Khotib Jumat: Rp50rbx4x12 =Rp. 2.400.000,-

5. MinumanShubuh:Rp500x250x4x12 =Rp. 6.000.000,- 6. Minuman Jumat =Rp. 6.000.000,-

7. HR dan snack Pengajian-pengajian =Rp.14.400.000,- 8. Perawatan dan Pengembangan Masjid =Rp. 5.880.000,-

JUMLAH =Rp.43.200.000,-

(12)

Dihitung…

Kebutuhan tiap pekan : Rp 43.200.000,- / 12 / 4 = Rp.

900.000,-

Jumlah jamaah masjid 600 orang

Maka infaq jamaah mandiri sebesar Rp 900.000,-/600

= Rp. 1.500,-/ orang/pekan

(13)

Memahamkan dan menyadarkan

Jika Anda berinfaq Rp1500,-/pekan, Anda adalah Jamaah Mandiri

Jika Infaq Anda lebih dari itu , Anda telah membantu yang lain

Jika Infaq Anda kurang dari itu, ibadah Anda di masjid masih disubsidi orang lain.

Meskipun demikian, Kami dengan senang hati melayani Anda dalam beribadah di Masjid dan mari bersama-sama memakmurkan masjid.

Melalui forum-forum pengajian

(14)

Dari gerakan Jamaah Mandiri ini, ada kenaikan pemasukan infaq yang sangat signifikan, dan semuanya dihabiskan

untuk semakin memaksimalkan layanan masjid untuk jamaah

(15)
(16)

Penggalangan partisipasi infak takjil Ramadhan

kebutuhan dana untuk penyediaan 2000 porsi takjil setiap hari.

Selama Ramadhan sebesar Rp. 522 juta.

Pertama, dikembalikan pemahaman kepada nash, bahwa memberi takjil itu amal dengan pahala istimewa

Kedua, Memberi takjil itu bukan shodaqoh, tapi pemuliaan bagi orang yang berpuasa. Bila difahami sebagai shodaqoh, orang miskin tidak berpartisipasi, dan orang kaya tidak mau ikut makan takjil di masjid

Di amal yang istimewa ini, orang miskin pun bisa berpartisipasi dana, sesuai kemampuan mereka

Ketiga, Semua dimotivasi dengan pahala memberi takjil dan

digembirakan dengan suasana kebersamaan dalam takjil, makan bersama di masjid

(17)
(18)

2. Mempermudah partisipasi

• Dibuat teknis semudah-mudahnya bagi siapa pun yang ingin berinfak di masjid:

- Dibuatkan beragam kotak infak dengan peruntukan masing-masing.

- disiapkan tanda terima bagi yang menghendaki - ada nomer rekening bagi yang akan transfer dana

(19)

Masih tentang infak takjil...

Untuk mempermudah partisipasi, dihitung harga per porsi takjil, ketemu angka Rp 8000,- [th 2017]

Diumumkan seluas-luasnya [ brosur, medsos, dll ], bagi yang ingin berpartisipasi takjil, nilainya Rp 8000,- per porsi. Silakan

masukkan ke kotak infak khusus takjil, untuk satu porsi pun bisa.

Atau diserahkan ke panitia [ ada tanda terima], atau transfer rekening

Karena sudah dimotivasi, dibuat mudah, dan dipublikasikan luas, dana terkumpul sampai Rp. 600juta ( dari kebutuhan 360juta).

Semua dihabiskan dengan mendistribusikan kelebihan dana kepada 121 masjid yang lain untuk mengadakan takjilan. Tidak boleh dibelanjakan untuk keperluan lain, dan tidak boleh

disimpan untuk takjil tahun depan.

(20)
(21)

Mempermudah shohibul Qurban

Agar keikutsertaan warga sebagai shohibul qurban

maksimal, dibuat kemudahan dalam cara pembayaran

Bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah, melayani tabungan qurban. Setiap selesai sholat jum’at, petugas BMT stand by untuk menerima setoran tabungan qurban

Apabila jelang qurban, dana calon shohibul qurban masih kurang, masjid menyediakan fasilitas dana talangan qurban, pelunasan bisa dicicil tanpa ada tambahan uang apapun.

(22)
(23)

3. Tidak membebani, dan tidak dibebani

Perasaan terpaksa berinfak, itulah beban.

Masjid tidak boleh menjadi beban masyarakat dalam masalah dana, seperti dengan mewajibkan infak rutin.

Atau selalu ada proposal permohonan dana door to door tiap kali akan ada kegiatan..

Masjid tidak boleh terbebani secara operasional karena sumbangan tertentu yang diterima. Misal ada yg punya gagasan akan menyumbang AC untuk masjid . Maka

penyumbang perlu diajak turut memikirkan biaya rutin karena beban tambahan listrik yang muncul.

(24)

Tidak dibebani….

Masjid tidak boleh terbebani oleh orang yang merasa paling berjasa. Karenanya, masjid

pernah membatasi maksimal dana partisipasi

pembebasan tanah dari seseorang, menghindari ada yang merasa paling berjasa kepada masjid, untuk menjaga perasaan pengurus ke depan.

Masjid juga pernah menolak sumbangan bernilai besar yang dinilai berpotensi tendensi politis

tokoh tertentu.

(25)

4. Memperhatikan kearifan lokal

Misalkan, di Jogja, sebuah maksud terkadang tidak perlu diungkap dengan kata-kata secara eksplisit.

Cukup dengan mengetuk perhatian orang, maka diharapkan orang sudah faham maksudnya, dan turut berpartisipasi

Misalkan :

Saat renovasi masjid dipasang spanduk “Mohon maaf, ibadah anda

terganggu karena masjid sedang direnovasi untuk perluasan” di bawahnya ditulis : rekening renovasi : bank... No... Atas nama...

Mohon doanya, masjid akan membeli tanah dan bangunan senilai … ( dishare lewat wa grup keluarga masjid)

(26)

5. Membuka ruang kreativitas fundrising dan partisipasi

Jamaah bisa berinisiatif mengadakan suatu aktivitas tanpa harus menunggu rapat umum takmir. Pendanaannya pun bisa bersifat inisiatif

upaya fundrising dilakukan dengan kreativitas dan kejelian melihat peluang, serta bisa menggunakan cara-cara sebagaimana dalam teori-teori

marketing selama tidak melanggar syar’i

(27)

SPON SOR

600 kaos relawan Qurban,

diproduksi dengan seluruh biaya dari sponsor

(28)

SPONSOR

dengan spanduk dan umbul-umbul

(29)
(30)

Tentang Sego Jumat...

Dulu Masjid biasa menyediakan minuman sari buah nanas dan roti setiap habis sholat jumat untuk jamaah.

Suatu ketika ada jamaah yang bercerita, di masjid lain yang dihidangkan adalah nasi bungkus. Maka , ada warga yang menyumbang 50 bungkus nasi, dan diikuti yang lain,

dengan 5 atau 10 nasi bungkus.

Maka sejak itu, setiap jumat, tersedia 500 porsi nasi bungkus plus minuman sari buah.

Untuk memudahkan partisipasi dan agar terjaga

keberlangsungannya [ karena perlu dana rutin dan relatif besar ] dibuatkan kotak infak khusus sego Jumat.

(31)

6. Distribusi tugas dan kewenangan

• Tidak semua dana masjid dikelola oleh bendahara umum

• Dibuat penanggung jawab pada setiap jenis dana yang dikelola masjid. Ini akan

memudahkan pengelolaan dan meringankan tugas bendahara umum.

(32)

Pengelolaan Infak...

Disediakan banyak kotak infak dengan dicantumkan peruntukannya untuk memudahkan partisipasi :

- kotak infak Jumat

- kotak infak operasional masjid - kotak infak kuliah shubuh

- kotak shodaqoh beras - kotak sego jumat

- kotak infak dunia Islam [ palestina, dll]

- kotak infak parkir

Masing-masing kotak infak ada penanggung jawab dan pengelolanya sendiri. Hanya laporannya yang disampaikan ke bendahara umum.

(33)

kotak infak sesuai dengan peruntukannya

(34)

7. Menggembirakan,

menjaga perasaan jamaah

• Takmir membuat suasana gembira dan

bersemangat bagi jamaah untuk berpartisipasi dana

• Jangan sampai mekanisme kegiatan yang dibuat masjid berpotensi menimbulkan

perasaan kurang nyaman bagi jamaah yang berinfak.

(35)

Menjaga perasaan yang berinfak

• Untuk penyelenggaraan takjil ramadhan, tidak dijadwalkan perorangan untuk meng cover

penyediaan menu dalam satu hari, namun semua dana dihimpun menjadi satu, dan masjid yang mengelola penyediaan menu

takjilnya. Ini untuk menghindari kesenjangan jenis menu yang dihidangkan, yang berpotensi memunculkan perasaan tidak nyaman bagi

yang menyediakan

(36)

Kampoeng Ramadhan Jogokariyan

2000 porsi ta’jil setiap hari, menu berganti-ganti

(37)

Pengelolaan hewan qurban dan shohibul qurban

• Untuk menghindari kecemburuan karena

perbedaan besarnya sapi ( padahal infaknya sama), maka penyebutan shohibul qurban

pada saat penyembelihan bukan per satu sapi disebutkan 7 nama, namun disebut langsung seluruh nama shohibul qurban untuk semua sapi yang akan disembelih. Misalkan,

disebutkan 210 nama shohibul qurban sekali gus, untuk 30 sapi yang akan disembelih.

(38)

35 sapi, 25 kambing

Selesai sebelum ashr...

(39)

8. transparansi

• Transparansi keuangan sangat penting untuk menjaga kepercayaan jamaah. Karenanya

laporan keuangan yang berasal dari

masyarakat harus dapat diakses oleh siapa saja yang ingin mengetahui

• Untuk kegiatan yang dibiayai dari donatur khusus, detil laporan harus disampaikan kepada donatur terkait.

(40)

Beberapa catatan lain

(41)

Usaha milik masjid

Usaha milik masjid adalah usaha ekonomi yang dimiliki masjid.

Hasilnya Untuk mengcover kebutuhan-kebutuhan operasional masjid secara lebih fleksibel.

Ada hal-hal yang belum memungkinkan bila dibiayai dengan infak jamaah, maka dibiayai dengan hasil usaha masjid

Dulu masjid punya sawah, diolah dan hasilnya masuk kas masjid. Ketika masjid akan direnovasi perluasan dan butuh biaya besar, sawah dijual. sekarang sebagai ganti, dibuat 11 kamar penginapan di lantai 3

(42)

Penginapan Masjid Jogokariyan

(43)

Usaha milik masjid

Dikelola secara otonom dan profesional, bukan oleh para pimpinan takmir. Takmir tetap fokus mengurus jamaah, tidak sibuk mengurus usaha masjid.

Tidak ada alokasi keuntungan untuk insentif pengurus takmir. Takmir tidak digaji. Hanya karyawan masjid

yang digaji [ tenaga kebersihan, security, dsb]

Usaha milik masjid tidak boleh menyaingi usaha ekonomi yang dimiliki anggota jamaah

menghindari bentuk usaha yang bisa beresiko membuat jamaah menjauh dari masjid

(44)

Untuk beberapa hal, terkadang dana

keluar dari kantong pribadi takmir, bukan dari kas bendahara. (karena di masjid ada 2 bendahara utama, maka disebut

bendahara ke 3 ),

Saat masjid perlu dana mendadak, dan belum mungkin dicover dengan kas

masjid, maka ketua takmir harus punya skenario pendanaan mendadak.

Apa itu bendahara ke 3

(45)

Beberapa cerita seputar Jogokariyan

Touring sepeda para aghniya berujung bakti sosial

Pengajian khusus aghniya, untuk penguatan penyadaran dan peningkatkan zakat

Tambah tenaga kebersihan masjid, gaji disiapkan setahun di awal oleh donatur

Teknis dana pembangunan 11 kamar penginapan

Pembiayaan gerakan mensholatkan orang hidup

Sangu untuk remaja masjid ke 411 dan 212

Kisah tukang becak dan BLT nya

Ambil alih aset senilai 7 Milyar dengan modal 2T [tekad dan tawakal]

(46)

Semakin makmur masjid dan semakin banyak layanan untuk jamaah, maka semakin lebar pintu keberkahan yang

dibukakan Alloh untuk mendanainya

Referensi

Dokumen terkait

Pemahaman tentang tuntunan Islam seputar masjid, sejarah masjid di masa Rasulullah dan generasi setelahnya, fungsi dan potensi masjid, manajemen masjid dan keilmuan

Hal senada juga terucap dari pernyataan Ketua Takmir Masjid, bermanfaat sekali, sebab kalau kita bicara keuangan itu kan istilah orang jawa mengatakan riwil

Untuk infak zakat dan sedekah dikelolah oleh pengurus Masjid semuanya akan kembali pada masyarakat misalnya dibagikan sembako satu kali dalam satu bulan,

yang beranggotakan masyarakat sekitar masjid, namun pada tahun 2020 istilah takmir diganti dengan dibentuknya Badan Pengelolaan Masjid (BPM) yang beranggotakan nama

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, peneliti menyarankan untuk pengurus takmir Masjid Darussalikin dalam membuat laporan keuangan harus berdasarkan ISAK

Laporan ini menyajikan berbagai penerimaan dan penyaluran untuk dana zakat, dana infak/sedekah dan dana kumulatif periode lalu. Dalam PSAK Nomor 45 tidak ada

Kas yang diterima melalui kotak amal Masjid Agung Jami' telah dihitung secara kolektif oleh jamaah dan pengurus masjid. Hasil penerimaan tidak selalu disetor ke Bank. Penyimpanan

Di zaman sekarang, masyarakat sekarang di permudah dengan penyaluran zakat, infak atau sedekah yang langsung bisa ke takmir masjid.3 PSAK merupakan singkatan dari Pernyataan Standar