• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pemanfaatan dana infak masjid

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis pemanfaatan dana infak masjid"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Batasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah dan fokus serta menghindari pembahasan yang terlalu luas, maka penulis harus membatasinya. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah hanya meneliti 9 masjid besar kecamatan di Kota Bengkulu yaitu Masjid Ar-Rahman, Masjid Babusalam, Masjid Al-Iqrok, Masjid Al-Barr, Masjid Al-Amin, Masjid Al- Masjid Mukhlisin, Masjid Baiturrahim, Masjid Al – Barokah, Masjid Nurul Huda.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Dalam penelitian ini penulis secara khusus ingin mengkaji pemanfaatan dana infaq. Dalam penelitian ini dilakukan wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara yang dilakukan terhadap informan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai jumlah dana infaq, pengelolaan dana infaq, serta pemanfaatan dan infaq masjid di kota Bengkulu. Permasalahan dalam pengelolaan dana masjid Menurut Bapak Abuna'im selaku Imam Masjid Muhlisin dan 8 orang lainnya.

Berdasarkan hasil wawancara di atas terlihat bahwa pemanfaatan dana infaq untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berupa pemberian modal usaha bagi masyarakat kurang mampu dalam hal ini belum terlaksana. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi oleh pihak-pihak yang benar-benar memahami donasi dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dari dana donasi tersebut kepada masyarakat dan pengurus masjid. Potensi pemanfaatan sumbangan masjid di Kota Bengkulu untuk memberdayakan perekonomian masyarakat berupa pemberian modal usaha kepada masyarakat kurang mampu sebenarnya sangat besar.

Oleh karena itu, peneliti akan merancang model pengelolaan dana infak untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid pusat perbelanjaan Baitul. Kegiatan pengelolaan penggunaan dana infaq pada masjid-masjid besar di wilayah kecamatan kota Bengkulu adalah pengelolaan dana masjid yang terdiri dari dana zakat, infaq, shadakah dan wakaf.

Penelitian Tedahulu

Metode Penelitian

  • Jenis Dan Pendekatan Penelitian
  • Waktu Dan Lokasi Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Populasi Dan Teknik Pengambilan Sampel
  • Sumber Pengumpulan Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini yang menjadi unit penelitian atau objek kajiannya adalah para pegawai atau pengelola masjid di kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah masjid-masjid kecamatan besar yang ada di kota Bengkulu yaitu 9 buah masjid yang terdaftar dalam data Kementerian Agama Bengkulu. 11 Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling (sensus), yaitu teknik pengambilan sampel yang seluruh anggota populasi dijadikan sampel.

Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Dalam penelitian ini data diperoleh langsung dari objek atau sumber utama yaitu pegawai masjid di Kota Bengkulu. Dalam penelitian ini sumber data sekunder berupa laporan keuangan, buku atau jurnal mengenai pengelolaan dana infaq, pemanfaatan dana infaq dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi langsung mengenai proses pengelolaan dan penggunaan dana INFAQ, pelaksanaan program masjid, kegiatan penggalangan dana masjid, kegiatan masjid terkait alokasi dana, website masjid, dan media sosial. Dokumentasi dalam penelitian ini meliputi pengumpulan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan sejarah berdirinya masjid-masjid di kota Bengkulu, visi dan misi struktur organisasi, sumber pendapatan dan dokumentasi atau pelaporan administratif yang berkaitan dengan pengelolaan, penggunaan dan sumbangan masjid.

KAJIAN TEORI

Defenisi Masjid

Dengan kata lain, masjid berarti tempat terjadinya segala aktivitas manusia yang mencerminkan ketaatan dan ketundukan kepada Allah.12.

Fungsi Masjid

Masjid merupakan tempat di mana terjalinnya keutuhan tali silaturahmi dan gotong royong dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. Umat ​​Islam bersyukur masjid terus tumbuh dan berkembang selama satu dekade terakhir, baik dari segi jumlah maupun ukurannya. Fungsi masjid yang demikian harus dikembangkan dengan pengelolaan yang baik dan tertib sehingga dapat muncul umat Islam yang berkualitas dan masyarakat sejahtera dari masjid.

Kehidupan masyarakat seharusnya berkembang daripada masjid, predikat mulia yang diberikan oleh Allah kepada masyarakat Islam. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (Ali Imran: 110).

Peran Masjid

Dalam masyarakat yang selalu didorong oleh kemajuan zaman, dinamika banyak masjid saat ini beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat saja, namun juga sebagai wadah berbagai aktivitas jamaah/komunitas muslim. Dengan demikian, peran masjid tidak hanya terfokus pada pola aktivitas akhirat saja, namun juga memadukan aktivitas ukhrawi dan duniawi.

Pola adaptasi terhadap tuntutan zaman ini tidak kalah fungsinya dengan mengoptimalkan nilai dan pentingnya masjid pada masa Nabi Muhammad SAW.

Dasar Hukum Infak

  • Defenisi Infak
  • Hukum Infak

Infaq diterbitkan oleh setiap mukmin. Selain itu, infaq juga dapat diberikan tasharruf untuk hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan dan kemaslahatan orang perseorangan atau kelompok, baik masjid maupun lembaga, seperti pembiayaan administrasi atau pemberian keberkahan kepada pengurusnya, karena dana infaq tidak termasuk dalam barangnya. Wakaf bersifat kekal dan tidak ada akad didalamnya. Dalam penggunaan dana infaq hendaknya ditunjukkan untuk kemaslahatan umat manusia dan tetap berada dalam perjuangan di jalan Allah SWT. Bagi sebagian besar masjid, penyaluran dana infaq biasanya dalam bentuk tunai kepada para mualaf, ghorimin, fakir, fakir miskin, amilin, riqab, sabilillah dan ibnu sabil.

“Saat ini dana abadi sebagian besar digunakan untuk kebutuhan operasional, pendidikan, dan kesekretariatan masjid.” 50. Ada beberapa alasan mengapa program ini belum dilaksanakan di masjid-masjid kecamatan besar di kota Bengkulu, yaitu dana yang tidak mencukupi, pengetahuan tentang program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kurang, kemudian ada pula yang pernah menjalankannya. tahun namun karena adanya kecurangan dari pengurus masjid dalam pelaksanaan program di akhir tahun ini pihak pengurus belum menjalankan program lagi dan kurangnya pengetahuan tentang fungsi, tujuan dan potensi dana infaq untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan sumbangan masjid sebagian besar untuk kebutuhan kesekretariatan, berupa kebutuhan personel termasuk gaji, biaya asuransi, kebutuhan pendidikan dan operasional, berupa pembangunan masjid, pembayaran listrik, air dan kebutuhan pengembangan masyarakat.

Meskipun penggunaan dana INFAQ terutama digunakan untuk kegiatan operasional masjid, namun terdapat sisa sumbangan tahun sebelumnya yang belum digunakan untuk kebutuhan masjid pada tahun berjalan. Penyebab belum terlaksananya program tersebut adalah sumber daya manusia warga jemaah masjid yang kurang mampu secara ekonomi belum dimanfaatkan secara produktif, karena sumbangan masjid masih digunakan untuk program pembangunan, pendidikan, gaji, pembelian peralatan masjid, biaya listrik, dll. . Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan berbasis Masjid Baitul Mal bermula dari sumber dana pemberdayaan ekonomi berbasis Masjid Baitul Mal, yaitu bersumber dari dana infaq yang dikumpulkan dari masyarakat.

Kemudian dana infaq disalurkan ke lembaga Baitul Maal untuk beberapa program pemberdayaan yang diberikan. Penggunaan dana infaq digunakan untuk biaya operasional masjid yaitu untuk pembangunan, gaji, pembelian perlengkapan masjid, biaya listrik.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Laporan Arus kas, terdiri dari Arus kas Aktivitas Operasi yang terdiri dari penerimaan (Penerimaan dana zakat, dana Infak/Sedekah, Amil, Jasa Giro, Bagi Hasil) dan pengeluaran