TEKNOLOGI & BUDIDAYA
TANAMAN PERKEBUNAN TROPIS
By : Apip Gunaldi Dalimunthe, SP., M.Sc
TANAMAN PERKEBUNAN KARET
SEJARAH TANAMAN KARET
KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN KARET
PERSYARATAN TUMBUH
PERBANYAKAN TANAMAN
SECARA
GENERATIF DAN VEGETATIF
PENDAHULUAN
Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) merupakan tanaman perkebunan tahunan yang saat ini banyak di jumpai di Indonesia. Karet pertama kali dikenal di Eropa, yaitu sejak ditemukannya benua Amerika oleh Christopher Columbus pada tahun 1476. Orang Eropa yang pertama menemukan tanaman karet adalah Pietro Martyre d’Anghiera. Penemuan tersebut dituliskan dalam sebuah buku dengan judul De Orbe Novo edisi 1530 (Rouf, 2009).
Perkebunan karet di Indonesia dikelola oleh Perkebunan Besar Negara (PBN) 6,38 %, Perkebunan
Besar Swasta (PBS) 8,82%, dan Perkebunan Rakyat (PR) 84,8%. Luas perkebunan karet di Indonesia
dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 luas tanaman karet di Indonesia seluas
3.639.048 Ha, tahun 2017 seluas 3.959.090 Ha, dan 3.671.302 Ha pada tahun 2018.
Lanjutan…
Indonesia sebagai negara produsen karet nomor 2 dunia setelah Thailand. Karena itu, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan ekspor komoditas karet Indonesia. Upaya tersebut didukung oleh kualitas bahan olah karet rakyat (bokar) yang tinggi dan menjadi standar kebutuhan ekspor. Negara yang menjadi tujuan ekspornya adalah Amerika Serikat, Jepang, India, China, Korea Selatan, Turki, Brazil dan Kanada.
Perluasan areal pengusahaan pada tanaman karet diikuti dengan kenaikan jumlah Petani (KK) dan Tenaga Kerja (TK). Jumlah petani pada tahun tahun 2016 sebanyak 2.479.158 petani, kemudian meningkat menjadi 2.517.459 petani pada tahun 2018 (Direktorat Jendral 2019).
Karet masuk ke Indonesia pada tahun 1864, mula-mula karet ditanam di kebun Raya Bogor sebagai tanaman koleksi. Dari tanaman koleksi karet selanjutnya dikembangkan ke beberapa daerah sebagai tanaman perkebunan komersial
KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN KARET
Klasifikasi botani tanaman karet adalah sebagai berikut :
• Divisi : Spermatophyta
• Sub divisi : Angiospermae
• Kelas : Dycotyledonae
• Famili : Euphorbiaceae
• Genus : Hevea
• Spesies : Hevea brasiliensis
Morfologi tanaman karet terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan buah
MORFOLOGI TANAMAN KARET
1. Akar
Tanaman karet termasuk ke dalam kelas Dycotyledonae.. Oleh karena itu akar tanaman karet berupa akar tunggang dengan sistem perakaran padat atau kompak. Kedalaman akar tunggang tanaman karet berumur 3 tahun 1,5 m, berumur 7 tahun mencapai kedalaman lebih dari 2,5 m. Akar lateral pada tanah gembur berkembang sampai kedalaman 40-80 cm. Akar lateral berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara dari tanah. Akar serabut pada tanah yang subur sampai kedalaman 45 cm
2. Batang
Batang tanaman karet umumnya bulat atau silindris yang tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi. Tinggi pohon karet dewasa mencapai 15-25 m. Pohon karet ada kecondongan arah tumbuh agak miring. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan lateks (Setiawan dan Andoko, 2000).
MORFOLOGI TANAMAN KARET
3. Daun
Daun karet berselang-seling, tangkai daunnya panjang, terdiri dari 3 anak daun yang licin berkilat.
Petiola tipis, hijau, berpanjang 3,5-30 cm. Helaian anak daun bertangkai pendek dan berbentuk lonjong- oblong atau oblong-obovate, pangkal sempit dan tegang, ujung runcing, sisi atas daun hijau tua dan sisi bawah agak cerah, panjangnya 5-35 cm dan lebar 2,5-12,5 cm
4. Bunga
Bunga karet terdiri dari bunga jantan dan betina yang terdapat dalam malai payung yang jarang. Pada ujungnya terdapat lima taju yang sempit. Panjang tenda bunga 4-8 mm. Bunga betina berambut, ukurannya sedikit lebih besar dari bunga jantan dan mengandung bakal buah yang beruang tiga.
Kepala putik yang akan dibuahi dalam posisi duduk juga berjumlah tiga buah. Bunga jantan mempunyai sepuluh benang sari yang tersusun menjadi suatu tiang. Kepala sari terbagi dalam 2 karangan dan tersusun lebih tinggi dari yang lain.
MORFOLOGI TANAMAN KARET
5. Buah
Buah karet memiliki pembagian ruang yang jelas. Masing-masing ruang berbentuk setengah bola.
Jumlah ruang biasanya tiga, kadang-kadang sampai enam ruang. Garis tengah buah sekitar 3-5 cm. Bila telah masak, maka buah akan pecah dengan sendirinya. Pemecahan biji ini berhubungan dengan pengembangbiakan tanaman karet secara alami yaitu biji terlempar sampai jauh dan akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung.
PERSYARATAN TUMBUH
Budidaya tanaman karet harus dilakukan di tempat dengan kondisi agroklimat yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Agar diperoleh pertumbuhan dan
produksi yang baik, tanaman karet memerlukan persyaratan tumbuh sebagai berikut
IKLIM TANAH
CURAH HUJAN TEMPERATUR
INTENSITAS SINAR MATAHARI
PERSYARATAN TUMBUH
IKLIM
Sesuai dengan habitat aslinya di Amerika Selatan, terutama brasil yang beriklim tropis, maka karet cocok ditanam di daerah-daerah tropis lainnya. Tanaman karet, tanaman rendah tropis dan tumbuh yang tercepat di temukan pada letak ketinggian dari 200 m. Iklim merupakan faktor yang paling berpengaruh dari unsur iklim yang banyak diselidiki dan diketahui pengaruhnya adalah curah hujan dan suhu (temperatur).
Kelompok iklim yang digunakan adalah atas dasar sistem klasifikasi tipe curah hujan dari schnidt dan ferguson :
Tipe A : Sangat cocok Tipe B : cukup, sesuai Tipe C : Kurang sesuai Tipe D: tidak sesuai
PERSYARATAN TUMBUH
Tanaman karet menghendaki daerah dengan curah hujan antara 1.500-4.000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun dengan terbagi antara 100-150 per hari hujan dengan type iklim A-C dan daerah-daerah yang sering mengalami hujan pada pagi hari akan mempengaruhi produksi.
CURAH HUJAN
Suhu harian yang diinginkan tanaman karet rata-rata 250-300 C. apabila dalam jangka waktu panjang suhu harian rata-rata kurang dari 200 C, maka tanaman karet tidak cocok ditanam didaerah tersebut.
Walaupun demikian, di daerah yang suhunya lebih tinggi, tanaman karet juga relative tidak sesuai.
TEMPERATUR
PERSYARATAN TUMBUH
Kondisi tanah merupakan salah satu syrat tanaman karet agar dapat tumbuh dengan baik. Tanah yang baik untuk tanaman karet yaitu memiliki Kemiringan tanah kurang dari 10% serta Jeluk efektif lebih dari 100 cm. kemudian Tekstur tanah terdiri lempung berpasir dan liat berpasir. Untuk Batuan di permukaan maupun di dalam tanah maksimal 15%. pH tanah berkisar antara 4,3 – 5,0 dan tingkat Drainase tanah sedang. Tanaman karet dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian maksimal 500 m dari permukaan laut, pada ketinggian lebih dari 500 m pertumbuhan akan terhambat dan produksi akan kurang memuaskan
Intensitas sinar matahari adalah hal yang sangat dibutuhkan tanaman karet dan sulit untuk ditawar. Bila terjadi penyimpangan terhadap faktor ini, maka mengakibatkan turunnya produktivitas Di negara-negara tropis sinar matahari yang cukup melimpah merupakan syarat lain yang diinginkan tanaman karet. Dalam sehari tanaman karet membutuhkan sinar matahari dengan intensitas yang cukup, paling tidak selama 5-7 jam/hari.
TANAH
INTENSITAS SINAR MATAHARI
Tanaman Karet (Hevea brasiliensis)
Tanaman karet (Hevea brasiliensis)merupakan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi.
Tanaman tahunan ini dapat disadap getah karetnya pertama kali pada umur tahun ke-5. Dari getah tanaman karet (lateks) tersebut bisa diolah menjadi lembaran karet (sheet), bongkahan (kotak), atau karet remah (crumb rubber) yang merupakan bahan baku industri karet. Kayu tanaman karet, bila kebun karetnya hendak diremajakan, juga dapat digunakan untuk bahan bangunan, misalnya untuk membuat rumah, furniture dan lain-lain
Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga betina dan bunga jantan.
Penyerbukannya dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang
PERBANYAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF DAN VEGETATIF
Perbanyakan Secara Generatif
Penanaman bibit karet yang paling mudah adalah dengan cara menanam biji, kebanyakan pohon-pohon karet yang berumur sampai berpuluh-puluh tahun, pohonnya menjadi sangat besar dan kuat, bibitnya berasal dari biji.
Pohon karet yang dari biji mempunyai akar tunggang yang kuat dan menjalar ke segala arah
sampai puluhan meter panjangnya. Semua biji yang dipersiapkan sebagai benih harus dipilih
dari buah yang benar-benar sudah masak. Usaha pembibitan dengan menggunakan biji masih
tetap diperlukan dan masih banyak dirasakan manfaatnya terutama untuk kepentingan bibit
okulasi dan grafting, sebagai batang bawah.
Perbanyakan Secara Generatif
Beberapa keuntungan perkembangbiakan karet secara generatif yaitu kondisi tanaman dari biji biasanya perakarannya relatif lebih kuat, sehat dan berumur panjang. Perlakuan perbanyakan generatif lebih mudah dan murah serta dapat diperoleh varietas baru yang baik bahkan biji poliembrionik dapat menghasilkan tanaman yang sama dengan sifat induknya.
Lanjutan…
Beberapa kelemahan pengembangbiakan karet secara generatif tidak cepat
berbuah dan varietas baru yang muncul belum tentu mempunyai sifat yang baik
seperti induknya. Untuk mengetahui kualitasnya membutuhkan waktu yang cukup
lama, dan juga dengan ketahanannya terhadap penyakit.
PERBANYAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF DAN VEGETATIF
Perbanyakan Secara Vegetatif
Pengembangbiakan cara vegetatif ini merupakan cara perbanyakan tanaman karet tanpa melaui proses seksual (askesual) dimana perbanyakan dilakukan dengan jalan menggunakan bagian tanaman tersebut.
Perbanyakan vegetatif ini terdiri dari bagian batang, daun dan akar. Perbanyakan vegetatif adalah penggabungan antara dua jenis tanaman, yang satu bertindak sebagai penerima yang disebut batang atas
“entres” dan yang lain bertindak sebagai pendukung (donor) yang disebut sebagai batang bawah.
Oleh karena itu tanaman harus mampu menjalani hidup bersama tanpa menimbulkan yang tidak diinginkan bahkan mampu meningkatkan kekekaran dan produktifitas dan kualitas hasil batang atas.
untuk maksud tersebut maka batang bawah tersebut harus mempunyai sifat kompatibel dengan entresnya, resistensi terhadap penyakit batang, mempunyai sistem perakaran yang luas dan kuat, tahan terhadap lingkungan yang menekan
PERBANYAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF DAN VEGETATIF
Perbanyakan Secara Vegetatif
Perbanyakan vegetatif ini mempunyai kelebihan antara lain umumnya tanaman mempunyai sifat yang sama dengan pohon induknya, cepat berbunga dan berbuah,walaupun pohonnya masih pendek. Selain itu tanaman masih dapat tumbuh dengan baik pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal.
Disisi lain cara perbanyakan ini juga meiliki kelemahan antara lain Tidak hanya sifat yang baik saja yang diturunkan oleh induknya, tetapi sifat jeleknya juga diturunkan dan perakaran tidak dalam sehingga pada kondisi angin kencang akan mudah roboh, dan pada musim kemarau panjang tidak tahan pada kekeringan. Selain itu juga sukar untuk memperoleh banyak tanaman dari atau pohon induk sekaligus