• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen program ekstrakurikuler

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "manajemen program ekstrakurikuler"

Copied!
213
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dengan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang baik maka menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang tujuannya adalah mencapai prestasi peserta didik dan lembaga pendidikan. Institusi pendidikan khususnya Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di daerahnya, selain juga memperhatikan minat orang tua dan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.21.

Fokus Penelitian

Dari uraian diatas penulis mengangkat permasalahan program ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun dengan judul Manajemen program ekstrakurikuler dalam meningkatkan mutu lulusan di MI Kresna Madiun. Harapannya, penelitian ini dapat menjadi referensi inspiratif bagi institusi lain dalam pengelolaan program ekstramural di institusinya.

Rumusan Masalah

Apa saja faktor penghambat dan solusi yang diambil dalam pelaksanaan fungsi manajemen program ekstrakurikuler dalam peningkatan mutu lulusan MI Kresna Madiun.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

FUNGSI MANAJEMEN PROGRAM EKSTRA

Fungsi Manajemen

Nilai dasar dari konsep perencanaan dapat diilustrasikan sebagai kemampuan kepemimpinan seorang pemimpin yang mempunyai naluri yang selangkah lebih maju dibandingkan dengan orang-orang yang berada di bawah komandonya. Dalam kerangka dan koridor yang sama, orang-orang yang terlibat dalam organisasi akan menemukan kesatuan pengaturan kerja dalam pikiran individu tanpa memerlukan penjelasan secara lisan.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Sebab, perkembangan siswa juga berkaitan dengan suasana hati dan selera, sehingga tidak menimbulkan hambatan yang besar. Memberikan bimbingan, pengarahan dan pelatihan kepada peserta didik agar sehat jasmani, bugar, kuat, luwes dan terampil.

Mutu Lulusan

Parameter pengukuran mutu pendidikan adalah dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta didik berupa nilai, sehingga setiap peserta didik mempunyai kompetensi sebagai bekal untuk menuntut ilmu lebih lanjut terutama dari aspek moral kepribadian. Penilaian membantu untuk menentukan apakah siswa dapat lulus atau gagal. Keluaran dalam perkiraan pendidikan berkaitan dengan riwayat pendidikan siswa dari tingkat awal hingga tingkat kelulusan akhir.

Dari sudut pandang sekolah, hasil dapat diukur dari prestasi atau prestasi beberapa subsiswa dalam bidang tertentu. Karena siswa merupakan kelompok sasaran yang berada pada lingkungan (sekolah) yang tepat, maka hendaknya pimpinan mengambil peran lebih jauh dalam mengangkat citra dan mutu sekolah agar lebih berkelas dan berdaya saing. Kemudian di antara tujuan-tujuan tersebut pasti ada tujuan jangka menengah yang berhubungan dengan kebutuhan apa pun bagi siswa di luar jam sekolah.

Praktek mengasah kemampuan peserta didik merupakan tanggung jawab moral yang hendaknya mudah dikembangkan di setiap lembaga pendidikan.

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Kedua, penelitian Zulfajri, 2018 yang berjudul Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Peningkatan Mutu Sekolah di SMA Muhammadiyah Imogiri Yogyakarta”, Tesis Universitas Islam Indonesia.91 Dari tesis tersebut dapat dipublikasikan dan dikemukakan beberapa temuan, seperti: perencanaan Kegiatan ekstrakurikuler selalu dilakukan menjelang atau mendekati awal tahun ajaran baru agar memperoleh evaluasi yang maksimal.91 Zulfajri, Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Peningkatan Mutu Sekolah di SMA Muhammadiyah Imogiri Yogyakarta, Skripsi, Universitas Islam Indonesia, 2018. . pengembangan kualitas peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler, karena pihak sekolah juga melakukan perbincangan langsung dengan pengawas ekstrakurikuler berbagai jenis mata kuliah.Penerapan manajemen kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan minat dan bakat siswa di SMP Negeri 2 Sukorejo Ponorogo.”

Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Untuk Meningkatkan Mutu Madrasah Pada Madrasah Aliyah Khairul Ummah Airmolek” Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Kelima, “Yunia Nur Istiqomah, Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan MTs Hasyim Asy'ari Tunjungmuli. Irfan Al Hakim, 2020 Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Madrasah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung".92 .

Hakim, Ledelse af fritidsaktiviteter i Madrasas, State Islamic University (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, AL-HIKMAH, 2020.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

  • Lokasi Penelitian
  • Data dan Sumber Data Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data

Menurut Arikunto, studi kasus adalah salah satu jenis pendekatan deskriptif, penelitian yang dilakukan secara intensif, rinci dan mendalam terhadap suatu organisme (individu), lembaga atau fenomena tertentu dengan wilayah atau topik yang sempit.96. Yin menjelaskan, penelitian studi kasus secara khusus merupakan metode penelitian yang mengkaji fenomena-fenomena masa kini. Mudjia Rahardjo, M.Si, Studi Kasus Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedur, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2017,3.

Studi kasus mengambil pandangan holistik dan mendalam terhadap fenomena terkini dalam kondisi nyata, dengan menggunakan berbagai sumber data. Studi kasus pertama bersifat kuratif dan disebut studi kasus retrospektif, yang memungkinkan tindak lanjut untuk memperbaiki atau memperbaiki kasus (pengobatan). Studi kasus menggambarkan dirinya hanya secara mendalam untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai objeknya (keseluruhan) dalam arti data yang dikumpulkan dalam penelitian dipelajari secara utuh, utuh dan terpadu.99.

Selain itu, studi kasus dapat digunakan untuk mengatasi kepentingan pribadi karena lebih tertarik pada permasalahan tertentu dibandingkan membangun teori tertentu100.

Teknik Analisa Data

  • Pengumpulan Data (Data Collection)
  • Kondensasi data (Data Condensation)
  • Penyajian Data (Data Display)
  • Penarikan Kesimpulan (Conclusions Drawing)

Analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data dan setelah berakhirnya pengumpulan data dalam jangka waktu tertentu. Menurut Sugiyon, analisis data adalah proses mencari dan mengumpulkan data secara sistematis yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain agar mudah dipahami dan tentunya dikomunikasikan kepada orang lain. Dalam persiapannya, peneliti terlebih dahulu mengumpulkan informasi tentang sekolah dari kepala MI Kresna, wakil kepala kurikulum, pembimbing ekstrakurikuler, siswa dan pengurus.

Setelah selesai mengumpulkan dan memeriksa data yang terkumpul, peneliti mulai memasuki tahap analisis data selanjutnya yaitu kondensasi. Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data yang mendekati keseluruhan catatan lapangan tertulis, transkrip wawancara, dokumen, dan materi empiris. Penarikan kesimpulan disini dilakukan peneliti sejak awal pengumpulan data oleh peneliti, misalnya mencari pengertian yang tidak mempunyai pola, memperhatikan keteraturan penjelasan dan alur sebab akibat. Tahap terakhir adalah menyimpulkan seluruh data yang telah diperoleh peneliti.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif merupakan suatu temuan baru, dengan kata lain temuan tersebut masih belum jelas atau ambigu.

Teknik Keabsahan Data

  • Perpanjangan Keikutsertaan
  • Ketekunan Pengamatan
  • Triangulasi

Staf yang terlibat dalam perencanaan kegiatan ekstrakurikuler sama dengan perencanaan lainnya di MI Kresna Madiun yaitu kepala. Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler MI Kresna Madiun berkaitan dengan perumusan dan penyusunan rencana berkelanjutan. Minat dan keterampilan merupakan tujuan utama yang ditetapkan dalam standar kegiatan ekstrakurikuler MI Kresna Madiun.

Proses evaluasi kegiatan ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun mempunyai mekanisme yang dapat diuraikan secara eksplanasi dan penalaran deskriptif. Analisis pelaksanaan fungsi manajemen program ekstrakurikuler dalam meningkatkan mutu lulusan Kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan mutu lulusan di MI Kresna Madiun. Seperti data yang diperoleh dari penelitian ini mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun, tahap pelaksanaannya.

Evaluasi terhadap program kegiatan ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap kinerja dan keterampilan siswa.

IMPLEMENTASI FUNGSI MANAJEMEN

Kondisi Obyektif MI Kresna Madiun

  • Sejarah
  • Letak Geografis
  • Identitas MI Kresna
  • Visi, Misi dan Tujuan MI Kresna Madiun
  • Tujuan Madrasah

Secara umum generasi awal berdirinya MI Kresna sebenarnya dapat mengacu pada konsep umum pengembangan lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, baik di bawah naungan pemerintah maupun kreativitas swasta modern. Seiring berjalannya waktu, SD Kresna berganti nama menjadi MI Kresna sesuai dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat. Keberadaan MI Kresna tidak lepas dari latar belakang dan dukungan Kementerian Agama yang mempunyai program dan komitmen membangun basis peradaban kecil di kota kecil Ponorogo tepatnya di Jl.

MI Kresna berada di tengah kawasan pemukiman yang tidak padat penduduk sehingga memiliki akses transportasi yang mudah karena terletak di pinggir jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Ponorogo. Sebelah utara dibatasi oleh lapangan aset penempatan Pabrik Gula Pagotan yang telah diberikan hak pakai/hak pakai secara resmi kepada MI Kresna untuk digunakan sebagai salah satu sarana pendidikan MI Kresna. “Bersama Yayasan Ibaadurrahman Mlilir, panitia dan masyarakat, kami selalu memberikan yang terbaik untuk MI Kresna.”

Secara keseluruhan tujuan yang ingin dicapai MI Kresna merupakan tujuan yang selaras dengan cita-cita pendidikan Indonesia sebagaimana tertuang dalam.

Deskripsi Data Implementasi Fungsi Manajemen

  • Perencanaan Program Ekstra Kurikulier di MI Krisna
  • Pengorganisasian Kegiatan Ekstrakurikuler di MI
  • Pelaksanaan Kegiatan Ekstra di MI Kresna Madiun 122

Tujuan kegiatan ekstrakurikuler MI Kresna Madiun adalah untuk memberikan pelayanan kepada siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan mengembangkan bakat. Namun untuk cabang olahraga, khususnya yang bersifat kompetitif dan tidak bisa dibina oleh guru internal MI Kresna Madiun dilibatkan. Berdasarkan keterangan tersebut, berarti rekrutmen guru kegiatan ekstrakurikuler MI Kresna Madiun dilakukan melalui penunjukan guru spesialis yang dipandang cocok dan mampu menunjang kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Selain melibatkan guru MI Kresna Madiun, keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun juga diberikan oleh orang-orang disekitarnya yang tergabung dalam kelompok satuan pendidikan yang sama. Dalam sesi wawancara, Budi Santoso, Koordinator Kegiatan Ekstrakurikuler MI Kresna Madiun, menjelaskan bahwa seluruh guru internal sekolah terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, berperan sebagai pengawas segala jenis kegiatan ekstrakurikuler. MI Kresna Madiun memiliki standarisasi yang jelas antara ketentuan dan rumusan aturan serta bagaimana dinamika kapasitas ditentukan.

MI Kresna Madiun pantang menyerah dalam melakukan evaluasi secara aktif (tidak pasif), khususnya mengenai proses penerjemahan sikap, tindakan, sifat dan potensi siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Analisis Implementasi Fungsi Manajemen Program

  • Perencanaan Kegiatan Ekstrakurikuler di MI Kresna

Pada tahap perencanaan, kegiatan ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun merupakan kegiatan rasional dan sistematis yang menentukan langkah-langkah evaluatif berdasarkan segala kemungkinan yang tidak terduga. Mengadopsi formula yang digunakan secara efisien dengan tenaga pembantu memerlukan penyajian informasi tentang tujuan kegiatan ekstrakurikuler di MI Kresna Ponorogo dengan penyesuaian kebutuhan organisasi. Situasi di MI Kresna Madiun dijelaskan dengan memeriksa kemungkinan minat dan kemampuan siswa dengan menyebarkan kuesioner pada setiap awal tahun.

MI Kresna Madiun sedang atau sedang mengembangkan minat dan keterampilan baru, sehingga pihak sekolah memerlukan upaya untuk mengarahkan kegiatan ekstrakurikuler secara lebih maksimal. Melalui struktur organisasi kegiatan ekstrakurikuler yang telah dijelaskan pada pemaparan data sebelumnya, setidaknya di MI Kresna Madiun terdapat orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler. Di MI Kresna Madiun, evaluasi mampu mengurangi konflik dan menyelesaikan permasalahan, meski pengawasan kurang maksimal.

Namun pada setiap akhir semester pada proses evaluasi MI Kresna Madiun, siswa mendapat evaluasi kegiatan ekstrakurikuler formal.

Data Kendala dan Solusi Kegiatan Ekstrakurikuler di

Fungsi manajemen perencanaan pelaksanaan evaluasi merupakan rumusan bagaimana kegiatan ekstra di MI Kresna Madiun dapat terlaksana secara maksimal dan lancar. Artinya kepercayaan masyarakat sangat tinggi untuk meyakini bahwa sistem pendidikan berlaku pada Mi Kresna Madiun secara menyeluruh dan memperhatikan aspek-aspek tertentu. Oleh karena itu, MI Kresna Madiun mempunyai segudang prestasi yang patut dibanggakan, baik akademik maupun non-akademik.

Analisis kendala dan solusi yang ada di MI Kresna Madiun khususnya pada bidang ekstrakurikuler, dimana terdapat sekolah yang mempunyai keinginan besar dari orang tua siswa untuk mengoptimalkan bakat dan minat anaknya dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Budi Hartono menjelaskan dampak manajemen eksternal MI Kresna Madiun yang diterapkan dengan baik terhadap kualitas lulusan. Tujuan utama pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler MI Kresna Madiuni adalah untuk mengembangkan minat dan keterampilan siswa.

Keterampilan siswa MI Kresna Madiun juga diharapkan dapat berkembang dengan baik meskipun masih memerlukan pelatihan lebih lanjut.

Kendala dan Solusi dari Kegiatan Ekstrakurikuler di MI

IMPLIKASI MANAJEMEN

Data Implikasi Manajemen Ekstrakurikuler terhadap

Implikasi Manajemen Ekstrakurikuler terhadap Mutu

Simpulan

Saran

Referensi

Dokumen terkait