BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
3. Teknik Pengumpulan Data
Sumber data dari penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, pembina ekstrakurikuler , peserta didik yang ikut pada kegiatan ektrakurikuler, dan wali siswa yang ikut kegiatan ektrakurikuler, dan sumber data tertulis berupa referensi yang digunakan oleh peneliti dalam bentuk buku, jurnal, catatan lapangan, serta foto. Sumber data ini digunakan untuk menelaah segi-segi subjektif dan hasilnya dianalisis secara induktif.
a. Observasi
Observasi atau metode observasi adalah teknik atau cara pengumpulan informasi dengan mengamati kegiatan yang sedang berlangsung.
Observasi dapat bersifat partisipan atau nonpartisipan, langsung atau tidak langsung .107
Dalam hal ini observasi partisipatif, pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung, pengamat ikut serta sebagai peserta dalam suatu pertemuan, atau sebagai peserta dalam suatu penelitian. Dalam observasi non partisipan, pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, ia hanya bertindak sebagai pengamat kegiatan, tidak ikut serta dalam kegiatan..
Dalam penelitian ini, peneliti mengamati beberapa kegiatan di madrasah, di antaranya kegiatan perencanaan strategis, kegiatan pelaksanaan rencana strategis, dan kegiatan evaluasi program ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun. Kegiatan-kegiatan yang diamati kemudian dicatat dan direfleksikan oleh peneliti selama di lapangan. Kegiatan observasi dilakukan agar memperoleh data.
107 Sutrisno Hadi, Metodologi Reserch (Jilid 2), (Yogyakarta:
Andi Offset, 2004), 151.
Dari observasi diperoleh hasil adanya manajemen ektrakurikuler yang baik baik pada perencanaan pelaksanaan maupun evaluasi di MI Kresna Madiun. Meskipun demikian masih ada beberapa hal yang perlu pembenahan dan peningkatan.
b. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui percakapan serta tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung dengan responden untuk mencapai tujuan tertentu.
Pengertian wawancara langsung adalah wawancara yang dilakukan secara langsung antara pewawancara (interviewer) dan orang yang diwawancarai (interviewee) tanpa melalui perantara. Sedangkan wawancara tidak langsung artinya pewawancara menanyakan sesuatu kepada responden melalui perantara, seperti angket. dalam hal ini peneliti tidak menemui langsung respondennya.
Tujuan wawancara adalah untuk memperoleh informasi secara langsung, menyelami dunia pemikiran dan perasaan seseorang, membuat suatu kontruksi “sekarang
dan disini” mengenai orang, merekontruksi kejadian dan pengalaman yang telah lalu, dan memproyeksikan sesuatu kemungkinan yang diharapkan akan terjadi dimasa mendatang serta untuk memengaruhi situasi atau orang tertentu.108
Wawancara atau interview adalah teknik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif.
Wawancara dilakukan secara lisan dalam percakapan pribadi. Terkadang wawancara juga dilakukan secara berkelompok ketika tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi tentang kelompok, seperti Wawancara suatu keluarga, pengurus yayasan, dll. Wawancara yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari individu dilakukan secara individual .109
Sugiyono mengutip pernyataan dari esterberg yang mengemukakan beberapa macam wawancara yaitu wawancara terstruktur, semi tersetruktur, dan tidak terstruktur.
a. Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur (structured
108 Zainal Arifin. Penelitian Pendidikan. ( Bandung: PT Rosdakarya, 2012) . hal 233
109 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan.(
Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hal. 216
interview) digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti atau pengumpul data sudah mengetahui dengan pasti informasi apa yang akan diperoleh.
Oleh karena itu, dalam wawancara, pengumpul data menyiapkan alat penelitian berupa pertanyaan tertulis yang juga disiapkan alternatif jawabannya. Dalam wawancara terstruktur ini, setiap responden diberikan pertanyaan yang sama dan dicatat oleh pengumpul data .
b. Wawancara semi terstruktur
Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-dept interview, di mana hal itu lebih bebas dilakukan dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari jenis wawancara ini adalah untuk menemukan masalah secara lebih terbuka, meminta pendapat dan ide dari pihak yang diundang wawancara. Saat melakukan wawancara, peneliti harus mendengarkan dengan seksama dan mencatat apa yang dikatakan informan.
c. Wawancara tak berstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak
menggunakan wawancara yang sistematis dan terorganisir secara sempurna bagi para pengumpul data. Pedoman wawancara yang digunakan hanyalah gambaran umum dari pertanyaan yang akan diajukan .110
Dari ketiga jenis wawancara tersebut peneliti memutuskan untuk menggunakan dua jenis wawancara yaitu terstruktur dan semiterstruktur
Peneliti menyiapkan draf pertanyaan- pertanyaan secara garis besar yang diajukan kepada informan untuk menggali data secara mendalam. Pertanyaan ini bisa meluas sesuai dengan kebutuhan peneliti. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara yang sifatnya insidental bilamana dibutuhkan data yang berada diluar perencanaan penelitian.
Wawancara digunakan sedemikian rupa sehingga peneliti memperoleh informasi yang lengkap dan mendalam. Peneliti mengajukan beberapa pertanyaan penting kepada informan sesuai dengan tingkatan terkait dengan fokus penelitian, tergantung pada objek .
Peneliti secara mendalam mewawancarai pihak yang berhubungan dengan pelaksanaan
110 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan… ..., 319-320
kegiatan ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun, yaitu:
a) Kepala MI Kresna Madiun ,
b) Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan MI Kresna Madiun
c) Pembina ekstrakurikuler MI Kresna Madiun d) Peserta didik yang mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler.
e) Wali murid dari peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
c. Dokumentasi
Metode dokumenter adalah teknik pengumpulan data untuk merekam informasi atau meninjau dokumen yang ada, selebaran, surat kabar, buku, majalah, risalah, rapat, dll.
berasal dari sumber data primer dan sekunder. .111
Dokumentasi adalah catatan tertulis yang berisikan pernyataan tertulis yang mana disusun oleh seseorang, untuk keperluan pengujian akan suatu peristiwa. Catatan tertulis itu berguna untuk sumber data dan informasi kealamiahan
111 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), 220.
yang sukar diperoleh, Metode ini dipergunakan untuk mengumpulkan data yang sudah ada atau tersedia dalam buku.
Dalam penelitian ini peneliti mencermati dokumen yang ada di MI Kresna Madiun berupa
;
a) Rencana dan program kegiatan sekolah yang disahkan
b) Realisasi dari program yang dilaksanakan c) Hasil pembahasan maupun evaluasi dari
pelaksanaan ekstrakurikuler
d) Dokumen foto kegiatan, pengamatan kegiatan langsung keberadaan ekstrakurikuler di MI Kresna Madiun