PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Kegunaan Hasil Penelitian
Lokasi dan Jadwal Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Pustaka
- Pengertian Manajemen Proyek
- Pengadaan, Pembelian dan Pengendalian Material
Manajemen merupakan suatu proses terpadu dimana bagian dari organisasi terlibat dalam pemeliharaan, perbaikan, pengendalian dan penyelesaian program, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditentukan dan dijalankan secara berkesinambungan. Menurut Hafnidar (2016:6), proyek adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan waktu dan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu hasil akhir yang ditentukan. Menurut Rina (2018:2), Manajemen Proyek adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya perusahaan untuk mencapai target dalam jangka waktu singkat yang telah ditentukan.
Abrar (2011:5) menyatakan bahwa Manajemen Proyek adalah penerapan pengetahuan, keahlian dan keterampilan, metode teknis terbaik dan sumber daya terbatas, untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan guna memperoleh hasil optimal dari segi biaya, kualitas dan kinerja. , dan keselamatan di tempat kerja. Jadi, manajemen proyek adalah suatu upaya untuk merencanakan, mengkoordinasikan, mengarahkan dan mengawasi kegiatan-kegiatan dalam suatu proyek sedemikian rupa agar sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah ditentukan. Bahan baku merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menunjang kelancaran operasional perusahaan dan mencapai kapasitas rencana produksi yang telah ditentukan.
Hipotesis
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
- Objek Penelitian
- Metode Penelitian
- Operasionalisasi Variabel Penelitian
- Pengumpulan Data
- Model Penelitian
- Analisis Data
Semua itu dilakukan agar penyelesaian pekerjaan selanjutnya dapat berjalan lancar dan lancar dari awal pelaksanaan sampai dengan akhir pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat selesai sebelum atau tepat pada waktu yang telah disepakati. Harus diselesaikan tepat waktu atau sebelum waktu tertentu dengan biaya yang telah ditentukan. Dalam hal ini perusahaan dapat mengatasinya dengan cara memperbaiki pekerjaan yang dilakukan dan mengambil tindakan terhadap penyimpangan hasil pekerjaan.
Penggunaan material pada pekerjaan konstruksi di Desa Pasar Los Sirnajaya Tasikmalaya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Jadi dari perhitungan yang dilakukan terlihat bahwa dalam penyelesaian proyek pembangunan kios pasar desa Sirnajaya Tasikmalaya terdapat kerugian penggunaan material sebesar Rp. Adanya hal-hal yang berada diluar cakupan penggunaan materi evaluasi yang direncanakan semula, sehingga evaluasi melenceng dari evaluasi yang sudah ada, seperti kondisi alam pada proyek, sehingga pengumpulan yang dilakukan memerlukan bahan tambahan dari perkiraan.
Karena pada akhirnya penyelesaian pekerjaan proyek akan tertunda dan tidak lagi sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Untuk mengetahui pengaruh faktor alam atau cuaca terhadap pelaksanaan Proyek Pembangunan Warung Pasar Desa Sirnajaya Tasikmalaya yang dilakukan oleh CV. Jika tetap dilakukan maka pekerjaan tidak sesuai dengan mutu yang ditentukan UP.
Oleh karena itu dalam pengerjaan proyek pembangunan kios pasar Desa Sirnajaya Tasikmalaya yang dilaksanakan oleh CV. Dari uraian diatas dan penjelasan yang telah disampaikan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis pada bab ini mencoba menarik kesimpulan secara keseluruhan mengenai selesainya proyek yang dilaksanakan oleh CV. Hal ini terlihat dari waktu penyelesaian proyek yang cenderung lebih lama dari standar yang berlaku, dengan kata lain penyelesaian pekerjaan melebihi batas waktu yang telah ditentukan.
Pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan kios pasar Desa Sirna Jaya Tasikmalaya sejak selesai belum dapat dikatakan efektif dan efisien.
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Sejarah Singkat Perusahaan
Sutrapura bekerjasama dengan berbagai perusahaan nasional dan instansi pemerintah untuk berbagai bentuk pekerjaan sesuai bidang keahlian perusahaan CV.
Visi Misi Perusahaan
Untuk mencapai hasil pengembangan yang optimal baik dari segi kualitas maupun keekonomian, diperlukan proses perencanaan CV yang matang dan terpadu. Sutrapura merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pekerjaan konstruksi sipil/struktur, pekerjaan saluran irigasi, pekerjaan jalan dan jembatan serta jasa perdagangan umum. Sutrapura menciptakan lapangan kerja sehingga dapat meminimalisir pengangguran dan bersinergi dengan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, perusahaan yang semua karyawannya bangga bekerja di industri konstruksi, dimana mereka dapat mengembangkan ide-ide kreatif dan bekerja sebaik mungkin serta terus berupaya untuk mencapai keunggulan di bidangnya. industri konstruksi. perusahaan.
Struktur Organisasi
Aktivitas Perusahaan
Setelah jenis dan jumlah bahan yang dibutuhkan diketahui, perusahaan harus melakukan pemesanan dengan persetujuan bagian manajemen, administrasi dan keuangan. Akibat adanya penyimpangan antara rencana dan realisasi, maka selisih pemanfaatan material yang besarnya ditentukan semula direncanakan sebesar Rp. Selama ini kendala yang dihadapi disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan yang tinggi yang pada akhirnya menimbulkan banjir sehingga menghambat kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek secara keseluruhan.
Kondisi alam dapat menghambat kelancaran pelaksanaan proyek bahkan dapat menghentikan terlaksananya kegiatan pekerjaan, hal ini berdampak terhadap bahan-bahan yang diperlukan, terutama bahan-bahan yang diperoleh dari alam yang bersumber dari sungai. Apabila bahan-bahan sulit diperoleh dan memerlukan waktu yang lama untuk memperolehnya, serta pengangkutannya sering mengalami keterlambatan, tentu semua ini akan menghambat kelancaran kelancaran pekerjaan yang dilakukan. Mengingat hal tersebut, sudah sepatutnya perusahaan mempertimbangkan gangguan yang disebabkan oleh alam ketika menerima dan melaksanakan pekerjaan pada suatu proyek.
Untuk mengatasi hal di atas, perusahaan perlu menyediakan bahan baku yang lebih banyak untuk digunakan dibandingkan stok minimum untuk mengatasi keterlambatan yang disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan, keterlambatan transportasi, dan kesulitan dalam mendapatkan bahan baku. Untuk mempermudah dan meminimalisir resiko keterlambatan yang disebabkan oleh berbagai faktor yang menghambat kelancaran jalannya Proyek Pembangunan Pasar Desa Sirnajaya Tasikmalaya, sebaiknya pihak perusahaan merencanakan atau merencanakan jadwal kerja dengan berbagai pertimbangan yang akan timbul selama proyek berlangsung. Dari tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa gangguan yang disebabkan oleh faktor alam mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keterlambatan proyek.
Hal ini tercermin dari total deviasi 9 hari kerja atau sebesar 11,3% akibat gangguan alam. Kegiatan unit yang terdiri atas pembebanan beberapa bahan yang diproses secara optimal, waktu yang cukup dan jumlah pekerjaan yang harus dibutuhkan beserta perlengkapannya sesuai dengan berat pekerjaan. Jika dijabarkan dari perhitungan pada tabel di atas, terlihat bahwa penyelesaian proyek pembangunan kios pasar Desa Sirnajaya dapat diselesaikan dalam waktu 74 hari kerja.
Dan kemungkinan untuk mempercepat satu atau beberapa lini aktivitas juga dapat dipelajari, yang memungkinkan manajer untuk mempercepat seluruh waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara keseluruhan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Apabila pelaksana tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan kontrak kerja, kecuali keterlambatan pekerjaan tersebut disebabkan oleh bencana alam (force majeure) atau perubahan yang disebabkan oleh peraturan pemerintah, misalnya peraturan pemerintah tentang devaluasi rupiah. mata uang terhadap mata uang asing Mengingat hal-hal diatas, maka dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi upaya penyelesaian pekerjaan suatu proyek. Sedangkan faktor yang berasal dari luar perusahaan datang secara tiba-tiba dan tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan, seperti kondisi politik dan ekonomi serta kenaikan harga.
Selain itu kondisi alam sangat mempengaruhi penyelesaian kegiatan proyek, dimana semua itu dapat terjadi sebagai akibat dari faktor ketidakpastian yang mempunyai risiko yang ditanggung oleh perusahaan itu sendiri. Bahan baku adalah bahan-bahan milik perusahaan yang belum diolah dan digunakan dalam proses produksi, dimana bahan-bahan tersebut baik sifat maupun bentuknya tidak mengalami perubahan, dengan kata lain bahan-bahan tersebut belum diolah secara fisik menjadi produk jadi. Bagi perusahaan yang melaksanakan pekerjaan pada suatu proyek, dalam melaksanakan pekerjaan tersebut perusahaan memerlukan material atau material yang akan digunakan.
Jika konsumsi material lebih tinggi dari yang direncanakan, hal ini dapat menyebabkan keterbatasan material di lokasi dan meningkatkan biaya pengiriman material. Bahan-bahan tersebut mudah dibawa ke tempat kerja sehingga bahan-bahan tersebut tidak terlalu lama menumpuk, dan selain itu perusahaan diharapkan memesan bahan dalam jumlah yang cukup, yang berarti bahan-bahan tersebut memerlukan perawatan yang terlalu banyak dan akan terjadi kerusakan jika bahan tersebut digunakan. disimpan terlalu lama. Kondisi yang disebabkan oleh alam juga dapat mempengaruhi kelancaran proses pekerjaan pada proyek, terutama pada proyek pembangunan yang proses penyelesaian pekerjaannya dilakukan di luar ruangan atau di luar lokasi.
Banyak bahan baku atau material seperti semen, pasir yang hilang saat arus/banjir dan semen yang ada menjadi basah dan mengeras sehingga tidak dapat digunakan lagi.
Analisis Penyelesaian Proyek
Sesuai perjanjian kontrak antara perusahaan dan pemberi kerja (PU) selama 92 hari kerja, dan dalam diagram jaringan dapat dilaksanakan dalam waktu 74 hari kerja. Disini terlihat adanya hari tidak bekerja yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu banyaknya hari kerja dalam seminggu (di Indonesia standar hari kerja adalah 6 hari dalam seminggu), hari libur nasional, hari hujan dan lain-lain yang menyebabkan tertundanya hari kerja. waktu penyelesaian pekerjaan, khususnya pada pekerjaan pemindahan tanah, lapisan pondasi atas dan lapisan atas, sering kali pekerjaan tersebut tertunda karena hujan sehingga menunda penyelesaian pekerjaan. Sebelum suatu pekerjaan atau kegiatan dimulai, kita harus terlebih dahulu membuat rencana apa yang akan kita lakukan terlebih dahulu.
Oleh karena itu, sebelum melaksanakan kegiatan proyek sebaiknya perusahaan melakukan analisis jaringan. Karena dengan ini dapat dihitung dan ditentukan jalur aktivitas mana yang memerlukan pengendalian lebih tepat dan juga dengan jalur kritis ini. 36. dapat memberikan informasi kepada perusahaan/manajer dalam rangka merencanakan dan mengendalikan kegiatan/proyek yang akan dilaksanakan.
Selain itu dengan menggunakan Network Planning, perusahaan dapat mengetahui kelemahan-kelemahan pada proses lini produksi atau paling tidak mengetahui bahaya keterlambatan proses produksi. Selain itu juga dapat diketahui kemungkinan-kemungkinan untuk mengubah jalannya kegiatan proses produksi menjadi lebih baik dan ekonomis. Sutrapura adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor 2. Pemberi kerja atau pemilik proyek adalah dinas pekerjaan umum dan juga swasta.
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar seperti musim dimana curah hujan cukup tinggi sehingga kegiatan tertentu tertunda dan berulang kali dilakukan seperti penggalian pondasi, pengecatan dan pemasangan batu tembok c. Penggunaan Diagram Jaringan dalam penyelesaian proyek sangat berguna untuk mengetahui ketergantungan waktu yang ekonomis dan dapat dilihat dari kegiatan penyelesaian yang benar dan logis.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran