• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Analisis Penyelesaian Proyek

Dalam rangka menyelesaikan proyek tepat waktu, untuk memanfaatkan waktu, material, dan peralatan serta tenaga kerja secara tepat dipergunakan Net work Plant Method Technique seperti CPM (Critical Path Method).

Metode ini digunakan untuk metode perencanaan kegiatan optimal proyek yang memuat tentang awal kegiatan yang mana antara yang satu kegiatan dengan kegiatan yang lainnya dihubungkan dengan garis (line) fungsional yang saling tergantung. Kegiatan pararel dan kegiatan mandiri sampai kegiatan akhir (Ending Point). Kegiatan satuan yang terdiri dari muatan beberapa material yang diperlakukan secara optimal, waktu yang cukup dan jumlah tenaga kerja yang seharusnya diperlukan beserta alat bantuan (equipment) sesuai bobot pekerjaan. Perhitungan beban sesuai dengan standar kerja dan sesuai dengan perhitungan teknis dan praktis.

Tiap satuan kerja (even 0) awal kegiatan (star point) sampai dengan kegiatan akhir (ending point) merupakan hubungan kerja yang saling berkaitan merupakan rajutan yang tidak putus. Saat menyusun Net Work Plant atau aktivitas sekaligus telah berjalan pengendalian atas setiap even dengan mengeluarkan hal - hal yang berkaitan dengan pemborosan (material, waktu, tenaga kerja dan peralatan). Sehingga model perencanaan operasional ini sebagai model perencanaan pelaksanaan, dan pengendalian yang optimal dan efisien. Karenanya semua komponen yang diperlukan sesuai dengan urutan pekerjaan sudah siap (Ready For Use).

Sebagai gambaran tentang kegitan pelaksanaan proyek dengan mempergunakan Net Work Plant Method (CPM), penulis kemukakan sebagai berikut :

34

Tabel V.5 Waktu pelaksanaan pembangunan los pasar Desa Sirnajaya Tasikmalaya

No Aktivitas Simbol Waktu

Pelaksanaan

Syarat Kegiatan 1. A Pembersihan lokasi proyek 4 Tidak ada 2. B Pengukuran pembuatan sket

gambar

5 A

3. C Penggalian pondasi 10 B

4. D Penimbun lantai 8 C

5. E Cor lantai dan pondasi 8 C

6. F Pekerjaan kolom dan balok 17 D, E

7. G Pekerjaan plesteran 10 F

8. H Pekerjaan rangka atap 15 F

9. I Pengecetan 5 G-H

10 J Pemeliharaan dan pekerjaan lain

10 I

Sumber: CV. Sutrapura

Jika diuraikan dari perhitungan tabel diatas, dapat diketahui penyelesaian proyek pembangunan los pasar Desa Sirnajaya dapat dilaksanakan selama 74 Hari Kerja. Sedangkan dalam pelaksanaannya terjadi keterlambatan selama 25 hari kerja. Gambar diatas dapat dilihat jalur kritisnya adalah peristiwa nomor 1 kegiatan A, peristiwa 2 kegiatan B, peristiwa 3 kegiatan C, peristiwa 4 kegiatan E, peristiwa 5 kegiatan dummy, peristiwa 6 kegiatan F, peristiwa 7 kegiatan H, peristiwa nomor 8 kegiatan dummy, peristiwa 9 kegiatan I, peristiwa 10 kegiatan J. Dengan umur waktu penyelesaian yang dibutuhkan adalah 4+5+10+8+8+17+10+10+5+15 Hari kerja. Waktu yang diperlukan jalur kritis merupakan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.

35

Dari perjanjian kontrak yang dibuat antara perusahaan dan pemberi pekerjaan (PU) yaitu selama 92 hari kerjadan dalam diagram network dapat dilaksanakan dalam 74 hari kerja. Disini dapat kita lihat adanya hari-hari tidak tidak kerja karena beberapa faktor yaitu banyaknya hari kerja perminggu (di Indonesia standar hari kerja 6 hari dalam seminggu), hari libur, hari hujan dan lainnya akan memperlambat waktu penyelesaian kegiatan, terutama pada kegiatan pekerjaan tanah, lapisan pondasi atas, dan lapisan permukaan yang sering terlambat pekerjaannya disebabkan karena turunnya hujan yang akan menyebabkan penyelesaian kegiatan pekerjaan tertunda.

Apabila tetap dikerjakan akan membuat pekerjaan tidak sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan oleh PU. Oleh sebab itu dalam pengerjaan proyek pembangunan los pasar Desa Sirnajaya Tasikmalaya yang dikerjakan oleh CV. Sutrapura yaitu selama 92 hari kerja mengalami keterlambatan 25 hari menjadi 117 hari baru dapat diselesaikan.

Untuk bisa melakukan analisa Network kita perlu memperhatikan hal - hal sebagai berikut:

1. Sebelum pekerjaan atau kegiatan dimulai, terlebih dahulu kita harus siap dengan planning apa saja yang akan kita kerjakan terlebih dahulu.

2. Untuk memudahkan pekerjaan, terlebih dahulu pekerjaan yang pantas dikerjakan lebih diutamakan, supaya pekerjaan yang lain tidak terhalang pekerjaannya.

3. Setiap item pekerjaan mempunyai cara kerja masing-masing dan saling berkaitan dengan yang lain.

4. Setelah pekerjaan dilanjutkan untuk item yang baru, item pekerjaan yang akan dikerjakan sudah siap diplanning.

Oleh karena itu seharusnya pihak perusahaan sebelum melaksanakan kegiatan proyek perlu membuat analisa jaringan kerja ini. Karena dengan hal tersebut dapat diperhitungkan dan ditentukan jalur kegiatan mana yang memerlukan pengendalian yang lebih cermat dan juga dengan jalur kritis ini

36

dapat memberikan informasi kepada pihak perusahaan/ manajer untuk dapat melakukan perencanaan dan pengendalian suatu kegiatan/ proyek yang akan dilaksanakan.

Selain itu dengan menggunakan Network Planning ini maka perusahaan dapat menentukan kelemahan- kelemahan yang ada pada proses jalur produksi atau setidaknya dapat diketahui bahaya akan keterlambatan dari proses produksi.

Selain itu juga dapat diketahui kemungkinan-kemungkinan perubahan jalur kegiatan proses produksi yang lebih baik dan ekonomis. Dan dapat juga dipelajari kemungkinan percepatan dari salah satu atau beberapa jalur kegiatan yang memungkinkan manejer mempercepat seluruh waktu yang dibutuhkan bagi penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan.

37

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN

6.1 Simpulan

Dari uraian diatas dan penjelasan yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka dalam bab ini penulis mencoba mengambil kesimpulan secara menyeluruh mengenai penyelesaian proyek yang telah dilaksanakan oleh CV. Sutrapura yaitu:

1. CV. Sutrapura adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa kontraktor 2. Pemberi pekerjaan atau pemilik proyek tersebut adalah depertemen

pekerjaan umum dan juga swasta

3. Dari sejumlah proyek yang telah dikerjakan, terlihat masih ada beberapa proyek yang penyelesaiannya belum mencapai tingkat efisiensi dan efektifitas yang baik. Hal ini dapat dilihat dari waktu penyelesaian proyek tersebut cendrung lebih besar dari standar yang berlaku, dengan kata lain penyelesaian pekerjaan melebihi batas waktu yang telah ditetapkan.

4. Pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan los pasar Desa Sirnajaya Tasikmalaya, dari penyelesaiannya belum dapat dikatakan efektif dan efisien, dapat dilihat dari :

a. Dari segi perencanaan dan pengendalian material

1) Adanya hal-hal diluar perkiraan pemakaian material yang telah direncanakan semula sehingga perkiraan tersebut menyimpang dari perkiraan yang ada.

2) Ditemukan adanya keterputusan/ kekosongan material sehingga pekerjaan tidak dapat dilanjutkan/ tertunda sampai tersedianya material di lokasi pekerjaan.

3) Adanya material yang rusak dan hilang disebabkan oleh kurang baiknya sistem penyimpanan terhadap material yang mudah rusak dan kurangnya pengawasan oleh tenaga pengawas terhadap material di lokasi proyek.

38

b. Dari segi faktor alam/cuaca

Faktor ekternal yaitu faktor yang berasal dari luar seperti musim yang ketika itu terjadi curah hujan yang cukup tinggi sehingga adanya kegiatan tertentu yang tertunda dan dilaksanakan secara berulang-ulang seperti penggalian pondasi, pengecetan dan pemasangan batu dinding c. Dari segi jaringan kerja (Network Planning)

Penggunaan diagram Network pada penyelesaian proyek sangat membantu dalam menentukan ketergantungan waktu ekonomis dan dapat dilihat dari kegiatan yang benar dan logis dalam penyelesaiannya.

6.2 Saran

Dari beberapa kesimpulan yang dipaparkan sebelumnya tentang penelitian ini, maka dapat pula penulis memberikan beberapa saran-saran, yaitu:

1) Sebelum dimulainya pekerjaan seharusnya diadakan survey terlebih dahulu agar tidak terjadi pemborosan pemakaian bahan serta dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan dalam pengadaan bahan agar rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan sesuai dengan realisasinya.

2) Perlu adanya pengendalian bahan yang baik, karena bahan atau material tersebut merupakan salah satu faktor yang akan menentukan kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

3) Dalam menetapkan dan menerima pekerjaan suatu proyek, sebaiknya perusahaan memperhatikan dan mempertimbangkan waktu yang akan hilang dikarenakan pengadaan material, disamping itu diperlukan juga kebijakan pemerintah didalam menetapkan waktu standar penyelesaiaan proyek juga diperlonggar, mengingat akan hal-hal yang tidak dapat dihindari.

39

4) Berdasarkan faktor-faktor diatas tadi, maka selayaknya perusahaan melaksanakan perencanaan dan pengawasan material secara baik, mulai dari perencanaan pemakaian, mobilitas bahan ke lokasi pekerjaan sehinggga bahan tidak terlalu lama menumpuk dan terletak dipinggir jalan.

5) Perusahaan lebih memperhatikan faktor luar seperti musim.

Dokumen terkait