• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Stratejik Review

N/A
N/A
Lathifah Firza

Academic year: 2023

Membagikan "Manajemen Stratejik Review"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Judul : Corporate Governance - A Conceptual Guideline Sumber : E-book dari Research Gate

Penulis : Arabinda Bhandari Jumlah halaman : 36 halaman

PENDAHULUAN

Saat ini, banyak perusahaan yang mengalami kesulitan dalam mengelola manajemen perusahaan yang membuat sistem perusahaan tidak sejalan dengan visi dan misi perusahaan.

Salah satu cara mengelola perusahaan agar berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan tersebut adalah dengan memperhatikan manajemen strategik karena saling berkaitan erat. Manajemen perusahaan harus mengerti bagaimana tata kelola perusahaan yang tepat. Tata kelola perusahaan telah dianggap sebagai pusat perhatian dalam ekonomi zaman baru. Suatu perusahaan diharapkan untuk menghormati dan melindungi hak-hak pemangku kepentingan lainnya termasuk masyarakat setempat.

Meningkatnya daya saing menjadi alasan bagi petinggi perusahaan untuk lebih memperhatikan tata kelola perusahaan.

Di Indonesia sendiri, penerapan Good Corporate Governance (GCG) khususnya bagi perusahaan publik dapat dikatakan belum begitu baik. Dalam kenyataanya GCG hingga saat ini belum diterapkan secara sepenuhnya. GCG tampaknya masih dirasakan seperti sebuah slogan, harapan, atau cita-cita yang ideal. Memang dalam kenyataannya perlu diakui bahwa belum semua perusahaan BUMN ataupun perusahaan swasta, khususnya perusahaan publik belum melaksanakan prinsip-prinsip GCG secara sempurna. Hal ini dikarenakan Pedoman GCG ini hanya dalam bentuk rekomendasi dan belum sepenuhnya ketentuan GCG diadopsi ke dalam peraturan- peraturan perundang-undangan yang memiliki kekuatan hukum mengikat. Sehingga banyak perusahaan merasa enggan untuk menerapkan GCG secara penuh.

KERANGKA DASAR TEORI

Tata kelola perusahaan didefinisikan sebagai manajemen perusahaan yang bertanggung jawab kepada penyedia modal untuk penggunaan aset yang efisien. Tata kelola perusahaan adalah sistem internal yang mencakup kebijakan, proses dan

Lathifah Firza Mafaazani 20180530232

(2)

sumber daya manusia, melayani kebutuhan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan manajemen dengan obyektifitas, akuntabilitas dan integritas.

Tata kelola perusahaan mempunyai dua faktor utama. Pertama, berkaitan dengan komitmen manajemen terhadap prinsip integritas dan kerangka kerja administrasi yang dibuat oleh pemerintah dimana bisnis tersebut beroperasi. Sisanya mengikat.

Tujuan inti dari tata kelola perusahaan:

A. Fokus strategis.

B. Prediktabilitas.

C. Transparansi.

D. Partisipasi.

E. Akuntabilitas.

F. Efisiensi dan efektivitas.

G. Kepuasan pemangku kepentingan.

Tujuan mendasar dari tata kelola perusahaan adalah peningkatan nilai pemegang saham dan melindungi kepentingan para pemangku lainnya.

Tata kelola perusahaan yang baik harus:

1. Sistem yang terdiri dari struktur peran, wewenang dan tanggung jawab dan pendelegasian wewenang;

2. Visi, prinsip, norma yang menunjukkan pengembangan dan pedoman kinerja;

3. Sistem yang tepat untuk membimbing, memantau, melaporkan dan kontrol.

Tata kelola perusahaan didasarkan pada prinsip transparansi, keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan dalam mengemukakan materil dan relevan mengenai perusahaan secara akurat dan tepat waktu; akuntabilitas, kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban sehingga pengelolaan perusahaan dapat dilaksanakan secara efektif; pertanggungjawaban, perseroan memiliki sistem pengelolaan perusahaan yang mendukung terciptanya kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban kinerja perusahaan; indepedensi, perseroan selalu memastikan bahwa pengelolaan perusahaan dilakukan secara independen, sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain; kewajaran dan kesetaraan, perseroan juga selalu menerapkan perlakuan yang setara baik kepada publik, otoritas pasar modal, komunitas pasar modal, maupun para pemangku kepentingan. Sementara itu

(3)

hubungan dengan karyawan dijaga dengan memperhatikan hak dan kewajibannya secara adil dan wajar.

Adapun teori utama yang terkait dengan tata kelola perusahaan 1. Agency Theory

Teori tersebut mendasarkan hubungan kontrak antara prinsipal dan agen.

Prinsipal merupakan pihak yang memberikan mandat kepada agen untuk bertindak atas nama prinsipal, sedangkan agen merupakan pihak yang diberi amanat oleh prinsipal untuk menjalankan perusahaan. Agen sebagai pihak yang bertugas untuk mengelola perusahaan mempunyai lebih banyak informasi mengenai kapasitas perusahaan, lingkungan kerja dan perusahaan secara keseluruhan.

2. Stewardship Theory

Teori stewardship mengasumsikan bahwa manajer adalah pengelola dengan perilaku yang selaras dengan tujuan prinsipal mereka. Teori ini mendasarkan pada adanya toleransi yang baik dalam diri seorang manajer. Teori ini juga berpendapat bahwa sebuah organisasi membutuhkan struktur yang memungkinkan harmonisasi yang akan dicapai dari hubungan efektif manajer dan pemilik. Dengan kata lain, stewardship theory memandang manajemen sebagai pihak yang dapat dipercaya untuk bertindak dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan publik maupun stakeholder.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN 1. Kelebihan

Kelebihan pada buku ini terletak pada segi analisis seputar implementasi Good Corporate Governance (GCG) pada perusahaan publik di Indonesia. Analisis tersebut dimulai dengan perangkat aturan perundang-undangan di Indonesia yang menekankan prinsip-prinsip GCG, praktik penerapan GCG dalam pengelolaan perusahaan publik serta faktor-faktor penyebab kegagalan penerapan GCG di Indonesia. Penulis dalam buku ini juga mencantumkan dengan memberikan contoh mengenai perusahaan- perusahaan di India dan luar negeri, seperti Amerika Serikat yang telah menunjukkan bahwa pasar dan investornya memperhatian perusahaan yang dikelola dengan baik, memberikan contoh mengenai tata kelola perusahaan yang ada di General Motors dan kejadian penipuan yang ada di perusahaan India. Selain itu, dalam buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami walaupun untuk orang awam.

2. Kekurangan

(4)

Adanya contoh-contoh yang dicantumkan dalam kotak tersendiri, namun bahasa agak sulit sehingga sedikit kurang dimengerti serta kurangnya kasus-kasus pelanggaran GCG yang seringkali terjadi di Indonesia

Kesimpulan

Dengan banyaknya berbagai permasalahan dalam perusahaan di Indonesia, maka dapat dikatakan bahwa penerapan GCG di Indonesia gagal. Perusahaan publik belum sepenuhnya bersedia untuk menjalankan prinsip-prinsip GCG dalam perilaku dan kegiatan pengelolaan perusahaan sehari-hari. GCG sendiri tidak serta merta dapat diterapkan secara baik oleh pihak-pihak yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Perlu adanya dukungan dari pihak regulator untuk membuat payung hukum yang menaungi penerapan GCG yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan urusan-urusan perusahaan dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan rehabilitas perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan para stakeholder yang lainnya.

Diakui ataupun tidak implementasi GCG di Indonesia merupakan hal yang sangat vital, karena dapat membantu perusahaan keluar dari krisis ekonomi dan bermanfaat bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang harus menghadapi arus globalisasi, mengikuti perkembangan ekonomi global dan pasar dunia yang kompetitif.

Memberikan penjelasan agar Indonesia mencontoh beberapa negara maju dalam menerapkan GCG, misalnya Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pilar kepercayaan pasar di kedua negara tersebut dibangun dengan dasar keterbukaan dalam fungsi pengawasan dan penegakan hukumnya. Untuk itu, penulis dalam buku berjudul GCG ini menyimpulkan agar sebaiknya prinsip-prinsip GCG dibuat dalam bentuk ketentuan perundang-undangan agar memiliki kekuatan hukum mengikat, mengingat sampai saat ini ketentuan mengenai GCG yang dibuat oleh Komite Kebijakan Nasional Corporate Governance hanya dalam bentuk rekomendasi.

Referensi

Dokumen terkait

Disclosure adalah keterbukaan dalam mengungkapkan informasi yang material dan relevan mengenai perusahaan. Discloruse erat kaitannya dengan transparansi, yaitu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan implementasi prinsip-prinsip tata kelola lembaga yang terdiri dari 5 prinsip yakni prinsip keterbukaan, prinsip

Menunjukkan struktur, proses dan praktis untuk tata kelola TI yang sejalan dengan prinsip-prinsip, model pengambilan keputusan dan prinsip desain tata kelola yang telah

Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang berkaitan dengan transparansi proses

Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang berkaitan dengan transparansi proses Nominasi

Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang berkaitan dengan transparansi proses

DAFTAR ISI DAFTAR ISI Penerapan Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik 131 Tata Kelola Perusahaan Panduan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Struktur Tata Kelola Perusahaan

Pembahasan etika bisnis dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan bermoral dalam konteks manajemen bisnis dan tata kelola