LAPORAN BACAAN
“MANFAAT PENYUSUNAN KARYA ILMIAH”
Dosen Pengampu : Meta Melisa,M.Pd
Disusun Oleh:
Enza Alfredo Sitepu 2020101013
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA STMIK METHODIST BINJAI
T.A 2023/2024
Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah
Penyusunan karya tulis ilmiah memiliki beragam manfaat, antara lain:
1. Pengakuan dan Publikasi: Karya ilmiah yang berkualitas memiliki potensi untuk diakui secara luas oleh komunitas akademik dan mungkin dipublikasikan dalam jurnal atau platform ilmiah terkemuka. Ini dapat memberikan pengakuan terhadap kontribusi penulis dalam bidangnya.
2. Menyebarkan Informasi: Melalui karya ilmiah, informasi penting dan temuan baru dapat disebarkan kepada khalayak yang lebih luas. Hal ini membantu dalam penyebaran pengetahuan dan memungkinkan orang lain untuk memanfaatkan hasil penelitian yang dilakukan.
3. Mendorong Diskusi dan Kolaborasi: Karya ilmiah dapat menjadi titik awal untuk diskusi lebih lanjut dan kolaborasi antara penulis dan pihak lain yang tertarik pada topik yang sama. Ini memperkaya pertukaran ide dan membantu dalam membangun komunitas penelitian yang kuat.
4. Menyebarkan Pengetahuan Karya tulis ilmiah membantu dalam menyebarkan pengetahuan dan hasil penelitian kepada masyarakat luas, sehingga informasi yang berkualitas dapat diakses dan dimanfaatkan oleh banyak orang.
5. Kontribusi pada Ilmu Pengetahuan: Dengan menyusun karya tulis ilmiah, peneliti dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karya tulis ini
menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya dan dapat membantu memecahkan masalah- masalah yang kompleks.
6. Membangun Karier: Karya tulis ilmiah dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas seorang peneliti atau akademisi di bidangnya. Hal ini dapat membantu dalam membangun karier di dunia akademis atau industri.
7. Proses Pembelajaran: Proses penyusunan karya tulis ilmiah melibatkan analisis, sintesis, dan evaluasi informasi, sehingga membantu penulis untuk memahami topik secara
mendalam. Hal ini juga menjadi proses pembelajaran yang berharga bagi penulis tersebut.
8. Melatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif: Proses penulisan karya ilmiah membantu mengasah kemampuan membaca dengan efektif. Ini termasuk kecepatan membaca dan pemahaman isi bahan bacaan.
9. Menggabungkan hasil bacaan dari berbagai referensi/sumber: Penulis karya ilmiah sering merujuk pada berbagai referensi untuk memperkuat argumen. Ini melatih
kemampuan menggabungkan informasi dari berbagai sumber dan menyusunnya kembali dengan bahasa sendiri.
10. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan: Penyusunan karya ilmiah
memperkenalkan penulis pada kegiatan kepustakaan. Keterlibatan dengan banyak referensi membantu memahami dunia literatur dan sumber-sumber ilmiah.
11. Pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis: Karya ilmiah memerlukan struktur yang sistematis, termasuk pendahuluan, metode, isi, kesimpulan, dan daftar pustaka. Ini membantu meningkatkan kemampuan mengorganisasi informasi dengan baik.
1. Perbedaan Sistematika penulisan skripsi STMIK Methodist Binjai dengan STMIK Kaputama Binjai.
➢ Skripsi STMIK Methodist Binjai
• Pada Bab 1, Identifikasi masalah, Rumusan masalah dan Batasan masalah terdapat.
• pada bagian permasalahan penelitian Pada Bab 3, membahas Profil Perusahaan sampai analisa system
• Pada Bab 4, membahas Rancangan sistem.
➢ Skripsi STMIK Kaputama Binjai
• Pada Bab 1, Langsung membahas Rumusan masalah, Batasan masalah
• Pada Bab 3, membahas metode penelitian sampai perancangan proses.
• Pada Bab 4, membahas Pembahasan dan Implementasi.
Ket: Sistematika penulisan skripsi STMIK Methodist binjai diambil pada tahun 2020 sedangkan STMIK Kaputama pada tahun 2023.
2. Perbedaan Skripsi STMIK Methodist Binjai Tahun 2018-2022.
Dalam panduan penyusunan skripsi sama, hanya tingkat kerapian penulisan dan penjilidan skripsi semakin rapi dan menggunakan tinta emas.