• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANUAL OPERASI (PT. PULO DAMAR ABADI)

N/A
N/A
haris jayadi

Academic year: 2023

Membagikan "MANUAL OPERASI (PT. PULO DAMAR ABADI)"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

PULO DAMAR ABADI telah membangun dan akan terus meningkatkan sistem manajemen mutu sesuai dengan persyaratan standar yang relevan untuk memastikan penerapan yang aktif dan konsisten, sehingga langkah-langkah berikut harus diambil. Manajemen puncak bertekad untuk terus mengembangkan/menyempurnakan, menerapkan perbaikan berkelanjutan dan efektivitas sistem manajemen mutu untuk memenuhi persyaratan pelanggan dan/atau persyaratan standar/peraturan yang relevan. Memastikan bahwa aktivitas yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu ditetapkan, diterapkan, dipelihara, dan ditingkatkan.

Melaporkan kepada manajemen senior mengenai kinerja sistem manajemen mutu dan segala perbaikan yang diperlukan. PULO DAMAR ABADI membuat, mengumpulkan dan menganalisis data untuk menunjukkan kecukupan dan efektivitas sistem manajemen mutu untuk menilai di mana perbaikan berkelanjutan dapat dilakukan, hasil analisis ini dapat digunakan untuk menentukan. PULO DAMAR ABADI melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap efektivitas sistem manajemen mutu dengan menggunakan kebijakan, sasaran/sasaran hasil audit, analisis data, tindakan perbaikan, pencegahan dan tinjauan manajemen.

GAMBAR MODEL PEBAIKAN BERKESINAMBUNGAN ( CONTINOUS IMPROVEMENT)
GAMBAR MODEL PEBAIKAN BERKESINAMBUNGAN ( CONTINOUS IMPROVEMENT)

STRUKTUR ORGANISASI PT. Pulo damar abadi

STRUKTUR ORGANISASI PROYEK PT. Pulo damar abadi

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

Memberikan dukungan dan dorongan serta memastikan kelancaran kegiatan atau personel terkait penerapan kebijakan mutu dan K3. Memastikan kecukupan dana, sumber daya dan fasilitas secara proporsional untuk mendukung program kebijakan K3 yang berkualitas. Bertanggung jawab terhadap kebijakan mutu dan H3 seluruh personel dan lingkungan kerja pada seluruh bidang kompetensi direktorat.

Memberikan dukungan dan dorongan dalam penerapan kebijakan mutu dan K3 di direktorat secara komprehensif atau Bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas dan kesadaran K3 di antara seluruh staf di departemennya. Bertanggung jawab untuk memenuhi seluruh persyaratan dan peraturan kebijakan mutu dan kebijakan K3 yang diterapkan oleh perusahaan.

PT. PULO DAMAR ABADI

Segera memberitahu atasannya atau pejabat yang ditunjuk mengenai segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kualitas, atau bahaya, kondisi tidak aman atau perilaku tidak aman di tempat kerja.

PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMEN

  • TUJUAN
  • UMUM
  • PENGESAHAN PENERBITAN DOKUMEN DAN PERUBAHAN DOKUMEN
  • DOKUMEN TERKAIT

Semua karyawan harus berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar tugasnya untuk menghindari kecelakaan/cedera. Menyediakan daftar induk dokumen yang menunjukkan status revisi terakhir dan mendistribusikan dokumen sistem manajemen mutu. Dokumen-dokumen tersebut disusun sedemikian rupa sehingga mudah diperoleh dan mencegah penggunaan dokumen yang tidak sah.

Dokumen yang tidak sah atau tamat tempoh ditarik balik dari semua kawasan kerja dan dilupuskan mengikut prosedur pengendalian dokumen. Semua perubahan dokumen disemak dan disahkan oleh fungsi yang sama yang melakukan semakan dan pengesahan sebelumnya.

PROSEDUR PENGENDALIAN REKAMAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR PERBAIKAN

PULO DAMAR ABADI menetapkan tata cara pengajuan untuk mengambil tindakan perbaikan atas penyimpangan yang terjadi baik dalam sistem maupun dalam pelaksanaannya. Setiap penyimpangan yang terjadi harus segera memerlukan tindakan perbaikan dari personel yang bertanggung jawab.Penyimpangan tersebut dapat timbul pada saat pelaksanaan pekerjaan, pada saat tinjauan manajemen, masukan atau keluhan pelanggan, audit internal dan eksternal atau observasi staf. Tindakan korektif dimulai dengan penyelidikan oleh personel yang bertanggung jawab untuk menentukan penyebab masalah.

Seluruh kegiatan identifikasi potensi masalah, tindakan perbaikan, dan pemantauan hasil tindakan perbaikan mengikuti prosedur tindakan perbaikan.

PT. PULO DAMAR ABADI PROSEDUR PENCEGAHAN

DOKUMEN TERKAIT

PROSEDUR TINDAK LANJUT KETIDAKSESUAIAN

Hasil pengendalian yang tidak sesuai yang timbul akibat serah terima pekerjaan, hasil yang tidak sesuai pada saat pelaksanaan, keluhan pelanggan, pengendalian mutu, tinjauan manajemen, audit internal dan eksternal ditangani oleh penanggung jawab terkait. Perwakilan manajemen mengajukan permintaan tindakan perbaikan dan pencegahan kepada orang yang bertanggung jawab jika mereka menentukan bahwa ketidaksesuaian berpotensi terulang kembali. Jika ketidaksesuaian berpotensi terulang kembali, maka harus dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan sesuai dengan prosedur tindakan perbaikan dan prosedur tindakan pencegahan.

PT. PULO DAMAR ABADI PROSEDUR AUDIT INTERNAL

  • RUANG LINGKUP
  • PERTANGGUNG JAWABAN
  • DEFINISI
  • REFERENSI ISO 9001:2015

Memastikan sistem manajemen mutu diterapkan sesuai dengan persyaratan dan/atau peraturan perundang-undangan yang ditetapkan. Telah mengikuti pelatihan auditor internal sistem manajemen mutu, dan dimasukkan serta disetujui dalam daftar auditor internal (=formulir terlampir=). Tidak ada prosedur atau inkonsistensi dalam penerapan persyaratan/peraturan sistem manajemen mutu yang dapat menyebabkan kegagalan sistem.

Ketidaksesuaian yang diakibatkannya berdampak langsung pada produk yang tidak memenuhi persyaratan pemrosesan atau saat ini, atau penggunaan bahan yang salah, pengiriman yang salah, atau menimbulkan risiko bahaya yang tinggi. Inkonsistensi atau kesalahan dokumentasi dalam sistem manajemen dan tidak berdampak negatif langsung terhadap kualitas produk/risiko tinggi. Pernyataan tentang fakta yang dibuat selama audit atau temuan yang mungkin tidak tepat dan didukung oleh bukti obyektif.

Audit yang dilakukan oleh pihak eksternal (seperti pelanggan langsung, pelanggan sekunder/pelanggan akhir dan/atau lembaga sertifikasi). Memberikan pemberitahuan tertulis mengenai jadwal audit internal kepada seluruh kepala divisi, bagian, auditor dan audit/penanggung jawab lokasi audit terkait. Meminta tanda tangan audit sebagai bukti bahwa audit telah dilaksanakan dan/atau Anda setuju dengan temuan ketidaksesuaian.

Merencanakan tindakan perbaikan, merencanakan tanggal penyelesaian dan menyampaikan kepada divisi/divisi untuk disetujui, kemudian menyampaikan kepada perwakilan auditor paling lambat 7 hari kerja. -Setiap kepala divisi/departemen/staf yang membawahi harus menyelesaikan/menyelesaikan tindakan perbaikan tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Auditor menerima perbaikan secara menyeluruh atas hasil audit dari auditor, sehingga ia harus memverifikasi seluruh kelengkapan atau kecukupan dan bukti pelaksanaan tindakan perbaikan yang dilaksanakan.

PROSEDUR SANGGAH DAN BANDING

KEBIJAKAN

Perusahaan akan menindaklanjuti dengan baik dan benar keluhan baik lisan maupun tertulis dari pelanggan atau pihak lain terhadap pelayanan. Setiap keluhan yang disampaikan oleh pelanggan akan ditandatangani oleh perwakilan manajemen sesuai dengan prosedur keluhan, banding dan tindakan perbaikan. Segala pencatatan dan seluruh aktivitas yang dilakukan sehubungan dengan pengaduan pelanggan dilakukan oleh pelanggan sesuai dengan prosedur pengendalian pencatatan.

PROSES KERJA YANG BERKAITAN DENGAN UJPTL

  • HANTARAN DAN PEMASANGAN SALURAN UDARA
  • KONSTRUKSI TIANG
  • STRINGING (LENDUTAN) JARAK ANTAR GAWANG
  • KONSTRUKSI ELEKTRODA PEMBUMIAN
  • PALANG SANGGA (CROSS ARM,TRAVERS) DENGAN UKURAN TERTENTU
  • IKATAN ISOLATOR PADA HANTARAN
  • GUY WIRE (TREKSCHOOR) KAWAT PENARIK
  • MATERIAL YANG DIPERLUKAN UNTUK PEKERJAAN JTM DAN JTR Konstruksi dan kebutuhan material TR
  • METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN sebagai berikut : PEKERJAAN SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH
  • PEKERJAAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK RUMAH TINGGAL DAN GEDUNG 1. PERENCANAAN

Pemasangan pada 1 kutub kabel overhead TM dengan kabel overhead TR (Under Built) setiap 3 kutub harus terdapat konduktor grounding yang terhubung dengan konduktor netral. Jarak aman antara saluran udara dan bagian grounding minimal 5 cm + 2/3 x kV sistem. Untuk tiang lurus, gunakan isolator satu kaki atau sejenisnya per saluran kabel.

Untuk tiang sudut lebih dari 30 digunakan dua buah isolator tegangan/string isolator dengan panjang lengan melintang minimal 2000 cm. Terbuat dari besi saluran UNP 8 atau UNP 10, panjang tiang sudut 2,4 meter dan tiang lurus 1,8 meter. CARA PELAKSANAAN PEKERJAAN sebagai berikut: PEKERJAAN SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH.

Penanaman tiang beton/tiang besi sesuai persyaratan terkait RAB, setelah pemasangan tiang dilanjutkan dengan pemasangan aksesoris SUTM sesuai gambar pelaksanaan. Namun seringkali proyek perumahan memasang instalasi grounding sendiri menggunakan jasa kontraktor instalasi listrik sebelum PLN memasang KWH meter. Apabila selanjutnya KWH meter dipasang, petugas PLN akan menyambungkan sambungan ground pada KWH meter ke sistem sambungan ground pada kWh meter. Pada gambar rangkaian sistem kelistrikan rumah menggunakan 3 buah MCB dan kabel masuk dari kWh meter berada di bagian bawah dan kabel keluar di bagian atas.

Ada dua jenis sistem grounding yang dipasang yaitu untuk instalasi listrik rumah dan instalasi penangkal petir. Ada beberapa jenis gambar yang harus dilakukan dalam tahap perancangan suatu proyek pemasangan instalasi penerangan dan listrik standar menurut PUIL 2000. Parameter terpenting dalam menilai kualitas pentanahan adalah nilai hambatan atau resistansi dalam satuan Ohm. , yang diukur pada sambungan ground.

Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menggunakan stopkontak listrik yang memiliki sambungan ground bawaan untuk stopkontak atau colokan listrik. Pada gambar berikut ini Anda dapat melihat contoh colokan listrik yang mempunyai sambungan ground yang ditandai dengan kotak merah atau lingkaran merah. Setelah pekerjaan instalasi listrik selesai, kita harus menguji kesesuaian instalasi tersebut untuk mendapatkan sertifikat layak beroperasi, sehingga kita harus mendaftar ke LIT (Lembaga Inspeksi), termasuk PPILN, KONSUIL atau JASERINDA.

PT. PULO DAMAR ABADI MANUAL MUTU

SISTEM MANAJEMEN K3

34; Yang dimaksud dengan “tempat kerja” adalah suatu ruang kerja yang luas, tertutup atau terbuka, dapat dipindahkan atau dipasang dalam suatu ruang kerja, atau yang sering dimasuki oleh pekerja untuk keperluan usaha, dan terdapat sumber bahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, termasuk tempat kerja. adalah semua ruangan, ladang, lahan pertanian dan lingkungan sekitar yang merupakan bagian atau berhubungan dengan tempat kerja. 34; Yang dimaksud dengan “Ahli Keselamatan Kerja” adalah tenaga teknis khusus terkait di luar Kementerian Tenaga Kerja yang diangkat oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melakukan pengawasan dan menaati peraturan perundang-undangan. Tujuan pembangunan ketenagalistrikan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesejahteraan penduduk secara adil dan berkeadilan. cara dan untuk mendorong peningkatan kegiatan perekonomian.

Pelaksanaan pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan mengenai teknologi, keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan wilayah kerja dan lingkungan hidup guna tercapainya tertib pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja mengatur tentang syarat-syarat keselamatan kerja yang harus dipenuhi oleh setiap orang atau badan yang melakukan usaha baik formal maupun informal, dimanapun berada, dalam upaya memberikan perlindungan keselamatan dan kesehatan seluruh orang dalam lingkungan usahanya. Pedoman keselamatan kerja kelistrikan mencakup ketenagakerjaan, organisasi, cara kerja material, peralatan listrik, dan pedoman untuk merespons kecelakaan.

Pekerja kelistrikan harus mempunyai fisik yang baik, mental yang baik, terampil dan bekerja dengan cara yang benar. Pakaian kerja yang berhubungan dengan kelistrikan harus mengikuti pedoman keselamatan kerja kelistrikan dan harus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Cangkang helm terbuat dari plastik kuat dan memiliki isolator yang sesuai dengan tegangan yang terlibat.

Sarung tangan ini panjang, fleksibel, kuat dan tahan terhadap gesekan terhadap kabel konduktif serta memiliki sifat isolasi yang memadai. APD merupakan seperangkat alat yang digunakan untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya atau kecelakaan kerja. Alat pelindung diri merupakan suatu alat yang digunakan oleh pekerja untuk menekan atau mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan kerugian bahkan kematian atau cedera.

Alat pelindung diri menurut istilahnya bukanlah alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan, melainkan berfungsi untuk menurunkan tingkat kecerdasan. Alat pelindung diri harus dapat melindungi seseorang yang menggunakannya dalam melaksanakan pekerjaannya, berfungsi untuk mengisolasi tubuh atau bagian tubuh dari bahaya dan dapat mengurangi akibat/risiko. Mencegah dan meminimalkan risiko dengan menyediakan APD yang sesuai dengan bahaya dan risiko yang mungkin terjadi di lingkungan kerja program K3 terkait.

Gambar

GAMBAR MODEL PEBAIKAN BERKESINAMBUNGAN ( CONTINOUS IMPROVEMENT)

Referensi

Dokumen terkait