• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM MANAJEMEN K3

Dalam dokumen MANUAL OPERASI (PT. PULO DAMAR ABADI) (Halaman 36-46)

PT. PULO DAMAR ABADI MANUAL MUTU

D. SISTEM MANAJEMEN K3

Untuk menunjang pekerjaan dilapangan upaya pekerjaannya menjadi lancar maka PT. PULO DAMAR ABADI menggunakan sistem manjemen K3. Berdasarkan peraturan menteri tenaga kerja No. PER.05/MEN/1996 : sistem manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.

Tujuan dan sasaran SMK3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegahkan dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efesien dan produktif.

TUJUAN K3 LISTRIK

1. Menjamin kehandalan instalasi listrik tujuan penggunaannya.

2. Mencegah timbulnya bahaya akibat listrik diantaranya : bahaya sentuh langsung, bahaya sentuhan tidak langsung, bahaya kebakaran.

DASAR HUKUM K3

1. UU NO. 1 THN 1970: tentang keselamatan kerja.

2. UU NO. 15 THN 1985 : tentang ketenaga listrikan.

3. Per men NO. 05/MEN/1996 : tentang sistem manajemen K3.

4. UU NO. 18 THN 1999 : tentang jasa konstruksi.

5. UU NO. 13 THN 2003 : tentang ketenagakerjaan.

6. PP NO. 29 THN 2000 : tentang penyelenggaraan jasa konstruksi.

7. Kep MEN ESDM NO. 2046 K/40/MEN/2001 : penetapan PUIL 2000 SNI 04-0225-2000 sebagai standar wajib.

8. KEP MEN NO. KEP 75/MEN/2002 : pemberlakuan PUIL 2000.

9.

UU NO. 32 THN 2009 : tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

10.

Peraturan menteri PU NO. 09/PRT/M/2008 : tentang pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) konstruksi bidang umum.

URAIAN PERUNDANG – UNDANGAN

UU NO. 1 Tahun 1970 : tentang keselamatan kerja.

Bab I Tentang Istilah - istilah : Pasal 1 ( 1 )

Pasal 1 (6)

"Tempat Kerja" ialah ruangan kerja lapang, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap diruang kerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber - sumber bahaya yang diperinci dalam pasal 2, termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian - bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut.

"Ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkaitan khusus dari luar departemen tenaga kerja yang ditunjuk oleh menteri tenaga kerja untuk mengawasi dan ditaati berdasarka undang - undang.

UU NO. 15 Tahun 1985 : Tentang Ketenaga listrikan.

Pasal 2 (Bab II) : Pembangunan ketenaga listrikan berlandaskan asas manfaat, asas adil dan merata, asas kepercayaan pada diri sendiri, dan keselarasan lingkungan hidup.

Pembangunan ketenaga listrikan bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi.

Pasal 6 (Bab V) ayat (3) Usaha penunjang tenaga kelistrikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b meliputi :

Konsultasi yang berhubungan dengan ketenaga listrikan.

Pembangunan dan pemasangan peralatan ketenaga listrikan.

Pemeliharaan peralatan ketenaga listrikan.

Pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga listrik.

Per Men No. 05/MEN/1996 : Tentang Sistem Manajemen K3.

UU NO. 18 Tahun 1999 : Tentang Jasa Konstruksi.

Ketentuan umum

Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan, keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja perlindungan area kerja dan lingkungan untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.

UU No. 13 tahun 2003 : Tentang ketenaga kerjaan diantaranya :

● Pasal 86 : Pekerjaan/ buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja.

Pasal 87 : Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen SMK3 yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

Pasal 17 : Menyusun dokumen penawaran yang membuat rencana dan metode kerja perencanaan biaya, tenaga keterampilan dan tenaga ahli, rencana dan anggaran keselamatan dan kesehatan kerja dan peralatan.

 Menyerahkan jaminan penawaran dengan menandatangani kontrak kerja konstruksi dalam batas waktu yang ditentukan dalam dokumen lelang.

Kep Men ESDM No. 2046 K/40/Men/2001 : Penetapan PUIL 2000 SNI 04-0225-2000 sebagai standar wajib.

Kep Men No. Kep 75/Men/2002 : Pemberlakuan PUIL 2000.

UU NO. 32 Tahun 2009 : Tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup.

SYARAT - SYARAT KESELAMATAN KERJA :

Secara jelas dan tegas didalam UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ditetapkan syarat - syarat keselamatan kerja yang harus dipenuhi oleh setiap orang atau yang menjalankan usaha formal maupun informal dimanapun berada dalam upaya memberikan perlindungan keselamatan dan kesehatan semua orang yang berada dilingkungan usahanya. Syarat keselamatan kerja seperti tersebut pada pasal 3 (1) UU keselamatan kerja dimaksud untuk :

1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan.

2. Memberikan pertolongan pada kecelakaan.

3. Memberikan alat perlindungan diri (APD).

4. Mencegah dan mengendalikan timbulnya debu, kotoran, kebisingan, getaran psikis, keracunan infeksi, dan penularan.

5.

6. Memperoleh penjelasan yang cukup dan sesuai.

7. Memelihara kebersihan, keselamatan dan ketertiban.

8. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang dan barang.

9. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.

10. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.

11. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.

12. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang berbahaya.

PEDOMAN KESELAMATAN KERJA LISTRIK

Pedoman keselamatan kerja listrik menyangkut tenaga kerja, organisasi, cara kerja bahan, peralatan listrik dan pedoman pertolongan terhadap kecelakaan. Pekerjaan listrik harus memiliki jasmani yang baik, rohani yang baik, terampil dan bekerja sesuai dengan cara yang semestinya. Pakaian pekerjaan yang berhubungan dengan kelistrikan harus mengikuti pedoman keselamatan kerja listrik dan harus memiliki sifat sebagai berikut :

1. Cukup kuat dan tahan gesekan.

2. Baju kemeja berlengan panjang dan berkancing pada ujung lengan.

3. Celana panjang, ujung kaki celana dapat dilipat dan dikancing.

4. Sepatu bersol karet tidak berpaku dan bersifat isolator.

5. Topi helm terbuat dari plastik kuat dan memiliki isolator yang sesuai dengan tegangan yang bersangkutan.

6. Sarung tangan panjang, lentur, kuat dan tahan gesekan terhadap kawat penghantar dan memiliki daya isolator yang sesuai.

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

APD adalah seperangkat alat yang digunakan untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya atau kecelakaan kerja. APD merupakan suatu alat yang dipakai tenaga kerja dengan maksud menekan atau mengurangi resiko masalah kecelakaan akibat kerja yang timbul akibatnya dapat timbul kerugian bahkan korban jiwa atau cedera.

Ada 3 faktor utama terjadinya kecelakaan yaitu :

1. Perbuatan manusia yang tidak aman (unsafe action) 2. Kondisi lingkungan yang tidak aman (unsafe condition)

3. Manajemen.

Alat pelindung diri sesuai dengan istilahnya bukan sebagai alat pencegahan kecelakaan namun berfungsi untuk memperkecil tingkat kecerdasannya. APD harus memiliki bantuan untuk melindungi seseorang pemakaian dalam melaksanakan pekerjaannya yang berfungsi mengisolasi tubuh atau bagian tubuh dari bahaya serta dapat memperkecil akibat/ resiko.

Sasaran K3

 Lingkungan kerja aman, efisien dan produktif

 Tidak terjadi kecelakaan ( Zero Accident )

 Mencegah dan mengurangi Resiko semaksimal mungkin dengan penyediaan APD yang sesuai dengan bahaya dan resiko yang bisa timbul di tepat dan lingkungan kerja Program K3

 Melaksanakan apa yang tercantum pada sasaran K3 dan penggunaan APD yang sesuai dengan kondisi lapangan

 Melaksanakan pekerjaan seefektf dan seefisien mungkin

 Memastikan semua pekerja mematuhi peraturan yang ditetapkan

Poster dan Rambu-Rambu

Dalam dokumen MANUAL OPERASI (PT. PULO DAMAR ABADI) (Halaman 36-46)

Dokumen terkait