MANUAL SISTEM HACCP No. Dokumen Revisi
Tanggal terbit
MANUAL SISTEM HACCP PRODUKSI ROTI
Disusun Oleh : Disetujui Oleh :
ESTY FANIA
Ketua Tim Keamanan Pangan
SISIL EKANESA APRILIA
Pimpinan Perusahaan
KEBIJAKAN PERUSAHAAN
Visi
Menjadi industri makanan sehat bergizi serta aman dan berkualitas
Misi
1. Menjaga keamanan pangan dengan mengedepankan nilai gizi dan kehalalan produk pangan tersebut
2. Selalau menjaga nama baik perusahann dengan menggunakan bahan yang telah di tetapkan oleh pemerintah
3. Selalu Memproduksi dan mendistribusikan beragam produk yang halal, berkualitas tinggi, higienis dan terjangkau bagi seluruh Konsumen Indonesia.
Kebijakan Perusahaan
“Kami perusaan roti seziman berkomitmen untuk memenuhi kepuasan pelanggan dengan berpedoman pada Panduan HACCP dalam melaksanakan jaminan keamanan pangan untuk
menghasilkan roti yang brgizi,halal,berkualitas tinggi,higienis dan terjangkau bagai seluruh masyaraat indonesia.”
Tujuan
Memproduksi dan mendistribusikan produk roti yang beragam produk yang halal, berkualitas tinggi, higienis dan terjangkau bagi seluruh Konsumen Indonesia.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Panduan HACCP ini meliputi proses produksi Roti di perusahaan seziman
MANUAL SISTEM HACCP No. Dokumen Revisi
Tanggal terbit
DAFTAR ISI
BAGIAN JUDUL HALAMAN
00.0 LEMBAR PENGESAHAN DAN PENGENDALIAN 1
00.0 KEBIJAKAN PERUSAHAAN 2
00.0 DAFTAR ISI 3
01.0 INFORMASI UMUM PERUSAHAAN 4
02.0 RUANG LINGKUP 5
03.0 REFERENSI 4
04.0 STRUKTUR ORGANISASI 4
05.0 DIAGRAM ALIR 4
06.0 LAYOUT PABRIK 6
07.0 DESKRIPSI PRODUK DAN BAHAN BAKU 7
08.0 RENCANA PENGGUNAAN 12
01INFORMASI UMUM PERUSAHAAN
01.1 Informasi Umum Perusahaan
Nama Perusahaan PT.Roti seziman (sehat bergizi aman)
Alamat Pabrik/usaha Jl.Indra giri I No.13 padang harapan, Kota Bengkulu
Tahun Pendirian 2018
Pimpinan SISIL EKANESA APRILIA
Merek Produk Simanis bergizi
Jenis Produk Roti dalamkemasan dengan berbagai toping dan slai Tujuan Pengguna Produk Konsumen Umum, tidak disarankan untuk penderita DM Kapasitas Produksi
550.000 bungkus (8.000 dus) / tahun
Kemasan Plastik 30 gram
Pemasaran Nasional
Jumlah Tenaga Kerja 20 orang
Tanda Daftar Industri/SIUI Mikro Nomor: 10/GK/IUM/V/2020
SNI yang digunakan
1)SNI 8372:2018merupakan standar roti manis yang menetapkan istilah dan definisi, komposisi, syarat mutu, pengambilan contoh, dan cara uji roti manis
Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga
Nomor: 230970073420-28 Nomor Induk Berusaha (NIB) Nomor : 8599713098721 Sertifikat HALAL Nomor :12209541097701
Tanda Daftar Merek Nomor : B1290876540001 (No. Permohonan)
Peraturan terkait 1) PERMENPERIN No. 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (GMP)
2) Peraturan BPOM No.16 tahun 2016 tentang Kriteria Mikrobiologi dalam Pangan Olahan
3) Peraturan BPOM No.8 tahun 2018 tentang Batas Maksimum Cemaran Kimia dalam Pangan Olahan
4) Peraturan BPOM No. 5 tahun 2018 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan Olahan
Bahan Karakteristik
Metode pengawetan Jenis kemasan utama Kondisi penyimpanan Masa simpan
1
MANUAL SISTEM HACCP No. Dokumen Revisi
Tanggal terbit
2.0 RUANG LINGKUP
Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baikdi Valmay Mididasarkan pada Peraturan Menteri Perindustrian RI 75/M-IND/PER/7/2010 dan SNI CAC/RCP 1:2011 Rekomendasi Nasional tentang Prinsip Umum Higiene Pangan. Adapun ruang lingkup meliputi lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, Mesin/Peralatan, Bahan, Pengawasan Proses, Produk Akhir, Laboratorium, Karyawan, Pengemasan, Label dan keterangan produk, Penyimpanan, Pemeliharaan dan program sanitasi, Pengangkutan, Dokumentasi dan pencatatan, Pelatihan, Penarikan produk dan pelaksanaan pedoman.
03.0 REFERENSI
Rujukan normatif yang digunakan pada penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik ini adalah :
a) Peraturan Menteri Perindustrian RI 75/M-IND/PER/7/2010tahun 2010 tentang Pedoman Cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB)
b) SNI CAC/RCP 1:2011 Rekomendasi Nasional tentang Prinsip Umum Higiene Pangan c) SNI 3551:2018 Mi instan
04.0 STRUKTURORGANISASI
Gambar 1 – Struktur
Organisasi PT Perusahan Roti seziman mengikuti struktur yang tampak pada Gambar 1.
Seluruh bagian dalam struktur organisasi ini memiliki tugas dan tanggung jawab. Tim Keamanan Pangan dalam penerapannya di perusahaan tidak memiliki struktur yang terpisah
DIREKTUR SISIL EKANSA
APRILIA
WAKIL DIREKTUR MELITA SARI
ESTY FANIA
ADMINISTRASI PRODUKSI
IKAT TRIHAWANI RAMTINA TAMALA
PEMASARAN
2
secara khusus melainkan merupakan sekumpulan dari beberapa orang didalam struktur perusahaan yang dipandang mampu untuk menjalankan sistem ini.
4.1 TIM KEAMANAN PANGAN
Tim HACCP
No. Nama Jabatan Pendidikan Pelatihan
1 Junaidi m napitupulu Ketua S2 HACCP
2 Nabila putri septiani Wakil Ketua S1 Pengenalan GMP
3 Niken shovianti Sekretaris S1 Pengenalan GMP
4 Ummi hasanah Anggota D3 Pengenalan GMP
3
MANUAL SISTEM HACCP No. Dokumen Revisi
Tanggal terbit 05.0 DIAGRAM ALIR PENGOLAHAN ROTI
A.Penerimaan bahan baku
(Tepung,susu,ragi,gula,telur,garam mentega)
Penerimaan bahan kemasan(label,plastic, dus)
Pencampuran I
Fermentasi T = 40°C,t= 1 jam,RH=80-85%
Pencampuran II
Pencampuran III
Pencampuran IV
Fermentasi T = 40°C,t= 1 jam,RH=80-85%
Pengempisan Adonan Susu full cream,ragi,gula
Penimbangan adonan R = 10 gr 1010101010101010=+====908YB Pembentukan dan pengisian adonan
1010101010101010=+====908YBN Fermentasi lll T= 40°C, t= 1 jam, RH 80-85 %
Tempering T= 27°C, t= 5 menit 1010101010101010=+====908YBN Baking T= 180-200 °C, t= 25-30 menit
1010101010101010=+====908YBN Roti
1010101010101010=+====908YBN Penimbangan produk 1010101010101010=+====908YBN
Pengemasan Air (½ Bagian)dan telur
terigu (½ Bagian)
Pencampuran
Air (½ Bagian bahan)
Garam ,Mentega Penerimaan Air
06.0 LAYOUT PABRIK / PENGOLAHAN MI INSTAN
Lokasi pabrik terletak di jl.jati 4 sawah lebar yang jauh dari sumber pencemaran seperti tempat pembuangan sampah, bebas dari gundukan sampah yang merupakan sumber kontaminasi, jauh dari jalan raya dan berada di lokasi bebas banjir.
45
No Tahapan Prosedur dan Target keberterimaan
Monitoring Tindakan Koreksi Rekaman
a Penerimaan Bahan baku segar (sayur dan buah)
Diterima hanya dari Pemasok yang disetujui, hanya dalam keadaan segar, tidak busuk dan tidak berbau.
Periksa organoleptik sayur dan buah:
Bahan Warna Kenampakan Bau
Bayam hijau/
merah
Hijau / merah segar khas bayam
Segar, kering, tidak berlendir, tidak busuk
Segar khas bayam Wortel Orange
segar
Segar khas wortel Buah
naga Ungu
segar Segar
khas buah naga
Disimpan ke dalam wadah plastik
Petugas penerima barang memeriksa dan mencatat:
- Jenis barang dan jumlahnya,
- Kondisi kesegaran dan organoleptik sayur dan buah yang diterima,
- Dan asal sayur dan buah dari pemasok yang ditetapkan
Bila tidak sesuai dengan pesanan, maka bahan ditolak untuk diterima,
Bila terjadi penurunan kondisi mutunya maka minta pengawas produksi untuk melakukan evaluasi apakah bahan tersebut dapat diterima
VM-FGMP-2.1 Form Penerimaan Bahan Baku dan Kemasan
Penerimaan bahan baku kering (tepung terigu, tepung tapioka dan garam)
Penanganan bongkar muat, hanya menggunakan merk dan jumlah yang ditetapkan.
Periksa Tanggal Kadaluarsa, kondisi kemasan, pastikan tidak bocor / rusak
Periksa organoleptik tepung terigu dan garam:
Bahan Warna Kenampakan Bau
Tepung terigu
Putih bersih
Kering, tidak menggumpal, tidak ada benda asing
Khas terigu garam
Disimpan ke dalam gudang bahan baku kering
Petugas penerima barang memeriksa dan mencatat:
- Jenis barang, merk dan jumlah, kemasan dan tanggal kadaluarsanya,
- Kondisi organoleptik tepung terigu dan garam
GOOD INFRASTRUCTURES
NO ASPEK GMP PROSEDUR MONITORING KOREKSI REKAMAN
1. Lokasi pabrik Lokasi pabrik harus bebas dari sampah dan tidak berdebu serta jauh dari lokasi banjir
Lakukan pemeriksaan kebersihan lokasi pabrik setiap hari
Bila ditemukan timbunan sampah di lokasi pabrik maka lakukan
pembersihan oleh petugas.
VM-PSSOP-1.1 Prosedur Pengendalian
Sanitasi VM-FSSOP-1.1 Form Pemeriksaan air, sanitasi peralatan kerja dan Pengendalian Hama
VM-FSSOP-1.2 Form
PemeriksaanSanitasi Harian Karyawan 2. Bangunan
Lantai
Dinding
Atap dan langit-langit
Pintu
Jendela dan ventilasi
Struktur bangunan meliputi lantai, dinding, atap langit-langit, pintu dan jendela harus dalam keadaan bersih dan terjaga dari kotoran.
Lakukan pembersihan bagian gedung/bangunan di setiap ruangan setiap hari
Bila ditemukan lantai yang kotor atau genangan air
maka dilakukan
pembersihan oleh petugas
3. Fasilitas Sanitasi
a. Sarana penyediaan air Sumber air TANAH dalam harus memenuhi secara kualitas dan kuantitas
Lakukan pemeriksaan kualitas air secara visual dan pemeriksaan laboratorium 1 tahun sekali
Bila kualitas air buruk makalakukan perlakukan supaya air sesuai standar b. Pembuangan air dan
limbah
Limbah proses produksi harus dibuang dan tidak menumpuk di area produksi.
Lakukan pembuangan
sampah secara teratur Lakukan pembuangan sampah bila ditemukan onggokan sampah di area produksi
c. Sarana
pembersihan/pencucian
Sarana pencucian harus bersih
dan tersedia air mengalir. Lakukan pembersihan terhadap sarana pencucian secara teratur
Lakukan pembersihan
terhadap sarana
pencucian
d.Sarana toilet Toilet harus dalam keadaan
bersih.
Lakukan pembersihan toilet secara teratur
Bila toilet kurang bersih
maka lakukan
pembersihan ulang
PROSEDUR GOOD MANUFACTORING PRACTICES (GMP) No. Dokumen Revisi
Tanggal terbit
NO PROSEDUR MONITORING
KOREKSI REKAMAN
Apa Dimana Bagaimana Kapan Siapa
1 Menjaga Keamanan Air :
Pastikan suplai air aman untuk digunakan :
Monitor secara berkala
Uji air ke lab terakreditasi 1 X per tahun
Air Ditempat
pencucian peralatan
Ditempat keran di ruang produsi
Secara visual:
kekeruhan dan bau
Setiap sebelum operasi
Petugas pencuci peralatan Petugas produksi
Jika menemukan secara visual warna air tidak jernih atau berbau tidak normal, maka harus dilakukan penyaringan.
Air tidak boleh digunakan untuk mencuci dan untuk pengolah produk
VM-FSSOP- 2.1 Form Pemeriksaan air, sanitasi peralatan kerja dan Pengendalia n Hama Hasil uji lab (mikro dan
kimia)
1 kali dalam setahun
Petugas laboratorium yang diakreditasi PemerIntah
Jika hasil pengujian sampel air tidak
memenuhi maka air yang digunakan tidak boleh dari sumber air tersebut.
Bukti hasil Uji Lab
6 Pelabelan, penyimpanan, dan penggunaan bahan toksin yang benar;
Menjamin semua bahan- bahan toksin yang digunakan di tempat pengolahan disimpan dalam tempat yang terlindung, dan hanya digunakan oleh petugas yang terlatih
Bahan pembersih
Tempat penyimpanan bahan pembersih
Disimpan dalam kemasan asli, label asli tidak hilang dan terbaca dengan jelas.
Disimpan terpisah dari bahan baku dan produk
Disimpan dalam container tertutup
Digunakan sesuai keperluan mengikuti cara penggunaanya
Setiap saat Karyawan
produksi Segera beri label dan cara penggunaan jika label aslinya hilang / tidak terbaca dengan jelas
Segera simpan bahan pembersih ke tempatnya jika ditemukan ada di área ruang produksi
Latih ulang karyawan
VM-FSSOP- 2.1 Form Pemeriksaan air, sanitasi peralatan kerja dan Pengendalia n Hama
Lengkapi
BAGIAN 1: Analisa bahaya & Tindakan Pengendalian (Lengkapi setiap baris)
Diisi setelah BAGIAN 1 selesai dilengkapi
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Tahap Pengolahan
Identifikasi potensi bahaya Yang timbul, dikendalikan, atau berkembang pd tahap
pengolahan (1)
Apakah bahaya tersebut SIGNIFIKAN?
(Yes/Tdk)
Gunakan penilaian resiko
Justifikasi keputusan pd kolom
(3)
Tindakan apa yang dilakukan untuk mengendalikan bahaya
yang Signifikan?
Apakah tahap ini Critical Control Point?
(menggunakan decision tree)
P1; P2; P3; P4 (Yes/T) S P R Sig (Y/T)
1a Penerimaan Bahan Baku segar (Sayur dan buah)
E. coli M M M TS S: Medium
menyebabkan diare P; Medium; BB diambil dari approved supplier yang mentaati spesifikasi pengiriman BB
- -
Salmonella
H L L TS S: High, menyebabkandemam tinggi, diare P: Low, tidak berpotensi mengkontaminasi sayur dan buah segar dari supplier terpilih
-
Kapang dan khamir
L L L TS S=Low, menyebabkan -Lengkapi
BAGIAN 1: Analisa bahaya & Tindakan Pengendalian (Lengkapi setiap baris)
Diisi setelah BAGIAN 1 selesai dilengkapi
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Tahap Pengolahan
Identifikasi potensi bahaya Yang timbul, dikendalikan, atau berkembang pd tahap
pengolahan (1)
Apakah bahaya tersebut SIGNIFIKAN?
(Yes/Tdk)
Gunakan penilaian resiko
Justifikasi keputusan pd kolom
(3)
Tindakan apa yang dilakukan untuk mengendalikan bahaya
yang Signifikan?
Apakah tahap ini Critical Control Point?
(menggunakan decision tree)
P1; P2; P3; P4 S P R Sig (Y/T)
diare ringan P= Low, tidak dpt berkembang biak pada sayur dan buah 1b Penerimaan
bahan baku kering (terigu dan sagu)
E.Coli
M L L TS S: Mediummenyebabkan diare P; Low, BB dibeli dalam kemasan sag yg tertutup bersih dan disimpan dalam gudang bersih kering
- -
Salmonella
H L M TS S: High, menyebabkandemam tinggi, diare P=Low, tidak bisa berkembang pd produk dg kadar air sangat rendah dan sedikit oksigen
Bacillus cereus
M L L TS S= Mediummenyebabkan diare,
(1) (2) (3) (4) (5) (6) Tahap
Pengolahan
Identifikasi potensi bahaya Yang timbul, dikendalikan, atau berkembang pd tahap
pengolahan (1)
Apakah bahaya tersebut SIGNIFIKAN?
(Yes/Tdk)
Gunakan penilaian resiko
Justifikasi keputusan pd kolom
(3)
Tindakan apa yang dilakukan untuk mengendalikan bahaya
yang Signifikan?
Apakah tahap ini Critical Control Point?
(menggunakan decision tree)
P1; P2; P3; P4 S P R Sig (Y/T)
keram perut dan mual P=Low, tidak berkembang biak pd produk kering
Kapang dan khamir
L L L TS S=Low, menyebabkan diare ringanP=Low, tidak berkembang biak pd produk kering dalam ruang yang tidak lembab
As, Cd, Pb, Hg L L L TS S=Low, gangguan
metabolic terjadi pada efek yg timbul pada jangka panjang P=Low,
Pencucian Pecehan kaca H L L TS -
i. Tabel Resiko dan Signifikansi Bahaya
PROBABILITY dari Hazard yang timbul
SEVERITY dari Hazard
Low (Rendah) Medium (Sedang) High (Tinggi)
High (Tinggi) Resiko Rendah-Medium
Low-Medium Risk
Resiko Medium-Tinggi,
Prioritas Tinggi, SIGNIFIKAN Resiko Tinggi, Prioritas Tinggi, Hazard harus dikendalikan, SIGNIFIKAN
Medium (Sedang)
Prioritas Rendah (Low Priority)
Hazard Tidak Signifikan
Resiko Medium-Low
Low (Rendah) Prioritas Rendah (Low Priority) Resiko Medium-Low
RENCANA PENERAPAN HACCP KEPING MI No. Dokumen : VM-PHACCP-3
Revisi : 1
Tanggal terbit : 20-11-2019
NO.
CCP LANGKAH PRINSIP 3.
BATAS KRITIS
PRINSIP 4.
PEMANTAUAN
PRINSIP 5.
KOREKSI & TINDAKAN KOREKSI
PRINSIP 6.
VERIFIKASI
PRINSIP 7.
REKAMAN
What-Where-When-Who-How 1 Pengukusan
sampai penirisan
Dikukus pd Suhu
<70C, waktu <6 menit atau >8menit (mi bayam), waktu
<8 menit atau
>10menit (mi worte), waktu
<4menit atau
>6menit (mi buah naga)
Suhu produk penirisan >30oC,
>1 jam
Petugas memantau waktu dan suhu pengukusan dan penirisan setiap batch
Lapor pada penanggung jawab produksi bila suhu dan waktu pengukusan tidak tercapai untuk di panaskan lebih lama, atau dipisahkan sebagai produk yang ditolak
Bila suhu penirisan belum tercapai maka ditunda lebih lama
Perbaiki pemanas bila pemanasan tidak terpenuhi,
Kalibrasi alat ukur suhu,
Pengujian
laboratorium min 1x setahun
Verifikasi metoda pengukusan dan penirisan min 1x setahun
VM- FHACCP- 3.1Form monitoring waktu pengukusan mi
2 Pengeringan Suhu <70C
waktu pengeringan
<11 jam atau >15 jam
Petugas memantau suhu pengeringan minimal 1 kali di akhir pengovenan
Lapor pada penanggung jawab produksi bila suhu dan waktu pengeringan tidak tercapai untuk dikeringkan lebih lama, atau dipisahkan sebagai produk yang ditolak
Perbaiki oven bila suhu pemanasan tidak terpenuhi,
Kalibrasi alat ukur suhu
Verifikasi metode pengeringan min 1x setahun
VM- FHACCP- 3.2
Form monitoring suhu dan waktu pengeringan