KELOMP OK 10
1. Irdhayanti(200141964) 2. Putri(200141883
3. Putri Dwi Mulyanti(200141884) 4. Putri Yani(200141885)
DOSEN PENGAMPU : ADEVIA INDAH KUSUMA, S.E., M.M
MATA KULIAH: ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN
KEMATIAN
MANUSIA DAN KEMATIAN
M anusia merupakan makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala
fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum
alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan
lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif
maupun negatif
MANUSIA
Kematian atau ajal adalah akhir dari
kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme
biologis
KEMATIAN
APAKAH MANUSIA DAN KEMATIAN SALING
BERHUBUNGAN?
Manusia dan kematian adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan, bak sekeping mata uang logam, keduanya saling bertautan. Selaras dengan hukum alam –
sunnatullah-, bahwa setiap yang mempunyai jiwa akan mengalami kematian, maka kematian manusia adalah hal yang pasti dan tidak dapat terelakkan.
Kematian manusia adalah proses yang terus berlangsung. Kematian manusia, karenanya, adalah problema manusia masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.
Problema seperti ini kita sebut problem filosofis-eksistensial yang tak kenal batasan spasio-temporal
Ternyata….
Fungsi kematian ada apabila jawabannya bersumber dari ajaran-ajaran agama. Ajaran agam tidak memandang semata-
mata sebagai kematian fisik, tetapi berfungsi ke rohaniah,
yaitu untuk memberikan pembalasan kepada manusia sesuai dengan amal perbuatanya
sewaktu ia masih hidup.
FUNGSI KEMATIAN
Fungsi kematian adalah untuk menghentikan budi daya, prestasi dan sumbangan seluruh potensi
kemanusiaannya. Maka
kematian itu bukan akibat
kesalahannya atas dosanya
kepada orang lain, atau
tumbal, melainkan karena
takdir.
SIKAP MENGHADAPI KEMATIAN
1. Orang yang menyiapkan dirinya dengan amal
pbakal dating dan mempunyai makna rohaniaherbuatan yang
baik karena menyadari bahwa kematian
3. Orang yang ingin melarikan diri dari
kematian karena menganggap bahwa
kematian itu merupakan bencana merugikan, mungkin karena banyak dosa.
2. Orang yang merasa takut atau keberatan untuk
mati karena terpukau oleh dunia materi
.
MAKNA KEMATIAN
1. Maut sebagai putusnya relasi
Ketika manusia meninggal dunia maka putuslah segala hubungan relasi dan harus berpisah dengan semua orang yang ada di dunia.
2. Maut sebagai kritik atas hidup
Maut adalah arah utama dari hidup. Segala macam dimensi kebanggaan menjadi lenyap. Tidak ada harta sedikit apapun yang bisa dibawa kecuali adalah amal ibadah semasa hidupnya. Maut mengkritik orang-orang yang tidak pernah puas, atau haus untuk menumpuk atribut kejayaan serta kesuksesan yang membuatnya lupa akan kehidupan setelah kematian nanti
3. Maut sebagai pelepasan
Pahitnya manusia mengarungi kehidupan di zaman modern, semakin sulitnya menghadapi tuntunan zaman, mencari kerja, mencari nafkah, penindasan, kekerasan sehingga menimbulkan pemikiran bahwa maut sebagai pelepasan dari penderitaan hidup yang dialami.
4. Maut sebagai awal hidup baru
Kematian merupakan awal dimulainya kehidupan yang baru. Menurut Islam,mati merupakan sesuatu yang pasti untuk setiap makhluk yang bernyawa. Kehidupan setelah mati menurut islam yang
pertama adalah alam barzah atau alam kubur
.
5. Tuhan sebagai penguasa hidup dan mati
Semua orang yang menganut agama mengakui bahwasanya Tuhan sebagai penguasa hidup dan mati. Hanya Tuhan yang mengetahui kapan seseorang akan mati. Semua sudah ada ketetapan-Nya.
Oleh karena itu setiap manusia hendaknya mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.