• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASY ARAKA T INDONESIA, V ol. 44, No. 2, DESEMBER 2018

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "MASY ARAKA T INDONESIA, V ol. 44, No. 2, DESEMBER 2018"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

DISSERTATION SUMMARY: THE BEDEKEH RITUAL OF THE AKIT PEOPLES IN RUPAT ISLAND, BENGKALIS REGION, RIAU PROVINCE, IN GLOBAL ERON. The bedekeh ritual is closely related to the customs and traditions of the Akit people.

TARA MITI TOMI NUKU: MERAWAT TOLERANSI DALAM TRADISI DI ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR

  • Catatan Etnografi s Lapangan
  • Lego-lego orang Abui di Kampung Takpala
  • Lego-lego orang Kui pada Acara
  • Lego-lego orang Hamap di Moru (2013) Pada pertengahan tahun 2013 saya berkesempatan
  • Desember 2018 Pemberitaan Luar Negeri

Masyarakat Kui yang sebagian berjilbab tidak keberatan dengan pertunjukan lego oleh masyarakat Hamap yang beragama Nasrani. Sementara itu, dalam lirik lego-lego masyarakat Hamap terdapat lima pasang lirik yang berkaitan dengan nilai toleransi.

ETHICAL CULTURE STRENGTHENING MODEL AT RESORT POLICE AS PART OF POLICE REFORM

A BOURDIEU’S HABITUS BASED APPROACH

Abuse of authority in a police organization encompasses several deviant behaviors that may be committed by police officers. Some of the police officers interviewed in this research stated that they did not want to be police officers at first.

Diagram 1. Agent-Structure Encounter in Public Ethics
Diagram 1. Agent-Structure Encounter in Public Ethics

WARISAN KOLONIAL DAN MARGINALISASI ORANG LOLODA DI PANTAI BARAT HALMAHERA

Apa bedanya Loloda dengan daerah lain yang baru saja merdeka sebagai kabupaten baru di Maluku Utara yang tidak memiliki keunggulan sejarah dan budaya masa lalu seperti yang dimiliki Loloda. Loloda sebagai salah satu dari lima kerajaan utama Maluku yang terletak di semenanjung Halmahera utara akhirnya menjadi arena perebutan pengaruh dan kekuasaan antara dua kerajaan hegemonik di Maluku Utara, yaitu Ternate. Kecamatan Loloda berada di dua kabupaten yang berbeda yaitu Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Barat.

Sampai saat ini, hanya ada empat bekas kerajaan (kesultanan) utama di Maluku yang secara keseluruhan masih diakui sebagai kerajaan berbentuk kesultanan, yaitu Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo.

SENI UNTUK DAMAI: UPAYA REKONSILIASI AKAR RUMPUT PASCA TRAGEDI 1965

Pengemasan narasi alternatif dalam objek yang lebih aman dari persekusi

Perhimpunan penyintas kekerasan 1965 di Yogyakarta, Kiprah Perempuan (Kipper), mengalami persekusi pada 2013 saat menggelar pertemuan dengan penyintas 1965. Hadirin yang juga penyintas 1965 kemudian diminta menceritakan hal-hal yang lebih kurang lebih sama dengan 40 tahun yang lalu. Berbeda halnya dengan pertemuan antara penyintas 1965 dengan umat Islam khususnya NU yang juga diprakarsai oleh organisasi Syarikat.

Dalam pertemuan itu, warga NU dan penyintas 1965 bermain musik bersama, rombongan NU memainkan gamelan sementara penyintas menyanyikan lagu campursari.

Partisipasi penyintas sebagai subjek dari narasi

Pertunjukan Kerusuhan Makam Suci diawali dengan proses casting untuk 13 penyintas yang akan berperan sebagai Bongkrek, Janaka, Pak Rebo, Kecik, Mbok Senik, narator dan enam pengusaha. Di bagian ini, Agung sengaja mencantumkan nama-nama kerabat terdekat korban yang masih hilang. Pengalaman para penyintas dikisahkan melalui lagu-lagu pengiring yang diaransemen ulang oleh Leilani dan Eci.

Lagu ini diambil dari cerita para penyintas dimana setiap hari rabu dan sabtu para penyintas yang ditahan diperbolehkan untuk menerima bingkisan/bingkisan dari kerabatnya.

Pelibatan audience dalam proses penyajian narasi

Dalam hal ini, Gerakan Makam Suci berbeda dengan inisiatif kolektif lainnya yang tidak hanya menempatkan kaum muda sebagai penonton, tetapi juga subjek rekonsiliasi. Dengan demikian, Theatre of Turmoil karya Makam Keramat sependapat dengan syarat-syarat rekonsiliasi Brauchler, di mana para pihak di dalamnya harus menjadi agen rekonsiliasi, bukan hanya individu-individu pasif yang tergerak di dalam sistem. Teater Gejolak Makam Keramat mencoba menghadirkan narasi alternatif dengan melakukan tiga hal, yaitu menggunakan seni teater reflektif sebagai ruang aman bertutur, melibatkan para penyintas sebagai agen rekonsiliasi, dan melibatkan penonton sebagai bagian dari pembentuk cerita.

Meskipun Teater Gejolak Makam Keramat telah berhasil menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi para pihak untuk membentuk narasi alternatif, namun keberhasilan Teater Kejolak Makam Keramat dalam menyajikan narasi membutuhkan penonton yang terbatas.

LAPISAN MARGINALISASI DAN KONSTRUKSI ILEGALITAS DALAM MASYARAKAT PERBATASAN

DI PERBATASAN INDONESIA FILIPINA

Mereka yang tidak kembali ke Sangihe membentuk kelompok yang disebut orang Sangil di Filipina Selatan (Tiu, 2006). Kedudukan Orang Sangir yang lebih tinggi dimanfaatkan oleh orang-orang yang tinggal di pulau-pulau yang menamakan dirinya. Hal ini dapat dibentuk oleh orang-orang yang berpusat pada negara dan mengetahui tentang perbatasan dan melihatnya sebagai tidak beradab.

Seharusnya tidak mungkin bagi orang-orang di pulau-pulau terpencil, itu adalah air di mana mereka dapat terhubung dengan dunia di sekitar mereka.

BERDAMPINGAN DENGAN LELUHUR DI MASA DEPAN : HISTORISITAS, LANSKAP, DAN ARTIKULASI

IDENTITAS MASYARAKAT TENGGER SENDURO

Seperti masyarakat Tengger di daerah lain, masyarakat Tengger Senduro percaya bahwa mereka adalah keturunan dari pasangan Joko Seger dan Roro Anteng. Di puncak Songolikur, masyarakat Tengger Senduro melakukan upacara penghormatan kepada leluhur dan Gunung Bromo. Perkembangan Hindu Dharma dan Islam sangat mempengaruhi ingatan budaya masyarakat Tengger Senduro.

Dalam konteks sejarah masyarakat Tengger Senduro, Puncak Songolikur dapat dipahami sebagai arsip yang menyimpan kenangan budaya masyarakat.

RITUAL BEDEKEH SUKU AKIT DI PULAU RUPAT KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU PADA ERA

GLOBAL

  • Rumusan Masalah
  • Latar Belakang
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN MODEL
    • Kajian Pustaka
    • Konsep .1 Ritual
    • Landasan Teori .1 Teori Hegemoni
  • METODE PENELITIAN 1 Rancangan Penelitian
    • Lokasi Penelitian
    • Jenis dan Sumber Data
    • Teknik Penentuan Informan
    • Instrumen Penelitian
    • Metode dan Teknik Pengumpulan Data
    • Metode dan Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan adalah analisis
    • Metode dan Teknik Penyajian Anali- sis Hasil Data
  • HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
    • Keterpinggiran Ritual Bedekeh .1 Relasi Kuasa dalam Konversi Agama
    • Implikasi Keterpinggiran Ritual Bedekeh
    • Strategi Pewarisan Ritual Bedekeh Sibarani (2012: 47) merujuk pada Lord (1994
    • Temuan
  • SIMPULAN

Secara khusus tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui, memahami, memahami alasan semakin terpinggirkannya ritual bedekeh suku Akit di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau di era global, dianalisis dan dikritisi; (2) Untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mengkritisi implikasi marginalisasi ritual bedekeh suku Akit di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau di era global; (3) Untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mengkritisi strategi pelestarian warisan ritual bedekeh pada masyarakat suku Akit di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau di era global. Suku Akit adalah kelompok sosial yang mendiami kawasan Hutan Panjang Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Penelitian tentang ritual bedekeh suku Akit di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau merupakan penelitian kualitatif yang dirancang sesuai dengan paradigma keilmuan kajian budaya (cultural studies).

Suku Akit dipilih sebagai tempat penelitian, berdasarkan pertimbangan (1) secara empiris ritual bedekeh termasuk dalam suku Akit, (2) ritual bedekeh berperan penting bagi masyarakat suku Akit, (3) implikasi dari marginalisasi ritual bedekeh zaman dunia, dan (4) sistem pewarisan ritual bedekeh zaman dunia.

TINJAUAN BUKU

Isu-isu yang dibahas dalam buku ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mendukung kesepakatan global tentang pembangunan berkelanjutan dalam kerangka SDGs (Sustainable Development Goals). Menurut SDGS, pilar utama pembangunan berkelanjutan adalah manusia, bumi, kemakmuran, perdamaian, dan solidaritas global. Pembangunan berkelanjutan dapat dicapai apabila berbagai aspek dapat bekerja sama secara harmonis, terutama antara manusia dan bumi tempat manusia hidup untuk menciptakan kemakmuran dan kedamaian untuk dinikmati generasi berikutnya.

Pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip ekologis, dengan demikian dilakukan secara sinergis mutlak di semua bidang terkait.

EKOLOGI MANUSIA DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pada bagian pertama buku ini, penulis bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang ekologi manusia sebagai bagian dari suatu cabang ilmu. Bagian pertama buku ini mengarahkan pembaca untuk memahami disiplin ilmu ekologi manusia pada tataran konseptual teoretis. Secara filosofis, dasar ekologi manusia bertumpu pada pandangan ontologis yang menyatakan bahwa manusia dan lingkungannya.

Sayangnya, buku ini tidak secara khusus ditujukan bagi pembaca yang ingin memahami ekologi manusia secara mendalam.

PROLOG

Riset dalam buku ini merupakan riset tahun ke-3 dari lima tahun program riset VMV LIPI. Riset tersebut dilakukan oleh tiga peneliti senior di VMV LIPI yang masing-masing menulis satu bab untuk buku ini. Bab IV buku ini ditulis oleh Thung Ju Lan, peneliti senior PMB LIPI di bidang kebudayaan, dan Bab V buku ini berisi epilog yang ditulis oleh Riwanto Tirtosudarmo, peneliti senior PMB LIPI yang kini telah pensiun.

PMB LIPI yang juga merupakan salah satu unit kerja LIPI di bidang ilmu sosial dan humaniora berpendapat bahwa masalah mempelajari ilmu pengetahuan alam dan teknologi merupakan topik penting yang sedang diperbincangkan di dunia.

MELIHAT PERKEMBANGAN SAINS DI INDONESIA, REVIEW BUKU STS DI INDONESIA KEBIJAKAN DAN

IMPLEMENTASINYA: QUO VADIS?

Namun, kemajuan yang diperoleh masyarakat dari ilmu pengetahuan dan teknologi juga memiliki dampak negatif yang tidak dapat dihindari. Titik tolak penelitian ini adalah upaya untuk mendapatkan wawasan tentang perkembangan penerapan iptek dalam masyarakat di Indonesia dan keterkaitan antara ketiganya. Pertama, STS akan memberikan wawasan yang lebih luas dan tajam kepada masyarakat tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat memperkirakan dampak sosial dari penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh karena itu, peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan terkait iptek merupakan unsur yang sangat penting dalam menentukan arah, hasil dan prospek STS melalui relasi kekuasaan.

SEJARAH POLITIK STS INDONESIA OLEH SOEWARSONO

Bernal berpendapat demikian setelah mengunjungi Uni Soviet pada tahun 1934 dan melihat perkembangan yang terjadi pada masa Stalin berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditujukan untuk memecahkan masalah ekonomi yang dihadapi Soviet. Bernal juga berpendapat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Inggris harus diarahkan dan ditata seperti di Uni Soviet. Presiden Sukarno memprakarsai pelaksanaan pemerintahan lima tahun di Indonesia dengan sasaran pembangunan berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Presiden Sukarno memilih bekerja sama dengan negara-negara sosialis seperti Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok karena kesamaan visi dan misi mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk digunakan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

SINERGI NEGARA,

Ketiga, tingkat kepercayaan yang lebih tinggi mendorong masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif dalam proses perkembangan iptek. Di Eropa Barat dan Amerika Serikat, AIPI merupakan lembaga penasehat atau penasehat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari pemaparan di atas, Dundin tidak mengetahui bahwa rencana pembentukan akademi sains di Indonesia sudah ada sejak masa Demokrasi Terpimpin.

Administrator harus mempercayai para ilmuwan untuk memberikan fleksibilitas manajerial dan mengatur waktu secara fleksibel sesuai dengan misi mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

KEBIJAKAN SCIENCE, TECHNOLOGY, AND SOCIETY DI

Thung mengingatkan kembali konsep dasar STS tentang hubungan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat, serta pemahaman STS sebagai “gerakan” yang membawa perubahan bagi masyarakat, sebagai acuan reformasi kebijakan pertanian Indonesia. Menurut The Global Hunger Index (GHI) tahun 2016, “lebih dari 19 juta orang di kepulauan Indonesia kekurangan gizi dan setidaknya dua dari 100 anak meninggal sebelum usia 5 tahun” (Djatmiko, 2017). Inti masalahnya bukanlah disrupsi pengetahuan dan teknologi itu sendiri, tetapi bagaimana masyarakat memandang dan menggunakan sains dan teknologi untuk mengubah politik, ekonomi, dan dirinya sendiri.

Terkait dengan kebijakan di bidang pertanian, beberapa kritik dan kontribusi dari beberapa pakar pertanian dan teknologi pertanian di bidang ini patut menjadi perhatian.

EPILOG: MENCARI STS OLEH RIWANTO TIRTOSUDARMO

Prepare farms for the future: Scientists must work closely with farmers to ensure agriculture can withstand the ravages of climate change”, www.nature.com/news/. Cold War Economics: Soviet Aid to Indonesia.” Journal of Cold War Studies (Summer 2008), http://www.h-net.org/diplo/reviews/.

MASYARAKAT INDONESIA

MAJALAH ILMU-ILMU SOSIAL INDONESIA

Gambar

Diagram 1. Agent-Structure Encounter in Public Ethics
Diagram 2. Ethical Culture Strengthening Model
Table 1. Institutional Integrity Strengthening
Table 2. Personal Integrity Strengthening

Referensi

Dokumen terkait

L1: ammonium sulfate 40-60% extract, L2: protein marker Precision Plus Protein Dual Color Standards, Biorad ®.. Alpha-amylase activity at peaks from

Dari hasil tabel di atas tampak bahwa siswa mendapat kesulitan pada indikator menyimpulan grafik yaitu sebesar 27%, lalu disusul pada indikator menyelesaikan selesaian SPLDV sebesar