DEPARTEMEN PENELITIAN DAN PENGATURAN PERBANKAN Jakarta, September 2021
Materi Dengar Pendapat
RPOJK TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BPR/S
Ringkasan Eksekutif
Penilaian TKS BPR/S perlu disempurnakan untuk meningkatkanefektivitas penerapan manajemen risiko dan tata kelola sehingga permasalahan BPR/S dapat diidentifikasi lebih dini dan tindak lanjut yang lebih sesuai dan tepat…
Pokok Pengaturan
Ketentuan TKS BPR: SK DIR 30/12 tahun 1997 dan BPRS: POJK 20/2019, perlu direview dan diintegrasikan sejalan dengan kondisi BPR/S
•Penilaian TKS BPR/S menitikberatkan past performance, indikator penilaian terbatas dengan metode mekanistis dan rigid, belum forward looking, cenderung hanya melihat hasil akhir tanpa mempertimbangkan kondisi BPR/S (tidak memasukkan unsur penilaian kualitatif
•Perubahan paradigma pengaturan dan pengawasan BPR/S yang mengacu pada pendekatan principle-based
Latar Belakang
1
Perkembangan digitalisasi dan inovasi produk BPR/S
•Perkembangan landscape dan ecosystem perbankan selama dan pasca pandemi telah mengubah bisnis proses bank ke arah digital yg juga merambah BPR/S disertai pergeseran eksposur risikonya
•Perkembangan produk dan layanan berbasis digital yg semakin marak, serta profil risiko yg semakin kompleks menuntut penilaian kondisi BPR/S lebih komprehensif dgn memperhatikan aspek risiko dan governance
Penerbitan Ketentuan Tata Kelola dan Profil Risiko
OJK telah menerbitkan POJK penerapan profil risiko dan tata kelola bagi BPR/S yang merupakan bagian dari faktor yang digunakan dalam penilaian tingkat kesehatan berdasarkan risiko namun belum terintegrasi dalam penilaian CAMEL saat ini
Sejalan dengan MPSJKI 2015-2019
•Penerapan pengawasan berbasis risiko bagi BPR/S berdasarkan kelasnya termasuk penilaian TKS
•Telah dikembangkan pola pengawasan BPR/S berdasarkan risiko yang berpengaruh terhadap penyesuaian siklus pengawasan dan memerlukan penyempurnaan metode penilaian tingkat
2
1) Perubahan Faktor Penilaian TKS
Profil Risiko Tata Kelola Rentabilitas Permodalan 2) Periode Penilaian TKS
BPR Bulanan
Semesteran
BPRS Triwulanan
3) Pelaporan
Self Assessment Rencana Tindak
4) Pemberlakuan
Parallel Run: Des 2022 Implementasi Penuh: Des 2023
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 6
Rentabilitas
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan Penutup
Kewajiban Memelihara TKS BPR dan BPRS
Pengaturan Existing RPOJK Keterangan
Belum diatur(BPR)
BPRS wajib melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian dan Prinsip Syariah untuk menjaga atau meningkatkan TKS BPRS
Direksi dan Dewan Komisaris BPRS wajib memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar TKS terjaga atau meningkat
BPR/S wajib memelihara dan/atau meningkatkan Tingkat Kesehatan BPR/S dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam melaksanakan kegiatan usaha.
Tingkat Kesehatan BPR dan BPRS digunakan sebagai salah satu sarana dalam melakukan evaluasi terhadap kondisi dan permasalahan yang dihadapi BPR dan BPRS serta menentukan tindak lanjut untuk mengatasi kelemahan atau permasalahan BPR dan BPRS, baik berupa tindakan perbaikan oleh BPR dan BPRS maupun tindakan pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk memelihara dan memantau TKS serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memelihara dan/atau meningkatkan Tingkat Kesehatan BPR dan BPRS
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan Penutup
Kewajiban Penilaian Sendiri TKS oleh BPR
Pengaturan Existing RPOJK Keterangan
Periode penilaian TKS:
BPR, dilakukan bulanan BPRS, dilakukan triwulanan
• BPR/S wajib melakukan penilaian sendiri (self- assessment) TKS paling sedikit secara semesteran.
• Sejalan dengan kewajiban self assessment BPR/S dalam menilai profil risiko dan tata kelola.
• Kondisi tertentu dimaksud antara lain dalam hal:
• kondisi keuangan BPR dan BPRS memburuk;
• BPR dan BPRS menghadapi
permasalahan antara lain risiko likuiditas dan permodalan; atau
• kondisi lain yang menurut Otoritas Jasa Keuangan perlu dilakukan pengkinian penilaian tingkat kesehatan.
• Laporan self assessment TKS disampaikan paling lambat:
• Laporan semester 1: 31 Juli
• Laporan semester 2: 31 Januari
• Laporan self assessment sewaktu- waktu, disampaikan kepada OJK paling lambat 14 hari kerja sejak ditemukan Belum diatur • Dalam kondisi tertentu, BPR dan BPRS wajib
melakukan pengkinian penilaian sendiri Tingkat Kesehatan BPR dan BPRSsewaktu-waktu.
• BPR/S wajib menyampaikan laporan hasil penilaian sendiri TKS melalui APOLO.
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 6
Rentabilitas
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan Penutup
Kewajiban Penilaian Sendiri TKS oleh OJK
Pengaturan Existing RPOJK Keterangan
Periode penilaian TKS • OJK melakukan penilaian TKS paling sedikit secarasemesteran.
• Informasi lain dapat berupa:
a. informasi dari pihak atau lembaga lain yang berwenang yang berdampak pada penilaian TKS BPR dan BPRS; dan/atau b. informasi yang diketahui secara umum
antara lain informasi dari media massa.
• OJK dapat melakukan pengkinian penilaian Tingkat Kesehatan BPR dan BPRS sewaktu- waktu berdasarkan hasil pemeriksaan, laporan berkala yang disampaikan BPR dan BPRS, dan/atau informasi lain.
• Dalam rangka pengawasan BPR dan BPRS, dalam hal terdapat perbedaan hasil penilaian antara OJK dan BPR/S, yang berlaku adalah hasil penilaian TKS BPR dan BPRS yang dilakukan oleh OJK.
BPR/S Periode
BPR Bulanan
BPRS Triwulanan
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan
Mekanisme Penilaian TKS
Pengaturan Existing RPOJK Keterangan
Faktor penilaian TKS:
a. Capital b. Asset Quality c. Management d. Earnings e. Liquidity
Faktor penilaian TKS:
a. Profil Risiko b. Tata Kelola c. Rentabilitas d. Permodalan
• Pengaturan lebih detail akan dituangkan dalam SEOJK TKS BPR dan BPRS.
• Metodologi Penilaian
• Pra Kondisi (Tools & Infrastruktur) Penilaian TKS dilakukan melalui analisis yang
komprehensif dan terstruktur.
▶
▶
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 6
Rentabilitas
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan Penutup
Penilaian Faktor Profil Risiko BPR dan BPRS
RPOJK Keterangan
Penilaian Risiko bagi BPR • Penilaian Profil Risiko:
a. BPR, mengacu POJK Profil Risiko BPR b. BPRS, mengacu POJK Profil Risiko BPRS
• BPR dengan modal inti kurang dari Rp15 M, wajib melakukan penilaian terhadap risiko likuiditas pada saat berlakunya TKS baru
• Penyesuaian jangka waktu pemberlakuan penerapan Manajemen Risiko sejalan dengan pemberlakuan TKS BPR/S
• BPRS menyelesaikan rencana tindak penerapan Manajemen Risiko paling lambat:
a. 30 Juni 2022,untuk modal inti≥Rp50 M b. 31 Desember 2022, untuk modal inti
<Rp50M Penilaian Risiko bagi BPRS
Kategori BPR Jenis Risiko
Modal Inti <Rp50 M 4 Risiko(Kredit, Operasional, Kepatuhan, Likuiditas)
Modal Inti ≥50 M 6 Risiko(Kredit, Operasional, Kepatuhan, Likuiditas, Reputasi, Stratejik)
Modal Inti <50 M namun memenuhi Total Aset tertentu dan produk dengan risiko lebih tinggi
Kategori BPRS Jenis Risiko Pemberlakuan
Modal Inti <Rp50 M 2 Risiko(Kredit, Operasional) Semester 1 Tahun 2023 4 Risiko(Kredit, Operasional,
Kepatuhan, Likuiditas)
Semester 2 Tahun 2023
Modal Inti ≥50 M 3 Risiko(Kredit, Operasional, Kepatuhan)
Semester 2 Tahun 2022
6 Risiko(Kredit, Operasional, Kepatuhan, Likuiditas,
Reputasi, Stratejik)
Semester 1 Tahun 2023
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan
Penilaian Faktor Tata Kelola BPR dan BPRS
RPOJK Keterangan
Penilaian Tata Kelola:
a. BPR, mengacu POJK Tata Kelola BPR b. BPRS, mengacu POJK Tata Kelola BPRS
• Mengubah jangka waktu penyampaian laporan Tata Kelola semula 4 bulan (BPR) dan 3 bulan (BPRS) menjadi 1 bulan mempertimbangkan penilaian sendiri TKS disampaikan kepada OJK paling lambat 1 bulan dari posisi laporan (Juni dan Desember).
BPR dan BPRS menyampaikan dan mempublikasikan laporan tata Kelola paling lambat 1 bulansetelah tgl 31 Desember
Penilaian Faktor Rentabilitas dan Permodalan BPR dan BPRS
RPOJK Keterangan
Faktor Rentabilitas merupakan penilaian terhadap kinerja rentabilitas dan dan tingkat efisiensi operasional BPR dan BPRS
Parameter: ROA, BOPO, NIM (BPR)/Net Imbalan (BPRS)
Faktor Permodalan merupakan penilaian terhadap tingkat kecukupan permodalan BPR dan BPRS
Parameter: KPMM, Rasio Modal Inti/Aset Produktif Bermasalah
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 6
Rentabilitas
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan Penutup
Peringkat Komposit Penilaian TKS
Pengaturan Existing RPOJK
Peringkat di BPR:
1. Sehat
2. Cukup Sehat 3. Kurang Sehat 4. Tidak Sehat
Dalam hal berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian OJK ditemukan permasalahan atau pelanggaran yang secara signifikan mempengaruhi atau akan mempengaruhi operasional dan/atau kelangsungan usaha BPR dan BPRS,OJK berwenang menurunkan Peringkat Komposit TKS BPR dan BPRS.
Peringkat di BPRS:
1. PK–1 2. PK–2 3. PK–3 4. PK–4 5. PK–5
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan Penutup
Rencana Tindak dan Realisasi Rencana Tindak
Pengaturan Existing RPOJK Keterangan
Tidak diatur (BPR)
BPRS wajib menyampaikan rencana tindak dalam hal:
a. paling sedikit 1 faktor memiliki peringkat 4 atau 5;
b. faktor manajemen memiliki peringkat C atau D; dan/atau
c. memiliki Peringkat Komposit 4 atau 5.
Laporan rencana tindakdalam hal terdapat:
a. faktor tata kelola dan/atau profil risiko BPR/S yang ditetapkan denganperingkat 4 dan/atau 5;
b. memilikiPeringkat Komposit 4 atau 5; dan/atau c. Peringkat Komposit TKS BPR/S yang ditetapkan
selain peringkat komposit 4 dan 5 namun berpotensi ditetapkan dalam pengawasan intensif atau memiliki permasalahan signifikan yang berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha BPR/S
• Memindahkan pengaturan dari POJK expol terkait BPR/S dalam pengawasan normal yang memiliki permasalahan signifikan ke dalam RPOJK TKS BPR/S
• Laporan rencana tindak disampaikan 14 hari kerja setelah permintaan OJK, atau setiap tgl 15 Agustus dan 15 Februari berdasarkan self assessmentBPR/S.
• Laporan realisasi rencana tindak disampaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah pelaksanaan rencana tindak.
Pokok Pengaturan RPOJK
Bab 1
Ketentuan Umum
Bab 2
Penilaian TKS
Bab 3
Mekanisme Penilaian TKS
Bab 4
Profil Risiko
Bab 5
Tata Kelola
Bab 6
Rentabilitas
Bab 7
Permodalan
Bab 8
Peringkat TKS
Bab 9
Tindak Lanjut Hasil TKS
Bab 10
Ketentuan Peralihan
Bab 11
Ketentuan Penutup
Ketentuan Peralihan dan Penutup
RPOJK Keterangan
• Pemberlakuan POJK TKS BPR dan BPRS
• Pengenaan sanksi sesuai POJK ini mulai berlaku untuk posisi Laporan bulan Desember 2023.
• Ketentuan TKS BPR (SKDIR 30/12 th 97) dan TKS BPRS (POJK 20/2019) tetap berlaku sampai dengan posisi November 2023.
• Ketentuan TKS BPR (SKDIR 30/12 th 97) dan TKS BPRS (POJK 20/2019) tetap berlaku, dalam hal OJK perlu melakukan penyesuaian TKS BPR dan BPRS berdasarkan penelitian dan/atau pemeriksaan yang dilakukan sejak POJK ini berlaku.
• Penyampaian Laporan Tata Kelola BPR tetap berlaku sampai dengan laporan posisi Desember 2021.
• Pemberlakuan sanksi Laporan MR BPRS:
a. BPRS modal inti <Rp50 M, berlaku semester 2 tahun 2023
b. BPRS modal inti >Rp50 M, berlaku semester 1 tahun 2023
• Tools dan Infrstruktur Pengawasan
Des 2022 Jun 2023 Des 2023
Parallel Run Parallel Run Efektif
berlaku
▶
Penyampaian Tanggapan Tertulis
Lampiran
https://www.ojk.go.id/id/regulasi/otoritas-jasa-keuangan/rancangan- regulasi/Default.aspx
Rancangan POJK Penyelenggaraan Produk BPR dan BPRS selengkapnya:
Sdri. Anahari Budi Septania ([email protected]) Sdri. Karina Rahayu ([email protected])
Penyampaian tanggapan tertulis melalui email kepada:
14 September 2021
Batas waktu penyampaian tanggapan tertulis
Terima Kasih
Risk comes from not knowing what you’re doing – Warren Buffet
Kerangka TKS BPR/S Berbasis Risiko
Profil Risiko
Tata Kelola Rentabilitas Permodalan
Risiko Inheren KPMR Net Risk
Risiko Kredit • Pengawasan Direksi dan Komisaris, serta DPS (BPRS)
• Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Limit
• Kecukupan Proses dan Sistem
• Sistem Pengendalian Intern yang
menyeluruh
Risiko Kredit
• Struktur
• Proses
• Hasil
• Kinerja (ROA, BOPO, NIM (BPR)/Net Imbalan (BPRS))
• Kecukupan Permodalan (KPMM, Modal Inti/Aset
Produktif Bermasalah)
Risiko Operasional Risiko Operasional
Risiko Kepatuhan Risiko Kepatuhan
Risiko Likuiditas Risiko Likuiditas
Risiko Reputasi* Risiko Reputasi*
Risiko Stratejik* Risiko Stratejik*
Know Your BPR/S
Peri ngkat Kom posit TKS
Perubahan Framework Penilaian TKS
No. Topik SKDIR BI 97 RPOJK
1 Faktor Penilaian Capital, Aset Quality, Management, Earnings, Liquidity Profil Risiko, Tata Kelola, Rentabilitas, Permodalan
2 Peringkat TKS 4 Peringkat 5 Peringkat
3 Periode Penilaian Bulanan Semesteran
4 Self assessment TKS Tidak ada kewajiban self assessment oleh BPR Self assessment wajib diilakukan oleh BPR
5 Laporan self assessment TKS Tidak ada Dilaporkan kepada OJK melalui APOLO modul Lap Profil Risiko
TKS BPR saat ini TKS BPR ke depan
Capital (30%)
Asset Quality (30%) Management (20%)
ROA dan BOPO
Earning (10%)
Cash ratio dan LDR
Liquidity (10%)
KAP dan PPAP KPMM
Manajemen umum & risiko
Profil Risiko (25%)
Tata Kelola (30%) Rentabilitas (15%)
Permodalan (30%)
Rasio KPMM dan Modal Inti/AP Bermasalah• Risiko Kredit
• Risiko Operasional
• Risiko Kepatuhan
POJK No.13/POJK.03/2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi BPR (penerapan sesuai modal inti)
• Risiko Likuditas
• Risiko Reputasi*
• Risiko Stratejik*
POJK No.4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi BPR ROA, BOPO, NIM
*hanya berlaku untuk BPR dgn modal inti >50M
Penilaian Komposit TKS akhir merupakan hasilalignmentantar 4 faktor
Pendukung: rasionalisasi penetapan bobot
Perubahan Framework Penilaian TKS BPRS
T TKS BPRS saat ini
1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5
1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5
A, B, C, D 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5
Rasio Modal
KPMM (U), ΔKPMM (P), lainnya (O)
Rasio Kualitas Aset
KAP (U), NPF Gross (P), lainnya (O)
Rasio Rentabilitas
REO (U), IGA (P), NSOM (P), lainnya (O)
Rasio Likuiditas
CR (U), STM (P)
Komponen Manajemen
Umum (35%), Risiko (40%), Kepatuhan Syariah (25%)
Capital (25%)
Asset Quality (45%)
Earning (15%)
Liquidity (15%)
Faktor Keuangan
Faktor Manajemen
Peringkat Komposit P
P
1, 2, 3, 4, 5
A, B, C, D
P
P
J
J
J
J
J
J B B
J
No. Topik POJK No.20/POJK.03/2019 RPOJK
TKS BPRS ke depan
Profil Risiko (25%)
Tata Kelola (30%) Rentabilitas (15%)
Permodalan (30%)
KPMM dan Modal Inti/AP Bermasalah• Risiko Kredit
• Risiko Operasional
• Risiko Kepatuhan
POJK No.23/POJK.03/2018 Penerapan Manajemen Risiko Bagi BPRS
• Risiko Likuditas
• Risiko Reputasi*
• Risiko Stratejik*
POJK No.24/POJK.03/2018 Penerapan Tata Kelola Bagi BPRS (implementasi penuh tahun 2022) ROA, BOPO, Net Imbalan
*hanya untuk BPRS modal inti >50M
Penilaian Komposit TKS akhir merupakan hasilalignmentantar 4 faktor
Konsep Penilaian TKS
• Modal/ATMR (25%)
•
Modal inti/asset produktif
bermasalah (5%) Penilaian Tata Kelola
• ROA (10%)
•
BOPO (2.5%)
•
NIM/Net Imbalan (2.5%)
Penilaian Profil Risiko
Permodalan
Tata Kelola Rentabilitas
Profil Risiko
M (30%)
+ T (30%) R (15%)
P (25%) + +
Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan BPR/S*)
ThresholduntukParamater Rentabilitas dan Permodalan Peringkat
Permodalan Rentabilitas
Modal/ATMR Modal inti/APB ROA BOPO NIM/Net
Imbalan
1 >15% >100% >2.5% <85% >10%
2
>13.5% - 14.99%>90% - 99.99% >2% - 2.49% 84.99% - <90% >8%-9.99%
3 >12% - 13.49% >80% - 89.99% >1.5%-1.99% 89.99% - <95% >6%-7.99%
4 >8% - 11.99% >70% - 79.99% >1%-1.49% 94.99% - <100% >4%-5.99%
5 <8% <70% <1% >100% <4%
*)Setelah memperhitungkanadditional judgement di akhir penilaian TKS
ThresholdPeringkat TKS
Peringkat Range PK
1 (Sangat Sehat) 1 – 1.5
2 (Sehat) 1.51 – 2.6
3 (Cukup Sehat) 2.61 – 3.4
4 (Kurang Sehat) 3.41 – 4.2
5 (Tidak Sehat) 4.21– 5
Tata Cara Penilaian TKS
Paramater
Penilaian Rasio
(%)
Skala 1 –5 (a)
Bobot (b)
Nilai Faktor (c)=(a)*(b) 1. Capital
(1) Modal/ATMR 15 1 25% 0,2
(2) Modal inti/aset prod. bermasalah 100 1 5% 0,05
2. Earnings
(3) ROA 2,51 1 10% 0,1
(4) BOPO 78 1 2.5% 0,025
(5) NIM/Net Imbalan 17 1 2.5% 0,025
3. Tata Kelola 2 30% 0,6
4. Profil Risiko 2 25% 0,6
Total Nilai (Sum of nilai faktor 1 s.d. 4) 1,6
Peringkat TKS PK 2
Kesimpulan akhir
Skala 1- 5
• Masing-masing parameter terdapat threshold dan kategori skala yang nantinya akan di- generateotomatis
• Misal parameter Rasio Modal/ATMR:
Skala 1: > 15%
Skala 2: > 13.5% s.d. <15%
Skala 3: >12% s.d. <13,5%
Skala 4: >8% s.d. <12%
Skala 5: <8%
Nilai rasio dari parameter Rentabilitas dan Modal akandi-generateotomatis oleh SIP
Peringkat 1: 1 s.d. 1.5 (Sangat Sehat) Peringkat 2: >1.51 s.d. 2.6 (Sehat) Peringkat 3: >2.61 s.d. 3.4 (Cukup Sehat) Peringkat 4: >3.41 s.d. 4.2 (Kurang Sehat) Peringkat 5: >4.21 s.d. 5 (Tidak Sehat)
Definisi Parameter
Parameter Rentabilitas Definisi
ROA=
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑎𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡Laba sebelum pajak dalam 12 bulan terakhir terhadap rata-rata total asset dalam periode yang sama.
BOPO=
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙Biaya operasional dalam 12 bulan terakhir terhadap pendapatan operasional dalam periode yang sama.
NIM (BPR)=
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑎𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓• Pendapatan bunga dikurangi beban bunga dalam 12 bulan terakhir terhadap rata-rata total asset produktif.
• Aset produktif tediri dari penempatan pada bank lain dan kredit.
Net Imbalan (BPRS) =
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑔𝑖 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙,𝑖𝑚𝑏𝑎𝑙𝑎𝑛,𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑜𝑛𝑢𝑠 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑎𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓
• Pendapatan penyaluran dana dikurangi beban bagi hasil, imbalan, dan bonus dalam 12 bulan terakhir terhadap rata-rata total aset produktif.
• Aset produktif tediri dari penempatan pada bank lain dan kredit.
Parameter Rentabilitas Definisi
CAR=
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑡𝑖+𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑝𝑒𝑙𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝐴𝑇𝑀𝑅 Modal inti, modal pelengkap, dan ATMR sebagaimana POJK dan SEOJK KPMM.
APB=
𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓 𝐵𝑒𝑟𝑚𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑡𝑖Modal inti sebagaimana POJK dan SEOJK KPMM.
Aset produktif bermasalah adalah penempatan pada bank lain dan kredit dengan kualitas kurang lancar, diragukan, dan macet gross.
Tools & Infrastruktur Pengawasan
Capacity Building
Pengawasan On-site Internal &
External
Sistem Informasi Perbankan
PDK No.1/PDK.03/2016 tentang Pengawasan BPR dan BPRS Berdasarkan Risiko
Laporan Bulanan BPR
dan BPRS
KYB KYB
Mekanisme Penilaian dan Pengawasan TKS: Uji Coba
KYB
Penilaian TKS semester 2 2022- Profil risiko Des 2022 - Tata kelola Des 2022 - Rentabilitas Des 2022 - Modal Des 2022
Des 2022* Jun 2023
Penilaian TKS semester 1 2023 - Profil risiko Jun 2023
- Tata kelola Des 2022*
- Rentabilitas Jun 2023 - Modal Jun 2023
*dilakukan review kembali oleh pengawas
Jan Feb Mar Apr Mei Jul Aug Sep Okt Nov
Monitoring Bulanan
• Pengawas melakukan monitoring bulanan atas parameter kuantitatif :
1. berdasarkan rasio BPER dan rasio utama TKS yang ditarik dari laporan bulanan BPR/S.
2. pengawas dapat mengkinikan TKS sewaktu-waktu apabila diperlukan berdasarkan:
• adjustment penilaian TKS pada posisi ditemukan antara lain dalam hal terdapat penurunan signifikan kinerja keuangan melalui monitoring bulanan.
• Informasi lain atau temuan pemeriksaan onsite berupa permasalahan atau pelanggaran yang secara signifikan mempengaruhi atau akan mempengaruhi operasional dan/atau kelangsungan usaha BPR/S (koreksi yang berdampak pada penurunan kecukupan permodalan, fraud, dsb).
KYB
Dalam rangka pengawasan kinerja BPR/S diperlukanmonitoring bulananterhadap kinerja BPR termasuk approval terhadap penilaian kinerja bulanan…