• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATRIK PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MATRIK PENELITIAN"

Copied!
155
0
0

Teks penuh

Apa saja nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam upacara pernikahan adat masyarakat suku Osing di desa Kemiren. Nur Ulufi Miftahul Zanna, 2017: Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Upacara Adat Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2017.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Masing-masing upacara adat di atas mempunyai makna tersendiri dan masih dilakukan oleh masyarakat suku Osing di Banyuwangi yang berdomisili di kota maupun desa. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengangkat judul penelitian “NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM UPACARA ADAT MASYARAKAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI.

Fokus Penelitian

Tujuan Peneliti

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi baru, berguna sebagai sumber referensi tambahan dalam memperoleh informasi bagi calon peneliti lainnya khususnya mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Jember yang akan melakukan penelitian untuk penelitian yang sama. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengetahui proses pelaksanaan upacara adat masyarakat suku Osing dan nilai-nilai pendidikan Islam apa saja yang terkandung dalam pelaksanaan upacara adat masyarakat suku Osing di desa Kemiren. . , Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Definisi Istilah

Suku Osing atau biasa diucapkan Suku Menggunakan merupakan penduduk asli banyuwangi atau dikenal juga dengan sebutan “Wong Blambangan” dan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Bahasa Osing berbeda dengan bahasa Jawa, sehingga bahasa Osing bukanlah dialek bahasa Jawa.

Sistematika Pembahasan

Dengan demikian, maksud dari judul penelitian ‘Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Upacara Adat Masyarakat Suku Osing Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi adalah nilai-nilai pendidikan agama Islam yaitu nilai-nilai aqidah. Moralitas dan pemujaan dalam upacara atau rangkaian ritual yang dilakukan masyarakat suku Osing di desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi sudah diwariskan secara turun temurun dan bertujuan untuk melestarikan budaya. Bab pertama berisi pendahuluan, bab ini membahas tentang latar belakang masalah, fokus masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, pengertian istilah dan sistematika pembahasan.

Penelitian Terdahulu

Kesamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah meneliti nilai-nilai pendidikan Islam. Kesamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah bahwa penelitian ini dan penelitian yang akan dilakukan sama-sama menyelidiki tradisi Mitoni atau Tingkeban.

Kajian Teori

  • Nilai-nilai Pendidikan Islam
  • Upacara Tradisional

15 Aminuddin, Membangun Karakter dan Kepribadian Melalui Pendidikan Agama Islam (Yogjakarta: GRAHA ILMU a) Kepercayaan kepada Allah SWT. Dalam Islam yang pokoknya adalah kita harus mengenal Allah SWT, yaitu kita harus beriman bahwa Dialah Tuhan yang benar, dan tidak ada Tuhan lain yang patut disembah selain Allah SWT. Jadi, segala amal hamba Allah SWT sebenarnya dilakukan sesuai qadha' dan qhadar Allah SWT.

Pendidikan ibadah merupakan salah satu aspek pendidikan Islam yang patut mendapat perhatian dalam segala ibadah dalam Islam, yang bertujuan agar manusia senantiasa mengingat Allah SWT. Secara umum ibadah berarti melakukan perilaku dalam segala aspek kehidupan yang sesuai dengan ketentuan Allah (swt). yang dilakukan dengan ikhlas untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Mendorong segala aspek menuju kebaikan dan tercapainya kesempurnaan, yang tujuan akhirnya adalah terwujudnya ketundukan yang sempurna kepada Allah SWT, baik secara pribadi, masyarakat, maupun seluruh umat manusia.28 Tujuan khusus pendidikan Islam adalah.

Secara mudahnya, matlamat pendidikan Islam adalah untuk membentuk insan yang berperibadi muslim iaitu insan yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT. 38 Thomas Wijasa Bratawidjaja, Upacara Adat Masyarakat Jawa (Jakarta: Pustaka Sinar. Harapan kerana itu tempayan itu mesti diisi dengan air sejuk yang dalam hal ini diertikan sebagai firman Allah SWT. Upacara menukar bayi dimaksudkan untuk menyatakan kesyukuran. kepada Allah SWT atas nikmat keselamatan yang diberikan kepada bayi dan ibunya.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Subjek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Kepala Desa Kemiren 2. Tokoh masyarakat 3. Tokoh agama.. rasa saling percaya antara peneliti dan informan.72 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi partisipan yaitu pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian melalui observasi dan perasaan dimana pengamat atau peneliti benar-benar terlibat dalam kehidupan sehari-hari responden. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam upacara adat masyarakat suku Osing di desa Kemiren kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi yang meliputi. Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka dengan orang yang diwawancarai, namun bisa juga dengan diberikan daftar pertanyaan terlebih dahulu.

Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara atau wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman yang sistematis dan menyeluruh dalam mengumpulkan data, melainkan hanya menguraikan permasalahan yang ingin ditanyakan. Proses pelaksanaan upacara adat pada saat perkawinan, kehamilan, kelahiran dan kematian masyarakat suku Osing di desa Kemiren, kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Informasi tata cara pelaksanaan upacara adat masyarakat suku Osing di desa Kemiren kecamatan Glagah kabupaten banyuwangi.

Foto yang berkaitan dengan upacara adat suku Osing dalam perkawinan, kehamilan, kelahiran dan kematian.

Analisis Data

Temuan dapat berupa gambaran atau gambaran suatu objek yang sebelumnya kabur atau gelap, namun setelah penelitian menjadi jelas, dapat berupa hubungan sebab akibat atau interaktif, hipotesis atau teori.78.

Keabsahan Data

Triangulasi sumber yaitu pengujian kredibilitas data yang dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari berbagai sumber. Dan juga triangulasi teknis yaitu menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.

Tahap-tahap Penelitian

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang penting, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola, serta membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Penyajian data di sini berarti kumpulan informasi terstruktur yang memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan.

Gambar Objek Penelitian 1. Letak Geografis

  • Struktur Organisasi Desa Kemiren
  • Jumlah Penduduk Desa Kemiren

Dari tabel di atas, batas wilayah Desa Kemiren adalah Desa Jambesari di sebelah utara, Desa Olehsari di sebelah selatan, Desa Banjarsari di sebelah timur, dan Desa Taman Suruh di sebelah barat.

Penyajian Data dan Analisis

  • Nilai-nilai pendidikan Agama Islam pada upacara tradisonal pernikahan masyarakat suku Osing desa Kemiren kecamatan
  • Nilai-nilai pendidikan Agama Islam pada upacara tradisonal kelahiran masyarakat suku Osing desa Kemiren kecamatan
  • Nilai-nilai pendidikan Islam pada upacara tradisonal kematian masyarakat suku Osing di desa Kemiren kecamatan Glagah

Apa saja nilai-nilai pendidikan agama islam dalam upacara adat kematian masyarakat suku osing di desa kemiren kecamatan glagah kabupaten banyuwangi tahun 2016/2017. Warisan budaya leluhur yang masih dilakukan masyarakat suku Osing di desa Kemiren adalah upacara pernikahan yaitu perang bangkat dan ngosek ponjen. Dalam hal ini, ritual perang bangkat dan ngosek ponjen merupakan tradisi khusus masyarakat suku Osing di desa Kemiren kecamatan Glagah kabupaten banyuwangi.

Nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi tingkeban pada masyarakat suku Osing di desa Kemiren dituangkan dalam indikator yaitu nilai-nilai aqidah, akhlak dan ibadah. Selain upacara tingkeban dalam merayakan kelahiran perempuan, ada perayaan lain yang sering dilakukan oleh masyarakat Osing di desa Kemiren, yaitu slametan selapanan dan mudun lemah. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Upacara Kematian Adat Masyarakat Suku Osing Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Masyarakat Suku Osing Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016/2017.

Dari hasil wawancara di atas terlihat jelas bahwa masyarakat suku Osing di desa Kemiren menjalankan ritual adat kematian yang masih bernuansa Islami dan jauh dari kesyirikan.

Pembahasan Temuan

  • Nilai-nilai pendidikan Islam pada upacara tradisonal perkawinan masyarakat suku Osing di desa Kemiren kecamatan Glagah
  • Nilai-nilai pendidikan Islam pada upacara tradisonal kelahiran masyarakat suku Osing di desa Kemiren kecamatan Glagah

Berdasarkan rumusan masalah pokok dan sesuai dengan kondisi obyektif di lapangan yaitu tentang “Nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam upacara adat masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi”. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Suku Osing Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Masyarakat Suku Osing Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016/2017. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Upacara Adat Kelahiran Masyarakat Suku Osing Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Masyarakat Suku Osing Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016/2017.

Bahkan Tuan. Hal senada diungkapkan Suroso, beliau merupakan salah satu tokoh agama di Desa Kemiren, bahwa melakukan upacara penyelamatan ibu hamil tidak wajib dalam Islam, namun melakukan penyelamatan ini juga tidak dilarang jika prosesinya tidak dialihkan. dari agama Islam. Masyarakat Suku Osing Desa Kemiren sepakat mengungkapkan bahwa acara tingkeban ini merupakan slametan bagi wanita yang sedang hamil tujuh bulan, tujuannya untuk mendoakan agar ibu dan calon anaknya selalu sehat, proses persalinan lancar. menjadi lancar tanpa kesulitan apa pun. bahkan bagi seorang anak pun, mereka yang terlahir sehat tidak kekurangan apapun. Dalam slametan mudun ini, masyarakat suku Osing di desa Kemiren umumnya mengadakan acara pada sore hari dengan mengundang kerabat dan tetangga yang sebagian besar adalah anak-anak.

Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi di atas dapat disimpulkan bahwa pada masyarakat Suku Osing di Kemiren, ketika ada anggota keluarga atau tetangganya yang meninggal dunia, maka mereka akan berbondong-bondong memberikan penghormatan dan membantu keluarga tersebut dengan tahlilan – menyiapkan acara. .

PENUTUP

Kesimpulan

Berikutnya akhlak terhadap keluarga yaitu melalui berbakti kepada orang tua dan kepedulian terhadap keturunan, akhlak dalam masyarakat yaitu melalui mempererat tali silaturahmi, ta’awun, musyawarah dan menjalin tali silaturahmi. Nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung dalam upacara adat kelahiran masyarakat lemah tingkeban, selapan dan mudun suku Osing di Kemiren adalah nilai-nilai aqidah, akhlak dan ibadah. Nilai aqidah adalah keimanan kepada Allah SWT yang dilambangkan dengan berbagai alat yang digunakan dan juga keimanan terhadap Qadha' dan Qodar Allah SWT.

Nilai moral yang terkandung dalam upacara adat tingkeban berkaitan dengan Allah SWT yaitu ketakwaan, keikhlasan dan amanah. Selain itu juga terdapat nilai akhlak terhadap diri sendiri yaitu rasa syukur, Iffah (menjauhkan diri dari apa yang dilarang) dan Kanaah yaitu rasa puas terhadap apa yang telah terjadi. Akhlak terhadap masyarakat adalah membangun persaudaraan Islam, ta’awun atau gotong royong, silaturahmi dan juga amal.

Upacara adat kematian suku Osing di Kemiren disebut juga dengan slametan tahlilan.

Saran

SKRIPSI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

Seluruh dosen dan pegawai IAIN Jembers yang telah membimbing kami dengan ilmunya dan melayani kami selama proses perkuliahan. Kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga risalah ini dapat bermanfaat dan membawa keberkahan bagi peneliti dan pembaca, walaupun risalah ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangannya.

Saya menyatakan bahwa isi skripsi ini merupakan hasil penelitian saya sendiri, kecuali pada bagian yang disebutkan sumbernya.

MOTTO

Dengan segala keikhlasan saya persembahkan karya ilmiah ini kepada orang-orang yang mempunyai jiwa ikhlas yang selalu membimbing saya dan. Pertama, kepada kedua orang tua saya yang merupakan guru pertama dalam hidup saya (Bapak Aripin dan Ibu Istiqlah), terima kasih atas segala pengorbanan, kasih sayang dan perjuangan tiada henti serta doa dalam setiap sujud yang mengantarkan saya memperoleh gelar Sarjana. . Kedua, kepada adik laki-laki saya (Alif Nur Qurroini) yang selalu memberikan semangat belajar kepada saya.

Referensi

Dokumen terkait

Inventarisasi Penggunaan Berbagai Pestisida Nabati Secara Tradisional Oleh Suku Osing Banyuwangi.. Prima Sari Arsian Dewi; 2010; 53 halaman; Fakultas Keguruan dan

Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam Tradisi Tumpeng Sewu pada Masyarakat Suku Osing Dari hasil penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam tradisi tumpeng

Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren memiliki tata laksana atau rangkaian prosesi upacara pernikahan adat antara lain sebagai berikut: Pertama, Ngirim Doa yang

Pertunjukan Seni Budaya Tradisional Suku Using di Desa Wisata Kemiren Banyuwangi; Diah Novitasari, 100903102027; 2013; 58 Halaman; Jurusan Ilmu Administrasi Program

AKTUALISASI NILAI-NILAI KEADILAN DALAM PEMBAGIAN HARTA WARISAN SUKU USING BANYUWANGI DALAM PERSPEKTIF HUKUM WARIS ISLAM (Studi Kasus Masyarakat Suku Using di Desa Kemiren Kec.

Penelitian dengan judul ”Desain Kurikulum Muatan Lokal sebagai Upaya Konservasi Pengetahuan Etnobotani Suku Osing di Kabupaten Banyuwangi” dilakukan dengan tujuan

Untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat di Kecamatan Licin, Banyuwangi tehadap tumbuhan obat tradisional, maka dilakukan wawancara dengan penduduk etnik suku osing di Kecamatan