• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAULANA FARID ESACK.

N/A
N/A
khoirul fiqh

Academic year: 2023

Membagikan "MAULANA FARID ESACK."

Copied!
168
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

FARID ESACK DAN KONTEKS AFRIKA SELATAN

  • Konteks Afrika Selatan
  • Biografi Esack
  • Karya-Karya Esack
  • Sumber-Sumber Pemikiran Esack

7 Farid Esack, Qur’an, Liberation, and Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity Against Oppression (Oxford: Oneworld Publications, 1998). 10 Farid Esack, "Contemporary Religious Thought in South Africa and the Emergence of Qur’anic Hermeneutical Notions," Islam and Christian-Moslem Relations 2, no. 19 Esack, "Kontemporêre godsdienstige denke in Suid-Afrika en die opkoms van Koraniese hermeneutiese begrippe."

35 Esack, "Modern Religious Thought in South Africa and the Emergence of Qur'anic Hermeneutical Ideas." 41 Esack, "Modern Religious Thought in South Africa and the Emergence of Qur'anic Hermeneutical Ideas."

HERMENEUTIKA PEMBEBASAN FARID ESACK

Hermeneutika dan Penafsiran

  • Makna dan Teori Hermeneutika
  • Hermeneutika dan Tafsir
  • Tentang al-Qur’an
  • Penafsiran al-Qur’an

Menurutnya, Al-Qur'an berasal dari kata dasar qara'a (membaca) atau qarana (mengumpulkan atau mengumpulkan). Orang-orang kafir berkata, mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan kepadanya satu kali pun? Nabi mendengar wahyu Al-Qur'an secara mental, bukan secara akustik, karena ruh dan suara ada di dalam dirinya.

Menurut Esack, Alquran sebagai objek penafsiran bersifat kontekstual dan harus selalu dikontekstualisasikan. Kita harus bersikap seolah-olah kita baru saja menerima Al-Qur'an langsung dari Nabi Muhammad SAW”.41.

Hermeneutika Pembebasan

Mengedepankan gagasan hermeneutika al-Qur’an yang membebaskan sebagai landasan membangun teologi antroposentris dalam Islam. Tinjauan terhadap cara Al-Qur'an menjelaskan diri sendiri dan orang lain (baik beriman atau tidak) untuk memberi ruang bagi orang lain dalam teologi pluralisme demi pembebasan. Menunjukkan bahwa sangat mungkin bagi seorang muslim yang beriman dan taat pada Al-Quran untuk hidup berdampingan bahkan bekerja sama dengan umat agama lain untuk membangun masyarakat yang lebih manusiawi dan beradab.

Pada dasarnya teori hermeneutika pembebasan Esack tidak berbeda jauh dengan teori hermeneutika lainnya. Namun Esack kemudian memberikan nuansa baru pada rumusan hermeneutika pembebasan yang dibangunnya sedemikian rupa sehingga menjadi keistimewaan Esack. Menurut Esack, konstruksi hermeneutika pembebasan didasarkan pada pengalaman manusia non-profetik yang pada dasarnya bersifat interpretatif dan selalu dimediasi oleh konteks budaya dan personal yang non-transenden.

Dalam kajian Ulûm al-Qur’an, konteks khusus wahyu ini muncul dalam disiplin ilmu asbâb al-nuzûl dan naskh wa al-mansûkh.52. 51 Farid Esack, “Pemikiran Keagamaan Kontemporer di Afrika Selatan dan Munculnya Gagasan Hermeneutis Al-Qur'an,” Islam dan Hubungan Kristen-Muslim 2, no. Gerakan pertama berupaya memahami isi umum Al-Qur'an melalui perintah dan larangan khusus yang diumumkan sebagai respons terhadap situasi tertentu.

Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan kajian yang mendalam terhadap masa kini untuk mengubah dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Quran ke arah yang lebih konkrit.57 Mengenai pemikiran gerakan ganda Fazlur Rahman sendiri selengkapnya, silakan baca dalam bukunya Islam dan Modernitas. 58. Dibandingkan pemikiran lain, hermeneutika Esack hampir sama dengan gaya hermeneutika pembebasan Hasan Hanafi (lahir 1935). Dalam wacana hermeneutika Barat, hermeneutika pembebasan Esack dapat dibandingkan dengan model hermeneutika resepsi yang populer dalam tradisi alkitabiah.

Kunci-Kunci Hermeneutika Pembebasan

  • Taqwa: Dasar Moral Penafsiran
  • Tauhid: Prinsip Keutuhan Firman dan Kesatuan
  • Al-Nâs: Manusia Sebagai Penentu Kebenaran
  • Mustadl`afin: Basis Pembelaan
  • Keadilan: Orientasi Perjuangan
  • Jihad: Gerakan Praksis Pembebasan

Hal-hal tersebut adalah (1) pluralisme agama, (2) konsep keimanan, Islam dan kekufuran, (3) pandangan Al-Qur'an terhadap keberadaan agama lain, dan (4) kerjasama antar umat beragama. Al-Qur'an menyebut istilah Islam dalam dua bentuk, yaitu kata benda (isim) dan kata kerja (fi`il). 4 Mahmoud Mustafa Ayoub, Al-Qur'an dan Penafsirnya (Albany: State University of New York Press, 1992).

RELASI ANTAR UMAT BERAGAMA

Pluralisme Agama

2 Ahmad Qodri Abdillah Azizy, “Al-Quran dan Pluralisme Agama,” Profetik: Jurnal Kajian Islam 1, no. Menurut Nurcholish, Al-Qur’an sendiri menunjukkan bahwa pesan universal Islam dapat disesuaikan dengan lingkungan budaya mana pun, sebagaimana telah dibuktikan bahwa Al-Qur’an dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan dalam lingkungan budaya masyarakat. Semenanjung Arab. Menurutnya, tidak ada salahnya memperhatikan dan merenungkan sikap Al-Qur'an terhadap keberagaman umat manusia di tempat diturunkannya yang menganut berbagai jenis agama.

Menurut Qadri Azizy, Alquran mengakui perbedaan agama dalam masyarakat yang pluralitas agama. Namun dalam urusan keimanan, Al-Qur'an tetap memberikan batasan yang tegas dan tanpa kompromi. Jika ajaran tauhid ini tidak diterima, maka Al-Qur'an mengajarkan kita untuk tetap teguh menunjukkan jati diri kita sebagai umat Islam (QS. Ali Imran, 64), dan tidak menerima keyakinan yang campur aduk.

Menurut Esack, Alquran sebenarnya mengajarkan sikap pluralistik dan justru mengecam sikap eksklusif. Sedangkan pluralisme Al-Qur'an ditunjukkan dengan pengakuannya terhadap pemeluk agama lain. Pertama, Ahli Kitab sebagai penerima wahyu diakui sebagai bagian dari masyarakat. Sesungguhnya inilah ummatmu yang satu (QS. al-Mukminun, 52).

14 Farid Esack, Quran, Pembebasan, dan Pluralisme: Perspektif Islam tentang Solidaritas Antaragama Melawan Penindasan (Oxford: Oneworld Publications, 1998). Kedua, dalam bidang sosial yang paling penting, pangan dan perkawinan, Al-Qur'an dengan tegas menyatakan bahwa makanan ahli kitab adalah halal (halal) bagi umat Islam dan makanan umat Islam halal bagi ahli kitab ( QS.al-Maidah, 5). Jika umat Islam dibiarkan hidup berdampingan dengan kelompok lain dalam hubungan intim seperti pernikahan, apa yang bisa dikatakan tentang pesan Al-Qur'an dalam masalah Islam dan non-Islam selain pluralisme.

Meninjau Ulang Makna Iman, Islam dan Kufur

  • Iman, Keyakinan Yang Dinamis dan Aktif
  • Islam, Ketundukan Personal dan Nama Agama
  • Kufur, Keingkaran Yang Tidak Hanya Teologis

Tidak kurang dari 36 kali Al-Qur'an mengulangi kalimat “orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh”. Oleh karena itu, Fazlur Rahman menyatakan bahwa memisahkan iman dari perbuatan (amal shaleh) adalah hal yang tidak masuk akal dan tidak dapat diterima menurut Al-Qur'an.35 Pernyataan Toshihiko Izutsu mungkin baik untuk menggambarkan hubungan antara iman dan amal shaleh. 34 Farid Esack, Quran, Pembebasan dan Pluralisme Sebuah Perspektif Islam tentang Solidaritas Antaragama Melawan Penindasan (Oxford: Oneworld Publications, 1998).

Sebab, menurutnya, yang namanya agama bisa dipahami dari istilah Islam dalam Alquran. Al-Quran secara tegas menyatakan bahwa ada dua bentuk Islam, yaitu Islam para nabi dan pengikutnya (QS. Menurut Smith, Al-Quran menyebut Islam sebanyak tiga kali sebagai din (aturan atau nama agama) (Tanya: Ali Imran , 19 dan 85; al-Maidah, 3).

Sedangkan Al-Qur'an menyebut Islam sebagai ketundukan pribadi sebanyak 4 kali (QS. Al-Qur'an menyebutkan istilah Islam dengan menggunakan kata benda sebanyak 8 kali, sedangkan menggunakan kata kerja yang menunjukkan aktivitas (aslama) sebanyak 22 kali. Al-Qur'an menggambarkan umat Islam sebagai sosok yang subjek ketuhanan, tidak hanya umat Islam sebagai pemeluk agama Islam.51 3.

Selain itu juga didasari oleh banyaknya istilah kufur yang disebutkan bersamaan dengan istilah iman dalam Al-Qur'an. Makna kekafiran sebenarnya merupakan makna sekunder yang muncul setelah istilah kufur sering disebutkan bersamaan dengan istilah iman dalam Al-Qur'an.54. Ayat ini merupakan kritik Al-Qur'an terhadap sebagian ahli kitab yang tidak mengakui ayat-ayat Allah, padahal mereka sendiri telah membaca, mengetahui dan menyaksikan kebenarannya.

Mengakui Eksistensi Agama lain

Kita tidak bisa membayangkan ada ungkapan-ungkapan atau ajaran-ajaran yang penting dan sering diulang-ulang dalam Al-Qur'an, namun diamalkan hanya secara formal dan lisan tanpa ada syarat untuk mengamalkannya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas dalam kehidupan bermasyarakat sebagai konsekuensi logisnya. Bagi mereka, teks-teks Al-Qur'an yang secara jelas dan tegas menggambarkan penerimaan agama lain, sebagaimana disebutkan Esack, telah diganti (mansukh) dengan ayat lain atau ayat-ayat tersebut tidak memberikan makna seperti yang ditunjukkan. Kebanyakan penafsir Muslim mencoba dengan sia-sia untuk mengingkari makna jelas yang dinyatakan dalam dua ayat Al-Qur'an ini bahwa; mereka (orang-orang beriman) dari golongan mana pun yang beriman kepada Allah, Hari Akhir dan mengerjakan amal shaleh akan memperoleh keselamatan.

Terhadap pernyataan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengatakan bahwa mereka hanya akan memperoleh keselamatan di akhirat, Al-Quran menyatakan; Sebaliknya, menurut Asad, mereka benar secara Al-Quran jika mereka memenuhi ketiga unsur tersebut dan hidup sesuai dengan ajaran agamanya. Selain dua ayat di atas, ada beberapa ayat lain yang menurut Esack menunjukkan diterimanya Al-Qur'an. keragaman agama.

Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an yang memuat kebenaran, yang meneguhkan apa yang ada sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian bagi kitab-kitab yang lain. Agar lebih jelas, Azad mencontohkan perintah Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW untuk menggeser arah kiblat dari Masjid al-Aqsa di Yerusalem ke Masjid al-Haram di Mekkah. Adanya perbedaan agama diapresiasi dan ditoleransi oleh Al-Qur'an, dan Al-Qur'an sendiri sebenarnya menyatakan bahwa keberagaman tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi mereka untuk saling berkompetisi meraih kebaikan melalui amal shaleh.

Bahasa Inggris oleh Syed Abdul Latif (Hyderabad: . Syed Abdul Latif untuk Studi Al-Quran dan Budaya Lainnya, 1962). Pertama, keseluruhan pembahasan Al-Qur'an tentang masalah ini, termasuk kalimat pembuka QS. Al-Qur'an mengakui keberadaan agama-agama tersebut dan selanjutnya menantang para pemeluknya untuk menjadikan perbedaan-perbedaan tersebut menjadi sarana bersaing dalam kebaikan.78.

Kerjasama Antar Umat Beragama

  • Prinsip Kawan dan Lawan

Dalam Kajian Al-Qur'an Kontemporer: Wacana Baru Berbagai Metodologi Tafsir, diedit oleh Abdul Mustaqim. Kerjasama antar umat beragama dalam Al-Qur’an dalam perspektif hermeneutis Farid Esack.” Jurnal Penelitian Islam 6, No.Ujian Hermeneutika Humanistik Hasan Hanafi.” Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Hadits 11, no.

Al-Qur'an juga tidak menyatakan bahwa Syariat Islam membatalkan Syariat Nabi Musa dan Isa. Al-Qur'an memerintahkan umat Islam untuk bersikap adil ketika berdiskusi dengan Ahli Kitab. Perlu juga ditambahkan bahwa Al-Qur'an sering menyajikan kedua aspek ini secara bersamaan.

Dua persoalan teologis yang patut diperhatikan menjadi menonjol dalam Al-Qur'an dan. Hubungan antara umat Islam dan Nasrani yang diajarkan Al-Qur'an bukan sekedar akomodasi dan kohabitasi (bersama). Ajakan untuk saling menerima ini didasari oleh gagasan Al-Qur'an tentang kesatuan kitab-kitab suci.

Padahal, sekali lagi Al-Qur'an mengajarkan persahabatan dan kerjasama antar umat beragama. Kesatuan iman dan takdir antara Muslim dan Kristen ditunjukkan secara menyentuh dalam Al-Qur'an dan Hadits. Istilah “ahli kitab” sebagaimana digunakan dalam Al-Qur’an adalah istilah untuk mengidentifikasi agama-agama yang netral.

Orang yang berada di hadapan dan sangat mulia ilmunya tentang al-Quran dan as-Sunnah adalah para sahabat Nabi. Masih terdapat ayat-ayat lain dalam al-Quran yang jelas menetapkan kebebasan beragama tanpa mengehadkannya kepada ahli kitab.

PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

Kedua, berdasarkan metode hermeneutika tersebut, Esack mencapai kesimpulan bahwa kerja sama dengan umat agama lain adalah sesuatu yang tidak dilarang, jika tidak

Titik tolak hermeneutika pembebasan al- Qur‟an adalah konteks Afrika Selatan, namun dalam banyak hal pemikiran Farid Esack relevan untuk konteks Indonesia. Maka dalam menghadapi

Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS. Dalam konteks ini Farid Esack tidak menafsirkan Isla>m sebagai

1 The Effectiveness of Blog Aided Problem Based Learning Model on Learning Outcomes of Class IV Social Studies Content Lukmi Maulana, Farid Ahmadi Elementary School Teacher of