PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
8 Hasil wawancara dengan Bpk. Yunan Pahlepi sebagai Marketing Accounting Officer BRI Syariah KC Tulang Bawang Barat, pada tanggal 27 Maret 2019. 10 Hasil wawancara dengan Sdr. Yunan Pahlepi sebagai Marketing Accounting Officer BRISyariah Kantor Cabang Tulang Bawang Barat, pada Tanggal 27 Maret 2019.
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Menyebabkan Kurangnya Agunan Pasar Dalam Pembiayaan Murabahah (Studi Kasus BRI Syariah Kcp Tulang Bawang Barat)”.
Penelitian Relevan
Disertasi Wahyu Nazar di Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung Tahun 2018 berjudul “Analisis Penilaian Agunan Dalam Keputusan Pemberian Pembiayaan Murabahah Kepada BMT Mitra Dana Sakti Lampung Selatan” Disertasi Wahyu Nazar menarik kesimpulan yang mendalam. 14 Wahyu Nazar, Analisis Valuasi Agunan Dalam Keputusan Pemberian Pembiayaan Murabahah Kepada BMT Mitra Dana Sakti Lampung Selatan, Disertasi oleh UIN Raden Intan Lampung (2018).
LANDASAN TEORI
Jaminan
- Pengertian Jaminan
- Jenis dan Fungsi Jaminan
- Kriteria Barang Jaminan
Penelitian yang dilakukan peneliti berfokus pada faktor-faktor penyebab tidak adanya penjaminan yang dapat dinegosiasikan dalam pembiayaan murabahah dengan studi kasus pada BRI Syariah KCP Tubaba dikarenakan kesalahan penilaian agunan sehingga agunan yang dijual tidak laku. 23 Sri Rahayu Pandean, “Perjanjian Kredit Bank Terjamin Dalam Penyaluran Dana Bagi Masyarakat”, Jurnal Lex Et Societatis, (Vol.
Penilaian Jaminan (Appraisal)
- Penilaian Jaminan (Appraisal)
- Prosedur Penilaian dan Pengikatan Jaminan
- Penilaian Kembali Barang Jaminan
Namun dalam rangka pelaksanaan dual control, jika dipandang perlu dapat ditunjuk unit kerja lain (LO=loan officer) untuk ikut menilai kewajaran penilaian nilai agunan Nilai jual objek pajak ( NJOP ) ) termasuk dalam PBB 29 b , Dasar penilaian per jenis agunan, Hak Guna Usaha c) Hak guna bangunan d) Hak pakai f) Hak pembukaan lahan, hak memungut hasil hutan, dan . g) Hak lain yang tidak disebutkan di atas, yang ditentukan oleh undang-undang dan hak sementara.
Hak dasar di atas dapat dijadikan jaminan pembiayaan dengan hak tanggungan yang dibebani, hak milik, hak guna bangunan dan hak guna usaha. Dalam hal penilaian harga agunan diajukan kepada pihak ketiga, maka harus dilakukan local review bersama dengan pihak bank. 32 Peraturan Bank Indonesia Nomor: 8/21/Pbi/2006 Tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bagi Bank Umum Yang Melakukan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah Pasal 42.
Pejabat pembuat akta tanah dapat dijabat oleh notaris, camat, dan pejabat umum yang ditunjuk. Sebagaimana telah disebutkan, revaluasi barang agunan dilakukan minimal enam bulan sekali untuk barang agunan utama dan setahun sekali untuk agunan tambahan.
Pembiyaan Murabahah
- Pengertian Pembiayaan Murabahah
- Landasan Hukum Murabahah
- Rukun dan Syarat Murabahah
- Alur Transaksi Murabahah
Menurut Syafi'i Antonio, pembiayaan adalah fasilitas yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan unit defisit atau masyarakat yang membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan produktif dan konsumtif. Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa pembiayaan adalah penyediaan uang atau pembiayaan yang diberikan oleh bank kepada nasabah berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. 21 Tahun 2008 adalah akad pembiayaan suatu barang dengan menegaskan harga pembelian kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga yang lebih tinggi sebagai keuntungan yang disepakati.
Menurut Syafi'i Antonio, Bai'al murabahah membeli dan menjual barang dengan harga semula dengan tambahan keuntungan yang disepakati, sehingga penjual harus memberitahukan harga dasar dan beberapa tambahan keuntungan. Murabahah adalah dalam istilah fikih Islam yang berarti suatu bentuk jual beli tertentu ketika penjual menanggung biaya untuk memperoleh barang, termasuk barang, harga barang dan biaya lain yang dikeluarkan untuk memperoleh barang, dan tingkat yang diinginkan. margin keuntungan). Berdasarkan pengertian murabahah di atas, dapat disimpulkan bahwa murabahah adalah jual beli barang dengan harga semula ditambah tambahan keuntungan (margin) yang disepakati.
Pembiayaan murabahah berupa bantuan dana yang dibutuhkan nasabah untuk membeli barang/jasa dengan kewajiban mengembalikan dana talangan secara penuh ditambah margin keuntungan bank pada saat jatuh tempo. Para pemborong yaitu bai (penjual) adalah pihak yang memiliki barang yang akan dijual, dan musytari (pembeli) adalah pihak yang membutuhkan dan akan membeli barang;
METODE PENELITIAN
Jenis dan Sifat Penelitian
Sumber Data
Sumber data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian. 47 Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari Bapak. Subli sebagai kepala cabang pembantu, Bpk. Yunan Pahlepi dan Mr. Mislani Tamrin sebagai Accountable Marketing (AOM) di BRI Syariah Kantor Cabang Tulang Bawang Barat. Sumber data sekunder 48 dalam penelitian ini berasal dari buku-buku, termasuk Manajemen Keuangan Islam Veitzhal.
Prof. lain yang berkaitan dengan penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Struktur organisasi BRI Syariah KCP Tulang Bawang Barat dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 63 Bapak Yunan Pahlepi, Marketing Accountant BRI Syariah Kcp Tubaba, Wawancara Tanggal 21 Desember 2019 Pukul 08:45 WIB. 64 Bapak Yunan Pahlepi, Marketing Accountant BRI Syariah Kcp Tubaba, wawancara tanggal 21 Desember 2019 pukul 09:00 WIB.
65 Bapak Subli, Kepala Cabang Pendukung BRI Syariah KCP Tubaba, wawancara tanggal 30 September 2019 pukul 09:15 WIB. 66 Bapak Subli, Kepala Cabang Pendukung BRI Syariah Kcp Tubaba, wawancara tanggal 29 Oktober 2019 pukul 09:25 WIB. Menurut salah satu marketing yaitu Bpk. Mislani Tamrin untuk mekanisme penilaian penjaminan di BRI Syariah Kcp Tulang Bawang Barat sebagai berikut : 70.
67 Bpk. Yunan Pahlepi Accounting Officer Marketing di BRI Syariah Kcp Tubaba, Wawancara Tanggal 29 Oktober 2019 Pukul 09.30 WIB. 68 Pak. Mislani Tamrin, Accountable Marketing di BRI Syariah Kcp Tubaba, Wawancara tanggal 29 Oktober 2019 pukul 11.05 WIB. 69 Bpk. Yunan Pahlepi Accounting Officer Marketing di BRI Syariah Kcp Tubaba, Wawancara tanggal 29 Oktober 2019 pukul 09.33 WIB.
70 Mr. Mislani Tamrin, regnskabsansvarlig marketing hos BRI Syariah Kcp Tubaba, interview den 29. oktober 2019 kl. 09.35 WIB. 71 Mr. Yunan Pahlepi Accounting Officer Marketing hos BRI Syariah Kcp Tubaba, Interview den 29. oktober 2019 kl. 10.00 WIB. 72 Mr. Mislani Tamrin, regnskabsansvarlig marketing hos BRI Syariah Kcp Tubaba, interview den 29. oktober 2019 kl. 11.00 WIB.
Teknik Analisa Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum BRI Syariah Kcp Tulang Bawang Barat
- Sejarah Singkat BRI Syariah Kcp Tulang Bawang Barat
- Visi dan Misi BRI Syariah Kcp Tulang Bawang Barat
- Struktur Organisasi BRI Syariah Kcp Tulang Bawang
- Produk dan Aplikasi Akad BRI Syariah Kcp Tulang
Implementasi Praktik Jaminan di BRI Syariah KCP Tulang
Praktik agunan/agunan di BRISyariah KCP Tulang Bawang Barat mengenai penilaian agunan dan harga jual agunan ditentukan dengan standar operasional prosedur (SOP) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau tidak merugikan bank. Untuk mengetahui pembiayaan bermasalah terkait pembiayaan nasabah maka kriteria kolektibilitas yang ada pada BRI Syariah KCP Tubaba yaitu. BRI Syariah Kcp Tulang Bawang Barat menyediakan berkas berupa dokumen untuk diisi oleh nasabah dengan materai untuk pengesahan, setelah itu nasabah menandatangani akad pembiayaan.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu petugas akuntansi pemasaran mikro yaitu Bpk. Yunan Pahlepi, yang membuat obligasi kurang marketable adalah area yang cenderung tidak menguntungkan banyak orang. Menurut Bpk. Yunan Pahlepi di BRI Syariah, menjual agunan saat pembiayaan macet 70% dari harga normal dengan harga bangunan misalnya 100 juta dengan plafon 70 juta untuk menghindari kerugian. Penilaian agunan di BRI Syariah KCP Tulang Bawang Barat dievaluasi kembali jika nasabah memiliki tunggakan atau dapat disebut dengan rekrutmen ulang evaluasi atau review jika terdapat permasalahan dalam perhitungan agunan minimal 1 tahun sekali untuk menghindari risiko kehilangan atau pengalihan agunan, kerusakan agunan dan pengurangan nilai agunan.
Penilaian penjaminan mengenai SOP di BRI Syariah masih belum sesuai dengan SOP yang ditetapkan bank, masih terdapat pelanggaran mengenai perhitungan penjaminan dan harga penjaminan, namun lebih dominan pada harga penjaminan. Analisis Praktek Agunan Pada BRI Syariah KCP Tulang Bawang Barat Agunan merupakan barang bergerak atau tidak bergerak.
Analisis Praktik Jaminan di BRI Syariah KCP Tulang Bawang
Dimana harga jaminan tergantung pada masing-masing daerah dan perlu lebih teliti dalam perhitungannya dan jika pada saat menilai dan menentukan harga jaminan secara harga memaksanya untuk menaikkan harga jaminan meskipun jaminannya lebih rendah dari harga sebenarnya. Penetapan agunan terkait SOP di BRISyariah jika dilanggar lebih pada perhitungan jaminan dan harga jaminan, namun lebih dominan pada harga jaminan. Dimana harga jaminan tergantung pada masing-masing daerah dan harus lebih berhati-hati dalam menghitungnya dan jika harga bank yang bijaksana memaksa untuk menaikkan harga jaminan meskipun jaminan lebih rendah dari harga yang sebenarnya maka akan mengakibatkan orang tersebut mengalami wanprestasi. dalam jaminan tidak dijual.
Berdasarkan hasil penelitian dari teori sebelumnya bahwa dalam mengevaluasi penjaminan harus memperhatikan kriteria penjaminan dan mekanisme penilaian penjaminan yang tertuang dalam SOP di BRI Syariah KCP Tubaba. Di BRI Syariah dalam menentukan harga jaminan sebelum likuidasi yaitu 70% untuk kavling kosong dan 80% untuk kavling dan bangunan. Dalam hal ini Bank BRI Syariah KCP Tubaba dalam penilaian jaminan dalam hal tanah dan bangunan masih lemah sehingga jaminan kurang laku karena beberapa faktor yaitu letak/tempat jaminan, kondisi daerah atau daerah, ada yang tidak kondusif, tempatnya terbuka, banyak orang primitif dan pencurian, Letak tanahnya jauh dari penduduk setempat atau bisa dikatakan pedalaman, misalnya di perbatasan Gunung Batin dan Mulya Asri, luas tanah sekitar < 1000 m² 1% dari nilai pasar bangunan (Nilai pasar 99%) dan status pelanggan koperasi.
Dalam hal ini Bank BRI Syariah KCP Tubaba tidak melakukan penilaian agunan/agunan sesuai SOP, dimana nilai jaminan tidak sesuai dengan SOP dan harga jaminan, tetapi lebih dominan pada harga jaminan. Bank BRI Syariah KCP Tubaba yang melakukan survey lapangan harus mengikuti prosedur dan SOP yang ada di BRIS.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Gatot Supramono, Banking and Credit Issues, Jakarta: Rineka Cipta, 2009 Irham Fahmi, Banks and Other Financial Institutions Theory and Applications, (Bandung: CV. Sri Rahayu Pandean, "Guarantee of Bank Credit Agreements in Channeling Funds for the Community", Journal van Lex Et Societatis , Vol. Veitzhal Rivai aangehaal deur Imam Mustofa, Contemporary Muamalah Jurisprudence, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2016.
Zaky Baswendra Wibhawa dan Anjar Sri Ciptorukmi N, “Urgensi Peran Appraisal dalam Penyelesaian Kredit Macet Dalam Akad Kredit Produktif Dengan Jaminan Hak Tanggungan Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/Pmk.01/2014 Tentang Penilai Publik”, Jurnal Privat UU Jilid IV No.