• Tidak ada hasil yang ditemukan

Janganlah selalu membayangkan hasil yang besar, mulailah berusaha walaupun hasilnya kecil, walaupun sedikit asal nyata hasilnya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Janganlah selalu membayangkan hasil yang besar, mulailah berusaha walaupun hasilnya kecil, walaupun sedikit asal nyata hasilnya "

Copied!
118
0
0

Teks penuh

Efektivitas Pemberian Pekerjaan Rumah Terhadap Prestasi Belajar Matematika Kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Tesis ini mencoba memberikan gambaran dan informasi tentang penggunaan Metode Pekerjaan Rumah (resitasi) pada pembelajaran Matematika kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar.

Latar Belakang

Hal sebaliknya ditunjukkan oleh siswa yang malas, mereka akan menganggap pekerjaan rumah guru sulit, secara tidak langsung mereka akan menolak, bahkan acuh tak acuh. Namun siswa yang malas bisa saja mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan asal-asalan atau tidak sama sekali.

Rumusan Masalah

Hal ini justru menunjukkan bahwa siswa kelas IV banyak mendapat pekerjaan rumah dari guru, bahkan ada siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah sama sekali. Selain itu, batasan pekerjaan rumah yang diberikan guru untuk diselesaikan siswa terlalu berlebihan dan semangat mengerjakan pekerjaan rumah terkadang berkurang karena guru tidak segera memperbaiki pekerjaan rumah tersebut.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

  • Pengertian Efektivitas Pembelajaran
  • Pengertian Belajar
  • Prestasi Belajar
  • Matematika
  • Hakikat Matematika

Untuk mengetahui prestasi belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan, perlu memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi belajar yaitu. Bertanggung jawab berarti siswa harus melaksanakan tugas yang diberikannya sendiri, baik secara individu maupun kelompok.

Penelitian Yang Relevan

Berdasarkan hasil penelitian yang relevan maka dapat disimpulkan bahwa saya tertarik untuk melakukan penelitian tentang efektivitas pemberian pekerjaan rumah terhadap kinerja belajar matematika kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar.

Kerangka Pikir

Desain Penelitian

Desain ini mencakup dua langkah pemberian pekerjaan rumah (resitasi) kepada siswa IV. kelas di SD Inpres Minasa Upa 1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Tahap kedua (post-test) dilakukan untuk mengetahui perubahan pekerjaan rumah (resitasi) terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar yang berjumlah 21 orang.

Tabel 3.1 Populasi Seluruh Siswa Kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1   Kota Makassar tahun ajaran 2017/2018
Tabel 3.1 Populasi Seluruh Siswa Kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1 Kota Makassar tahun ajaran 2017/2018

Sampel

Variabel Penelitian

Definisi Operasional Variabel

Instrumen Penelitian

Sudijono menyatakan, pre-test dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai materi atau materi pembelajaran yang akan diajarkan. Sudijono menyatakan, post-test atau tes akhir dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah siswa telah mengasimilasi dengan baik seluruh materi pembelajaran yang dinilai penting. Soal terakhir ini merupakan materi pembelajaran terpenting yang dipelajari siswa.Skenario tes akhir tidak sama dengan skenario tes awal.

Jika hasil tes akhir lebih baik dari tes awal, maka dapat diartikan bahwa program pembelajaran telah berjalan dan berhasil dengan sebaik-baiknya. Respon siswa merupakan reaksi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian pekerjaan rumah (resitasi).

Teknik Pengumpulan Data

Post-test atau tes akhir dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh materi pembelajaran yang tergolong penting telah dikuasai dengan baik oleh siswa. Dengan cara ini dapat diketahui apakah lebih baik, sama atau lebih buruk dari hasil tes awal. Observasi adalah proses pengumpulan data berupa teknik yang digunakan untuk memperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, yaitu dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa pada saat memberikan tindakan melalui observasi.

Dalam penelitian ini data yang diperoleh adalah respon siswa terhadap pembelajaran dengan metode pemberian pekerjaan rumah (resitasi). Dengan membandingkan angket yang diberikan kepada masing-masing siswa untuk diisi sesuai dengan kondisi sebelumnya.

Teknik Analisis Data

Kriteria ketuntasan minimal SD Inpres Minasa Upa 1. Sumber data : SD Inpres Minasa Upa 1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar) Kriteria ketuntasan hasil belajar siswa dianggap tuntas apabila memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah yaitu 65, sedangkan ketuntasan klasikal tercapai bila minimal 70%. Siswa di kelas tersebut telah mencapai nilai penyelesaian minimal. Pengukuran peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan tes peningkatan hasil belajar (uji N-Gain) sebagai berikut. Kriteria keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini akan efektif apabila minimal 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

P = Persentase siswa yang menjawab ya atau tidak F = Frekuensi siswa yang menjawab ya atau tidak N = Banyaknya siswa yang mengisi angket. Kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah lebih dari 80% siswa memberikan respon positif terhadap sejumlah aspek yang ditanyakan.

Tabel 3.2. Kriteria Ketuntasan Minimum SD Inpres Minasa Upa 1
Tabel 3.2. Kriteria Ketuntasan Minimum SD Inpres Minasa Upa 1

Hasil Penelitian

Deskriptif Hasil Belajar

Berdasarkan tabel 4.1 terlihat rata-rata nilai hasil belajar matematika (pre-test) sebesar 54,28% dari nilai ideal 100. Di bawah ini persentase hasil belajar matematika siswa IV. kelas setelah diberikan dengan menggunakan metode tugas resitasi (posttest). Berdasarkan tabel 4.4 terlihat rata-rata penilaian hasil belajar matematika dengan menggunakan metode pekerjaan rumah pada pra.

Jika dikatakan tabel 4.6 merupakan indikasi ketuntasan hasil belajar siswa, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1 setelah penerapan penggunaan metode pekerjaan rumah memenuhi klasikal indikator ketuntasan hasil belajar. Perbandingan hasil belajar siswa sebelum diajar menggunakan metode pekerjaan rumah (pre-test) dan setelah diajar dengan metode pekerjaan rumah (resitasi) (post-test).

Tabel 4.2 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa  Kelas  IV  sebelum  (pretest)  Penggunaan  Metode  Pemberian  Tugas  Rumah  (Resitasi)
Tabel 4.2 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV sebelum (pretest) Penggunaan Metode Pemberian Tugas Rumah (Resitasi)

Deskripsi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Besarnya peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1 terlihat dari perolehan tes melalui rata-rata nilai pretest dan posttest siswa. Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah mendapat perlakuan menggunakan metode pekerjaan rumah (resitasi) dan berada pada kategori sedang. Aktivitas siswa selama pembelajaran menggunakan metode pemberian pekerjaan rumah (membaca nyaring) dengan persentase rata-rata tertinggi sebesar 88,85%.

Sedangkan persentase rata-rata terendah sebesar 49,19% terdapat pada poin 7 yaitu siswa yang melakukan aktivitas lain yang tidak relevan. Sedangkan hasil persentase keaktifan siswa terkait pelaksanaan penggunaan metode pemberian pekerjaan rumah (resitasi) yaitu sebesar 72,98% dikatakan tidak efektif karena berada pada kategori baik.

Tabel .4.9 Persentase Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Operasi   Bilangan Cacah dengan Penggunaan Pemberian Tugas Rumah  (Resitasi)
Tabel .4.9 Persentase Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Operasi Bilangan Cacah dengan Penggunaan Pemberian Tugas Rumah (Resitasi)

Deskrpisi Angket Respon Siswa

Kriteria keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini akan efektif (sangat baik) apabila minimal 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Tabel 4.10 Deskripsi hasil jawaban siswa pada operasi bilangan bulat dengan metode tugas rumah (resitasi). Berdasarkan Tabel 4.10 terlihat bahwa hasil analisis data respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan metode perintah (resitasi) menunjukkan bahwa seluruh siswa menjawab “ya” pada poin pertama (siswa suka belajar Matematika ) berjumlah 21 orang dengan persentase 100%.

Sedangkan siswa yang menjawab “tidak” terbanyak terdapat pada poin 7 yaitu siswa yang paham atau lebih paham tentang operasi bilangan bulat, yaitu sebanyak 6 orang dengan persentase 71,42%. Dengan demikian menurut kriteria keefektifan pada Bab III persentase siswa yang memberikan respon positif sebesar 80,95% (efektif) karena 19 dari 21 siswa memberikan respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran operasi bilangan bulat dengan metode pekerjaan rumah (resitasi).

Pembahasan

Berdasarkan kriteria keefektifan pada Bab III, hasil belajar siswa meningkat setelah mendapat perlakuan dengan metode pemberian pekerjaan rumah (resitasi). Dari sini terlihat hasil belajar siswa meningkat setelah mendapat perlakuan dengan metode pemberian pekerjaan rumah (resitasi). Dapat disimpulkan bahwa siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran matematika melalui penggunaan metode pekerjaan rumah (resitasi).

Berdasarkan hasil data dan respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran melalui penggunaan metode tugas pekerjaan rumah (resitasi) diketahui bahwa rata-rata 100% siswa menyatakan bahwa 90,47% siswa menyatakan menyukainya. mempelajari operasi bilangan bulat. menggunakan tugas pekerjaan rumah (pembacaan); 85,71% siswa menikmati pembelajaran operasi bilangan matematika dengan metode pekerjaan rumah (resitasi); 76,19% siswa menyatakan antusias mempelajari operasi bilangan bulat dengan metode pekerjaan rumah (resitasi); 76,19%. Dengan demikian, sesuai keefektifan Bab III, siswa memberikan respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran operasi bilangan bulat dengan metode pemberian pekerjaan rumah (resitasi).

PENUTUP

SARAN

Bagi guru diharapkan dapat menggunakan metode pemberian pekerjaan rumah (resitasi) dalam proses pembelajaran sesering mungkin untuk lebih meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika. Siswa diharapkan dapat menerima segala jenis tugas dari guru, karena hal ini dilakukan guru semata-mata untuk meningkatkan mutu hasil belajar, bukan untuk menyiksa atau menyulitkan siswa. Implementasi penggunaan KIT IPA (Fisika) dalam pembelajaran terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI fisika SMA Negeri 2 Takalar.

Penggunaan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Surat Siswa IV. kelas di SDN 2 Lais. Tesis ini belum diterbitkan. Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Circular Terhadap Hasil Belajar Matematika Konsep Bangun Bangun Sederhana pada Siswa Kelas III SD Negeri 70 Manjaling Kabupaten Maros.

RENCANA PELAKSAANAAN PEMBELAJARAN

TUJUAN

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR Muatan : Matematika

MATERI

PENDEKATAN DAN METODE Pendekatan : Scientific

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Mengamati

Menanya

Menalar

Mencoba

SUMBER DAN MEDIA 1. Buku paket

PENILAIAN

Bilangan bulat adalah rangkaian bilangan asli ditambah nol atau bilangan yang dimulai dari nol dan selalu bertambah satu dengan bilangan setelahnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bilangan bulat terdiri dari bilangan nol dan positif atau bilangan yang terletak di sebelah kanan nol pada garis bilangan, sedangkan bilangan negatif termasuk dalam himpunan bilangan bulat. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bilangan bulat adalah bilangan positif nol, sehingga dapat disebut bilangan bulat, yaitu bilangan berikut ini. Jika bilangan bulat dilambangkan dengan huruf “C”, maka himpunan yang mewakili seluruh anggota bilangan bulat dapat ditulis sebagai berikut.

Properti identitas menunjukkan bahwa bilangan bulat dengan nilai apa pun, jika dijumlahkan dengan nol, akan menghasilkan bilangan itu sendiri.

PENDEKATAN DAN METODE

Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengarkan, mengamati, membaca] dan mengajukan pertanyaan berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk Tuhan dan aktivitasnya, serta benda-benda yang ditemuinya di rumah, sekolah, dan taman bermain. Penyajian pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerak yang mencerminkan anak yang sehat dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak yang beriman dan berakhlak mulia. Guru menyuruh beberapa siswa untuk maju ke depan dan mengerjakan soal perkalian dan pembagian dengan bimbingan guru.

SUMBER DAN MEDIA 3. Buku Paket

Pada perkalian bilangan bulat diterapkan konsep penjumlahan berulang bilangan bulat yang dikalikan sebagai berikut: 2 x 3 = 3 + 3. AMA MP A NA MSA MA DSS U FRH N D R MF PID KPA PAN AARI RZA SS N HSP . AMA MP A NV MSA MA DSS U FRA N D R MF PID KPA PAN AARI RZA SS N HSP.

ANALISIS SKOR PRETEST DAN POSTTEST SERTA UJI N-GAIN

Gain Kategori 1

Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Rata-Rata Deviasi Baku Sedang.

DATA HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA

Bacalah keterangan dibawah tabel

II III IV

DATA HASIL RESPON SISWA

Beliau menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMP Negeri 2 Herlang pada tahun 2010 dan lulus dari SMA Negeri 6 Bulukumba pada tahun 2013. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). ) Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan tahun 2018.

Gambar

Gambar 2.1 SkemaKerangka Pikir
Tabel 3.1 Populasi Seluruh Siswa Kelas IV SD Inpres Minasa Upa 1   Kota Makassar tahun ajaran 2017/2018
Tabel 3.1 Teknik Kategori Standar Berdasrkan Ketepatan Depdiknas
Tabel 3.2. Kriteria Ketuntasan Minimum SD Inpres Minasa Upa 1
+7

Referensi

Dokumen terkait

However, instructors have to decide which topics to include in the course, how to handle students with different levels of Excel exposure, and how to effectively teach technology to a