PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana strategi pendistribusian media sosial di kantor BAZNAS Kota Parepare dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pembayaran zakat pusat perbelanjaan. Apa kendala pemanfaatan media sosial di kantor Bazna kota Parepare dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembayaran zakat mal.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Teori Upaya
- Teori Media Sosial
- Teori Kesadaran Masyarakat
- Teori Zakat Mal
Media sosial adalah media digital dimana realitas sosial terjadi dan ruang serta waktu penggunanya berinteraksi. Pada dasarnya, beberapa ahli yang meneliti internet melihat bahwa media sosial di internet merupakan gambaran dari apa yang terjadi di dunia nyata, seperti plagiarisme. 1) “Menurut Mandibergh, media sosial adalah media yang memfasilitasi kolaborasi antar pengguna yang menghasilkan konten (user-generated content).”
Oleh karena itu, media sosial dapat dipahami sebagai media online (fasilitator) yang mempererat hubungan antar pengguna dan juga ikatan sosial. Ciri khas media sosial adalah membentuk jaringan antar penggunanya, sehingga kehadiran media sosial menyediakan media untuk menghubungkan pengguna melalui mekanisme teknologi. Informasi media sosial penting karena aktivitas media sosial berkisar dari produksi konten hingga interaksi berbasis informasi.
Ciri ini menunjukkan bahwa konten di media sosial dimiliki sepenuhnya dan juga berdasarkan pengguna dan pemilik akun. Media sosial merupakan salah satu contoh media berbasis internet yang penggunanya tersebar di seluruh dunia. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi semua perasaan negatif tersebut adalah dengan mencari hiburan dengan bermain di jejaring sosial.
Salah satu upaya untuk merespon berbagai permasalahan tersebut adalah dengan memberikan kritik, saran, teguran perlindungan melalui media sosial. Media sosial sering digunakan sebagai alat untuk berbagi informasi bermanfaat dari satu orang ke banyak orang lainnya.
Tinjauan Konseptual
Kerangka Pikir
Zakat harta/zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh seseorang atau lembaga dengan syarat yang telah ditentukan, Zakat maal yang dikenakan disini adalah zakat harta yang akan dikeluarkan dalam jangka waktu satu tahun sekali, yang sudah memenuhi nisabnya, termasuk zakat hewan ternak. , menemukan harta benda, emas dan perak, dan hasil pekerjaan (profesi).
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis mengkaji kantor BAZNAS di kota Parepare yang fokus penelitiannya adalah bagaimana upaya pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar zakat di pusat perbelanjaan (studi kasus BAZNAS di Parepare).
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Mengingat jarak antara kampus dengan lokasi penelitian cukup jauh, sehingga data yang dibutuhkan dapat terpenuhi. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari lapangan penelitian, seperti data yang diperoleh dari wawancara langsung dengan subyek penelitian. Penelitian ini merupakan sumber utama untuk memperoleh data dari muzakki, mustahik, pegawai, pengurus dan pimpinan di kantor BAZNAS Kota Parepare.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan teknik pengumpulan data yang mendukung data primer yang bersumber dari buku, jurnal, laporan tahunan dan dokumen lain yang berkaitan dengan masalah penelitian. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari lapangan, misalnya dari surat kabar, dokumen dan bacaan lainnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa sumber data sekunder adalah sumber data yang diperoleh dari sumber lain yang tidak berkaitan langsung, seperti data yang diperoleh dari bahan bacaan berupa buku, majalah, literatur, surat kabar dan informasi yang berkaitan dengan upaya pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembayaran zakat mal (studi kasus seorang warga di kota Parepare).
Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Teknik wawancara yang dimaksud dalam penelitian ini adalah wawancara langsung dengan muzakki, mustahik, pegawai, pengelola dan pimpinan pada BAZNAS kota Parepare terkait upaya pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat-pusat perbelanjaan (studi kasus kota Parepare baznas) ). Dokumentasi berasal dari kata document yang berarti barang tertulis, metode dokumentasi berarti tata cara pengumpulan data dengan mencatat data yang ada. Dokumen tentang orang atau kelompok orang, peristiwa atau kejadian dalam situasi sosial yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif.
Dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui arsip dan meliputi buku-buku tentang pendapat, teori, argumentasi atau hukum dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah penelitian. Mengenai teknik dokumentasi yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu pencatatan data seperti arsip, fotografi upaya pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat mall (studi kasus Baznas Kota Parepare).
Uji Keabsahan Data
Kemudian pelaksanaannya juga dapat dilakukan dengan cara check and recheck 49 Observasi dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang lengkap dan valid, dokumentasi bertujuan untuk mengambil gambar terkait upaya pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat mal ke kantor BAZNAS Kota Parepare , sedangkan wawancara bertujuan untuk mengumpulkan data yang ingin diteliti, baik dari muzakki, mustahik, pegawai, pengelola dan pimpinan di BAZNAS Kota Parepare.
Teknik Analisis Data
Kesedaran masyarakat Pasangan dalam membayar zakat masih sangat rendah kerana kefahaman masyarakat terhadap zakat masih sangat rendah, dan masih kurang sosialisasi tentang zakat kepada masyarakat, selepas itu ramai juga yang mengutamakan. Kesedaran masyarakat Parepare untuk membayar zakat harta masih sangat rendah, disebabkan kurangnya kefahaman masyarakat tentang kepentingan membayar zakat harta, ramai yang menyamakan zakat harta dengan zakat fitrah dan menetapkannya walaupun jumlahnya sedekah” . 55. Kesedaran masyarakat dalam pembayaran zakat harta masih agak di atas minima, sudah tentu puncanya adalah kurangnya pengetahuan tentang zakat yang kadangkala menyamakan zakat harta dan sedekah, mereka juga tidak mengetahui nishap zakat sehingga mereka segera.
Berdasarkan hasil penelitian dengan wawancara yang dilakukan dengan Bapak. Azwaruddin, S.E. Ungkap Unit Pengumpul Zakat Mal tersebut, strategi yang diterapkan BAZNAS adalah memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat di Mal Kota Parepare. Apa saja hambatan pemanfaatan media sosial di kantor BAZNAS Kota Parepare dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pusat perbelanjaan pembayaran zakat. Keterbatasan penggunaan media sosial BAZNAS dalam memperkenalkan zakat kepada masyarakat yang belum mengetahui atau mengelola media khususnya media elektronik (Facebook, Instagram dan Twitter) menjadi kendala bagi BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar zakat melalui jaringan sosial. media.
Masih sulit untuk memperkenalkan zakat mal melalui media sosial kepada masyarakat yang belum mengenal media sosial.” 66. Bagi para peneliti, semoga penelitian ini dapat memberikan pengaruh yang baik khususnya bagi para peneliti, dan dapat mengambil segala ilmu selama penelitian di kantor BAZNAS Kota Parepare mengenai upaya pemanfaatan media sosial dalam penyadaran masyarakat tentang membayar zakat. mal BAZNAS Kota Parepare. Media sosial apa yang digunakan BAZNAS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mal pembayaran zakat?
T: Media sosial apa yang digunakan BAZNAS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat mal? T: Media sosial apa yang digunakan BAZNAS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat mal?
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Strategi Penyampaian Melalui Media Sosial Pada Kantor BAZNAS Kota
Kendala Penggunaan Media Sosial Pada Kantor BAZNAS Kota Parepare
PENUTUP
Saran
Kami berharap BAZNAS Kota Parepare mempercepat proses pengadaan aplikasi khusus zakat dan channel YouTube agar masyarakat lebih mudah mengenal zakat, mengetahui segala detail tentang zakat, visi dan misi BAZNAS Kota Parepare dan membuatnya memudahkan masyarakat untuk membayar zakat. Apakah BAZNAS pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Parepara terkait pemanfaatan media sosial dalam dunia zakat. A: Masyarakat masih sangat kurang memahami zakat mal, sehingga masih banyak yang belum menunaikan zakat, masyarakat belum bisa membedakan antara zakat dan infak, sehingga ketika mengeluarkan zakat tampah melalui BAZNAS, terkadang yang dikeluarkan tidak masuk menurut nishap dan haul, hal ini juga disebabkan masih kurangnya sosialisasi tentang zakat dan sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk membeli kebutuhan pokok.
A: “Media sosial yang digunakan oleh BAZNAS baik media dekat maupun media elektronik tersedia (8) untuk WhatsApp, klien kami (BAZNAS) akan membuat grup dan kemudian membagikan brosur secara online, baik dalam bentuk undangan untuk membayar. zakat (melalui rekening BAZNAS bekerjasama dengan bank) bar sulsel, tata cara pembayaran zakat, informasi bahwa BAZNAS dapat mengumpulkan zakat (pengumpulan zakat), menyalurkan zakat, for (instagram, facebook dan twitter) menjadi tempat berbagi informasi tentang zakat, brosur , ajakan membayar zakat dan kegiatan-kegiatan penting yang dilakukan oleh BAZNAS A : penyebab rendahnya kesadaran masyarakat tentu saja karena kesalahpahaman tentang zakat mal itu sendiri, banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu zakat mal, masyarakat terkadang menyamakan zakat mal dengan zakat fitrah, dan terkadang mereka juga menyamakan zakat dengan sedekah, namun ada juga yang mengetahui namun enggan untuk berzakat sebenarnya sedekah tapi katanya ada zakat, padahal zakat itu milikmu, ada juga orang yang pura-pura tahu tentang zakat tapi sebenarnya tidak tahu tentang zakat.
A: “Ke whatshapp, dimana BAZNAS akan membuat grup, kemudian BAZNAS akan membagikan e-brosur tentang zakat, pendistribusian zakat dan visi misi BAZNAS itu sendiri, ke (facebook, instagram,) digunakan untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang inti kegiatan , yang dilakukan oleh BAZNAS, dan untuk nomor rekening, karena permohonan masih diajukan, masyarakat membayar zakatnya melalui nomor rekening, dan biasanya gaji mereka akan dipotong setiap bulan Q: Apakah BAZNAS pernah menyampaikan ke Masyarakat Parepare tentang penggunaan media sosial A: Dalam hal zakat ada tiga jenis masyarakat di Parepare kepada siapa zakat diberikan dan berapa yang harus dibayar jika nishap dan hal zakat mencukupi tetapi mereka enggan mengeluarkan zakat untuk berbagai alasan, maka jenis masyarakat yang ketiga yaitu masyarakat yang benar-benar tidak mengetahui tentang zakat, baik dari zakat itu sendiri, terkadang mereka menyamakan zakat fitrah dengan zakat mal, mereka juga tidak mengetahui untuk siapa zakat ini dan berapa yang harus ada. dibayarkan dan kapan dikeluarkan zakatnya.