• Tidak ada hasil yang ditemukan

Membumikan Pluralisme di Indonesia

N/A
N/A
mala septia

Academic year: 2024

Membagikan " Membumikan Pluralisme di Indonesia"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL ANALISA KASUS PLURALISME

“Membumikan Pluralisme di Indonesia : Manajemen Konflik Dalam Masyarakat Multikultural”

Disusun Oleh : Mala Septia

912022033 2TM 3

POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN JURUSAN TEKNIK MESIN

(2)

2023 A. IDENTITAS JURNAL

1. Nama Jurnal : Jurnal Studi Islam 2. Volume : 5

3. Nomor : 1 4. Halaman : 1-10

5. Judul Jurnal : Membumikan Pluralisme di Indonesia : Manajemen Konflik Dalam Masyarakat Multikultural.

B. ABSTRAK JURNAL 1. Jumlah Paragraf : 1 2. Ukuran Spasi : 1

3. Uraian Abstrak : Abstrak disajikan dalam format Bahasa Inggris, dalam abstrak tersebut penulis menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara multikultural dengan Masyarakat yang

hidup dalam keberagaman budaya, etnis, dan bahasa.

Indonesia memerlukan manajemen konflik dalam kehidupan Masyarakat Pluralistik. Untuk menghadapi hal ini, kita harus menerapkan Pluralisme dalam pluralitas agama dan budaya.

4. Keyword Jurnal : Pluralism, Multicultural, Dialogue, Pancasila.

C. PENDAHULUAN JURNAL

Penulis menjelaskan bahwa Indonesia sebelum mengalami kemerdekaan Tahun 1945, terdapat Kerajaan-kerjaan kecil yang disebut Nusantara. Namun setelah kemerdekaan Indonesia resmi Merdeka secara De jure dan De facto. Namun, adanya perbedaan seperti ragam budaya, suku bangsa, Bahasa, serta etnis yang ada sulit bagi founding fathers untuk

(3)

menyatukan perbedaan ini, butuh waktu yang panjang untuk menyatukan keinginan dan cita-cita bersama karena banyak beragaman yang ada. Oleh karena itu, setiap masyarakat yang bergabung dalam bangsa mampu menerima pluralitas yang ada dengan toleransi agar terciptanya hubungan yang harmonis antar sesama.

D. TUJUAN PENELITIAN

1. Menjelaskan tentang Pluralisme sebagai tawaran dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

2. Menjelaskan tentang Upaya dalam mengurangi konflik di Indonesia.

3. Menjelaskan tentang cara mengelola konflik dalam Masyarakat Multikultural.

E. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang artinya, penelitian yang lebih memberikan tekanan makna yang berkaitan dengan nilai-nilai tertentu. Dan menekankan proses daripada pengukuran,

mendeskripsikan, menafsirkan dan memberikan makna dan tidak cukup dengan penjelasan belaka.

F. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam hasil penelitian ini, ada beberapa pembahasan yang ada yaitu : 1. Pluralisme sebagai tawaran dalam kehidupan bermasyarakat di

Indonesia.

Pluralisme lahir di Indonesia sebagai sesuatu hal yang menjadi kontroversial. Pluralisme sesungguhnya juga merupakan ekspresi dari pandangan seseorang yang melihat keberagaman penganut agama lain.

Namun hal ini dimaknai berbeda dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

(4)

Dalam hal ini MUI memberikan responnya melalui fatwa haram terkait dengan pluralism agama dalam Keputusan fatwa MUI Nomor 7/MUNAS VII/MUI/II2005. Fatwa haram ini didasarkan oleh intreprestasi MUI yang menyatakan bahwa pluralisme agama yaitu suatu paham yang

mengajarkan bahwa semua agama ialah sama dan kebenaran setiap agama adalah relative. Pluralisme juga dipandang sebagai sesuatu yang kurang relevan diterapkan di Indonesia bila berdasar pada penetapan fatwa ini.

Namun, populasi yang tidak sedikit serta jumlah etnis budaya telah mewarnai bernegara di Indonesia, hal ini tidak jarang sering memicu adanya konflik yang berujung terganggunya stabilitas keamanan negara.

Sejauh ini pluralisme masih diterima sebelah mata, banyak beberapa kalangan eksklusif cenderung tidak sepakat untuk menerima pluralisme di Indonesia. Terkadang kalangan eksklusif ini terlahir dari beberapa

golongan yang berpendidikan tinggi. Dalam hal ini Masyarakat cenderung bersifat inklusif, pluralisme yang dimaknai sebagai sesuatu yang normatif, normative yang dimaksud ialah kehidupan sehari-hari hanya didasari oleh norma dan nilai norma yang berkembang di Masyarakat Indonesia yang dikenal dengan kesopanannya. Dalam hal ini, pluralisme dimaknai dengan suatu sikap yang mampu menerima perbedaan, perbedaan yang bukan hanya berlatarbelakang pada agama saja namun, perbedaan pada budaya lain.

2. Upaya Pluralisme dalam mengurangi konflik di Indonesia.

Pemahaman konsep pluralisme yang diusung oleh Diana L Eck merupakan pandangan yang melihat perbedaan komunitas dan pandangan keagamaan bukan menjadi penghalang, melainkan peluang untuk

terciptanya dialog. Dialog dianggap sebagai bagian dari upaya pluralisme untuk mengurangi konflik. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan bangsa Indonesia yang merefleksikan perbedaan dalam kesatuan yang tunggal. Perbedaan diantara ini tentu dimaknai dengan realitas pluralisme

(5)

yang mau untuk saling menerima perbedaan serta saling memahami demi persatuan bangsa dan negara.

Sebagai reduksi dari pluralisme, dialog dapat dianggap sebagai upaya alternatif yang dapat mengurangi konflik dibandingkan dengan upaya lain.

Bisa dilihat dari Pemerintahan Orde Baru terdapat peran ganda atau dwi fungsi ABRI dalam parlemen, dalam konflik di Ambon, Poso, dan Papua pemerintah mengirim pasukan militer terlebih dahulu dibandingkan pemuka agama untuk menyelesaikan konflik, namun disaat-saat terakhir Ketika konflik mulai usai terdapat upaya penyelesaian konflik berupa dialog diantara pihak yang berseteru.

3. Mengelola konflik dalam Masyarakat Multikultural.

Indonesia merupakan negara global yang keberadaan manusia adalah sebuah kebutuhan fisio psikis rohani, sebagai bangsa yang berdaulat kita tidak dapat menolak arus globalisasi dan sistem internasional yang kini bersifat borderless. Maka dari itu untuk mencegah arus globalisasi yang ada kita harus memperkuat fondasi bangsa ini ditengah arus persaingan global. Yang harus dimulai dari pluraliseme didalam kehidupan

multicultural yaitu menanamkan nilai-nilai pluralisme, dapat menerima perbedaan dan menghargai dari segi budaya maupun agama. Maka dari itu, upaya dalam membentuk pluralisme maupun inklusivisme dapat melahirkan sebuah keharmonisan sebagai bagian dari usaha mengelola konflik di Indonesia dengan masyarakat multicultural. Namun, kita tidak melupakan bahwa toleransi pun harus memperhatikan batasan yang ada.

G. KESIMPULAN

Kesimpulan menurut penulis yaitu, pengelolaan konflik dalam Masyarakat multicultural ini membutuhkan peran dari banyak lapisan. Dalam hal ini, peran dari negara dan non negara sangat dibutuhkan, peranan dari semua

(6)

pihak yang melaluo forum dialog. Dialog adalah upaya yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada.

H. DAFTAR PUSTAKA

 https://scholar.google.com/scholar?

hl=id&as_sdt=0%2C5&q=jurnal+pluralisme+2018&oq=#d=gs_qabs&

t=1702915600493&u=%23p%3DUovI5y_54dcJ.

Referensi

Dokumen terkait

Jadi jelas, bahwa nilai-nilai pluralisme dalam Islam dapat dijumpai dalam Al- Qur’an. Indonesia yang memiliki masyarakat yang plural seharusnya dapat mengambil pelajaran dari

PERANAN TOKOH ADAT SEBAGAI MEDIATOR SOSIAL DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK AGRARIA YANG MELIBATKAN.. MASYARAKAT ADAT MULTIKULTURAL

Tema dari film ini adalah pluralisme agama di Indonesia yang sering terjadi konflik antar keyakinan beragama, yang dituangkan ke dalam sebuah alur cerita yang berkisar pada

Tujuan tesis ini untuk memberikan diskrispsi dan analisis sosiologis tentang sikap santri pondok pesantren Edi Mancoro terhadap pluralisme di Indonesia. Ditengah adanya fatwa MUI

Pluralisme masyarakat dalam tatanan sosial agama, dan suku bangsa telah ada sejak jaman nenek moyang, kebhinekaan budaya yang dapat hidup berdampingan secara damaimerupakan

Sebagaian besar masyarakat awam akan pemahaman dan pengetahuan akan pluralisme hukum waris yang ada di Indonesia terkhususnya warga Dusun Rewulu Wetan Desa Sidokarto, dalam

Problem yang paling nyata yang terjadi di masyarakat dari paham pluralisme agama ini adalah menghilangkan pokok-pokok ajaran Islam yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an atau

Implikasi pluralisme dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan bentuk demokrasi yang berdasar pada Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945.Indonesia sebagai