MEMPERSIAPKAN AMALAN TERBAIK DI DUNIA
ِنوُعِجْر ّبَر َلاَق ُتْوَمْل ُمُهَدَح ٱ ٱ َأ َءاَج اَذِإ ٰٓىّتَح
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
Q.S. Al Mu’minun: 99
Ayat ini adalah penggambaran penyesalan yang dialami oleh orang-orang kafir ketika sudah bertemu dengan kematian. Maka kita sebagai orang yang telah mendapati kenikmatan islam dalam
kehiduupan kita, kita berusaha untuk bersyukur, dengan cara memanfaatkan waktu untuk beramal.
Namun sebelumnya, saya akan mengulang kisah yang dibawakan oleh ulama kita, Gus Bahaudin Nursalim, menceritakan salah satu kisah yang ada di dalam kitab Al Ihya Ulumuddin.
Suatu saat di hari akhir, Allah memanggil seseorang yang ada di Neraka, Allah tanyai ia, dan setelah selesai, Allah menyuruhnya untuk Kembali ke neraka. Kemudian orang ini bersemangat dan
bersegera menuju ke neraka. Hal ini mengherankan, maka Allah pun bertanya lagi, tentang mengapa ia begitu bersemangat padahal yang dituju adalah neraka. Ia membuat sebuah Pengakuan bahwa selama di dunia ia telah sering mengabaikan perintah Allah, tidak bersegera dalam melaksanakan perintah Nya. Maka kali ini ia tidak ingin mengulanginya. Ia ingin untuk bersegera melaksanakan perintah. Mendengar jawaban tersebut, Allah merasa kagum, maka Allah masukkan ia ke dalam surga. Singkat cerita ada pula seseorang yang Allah panggil, dari surga, lalu Allah tanya, mengapa ia masuk ke dalam surga, orang tersebut menjawab bahwa ia masuk ke surga karena ia telah melakukan ketaatan ketaatan selama di dunia. Allah mengingkarinya, ia masuk surga karena Rahmat Allah, bukan karena amalannya. Maka orang ini bersikeukeuh tentang pendapatnya, Allah pun menjelaskan, bahwa ia beramal di dunia, tidak cukup untuk menebus surga yang abadan, selama lamanya, abadi, tidak berkesudahan, sedangkan amalannya hanya sedikit waktu saja, puluhan tahun saja. Mana mungkin bisa menebus surga yang abadan, jika bukan karena Rahmat Allah. Maka Allah
memerintahkan malaikat untuk memasukannya ke dalam neraka.
Cerita di atas menjadikan kita sadar, bahwa sebenarnya, bukan pahala dari amalan kita yang kita harapkan dapat memasukkan kita ke dalam surga. Tapi Rahmat Allah lah, jika Allah ridho, maka Allah akan memberikan Rahmat Nya kepada hamba Nya. Jika Allah tidak ridho (bisa jadi karena
kesombongan kita, ujub kita, riya kita) maka Allah akan menahan Rahmat Nya dari kita. Maka merugilah kita apabila Allah menahan Rahmat Nya.
Jadi apakah tidak perlu beramal untuk masuk surga? Karena masuk surga adalah karena Rahmat Allah, bukan karena amalan kita.
Tentu salah.
Rasulullah juga bersabda: ّلَقْنِإ َو اَهُمَوْدَأ هللا ىَلِإ ِلاَمْعَ ْلا ّبَحأ
"Amalan yang paling dicintai Allah SWT yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit," hadits riwayat Ahmad dan Muslim. Maka amalan yang perlu kita kerjakan di dunia
1. Adalah amalan wajib (Rukun Islam)
2. Adalah amalan sunnah pilihan, sesuai kemampuan.
Kisah seseorang yang mengamalkan sebuah amalan rutin hingga akhir hayatnya, dikisahkan oleh alm Syeikh Ali Jabeer
Maka nasihat dari ulama kita juga, “Jika tidak bisa melakukan semuanya, maka Jangan tinggalkan semuanya, “