MENGANALISIS JURNAL
INTERNASIONAL
Nama : Maejistresi purba (A1E021042)
Dosen Pengampu : Dr. Rosane Medriati, M.Pd
META-ANALYSIS OF GUIDED INQUIRY MODEL ON PHYSICS LEARNING
(ANALISIS META MODEL INQUIRY TERPANDUAN PADA PEMBELAJARAN FISIKA)
TABLE OF CONTENTS
01 02 03
Latar Belakang Metode Penelitian Hasil Yang dicapai/kesimpulan
04
Kesimpulan
1.Latar Belakang
Inquiry Terbimbing merupakan suatu model pembelajaran
instruksional dengan siswa mengerjakan jawaban terhadap soal yang telah didiktekan oleh guru, dan siswa berusaha
memecahkan masalah tersebut secara intensif.
Selama ini penelitian pembelajaran menggunakan Inkuiri Terbimbing dengan berbagai desain penelitian diterapkan pada pembelajaran fisika pada berbagai topik materi. Namun belum pernah diteliti secara detail Inkuiri Terbimbing mempunyai dampak yang lebih dahsyat terhadap materi muatan apa, pada media apa, pada jenjang sekolah apa, bahkan paling tepat untuk meningkatkan keterampilan fisika bagian
1.Latar Belakang
Penerapan model Inkuiri Terbimbing juga telah diteliti oleh para ilmuwan di bidang ilmu sosial. Tak terkecuali bidang pendidikan
fisika. Untuk mengetahui sejauh mana sebaran penelitian pada Guided Inquiry dapat dilihat melalui pencarian kata kunci
Guided Inquiry menggunakan software VOSviewer.
2.Metode Penelitian
1.Metode Meta analisisi
Langkah-langkah tabulasi data:
Metaanalisis, secara sederhana, dapat didefinisikan sebagai analisis analisis—
menilai. Selain itu, meta-analisis penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan merangkum
data, mengkaji dan menganalisis data penelitian dari beberapa penelitian yang
telah ada sebelumnya .
Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil meta-analisis, yaitu
analisis deskriptif kualitatif
1. 1Identifikasi variabel penelitian
2. Identifikasi mean dan standar deviasi hasil posttest dan pretest
3. Menghitung effect size dengan menggunakan rumus
mencari effect size adalah dengan mengurangkan nilai rata-rata posttest (xposttest) dengan rata-rata hasil pretest (x- pretest) lalu dibagi dengan standar deviasi (SD) data
Hasil meta analisis berdasarkan jenjang sekolah ditemukan bahwa model Inkuiri
Terbimbing memberikan pengaruh sedang.
Namun pada jenjang SMP mempunyai dampak yang lebih rendah dibandingkan jenjang SMA dan pendidikan tinggi. Dari hasil perhitungan effect size menunjukkan bahwa tingkat berpikir pada perguruan tinggi lebih baik.
3.Hasil Penelitian
Berdasarkan pokok bahasannya, model Inkuiri Terbimbing
mempunyai keunggulan yang cukup dari 11 jenis pokok
bahasan yang diperiksa.
Hanya empat yang mempunyai dampak pengaruh yang lebih
sederhana dan efek sisanya yang moderat dari hasil suatu topik.
3.Hasil Penelitian
Media pembelajaran yang digunakan dikelompokkan menjadi dua media yaitu media nyata atau nyata dan media virtual. Hasil analisis data dapat dilihat pada Meta analisis Inkuiri Terbimbing pada media yang digunakan memiliki media
pembelajaran berupa media yang benar atau nyata atau maya dengan pengaruh sd 0.54-0.66.
3.Hasil Penelitian
5. Tes ditinjau dari segi awal dan akhir pelaksanaan program pengajaran, yaitu
Test awal atau pre test
Post test
Sumatif test
6. Tes ditinjau dari segi tujuan khusus dilaksanakannya. Tes ini terdiri dari
Test awal atau pre test
Post test
Sumatif test
TeAchievement test atau tes penguasaan
Intelligence test atau test kecerdasan
Test minat
Test kepribadian.
Dengan menentukan effect size dari setiap penelitian, maka rata-rata effect size keseluruhan ditentukan. Data yang dikumpulkan dari 20 jurnal, sebagian besar jurnal digunakan untuk
menginformasikan hubungan antar variabel dalam penelitian ini berkaitan antara dampak model Inkuiri Terbimbing dengan peningkatan
kemampuan siswa, kemudian pengaruh model Inkuiri Terbimbing terhadap tingkat pendidikan dan model Inkuiri Terbimbing. model Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan kemampuan
berpikir kritis dan kemampuan literasi sains siswa, bahkan hasil belajar siswa pada kategori efek
sedang.