• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menganalisis masalah membaca

N/A
N/A
Habib Saputro

Academic year: 2023

Membagikan "Menganalisis masalah membaca"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada era modern seperi saat ini, perkembangan ilmu dan teknologi berlangsung begitu cepat. Aktivitas membaca tidak mungkin terlepas dari kehidupan manusia, aneka macam isu disampaikan melalui media cetak ataupun digital dalam kurun waktu yang sangat singkat. Hal ini berdasarkan pada berkembangnya ilmu dan teknologi yang menyebabkan pola kehidupan berjalan begitu cepat. Pada kasus seperti ini aktivitas membaca mutlak dibutuhkan oleh manusia ditengah aktivitas kesibukan sehari-hari agar tetap mendapatkan informasi yang maksimal dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan kata lain, manusia harus mampu membaca secara efektif tanpa mengganggu aktivitas lain.

Pendidikan merupakan sarana pengembangan sumber daya manusia, karena tanpa pendidikan masyarakat tidak dapat beradaptasi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang saat ini terjadi begitu cepat. Selain itu, pendidikan memiliki tujuan untuk menciptakan manusia yang bertakwa dan berilmu, sehingga dapat mengembangkan dan mewujudkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya. Menurut

(2)

Sriwilujeng (2017: 2), Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Melalui pendidikan akan lahir Masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk berkontribusi kepada negara. Oleh karena itu, pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada.

Proses penyelenggaraan pendidikan memiliki beberapa unsur materi pengajaran dari berbagai jenis mata pelajaran yang bersifat khusus dan umum. Salah satunya mata pelajaran yang bersifat umum yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Seseorang dapat membuka wawasan baru melalui aktivitas membaca. Karena membaca merupakan ciri-ciri dari masyarakat terpelajar. Membaca adalah salah satu kemampuan yang penting harus dimiliki oleh peserta didik karena hal itu sangat berkaitan dengan seluruh proses pembelajaran. Membaca bukan hanya melafalkan kalimat per kalimat, kata per kata atau huruf per huruf. Seseorang harus memahami apa isi dan makna yang terkandung pada bahan bacaan tersebut agar menjadi ilmu pengetahuan yang baru bagi si pembaca. Aktivitas membaca harus ditanamkan sejak usia dini, yaitu membaca permulaan.

(3)

Menurut jumhur ulama dalam buku Mabahits fi Ulum al- Qur’an karya Manna’ Khalil Qaththan, ayat pertama yang diturunkan kepada kepada Nabi Muhammad saw. adalah lima ayat dari surah Al‘alaq. Ayat tersebut ialah:

َۚقَلَخ ْيِذّلا َِكّبَر ِمْساِب ْأَرْقِا

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan” (Q.S. Al’alaq [96]: 1).

Menurut Al-Asfahani dalam Mufradat Alfadz al-Qur’an (hal.

414), lafaz qara’ dalam ayat tersebut bermakna menghimpun huruf- huruf atau kalimat dengan kalimat lainnya sehingga membentuk satu bacaan

Keberhasilan siswa di dalam proses kegiatan belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kemampuan membaca siswa itu sendiri. Siswa yang dapat membaca dengan baik akan mudah memproses kegiatan belajar mengajar dibandingkan siswa yang tidak bisa membaca. Siswa yang tidak bisa membaca akan lamban sekali untuk memproses pelajaran yang di berikan. Akibatnya tingkat keberhasilan siswa yang mengalami kesulitan membaca akan berada di bawah siswa yang tidak mengalami kesulitan membaca. Pembelajaran membaca wajib diberikan kepada anak sejak usia dini sebab mempunyai banyak manfaat untuk bekal dalam mengembangkan diri.

(4)

Membaca permulaan merupakan proses awal bagi siswa sekolah dasar kelas awal yaitu kelas I dan II yang bertujuan untuk mengenalkan huruf-huruf, simbol-simbol maupun tanda-tanda dalam bacaan. Membaca permulaan dapat dikatakan sebagai kegiatan pengenalan dan pembedaan dalam melafalkan bunyi dari huruf per huruf atau kata per kata. Siswa kelas rendah cenderung lebih suka bermain dibandingkan belajar dikarenakan sedang berada di masa transisi. Oleh sebab itu, pemanfaatan media pembelajaran sangat penting untuk diterapkan pada siswa sekolah dasar kelas rendah. Penggunaan media pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar yang ingin dicapai.

Proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi hasil keberhasilan kegiatan belajar siswa dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti kegiatan belajar siswa dengan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik dari pada tanpa bantuan media (Djamarah dan Zain 2002:138).

Berdasarkan hasil pengamatan awal yang sudah dilakukan di SDN Pesanggrahan 01 Jakarta pada tanggal 29 Agustus 2023 dinyatakan bahwa kemampuan membaca siswa kelas 1 masih rendah, hal ini dibuktikan dari tes membaca yang dilakukan guru kelas 1 pada saat itu yaitu terdapat 11 dari 32 siswa mengalami kesulitan dalam membaca. Rendahnya keterampilan membaca siswa dikarenakan oleh berbagai faktor, seperti kurangnnya

(5)

pemanfaatan media pembelajaran yang tepat dan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga hal ini menyebabkan kurangnya minat dan antusias siswa dalam pembelajaran. Kurangnya peran orang tua dalam hal ini juga menjadi faktor rendahnya keterampilan membaca anak. Ditambah lagi dengan persyaratan penerimaan peserta didik pada Sekolah Dasar tidak didasarkan dari tes kemampuan membaca. Semua hal tersebut dibebankan kepada guru di sekolah untuk dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran yang tepat sangat penting untuk dapat membantu meningkatkan keterampilan membaca pada siswa Berdasarkan masalah-masalah yang disebutkan di atas hal ini merupakan masalah yang harus segera diatasi, karena hal tersebut dapat menghambat proses kegiatan belajar siswa dan menimbulkan masalah-masalah baru kedepannya. Sebab kemampuan membaca sangat dibutuhkan siswa untuk dapat memahami seluruh materi pembelajaran yang ada di sekolah.

Siswa yang memiliki keterampilan membaca yang baik akan lebih mudah untuk memproses materi Pelajaran yang diberikan dibandingkan dengan siswa yang memiliki kesulitan dalam membaca.

Berdasarkan analisis situasi tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi masalah mengenai keterampilan

(6)

membaca permulaan. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah media kartu kata bergambar. Media kartu kata bergambar merupakan media yang berbentuk kartu berisi gambar yang disertai huruf dan kata untuk menjelaskan isi dari gambar tersebut. Media kartu kata bergambar ini diharapkan dapat menstimulus minat dan semangat siswa dalam belajar membaca.

Berdasarkan analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu kata bergambar perlu dilaksanakan di SDN 01 Pesanggrahan Jakarta untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1. Peneliti mengangkat judul

“Penggunaan Media Kartu Kata Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SDN Pesanggrahan 01 Jakarta”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang terjadi sebagai berikut:

1. Rendahnya kemampuan membaca permulaan pada siswa.

2. Siswa kesulitan dalam memahami konsep huruf dan kata.

3. Kurang tepatnya penggunaan media dalam pembelajaran membaca di SDN 01 Pesanggrahan Jakarta.

4. Kurangnya minat belajar siswa dalam pelajaran membaca.

(7)

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, peneliti memfokuskan penelitian pada peningkatan kemampuan membaca permulaan menggunakan media kartu kata bergambar pada siswa kelas 1 SDN Pesanggrahan 01 Jakarta.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah pada penelitian ini: Apakah media kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Pesanggrahan 01 Jakarta?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Pesanggrahan 01 Jakarta.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Bagi Siswa

a. Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal konsep huruf dan kata sebagai tahap awal perkembangan kemampuan membaca permulaan.

(8)

b. Meningkatkan motivasi anak dalam proses pembelajaran membaca dengan menggunakan media kartu kata bergambar.

2. Bagi Guru

a. Sebagai bahan referensi bagi guru tentang penggunaan media kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.

b. Menjadi solusi dari permasalahan untuk mengatasi kesulitan membaca pada siswa SDN Pesanggrahan 01 Jakarta.

3. Bagi Sekolah

Sebagai acuan dalam proses kegiatan belajar mengajar untuk menggunakan media pembelajaran yang tepat disetiap pembelajarannya, yakni dengan menyediakan berbagai macam media pembelajaran untuk siswa.

Referensi

Dokumen terkait

berbagai teks nonsastra mampu membantu siswa dalam meningkatkan kualitas, kreativitas, dan efektivitas pada pembelajaran keterampilan membaca cepat untuk menemukan

Menumbuhkan minat membaca siswa dengan strategi belajar yang tepat, dapat digunakan sebagai langkah awal dalam keterampilan membaca dengan tujuan meningkatkan ketrampilan

2) Penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan keterampilan dasar membaca peta siswa dilihat dari kemampuan siswa: 1) menjelaskan isi peta dan

Penggunaan media explosion box dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa pada dikelas II SD Negeri69 Banda Aceh, hal ini dapat dilihat dari hasil tes

Penggunaan kartu huruf pada pembelajaran bahasa Indonesia aspek membaca dapat meningkatkan keterampilan dan motifasi belajar siswa kelas awal hal ini terbukti dengan

Hasil analisis menunjukkan bahwa ada interaksi antara media pembelajaran dengan kemampuan awal siswa terhadap keterampilan membaca nyaring; media pembelajaran slide

Bertolak dari hasil temuan dan pembahasan terdahulu tentang penggunaan strategi Reading Aloud untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dalam pembelajaran Bahasa

Hal tersebut dapat membuat keberhasilan siswa dalam menguasai keterampilan membaca nyaring menjadi berhasil Selain dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa, media cerita