• Tidak ada hasil yang ditemukan

DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI TK PERTIWI 2 SIDODADI KECAMATAN PEKALONGAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI TK PERTIWI 2 SIDODADI KECAMATAN PEKALONGAN "

Copied!
157
0
0

Teks penuh

(1)

DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI TK PERTIWI 2 SIDODADI KECAMATAN PEKALONGAN

KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Oleh

ADEK DIAH SAPUTRI NPM. 1601030027

Jurusan: Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas: Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO

1442 H/2020 M

(2)

ii

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Memenuhi sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Oleh:

ADEK DIAH SAPUTRI NPM. 160030027

Pembimbing I : Dian Eka Priyantoro, M.Pd.

Pembimbing II : Uswatun Hasanah, M.Pd.I.

Jurusan: Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas: Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO 1442 H/2020 M

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

DI TK PERTIWI 2 SIDODADI KECAMATAN PEKALONGAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Oleh:

Adek Diah Saputri

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar sebagian seluruh tubuh yang akan dipengaruhi oleh kematangan anak. Permainan tradisional Gobag Sodor berasal dari kata Gobag dan Sodor. Kata Gobag yang artinya bergerak bebas. Sedangkan untuk Sodor artinya Tombak. Permainan tradisional Gobag Sodor sebagai salah satu bentuk dari kegiatan bermain diyakini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan fisik dan mental anak.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.

Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur menunjukan hasil yang baik. Adanya implementasi permainan tradisional Gobag Sodor dalam mengembangkan perkembangan motorik kasar dalam hal ini anak-anak bisa lebih mengembangkan motorik kasar secara optimal.

Seperti anak mampu berlari sambil melompat, menyeimbangkan gerakan badan, bekerjasama dan mengkoordinasi semua badan. Faktor pendukung yaitu sekolah yang memiliki lahan yang cukup luas serta dukungan orangtua, anak-anak yang antusias dan permainan ini tidak memerlukan biaya. Sedangkan, penghambatnya yaitu sebagian anak yang masih malas banyak bergerak, sebagian anak tidak percaya diri takut mencoba hal baru dan cuaca yang kadang tidak menentu.

Kata Kunci: Perkembangan Motorik Kasar, Permainan Tradisional Gobag Sodor

(7)

vii Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : ADEK DIAH SAPUTRI

NPM : 1601030027

Program Studi : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Jurusan : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Menyatakan bahwa skripsi ini secara keseluruhan adalah asli hasil penelitian saya kecuali bagian-bagian tertentu yang dirujuk dari sumbernya dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Metro, Desember 2020 Yang menyatakan,

Adek Diah Saputri NPM. 1601030027

(8)

viii

Artinya: Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Tetapi, jika Kami menghendaki, Kami dapat mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.

(Q.S. Al- Insaan 28)10

1Mushaf Ash-Shahib, Al-Qur‟an Terjemah, (Bekasi: Hilal Media,tt), 580

(9)

ix

memberikan kesehatan, kelancaran, kemudahan serta perlindungan-Nya selama penelitian dan study saya. Maka dari itu saya persembahkan hasil study saya ini kepada :

1. Orangtua tercinta Ibu Misri dan Bapak Evendi, karena do’a dan dukungannya sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini.

2. Nenek Tumijem dan kakek Miskat tersayang yang selalu memberikan do’a dan dukungannya.

3. Keluarga Besarku yang selalu memberikan do’a, dukungan dan semangat.

4. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Islam Anak Usia Dini angkatan 2016 yang selalu memotivasi saya untuk menyelesaikan skripsi ini.

5. Almamater tercinta IAIN Metro.

(10)

x

yang berjudul ―Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur‖. Sholawat dan salam mudah- mudahan senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, beserta segenap sahabat dan keluarganya, serta para pengikutnya yang setia hingga hari akhir nanti.

Dalam upaya penyelesaian skripsi ini, peneliti telah banyak sekali bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini peneliti mengucapkan banyak terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Hj. Enizar, M. Ag, selaku Rektor IAIN Metro Lampung 2. Dr. Hj. Akla, M. Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu

Keguruan IAIN Metro Lampung

3. Dian Eka Priyantoro, M. Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan Dosen Pembimbing 1

4. Ibu Uswatun Hasanah, M. Pd. I. selaku Dosen Pembimbing 2 5. Seluruh dosen dan karyawan IAIN Metro Lampung

6. Kepala Sekolah dan para pendidik TK Pertiwi 2 Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

Kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini sangat diharapkan dan akan diterima oleh peneliti. Akhir kata peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti sendiri dan bagi pembaca pada umumnya.

Metro, Desember 2020

Adek Diah Saputri NPM.1601030027

(11)

xi

NOTA DINAS ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

ORISINALITAS PENELITIAN ... vii

MOTTO ... viii

PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Pertanyaan Penelitian ... 7

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ... 7

D. Penelitian Relevan ... 8

BAB II. LANDASAN TEORI ... 11

A. Motorik Kasar Anak Usia Dini ... 11

1. Pengertian Motorik Kasar ... 11

2. Kemampuan Perkembangan Motorik Kasar ... 14

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Motorik Kasar pada Anak ... 15

4. Metode Pengembangan Motorik Kasar Anak ... 17

(12)

xii

3. Manfaat Permainan Tradisional Gobag Sodor ... 26

4. Cara Bermain Permainan Tradisional Gobag Sodor ... 28

5. Faktor Pendukung dan Penghambat Permainan Tradisional Gobag Sodor ... 32

C. Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak ... 31

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 36

A. Jenis dan Sifat Penelitian ... 36

B. Sumber Data ... 38

C. Teknik Pengumpulan Data ... 39

D. Teknik Penjamin Keabsahan Data ... 42

E. Teknik Analisis Data ... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 46

A. Temuan Umum... 46

1. Sejarah TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur ... 46

2. Visi dan Misi TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur... 46

3. Data Pendidik dan Karyawan TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur ... 48

(13)

xiii

Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur .... 49 6. Data Peserta Didik TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan

Pekalongan Kabupaten Lampung Timur... 50 7. Struktur Organisasi TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan

Pekalongan Kabupaten Lampung Timur... 52 8. Denah Lokasi Penelitian... 53 B. Temuan Khusus ... 54

1. Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur ... 55 2. Faktor Pendukung dan Penghambat Pada Implementasi

Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar anak Usia Dini ... 65 C. Pembahasan ... 73

BAB V. PENUTUP

A. Simpulan ... 77 B. Saran ... 78 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

(14)

xiv

2. Tabel 4.1 Sarana TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Tahun Ajaran 2020/2021 ... 48 3. Tabel 4.2 Prasarana TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan

Kabupaten Lampung Timur Tahun Ajaran 2020/2021 ... 49 4. Tabel 4.3 Data Jumlah Pendidik TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan

Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Tahun Ajaran 2020/2021 ... 49 5. Tabel 4.4 Data Jumlah Peserta Didik TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi

Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Tahun Ajaran 2020/2021 ... 50

(15)

xv

2. Gambar 2.2. Lapangan Permainan Gobag Sodor ... 30 3. Gambar 4.1 Struktur Organisasi TK Pertiwi 2 Sidodadi ... 52 4. Gambar 4.2 Denah Lokasi TK Pertiwi 2 Sidodadi ... 53

(16)

xvi 2. Outline

3. Alat Pengumpulan Data (APD) 4. Data Hasil Wawancara

5. Lembar Observasi

6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) 8. Surat Bimbingan Skripsi

9. Surat Izin Prasurvey 10. Surat Balasan Prasurvey 11. Surat Izin Research 12. Surat Tugas

13. Surat Balasan Research

14. Surat Keterangan selesai Research 15. Surat Keterangan Bebas Pustaka

16. Surat Keterangan Bebas Pustaka Jurusan 17. Kartu Konsultasi Bimbingan Mahasiswa 18. Daftar Riwayat Hidup

(17)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan dan pengembangan bagi Anak Usia Dini merupakan salah satu faktor penting yang perlu difikirkan dan dilaksanakan orangtua untuk mempersiapkan masa depannya yang baik. Dalam pandangan Islam, segala sesuatu yang dilaksanakan, tentulah memiliki dasar hukum baik itu yang berasal dari dasar naqliyah maupun dasar aqliyah. Begitu juga halnya dengan pelaksanaan pendidikan pada anak usia dini. Berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan anak usia dini, dapat dibaca dalam firman Allah sebagai berikut:

































Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”. (QS. An- Nahl:78)1

Berdasarkan ayat di atas, dapat dipahami bahwa anak lahir dalam keadaan lemah tak berdaya dan tidak mengetahui (tidak memiliki pengetahuan) apapun. Akan tetapi, Allah membekali anak yang baru lahir tersebut dengan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani (akal). Dengan kemampuan dan indra tersebut, anak pada perkembangan selanjutnya akan memperoleh pengaruh sekaligus didikan dari lingkungan sekitarnya.

1QS. An-Nahl (14): 78

(18)

Kemampuan dan indra ini diperoleh seseorang secara bertahap, yakni sedikit demi sedikit. Semakin besar seseorang maka bertambah pula kemampuan pendengaran, penglihatan, dan akalnya.

Pada masa usia dini, anak sangat peka ingatannya dan mudah untuk diberikan keterampilan yang dapat mengasah semua aspek perkembangannya terutama pada aspek motorik. Saat ini banyak di Indonesia yang kurang pengoptimalan terhadap perkembangan motorik kasar khususnya pendidikan anak usia dini. Perkembangan adalah serangkaian perubahan yang terjadi pada individu yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan kontinu baik secara fisik dan psikis.1

Keterampilan motorik adalah gerakan-gerakan tubuh atau bagian- bagian tubuh yang disengaja, otomatis, cepat dan akurat. Gerakan-gerakan ini merupakan rangkaian koordinasi dari beratus-ratus otot yang rumit.

Ketrampilan motorik ini dapat dikelompokkan menurut ukuran otot-otot dan bagian-bagian badan yang terkait, yaitu keterampilan motorik kasardan keterampilan motorik halus. Secara garis besarnya, urutan perkembangan keterampilan motorik ini mengikuti dua prinsip.

1. Prinsip dari kepala ke ekor (chepalocaudal), menunjukkan urutan perkembangan, dimana bagian atas badan lebih dahulu berfungsi dan terampil digunakan sebelum bagian yang lebih rendah. Bayi terlebih dahulu belajar memutar kepalanya sebelum belajar menggerakkan kaki dengan sengaja, dan mereka belajar menggerakkan kaki.

2. Prinsip dari dekat ke jauh (proximodistal), menunjukkan perkembangan keterampilan motorik, dimana bagian tengah badan lebih dahulu terampil sebelum dibagian-bagian

1Ahmad Rudiyanto, , Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini, (Metro Lampung: Laduny, 2018). 4.

(19)

sekelilingnya atau bagian yang lebih jauh. Bayi belajar melambaikan keseluruhan lengannya sebelum belajar menggoyangkan pergelangan tangan dan jari-jarinya.

Keterampilan motorik menjadi dua bagian, yaitu: a) keterampilan motorik kasar; b) keterampilan motorik halus. Keterampilan motorik kasar, meliputi keterampilan otot-otot besar lengan, kaki, dan batang tubuh, seperti berjalan dan melompat. Sedangkan, Keterampilan motorik halus, meliputi otot-otot kecil yang ada diseluruh tubuh, seperti menyentuh dan memegang.2

Menurut pernyataan di atas bahwa anak usia dini adalah usia 0-6 tahun. Usia dimana anak sangat sensitif terhadap apa yang anak rasa, lihat maupun didengar. Saat masa ini anak juga di sebut masa emas (Golden Age) semua aspek perkembangan seperti aspek bahasa, agama, sosial emosional, kognitif dan motoriknya harus diberikan stimulus dengan sangat baik oleh orangtua maupun pendidik. Agar anak dapat berkembang secara optimal untuk menuju jenjang sekolah selanjutnya.

Menurut ketentuan umum Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 14 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan kemampuan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.3 Melalui pendidikan anak usia dini, diharapkan anak dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak.

Dalam aspek perkembangan ini dari satu anak dengan anak lainnya pasti berbeda. Maka dari itu pendidik dapat memberi dukungan dalam perkembangan anak usia dini.

2Uswatun Hasanah, ―Pengembangan Kemampuan Fisik Motorik Melalui Permainan Tradisional Bagi Anak Usia Dini,‖ 19 Juni 2016, 721.

3Depdiknas, Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikannasional Tahun 2003, (Jakarta: CV Mini Jaya Abadi, 2003), 5.

(20)

Salah satu bidang pengembangan dalam pertumbuhan kemampuan dasar anak usia dini yaitu fisik motorik. perkembangan fisik motorik anak usia dini dapat diartikan sebagai perubahan bentuk tubuh pada anak yang berpengaruh terhadap keterampilan gerak tubuhnya.4 Salah satunya yang harus di kembangkan oleh orangtua atau pendidik adalah motorik nya karena dalam pengembangan motorik terdapat banyak kegunaan yang harus distimulus seperti melompat, berlari, berjalan, menendang, dan lain-lain.5 Ketidaksenjangan antara perkembangan motorik kasar akan mengakibatkan gangguan sistem motorik pada anak seperti hambatan mobilisasi, hambatan melakukan kegiatan keseharian, hambatan dalam aspek pendidikan, hambatan dalam aspek ekonomis produktif, dan kelainan fungsi sosial dan psikologis.

Untuk mengembangkan motorik kasar bisa dilakukan dengan permainan tradisional. Dari Permainan tradisional gobag sodor juga anak bisa lebih mengenal permainan tradisional tersebut sekaligus melatih otot-otot pada anak usia dini.

Dunia anak merupakan dunia bermain, yang menjadi perhatian bagi pendidikan, psikolog, para ahli filsafat sejak zaman dahulu dan begitupula orangtua.6 Sebagaimana diketahui bersama selama rentang perkembangan anak usia dini anak banyak melakukan kegiatan bermain. Banyak permainan yang bisa dilakukan dan dicoba oleh anak terutama permainan tradisional

4Novan Ardy Wiyani, Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini, (Yogyakarta: Gava Media,2014), 35.

5Ahmad Rudiyanto, Perkembangan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Anak Usia Dini, (Labuhan Ratu:Darusalam Press, 2016), 111.

6Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 149

(21)

jaman dahulu yang banyak sekali jenisnya, misalnya permainan gobak sodor, conglak, bentengan, petak umpet, lompat tali, kasti, egrang dan masih banyak yang lainnya. Mengembangkan perkembangan motorik kasar anak dapat dilakukan dengan salah satunya adalah dengan permainan tradisional.

Berdasarkan pengamatan peneliti dari beberapa jenis permainan tradisional tersebut, peneliti mengamati bahwa permainan tradisional gobag sodor dapat dijadikan sebagai salah satu permainan yang dapat mengembangkan perkembangan motorik kasar anak di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. Yang mana peneliti sudah melakukan pengamatan dilakukan berulang-ulang. Adapun manfaat dari permainan tradisional gobag sodor dapat mengoptimalkan fisik motorik anak, karena permainan tradisional tersebut sangat berkaitan dengan penggunaan fisik.

Berdasarkan hasil prasurvey pada tanggal 13 Januari 2020 di Taman Kanak-Kanak Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. Di kelas penelitian terdapat 11 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Bedasarkan yang dilihat di tempat didapati hasil sebagai berikut:

sudah pernah dilakukanya permainan tradisional untuk mngembangkan motorik kasar, namun tidak terlalu sering dan masih ketidak tahuannya anak pada permainan tradisional misalnya permainan tradisional gobag sodor.

Untuk mengembangkan mengkoordinasikan gerakannya, menyeimbangkan gerakannya, dan berlari sambil melompat anak-anak hanya melakukan aktifitas melalui senam pagi pada hari jum’at. Sehingga bisa dilihat pada saat

(22)

proses pembelajaran yang mengutamakan motorik kasar yaitu anak masih sulit untuk mengkoordinasikan gerakannya, menyeimbangkan gerakannya, dan berlari sambil melompat. Dengan ini untuk perkembangan motorik kasar yang belum optimal anak-anak dikenalkan dengan permainan tradisional gobag sodor sehingga anak-anak bisa lebih mengembangkan motorik kasarnya.

Karena anak-anak kurangnya latihan pada kegiatan pembelajaran diluar, dan kurangnya aktifitas gerak pada anak ketika di rumah yang dimana anak hanya di habiskan waktunya di rumah saja dengan bermain gagdet, permainan tradisional pun banyak anak-anak tidak ada yang mengetahui seperti permainan tradisional Gobag Sodor. Diketahui bahwa pada jaman sekarang anak kurang tahu tentang banyaknya permainan tradisional yang menyenangkan untuk dimainkan bersama teman-teman daripada hanya bermain gagdet seharian di rumah.7 Dampak buruk gagdet bagi anak-anak yaitu anak menjadi pribadi tertutup, kesehatan otak terganggu, kesehatan mata terganggu, kesehatan tangan terganggu, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas dan terpaparnya radiasi.8

Dengan mengenalkan permainan tradisional gobag sodor bagi anak, anak lebih banyak mengetahui banyak nya permainan yang dapat dimainkan dan terutama mengembangkan motorik kasarnya. Karena permainan ini dapat mengembangkan motorik kasar selain itu permainan tradisional gobag sodor mudah sekali dimainkan, sederhana, hemat biaya dan pastinya sangat

7 Hasil Wawancara dengan Ibu Dewi Mayasari,S.Pd. selaku Pendidik di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi, Pada Tanggal 13 Januari 2020.

8 Derry Iswidharmanjaya & Beranda Agency, Bila Si Kecil Bermain Gadget, (Yogyakarta: Bisakimia, 2014), 15

(23)

menyenangkan untuk dimainkan. Dengan kondisi halaman TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi yang cukup luas, dengan ini dapat mendukung disetiap proses kegiatan permainan tradisional gobag sodor untuk mengembangkan motorik anak-anak. Sehingga anak-anak tidak hanya belajar di dalam ruang kelas saja.

Anak-anak dapat leluasa bermain, berlari kesana kemari dengan senang dan tidak menjadi mudah bosan. Sehingga diharapkan dengan permainan tradisional gobag sodor perkembangan motorik kasar anak di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi berkembang seperti anak dapat koordinasi tubuh, berlari, menyeimbangkan tubuh, dan melompat.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti memilih tentang ‖Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur‖.

B. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur?

2. Apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi permainan tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur?

(24)

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi adalah untuk:

a. Untuk mengetahui Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

b. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pada Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

2. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan masalah yang di atas, maka penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat sebagai berikut, yaitu:

a. Secara Teoritis

1) Dapat dijadikan sebuah contoh serta strategi kegiatan belajar mengajar bagi pendidik TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi dalam proses mengembangkan motorik kasar anak dengan permainan tradisional.

2) Dapat dijadikan alternatif pembelajaran untuk mendukung pengembangan motorik kasar anak.

(25)

b. Secara Praktis

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi Pendidik, peserta didik dan Sekolah dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran melalui Implementasi Permainan Tradisional Gobag Sodor dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

D. Penelitian Relevan

Berdasarkan penelusuran yang peneliti lakukan terhadap karya ilmiah sebelumnya peneliti menemukan yaitu: pertama, Yuliana dengan temuannya kegiatan membuat permainan baling-baling dapat meningkatkan kratifitas peserta didik. Hal ini dapat dilihat peserta didik sudah dapat mengkoordinasi mata dan tangannya ketika membuat permainan baling-baling.9

Kedua, Putri Puswandari dengan temuannya bahwa permainan lompat tali dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Peserta didik mampu melompat dengan baik .10

Ketiga, A. Anas Rudin mengemukakan hasil penelitiannya bahwa Permainan tradisional ―gobak sodor‖ dapat dijadikan sebagai pembelajaran sikap sosial siswa. Dilihat dari hasil analisis statistik deskriptif. 11

9Yuliana, ‖Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Permainan Baling-Baling di RA Attaqwa Karang Mulya Lampung Utara‖, (Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro: Lampung, 2018).

10 ―Putri Puswandari ―Upaya MeningkaTKan Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Tradisional Lompat Tali di TK PKK Mulyojati Metro Barat‖, (Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri (IAIN) Metro: Lampung, 2018) .‖

11A. Anas Rudin, ―Pembelajaran Sikap Sosial Melalui Permainan Tradisional Gobak Sodor Pada Siswa Kelas B Di TK Pancasila Kec. Ambarawa Kab. Semarang Tahun Pelajaran

(26)

Keempat, Syarifatul Anwaria mengemukakan hasil penelitiannya bahwa permainan tradisional efektif dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi lisan yang ditunjukan dengan berkembangnya kemampuan melakukan kegiatan sesuai perintah lisan, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan menceritakan pengalaman.12

Kelima, Hesti Wijayanti mengemukakan hasil penelitiannya bahwa ada peningkatan kemampuan motorik kasar pada anak-anak di kelompok B TK Al Hidayah Semawung, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo bahwa melalui bermain lempar tangkap bola besar dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.13

Adapun persamaan peneliti dan penelitian terdahulu sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif. Namun, pada judul berbeda untuk variabelnya. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian implementasi permainan tradisional dalam mengembangkan motorik kasar anak di TK Pertiwi 2 Sidodadi dan peneliti berharap dengan bermain tradisional dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar pada anak.

2016/2017.‖, (Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, 2017)

12 Syarifatul Anwaria, ―Efektivitas Permainan Tradisional Dalam Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Lisan Anak Usia Dini Kelompok B Di TK Al-Hukama Bandar Lampung.‖ (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Bandar Lampung (UNILA) Bandar Lampung, 2016)

13 Hesti Wijayanti, “Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Bermain Lempar Tangkap Bola Besar Kelompok B TK Al Hidayah Semawung Banjaroyo Kalibawang Kulonprogo” (Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Pendidikan Pra Sekolah Dan Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, 2014).

(27)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Motorik Kasar Anak Usia Dini 1. Pengertian Motorik Kasar

Motorik kasar yaitu suatu gerak fisik yang menggunakan otot-otok besar sebagai kordinator inti untuk bergerak dan mengembangkan aktivitas pada fisik yang didasari pada kematangan anak. Pada perkembangan motorik ini anak banyak aktivitas yang dilakukan, apabila perkembangan motoriknya memang benar-benar sudah matang. Kemampuan motorik merupakan kemampuan yang mengkoordinasi kan gerakan pada otot-otot besar.

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar sebagian seluruh tubuh yang akan dipengaruhi oleh kematangan anak. Dorongan saat anak berlari, melompat, berdiri di atas satu kaki, memanjat, bermain dan melempar bola, mengendarai sepeda roda tiga atau roda empat. Perkembangan motorik adalah perkembangan mengendalikan gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi.15

Perkembangan motorik akan berkembang sesuai kematangannya, orangtua dalam masa ini yang berperan penting untuk meningkatkan perkembangan menjadi optimal, sehingga anak tidak akan mengalami

15Ahmad Rudiyanto, Perkembangan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Anak Usia Dini, (Labuhan Ratu:Darussalam Press, 2016), 10.

(28)

gangguan pada perkembangan motorik. Ketika anak sudah mulai dapat berlari sekitar umur 4-5 tahun. Orangtua bisa perbanyak menggunakan stimulus gerak tangan saat anak menyentuh atau kaki menendang-nendang ketika orangtua memberikan rangsangan berupa mengerakan kaki ketika bermain. Namun orangtua haruslah memahami setiap perkembangan motorik sesuai usianya. Jangan sampai orangtua salah dalam memberi rangsangan pada si anak sehingga membuat anak menjadi terganggu dan tidak berkembang. Bagi orangtua ketika anak sudah mulai biasa berlari maka ajaklah anak keluar rumah untuk untuk mengenal lingkungan dan mendapat ruang yang lebih luas sehingga anak senantiasa berlari.16

Anak yang mendapat stimulus yang terarah dan teratur akan lebih cepat dalam mempelajari sesuatu karena lebih cepat berkembang daripada anak yang tidak banyak mendapatkan stimulus. Penting sekali untuk mengembangkan motorik anak, karena disitulah anak akan terlihat pada keaktifanya diluar maupun rumah.

Motorik adalah gerakan yang dikendalikan otot-otot besar atau kasar dan yang dikendalikan otot-otot halus atau kecil. Dalam perkembangan fisik anak secara umum ketika usia 1 tahun seperti:

a. Anak mampu berjalan sendiri dan kaki mengangkang dan lengan yang naik untuk menjaga keseimbangan kaki

b. Sering terjatuh saat dalam posisi duduk c. Dapat berdiri dan berlutut tanpa bantuan

16 Theo Riyanto dan Martin Handoko, Pendidikan Pada Usia Dini. (Grasindo: Jakarta, 2004), 21-22.

(29)

d. Mengembangkan kemampuan menyeimbangkan diri e. Dapat menuruni tangga, biasanya dengan merayap f. Telah mampu berjalan sendiri tanpa terjatuh

g. Dapat melompat, menjongkok, serta memegang berbagai benda kemana-mana.17

Berikut ini merupakan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun yaitu:18

Tabel 2.1

Tingkat Pencapaian Perkembangan Motorik Kasar Anak Lingkup Perkembangan Tingkat

PencapaianPerkembangan Anak

Usia 5-6 Tahun

1. Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan

2. Melakukan gerakan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala menitukan tarian atau senam 3. Melakukan permainan fisik

dengan aturan

4. Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri

5. Melakukan kebersihan diri

Berdasarkan pendapat di atas peneliti menyimpulkan, Motorik kasar merupakan suatu gerak fisik yang menggunakan otot-otok besar sebagai kordinator inti untuk bergerak dan mengembangkan aktivitas pada fisik yang didasari pada kematangan anak. Anak yang mendapat stimulus yang terarah dan teratur akan lebih cepat dalam mempelajari sesuatu

17 Lia Ricka Pratama, Perkembangan Anak, (Metro Lampung: Laduny, 2017), 109.

18Ahmad Rudiyanto, Perkembangan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Anak Usia Dini, (Labuhan Ratu:Darussalam Press, 2016), 59-60.

(30)

karena lebih cepat berkembang daripada anak yang tidak banyak mendapatkan stimulus. Sehingga orangtua dalam masa ini sangat berperan penting untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar menjadi optimal, sehingga anak tidak akan mengalami gangguan pada perkembangan motorik.

2. Kemampuan Perkembangan Motorik Kasar

Pada setiap kemampuan perkembangan anak dari segi jasmani maupun rohani sangatlah berbeda-beda, tergantung pada stimulus yang diterima oleh si anak. Begitu pula pada perkembangan keterampilan yang dimiliki oleh anak sangat lah berbeda-beda, perkembangan keterampilan anak yang memiliki motorik yang lebih baik akan percaya diri dalam bersosialisasi dengan teman sebaya dan lingkungan di sekitarnya. Dan pada anak yang kurang berkembang motoriknya anak lebih cenderung pendiam, tidak mandiri, dan tidak percaya diri.

Kemampuan perkembangan motorik kasar pada tahun-tahun pertama dan kedua ditandai dengan berjalan dengan lancar, berlari, naik turun tangga sendiri, dan dapat menendang bola. Kemudian pada tahun ketiga anak sudah mulai menunjukan peningkatan berupa berlari dengan baik, mengendarai sepeda roda tiga, berdiri dengan satu kaki secara singkat. Dan pada tahun keempat anak lebih optimal dalam perkembangan motorik kasarnya berupa anak mampu meloncat, melompat jauh, dan melempar bola dengan tangan ke atas.19

19Ibid, 60

(31)

Berdasarkan pendapat di atas peneliti menyimpulkan, anak yang memiliki stimulus yang baik akan menjadikan tumbuh kembang motoriknya baik pula, sehingga anak akan berkembang sesuai tahapnya.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Kasar pada Anak

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak tentang masalah fisik motorik. Sehingga perkembangan motorik kasar menjadi kurang optimal yaitu:

a. Faktor keturunan (hereditas)

Banyak dijumpai di dunia bahkan di Indonesia sendiri faktor dari keturunan banyak menjadi penyebab munculnya gangguan pada fisik karena hasil dari satu keturunan keturunan yang lain meskipun kadang bisa dari keluarga yang jauh pun. seperti tinggi badan, kecepatan dan pertumbuhan.

b. Nutrisi

Pemberian makanan yang bergizi oleh orangtua kepada anak usia dini sangat penting untuk memberikan energi pada anak yang sangat aktif di usia dini. Pemberian gizi atau nutrisi yang cukup dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan organ- organ tubuh manusia. Mengingat akan adanya pengaruh pemberian makanan yang bergizi terhadap perkembangan fisik manusia. Salah satu makanan yang paling bergizi bagi anak usia dini, khususnya anak yang berusia 0-2 tahun adalah Air Susu Ibu (ASI).

Keberadaanya tidak tergantikan oleh makanan lainnya.

(32)

Mengingat akan pentingnya ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, sampai-sampai Islam mewajibkan pemberian ASI tersebut. Allah SWT berfirman:



































































































































Artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Baqarah:233).20

Berdasarkan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 233 maka peneliti menyimpulkan bahwa, ibu menyusui selama dua tahum penuh untuk menutrisi anak-anaknya sehingga diharapkan ayah

20QS. Al-Baqarah (2): 233

(33)

bisa memberikan kebutuhan ekonomi yang cukup bagi si ibu ketika mereka mempunyai anak. Namun, tidak jarang masih banyak ditemukan penyebab kurangnnya nutrisi diakibatkan karena sosial ekonomi sehingga makanan hanya seadanya sehingga tidak memenuhi kebutuhan gizi, yang mengakibatkan gangguan pada anak.

c. Faktor lingkungan yang baik atau merugikan kematangan fungsi- fungsi

Faktor lingkungan sangat mempengaruhi masa perkembangan keterampilan motorik anak. Bisa dilihat sekian banyak perkembangan pengasuhan di dunia, sangatlah mempengaruhi perkembangan anak dari jasmani maupun rohani sangatlah berbeda. Karena itu, orangtua memberikan sarana lingkungan yang dapat mengembangkan semua aspek perkembanganya terutama motorik.21

Berdasarkan pendapat di atas peneliti menyimpulkan, faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik kasar anak yaitu keturunan, nutrisi, dan faktor lingkungan karenanya orangtua harus memberikan sarana lingkungan yang dapat mengembangkan semua aspek perkembanganya terutama motorik sehingga berkembang dengan baik.

4. Metode Pengembangan Motorik Kasar Anak

Metode merupakan cara agar suatu tujuan pembelajaran tertentu dapat tercapai. Agar bisa mengembangkan motorik kasar Pendidik bisa

21 Penney Upton, Psikolgi Perkembangan, (Jakarta: Erlangga, 2012), 61.

(34)

menggunakan metode-metode yang nantinya akan menjamin anak tidak mengalami cidera dan menyesuaikan karakteristik anak TK (Taman Kanak-kanak).22 Hal-hal yang bisa dilakukan oleh Pendidik untuk mengembangkan motorik kasar anak yaitu menciptakan lingkungan yang aman, dan kegiatan yang menantang, menyenangkan, menyediakan tempat, bahan, dan alat yang nantinya dapat dipergunakan dengan baik oleh anak, serta membimbing anak untuk mengikuti kegiatan tanpa ada rasa takut dan cemas dalam proses kegiatan. Selain itu, metode yang nantinya akan dipilih harus memungkinkan anak bergerak dan bermain lebih leluasa, karena gerak adalah unsur yang paling utama dalam mengembangkan motorik anak.

Dalam mengembangkan fisik motorik anak Pendidik bisa memulai dengan hal yang dekat pada diri anak. Dunia anak merupakan dunia bermain karena media bermain dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada anak. Bisa dikatakan stimulus yang diberikan oleh anak sebaiknya disesuaikan dengan dunia anak, yaitu dengan permainan-permainan yang menarik bagi anak. Permainan menarik tidak hanya sebatas permainan modern saja.23

Permainan tradisional merupakan salah satu yang berupa bentuk permainan anak-anak, yang beredar secara lisan diantaranya anggota kolektif tertentu. Permainan tradisional memiliki keunggulan daripada permainan modern pada umumnya, diantaranya tidak memerlukan biaya untuk memainkannya, melatih kreatifitas anak, mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional

22 J. Beaty Janice, Observasi Perkembangan Anak Usia Dini, 7 ed. (Jakarta: Kencana, 2015), 200.

23 Devi Desmariani, Buku Ajar Metode Perkembangan Fisik Anak Usia Dini (Pustaka Galeri Mandiri, 2020), 109–110.

(35)

anak, mengembangkan motorik anak, bermanfaat untuk kesehatan, mengoptimalkan kemampuan kognitif anak, memberikan kegembiraan dan keceriaan anak, dapat dimainkan lintas usia anak, dan mengasah kepekaan seni anak.24

Berdasarkan penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa dunia anak adalah dunia bermain anak, dimana bermain merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan bagi anak dengan bermain anak bisa mengembangkan banyak aspek perkembangan pada dirinya salah satunya, dengan permainan tradisional yang banyak memiliki keunggulan untuk mengembangkan fisik motorik anak.

B. Permainan Tradisional Gobag Sodor

1. Pengertian Permainan Tradisional Gobag Sodor

Bermain merupakan kebutuhan alami bagi anak usia dini. Selain sebagai aktivitas bersenang-senang bermain juga sebagai sarana belajar bagi anak dan pengembangan aspeknya terutama pada aspek motoriknya.

Bemain merupakan serangkaian kegiatan anak untuk bersenang-senang.

Apapun kegiatannya, selama itu terdapat unsur kesenangan atau kebahagiaan untuk anak usia dini, maka bisa disebut sebagai bermain.25

Bermain merupakan kebutuhan bagi anak, karena melalui bermain anak akan memperoleh pengetahuan yang dapat mengembangkan kemampuan dirinya.26 Sedangkan permainan merupakan suatu kegiatan yang memberikan anak kebebasan untuk belajar dan menerima pengalaman baru. Permainan adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara

24 Ibid, 111.

25 M. Fadillah, Bermain dan Permainan Anak Usia Dini, (Jakarta: Kencana, 2017), 6.

26Ibid, 22

(36)

individu maupun kelompok anak yang saling berinteraksi untuk memperoleh kesenangan.

Permainan tradisional merupakan suatu aktivitas permainan yang tumbuh dan berkembang di daerah tertentu, yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan tata nilai kehidupan masyarakat dan di ajarkan secara turun- temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Permainan tradisional sebagai salah satu bentuk dari kegiatan bermain diyakini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan fisik dan mental anak.27 Permainan tradisional banyak tersebar diberbagai daerah indonesia salah satunya permainan tradisional Gobag Sodor. Gobag Sodor merupakan permainan yang dimainkan oleh kelompok yang melawan kelompok lainnya.28

Gambar 2.1 Kelompok Jaga Mencoba Meraih Kelompok Lawan

27 Euis Kurniati, Permainan Tradisional dan Perannya dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak (Jakarta: Prenada Media Group, 2017), 1.

28 Sholatul Hayati, Tangkas Fisik-Motorik dengan Permainan Tradisional (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2018), 145.

(37)

Di berbagai daerah indonesia hampir semua mengenal permainan ini, hanya saja nama disetiap daerah berbeda-beda. Istilah gobag sodor dikenal di daerah Jawa Tengah. Di Kepulauan Natuna dikenal dengan nama galah, di daerah Riau dikenal dengan galah panjang, di daerah Riau Daratan dikenal dengan nama Cak Bur atau Main Belon. Sedangkan, di Jawa Barat sendiri dikenal dengan nama Galah Asih, di Makasar disebut dengan Asing dan di daerah Batak Toba dikenal Margala. Banyak yang mengatakan permainan tradisional Gobag Sodor ini berasar dari Yogyakarta. Gobag Sodor berasal dari kata Gobag dan Sodor. Kata Gobag yang artinya bergerak bebas. Sedangkan untuk Sodor artinya Tombak.29 Selain itu kata gobag dan menjadi nggobag diartikan juga dengan berjalan mundur. Kata sodor sama dengan watang, yaitu semacam tombak yang panjangnya dua meter tanpa mata tombak yang tajam pada ujungnya.30

Awal mula permainan Gobag Sodor muncul karena dahulu kala para prajurid mempunyai permainan sodoran sebagai kegiatan latihan keterampilan dalam berperang. Sodor yaitu tombak dengan panjang kira- kira 2 meter, tanpa mata tombak yang tajam diujungnya. Sedangkan pendapat mengatakan pengertian lain dari permainan Gobag Sodor yaitu dari istilah bahasa asing, merupakan kata dari go back to door. Perubahan idiom tersebut ke dalam bahasa Jawa diakibatkan oleh penyesuaian lafal.

kata go back to door tersebut dalam lidah jawa diucapkan „go bag so dor‟

29 Irwan P. Ratu Bangsawan, Direktori Permainan Tradisional Kabupaten Banyuasin (Sumatra Selatan: Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Dan Pariwisata Kabupaten Banyuasin, 2019), 39.

30 Diah Rahmawati dan Destarisa Rosalia, Aku Pintar Dengan Bermain (Solo: Tiga Serangkai, 2016), 103.

(38)

selanjutnya menjadi kata Gobag Sodor.31 Gobag sodor adalah permainan yang memerlukan kerjasama tim dimana dalam permainan ini memerlukan gerakan berlari dan kelincahan yang dimainkan dilapangan. Permainan ini sangat hemat biaya dan tidak memerlukan alat.32 Inti permainannya yaitu menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak balik, dan agar bisa meraih kemenangan seluruh anggota group secara lengkap melakukan proses balak-balik dalam ara lapangan.33

Banyaknya jenis permainan zaman dahulu dari dalam daerah dan berbagai luar daerah memungkinkan anak dapat lebih mudah memilih dan melakukan permainan. Namun dengan seiringnya perubahan zaman di era globalisasi sekarang, anak lebih banyak menghabiskan permainan modern atau permainan yang menggunakan teknologi canggih. tanpa kita sadari banyak permainan tradisional yang sudah ada sejak dulu dan tidak kalah mengasikkan dengan permainan berteknologi tinggi atau modern ketika dimainkan oleh anak. Jenis permainan tradisional di Indonesia yang dapat dimainkan oleh anak, antara lain engklek, lompat tali, gobag sodor dan masih banyak lagi.34 Permainan-permainan ini mengasikkan dan menyenangkan, permainan tersebut juga mudah untuk dimainkan dan dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan dalam diri anak.

31 Moniqa Siagawati. dkk, “Mengungkap Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Permainan Tradisional Gobag Sodor,” Indigenous, Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, Vol. 9, No. 1 (2007): 89.

32 Meiriani Armen dan Apriyanti Rahmalia, ―Pengaruh Permainan Tradisional Rondes Dan Gobak Sodor Terhadap Kemampuan Gerak Motorik Kasar Siswa Kelas V Sd,‖ UNES Journal of Education 1, no. 4 (2017): 326.

33 Uswatun Hasanah. dkk, Permainan Tradisional dan Permainan Modern untuk Anak Usia Dini (Lampung: CV. Iqro’, 2019), 46.

34 Julie Indah Rini, Aneka Permainan Anak-Anak Indonesia (Surakarta: Multi Kerasi, 2010), 21, 27, 36.

(39)

Berdasarkan penjelasan di atas, permainan tradisional Gobag Sodor sebagai permainan warisan generasi terdahulu yang mudah dimainkan, dapat meningkatkan kognitif, dan dapat meningkatkan pengetahuan untuk membentuk kemampuan dirinya. Dari permainan tradisional Gobag Sodor anak-anak akan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya, memperoleh pengalaman yang berguna dan bermakna, mampu membina hubungan dengan sesama teman, meningkatkan motorik kasarnya.

Permainan Tradisional Gobag Sodor tidak memerlukan biaya dan hemat serta dengan permainan tradisional gobag sodor anak-anak mampu menyalurkan perasaan-perasaan yang senang dan bahagia dengan tetap melestarikan dan mencintai budaya bangsa.

2. Nilai-Nilai yang Terkandung Dalam Permainan Tradisional Gobag Sodor

Permainan tradisional bagi anak banyak mengandung nilai-nilai pendidikan yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan 9 kecerdasan (kemampuan) anak yaitu kecerdasan linguistik, logika matematika, visualspasial, musical, kinestetik, naturalis, interpersonal, dan spiritual dengan menggunakan strategi belajar sambil bermaian. Nilai Nilai-nilai pendidikan dalam permainan tradisional tersebut terkandung dalam permainan, gerak, syair lagu maupun tembangnya.35

Permaina tradisional mengandung beberapa nilai yang dapat ditanamkan nilai-nilai tersebut antara lain rasa senang, bebas, rasa

35 Iis Nurhayati, “Peran Permainan Tradisional Dalam Pembelajaran Anak Usia Dini (Studi di PAUD Geger Sunten, Desa Suntenjaya)‖ 1, no. 2252 (2012): 39–40.

(40)

berteman, demokrasi, penuh tanggung jawab, rasa patuh, rasa saling membantu, yang semuanya merupakan nilai-nilai yang sangat baik dan berguna dalam kehidupan masyarakat.36 Banyak sekali nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalam permainan tradisional. Nilai-nilai tersebut terdapat dalam gerak permainan atau dalam syair lagunya ataupun tembang, misalnya ada tembang yang mempunyai nasehat-nasehat tertentu. Apabila dijabarkan lebih lanjut, maka nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional adalah sebagai berikut:

a. Nilai Demokrasi dalam permainana anak tradisional sebenarnya telah ditunjukkan oleh anak-anak sebelum mereka mulai bermain.

Terbukti dengan cara memilih dan menentukan jenis permainan, harus mengikuti tata tertib atau aturan yang disepakati. Semua itu dilakukan secara berunding atau bermusyawarah secara sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar, contohnya dengan melakukan hompimpa ataupun suit. Dengan demikian, anak-anak sebenarnya sejak dahulu telah memiliki jiwa yang demokratis.

b. Nilai pendidikan Permainan tradisional baik untuk pendidikan aspek kejasmanian maupun kerohanian.Misalnya sifat sosial, sipat disiplin, etika, kejujuran, kemandirian dan percaya diri.

c. Nilai kepribadian Aktivitas bermain merupakan media yang sangat tepat bagi anak untuk mengembangkan dan mengungkapkan jati dirinya. Dengan bermain, anak dapat menyambunyikan kesiapan mental dan kesiapan diri untuk mengatasi masalah sehari-hari. Di samping dapat mengembangkan pribadinya, melalui bermain dapat melatih anak untuk mengolah cipta, rasa, dan karsa, sehingga sikap seperti itu dapat menumbuhkan ketika dewasa kelak.

d. Nilai keberanian Pada dasarnya, setiap permainan tradisional dituntut sikap keberanian bagi semua pesertanya.Sifat berani yang dimaksud adalah berani mengambil keputusan dengan memperhitungkan startegi-strategi tertentu, sehingga dapat memenangkan pemainnya.

e. Nilai kesehatan

Aktivitas bermain yang dilakukan oleh anak merupakan suatu kegiatan yang banyak menggunakan undur berlari, melompat,

36 Novi Mulyani, Super asyik permainan tradisional anak Indonesia, Cetakan pertama (Baturetno, Banguntapan, Yogyakarta: Diva Press, 2016), 52.

(41)

berkejar-kejaran sehingga atot-otot tubuh dapat bergerak. Seoarang anak yang sehat akan terlihat dar kelincahannya dalam gerak.

f. Nilai persatuan permainan kelompok dapat dikatakan sebagai permainan yang sangat positif karena masing-masing anggota kelompok harus mempunyai jiwa persatuan dan kesatuan untuk mencapai suatu tujuan, yaitu kemenangan. Oleh karena itu masing- masing anggota harus mempunyai solidaritas kelompok yang tinggi itu sebabnya rasa solidaritas yang meliputi saling menjaga, saling menolong, saling membantu harus selalu ditumbuhkan dalam diri anak.

g. Nilai moral Dengan permainan tradisional, anak dapat memahami dan mengenal kulturatau budaya bangsa serta pesan-pesan moral yang terkandung didalamnya.Dengan adanya pesan-pesan moral tersebut, maka diharapkan permaina tradisional yang telah dilupakan dapat tumbuh kembali.37

Selain mendapat nilai-nilai yang positif dalam permainan tradisional. Permainan tadisional juga dapat menstimulus berbagai aspek perkembangan anak khususnya aspek motorik kasar selain itu aspek-aspek lainya meliputi:

1) Aspek Motorik dapat melatih daya tahan, daya lentur, sensorimotorik, motorik kasar, dan motorik halus.

2) Aspek emosi menjadi media katarsis emosional, dapat mengasah empati, dan pengendalian diri.

3) Aspek kognitif dapat mengembangkan imajinasi, kreativitas, problem solving, strategi, kemampuan antisipatif, dan pemahaman kontekstual.

4) Aspek bahasa ialah berupa pemahaman konsep-konsep nilai.

5) Aspek sosial dengan mengkondisikan anak agar dapat menjalin relasi, bekerjasama, melatih kematangan sosial dengan teman dan meletakkan pondasi agar melatih keterampilan sosialisasi dengan berlatih peran dengan orang dewasa dan masyarakat umum.

6) Aspek spiritual, membawa anak untuk menyadari keterhubungannya dengan yang bersifat agung.

37 Ibid, 54–57.

(42)

7) Aspek ekologis, memfasilitasi anak untuk dapat memahami pemanfatan elemen-elemen alam secara bijaksana.

8) Aspek nilai-nilai dan moral dengan memberikan failitas anak dapat menghayati nilai moral yang diwariskan dari generasi dahulu dan selanjutnya.38

Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam permainan gobag sodor selain disebutkan di atas diataranya; anak-anak akan memiliki nilai kejujuran karena dalam permainan ini juga berusaha untuk jujur, pembiasaan aturan yang ada dalam permainan.

Misalnya anak-anak terbiasa untuk sportif maka akan memiliki nilai sportivitas dengan sendirinya. Anak-anak dapat melakukan pengaturan strategi dan belajar memimpin dengan cara menirukan dari anak yang lebih dewasa ketika memimpin dan mengatur permainan tradisional gobag sodor. Sehingga anak-anak yang lebih kecil bisa memiliki nilai pengaturan strategi dan kepemimpinan.39 Dari penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan nilai-nilai dalam permainan tradisional gobag sodor banyak mengandung beberapa nilai yang dapat ditanamkan nilai-nilai tersebut antara lain rasa senang, bebas, rasa berteman, demokrasi, penuh tanggung jawab, rasa patuh, rasa saling membantu, belajar strategi dan kepemimpinan yang semuanya merupakan nilai-nilai yang sangat baik dan berguna dalam kehidupan masyarakat.

3. Manfaat Permainan Tradisional Gobag Sodor

Permainan tadisional tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi anak untuk mengembangkan aspek- aspek perkembangannya. Manfaat yang didapat melalui permainan ini

38 Mulyani, 53–54.

39 Rahmawati dan Rosalia, Aku Pintar Dengan Bermain, 104.

(43)

untuk anak usia dini ialah dapat mengembangkan bahasa, kognitif, sosial emosional, pengembangan seni, dan kemampuan motorik. menurut Hurlock, bahwa aktifitas bermain dapat berpengaruh dalam diri anak, diantaranya mengembangkan otot dan melatih seluruh bagian tubuhnya, dapat melatih berkomunikasi, sebagai penyalur energi emosional yang terpendam, sebagai sumber belajar anak, dapat melatih standar moral anak, anak merasa terbebas dari segala tekanan, sehingga merasa anak keceriaan dan kegembiraan, mencoba dengan hal yang baru, dan melatih anak untuk memecahkan masalah yang sederhana.40

Selain itu, manfaat yang bisa diambil dari permainan Gobag Sodor yaitu selain mengajarkan kebersamaan, permainan tradisional Gobag Sodor dapat mengajarkan kerjasa sama yang kompak antara satu penjaga dengan penjaga lainnya agar lawan tidak bisa lepas kendali untuk keluar dari kungkungan. Permainan tradisional gobag sodor sangat menarik, menyenangkan, dan pastinya seru. Untuk bisa memenangkan dalam permainan tradisional gobag sodor, setiap orang harus terjaga dan lari secepat mungkin. Untuk itu diperlukan ketangkasan, kecepatan, serta kecerdikan. Di permainan tradisional gobag sodor sangat mengandalkan motorik kasar seperti berlari, melompat, mengkoordinasi badan ketika menghindar dari lawan agar badan tidak terkena oleh lawan, ketangkasan

40 M. Fadillah, Bermain dan Permainan Anak Usia Dini, (Jakarta: Kencana, 2017), 6.

(44)

dan keseimbangan ketika berlari. Sehingga permainan ini sangat cocok sekali untuk mengembangkan motorik kasar anak usia dini.41

Ketika pihak lain yang piawai bisa menerobos dapat melewati pintu-pntu lawan yang dijaga. Jangan putus asa ketika pintu lain dirasa pintu satu yang dijaga yang terpenting mau berusaha dan bertindak segera agar dapat melewati setiap pintu.

Berdasarkan pendapat di atas peneliti menyimpulkan permainan tradisional Gobag Sodor merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan dan dilakukan dengan sengaja untuk meningkatkan kemampuan fisik pada diri anak dan mendapat pengetahuan baru. Permainan tradisional Gobag Sodor merupakan cara yang tepat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini, karena pada hakikatnya dunia anak ialah dunia bermain.

Permainan ini sangat mengandalkan motorik kasar seperti berlari, melompat, mengkoordinasi badan ketika menghindar dari lawan agar badan tidak terkena oleh lawan, ketangkasan dan keseimbangan ketika berlari, sehingga motorik kasar anak dapat berkembang.

4. Cara Bermain Permainan Tradisional Gobag Sodor

Permainan gobag sodor yaitu biasanya dimainkan dilapangan terbuka. Adapun untuk menentukan siapa yang berjaga dan siapa yang bermain, biasanya dilakukan hompimpa terlebih dahulu untuk mendapatkan anggota kelompok masing-masing. Setelah semua dirasa sudah mendapatkan anggota kelompok kemudian masing-masing

41 Mulyani, Super asyik permainan tradisional anak Indonesia, 165.

(45)

kelompok memilih ketua terlebih dahulu, lalu ketua kelompok tersebut melakukan sut. Cara bermain permainan gobag sodor yaitu:

a. Anak-anak atau para pemain harus berkumpul dan jumlahnya harus genap misalnya (a, b, c, d, f, g, h, i, j sebanyak sepuluh anak). Anak-anak sebelumnya membuat garis vertikal dan horizontal terlebih dahulu dilapangan dengan kapur, kayu atau pecahan genteng. Arena bermain permainan dengan membagi garis melintang lima buah karena jumlah pemain ada sepuluh anak dan masing-masing ada lima perkelompok.

b. Anak-anak melakukan pingsut antara masing-masing pasangan untuk menentukan kelompok yang menang dan yang kalah.

Misalnya kelompok I (a, b, c, d, e) yang menang dan kelompok (f, g, h, i, j) yang kalah. Jadi sebelum bermain mereka mencari pasangannya masing-masing untuk melakukan pingsut,setelah mendapat pasangannya masing-masing secara serentak mereka melakukan pingsut. Lalu setelah melakukan pingsut, kelompok yangkalah berkumpul menjadi satu dan yang menang berkumpul menjadi satu kelompok.

c. Kelompok I siap di tempat jaga, berdiri di atas garis melintang, demikian pula yang dipilih sebagai sodor yaitu anak yang menjaga garis sumbu atau garis tengahnya.

d. Kelompok dua harus berusaha untuk masuk ke kotak yang dijaga oleh kelompok I. Setelah berhasil masuk ke kotak pertama maka akan beralih ke kotak yang lain. Pemain yang dapat masuk ke kotak harus hati-hati dan mempertinggi kelincahanya supaya tidak tersentuh oleh penjaga sodor atau garis . apabila salah satu pemain tersentuh oleh penjaga maka semua regu akan mati dan menjadi sodor dan berusaha menyentuh pemain yang sedang menerobos ke belakangnya.

Tim yang tidak berjaga harus bisa menerobos garis-garis lawan tersebut tanpa tersentuh oleh tim yang menjaga.

e. Apabila salah satu pemain (f) dapat berhasil menerobos tepat di belakang penjaga dan kembali lagi ke depan maka, kelompok II menang atau mendapat nilai.

f. Biasanya jika satu pemain sudah berhasil menerobos, kelompok I akan memperketat penjagaan.

g. Untuk pemenang, yang kalah siap menggendong kelompok yang menang. Gendongan ini sebagai hukuman karena tim lawan kalah.42

42 Hayati, Tangkas Fisik-Motorik dengan Permainan Tradisional, 145–46.

(46)

Ada tiga peraturan yang harus dipatuhi oleh pemain gobag sodor . aturan dalam permainan gobag sodor yaitu:

a. Petugas sodor dan penjaga orang yang memegang, menyentuh, serta menyinggung lawan dengan tangan. Sodor tidak boleh menggunakan kaki atau bagian tubuh lainnya ketika akan menyentuh lawan.

b. Jika sodor (penjaga) dapat memegang, menyentuh, serta menyinggung si lawan, pemain lawan dikatakan ―kena sodor‖

maka terjadi pergantian pemain.

c. Diadakan pergantain pemain jika pemain ada yang terkena sodor, pemain ada yang keluar garis, dalam satu ruangan terdapat 3 atau 4 orang.43

Gambar 2.2 Lapangan Permainan Gobag Sodor

Gambar 2.2 Lapangan Permainan Tradisional Gobag Sodor

43 Ibid, 146



 

c

c g i

e

h l

f j

e d

b

n k m

d

b

a

f a

g

h

i

j

(47)

Keterangan:

1. Garis ab : Pangkalan Tim Serang

2. Garis cd : Garis Sodor

3. Garis ef, gh, ij, kl, mn : Garis Melintang

4. : Garis yang di Injak Tim Jaga 5.

: Pemain Tim Serang

6.

: Pemain Tim Jaga

Lapangan permainan tradisional Gobag Sodor dengan menggunakan bentuk persegi empat luasnya disesuaikan dengan jumlah pemain. Panjang persegi 10 meter dan lebar sekitar 5 meter. Setiap jarak 2,5 meter di tarik garis lurus vertikal dan horizontal sehingga akan terbentuk 6-8 bujur sangkar sama besar yang saling berhempitan. Jika membentuk 8 bujur sangkar maka 4 bujur sangkar di atas dan 4 bujur sangkar tepat di bawah. Sedangkan jika menggunakan 6 bujur sangkar.

Maka, 3 bujur sangkar di atas dan 3 bujur sangkar di bawah.

5. Faktor Pendukung dan Penghambat Permainan Tradisional Gobag Sodor

Permainan tradisional gobag sodor adalah permainan yang mudah dan sederhana. Pada jaman dahulu anak-anak sangat senang memainkan permainan ini karena tidak memerlukan banyak biaya hanya mengandalkan pada fisik dan kerja sama dalam tim. Meskipun dalam Permainan tradisional gobag sodor ini dirasa mudah namun terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam permainan tradisional gobag sodor.

Adapun faktor pendukung dari permainan tradisional gobak sodor yaitu:

biaya diperlukan ringan karena peralatan yang digunakan secara tradisional seperti pecahan genting, bata atau kapur dan kayu jika

Gambar

Gambar 2.1 Kelompok Jaga  Mencoba Meraih Kelompok Lawan
Gambar 2.2 Lapangan Permainan Gobag Sodor
Gambar 4.2 Denah lokasi TK Pertiwi 2 Desa Sidodadi   Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur
Gambar  1.  Peneliti  Sedang  Mewawancarai  Ibu  Eka  Fitriana,S.Pd.I.  Selaku  Kepala  Sekolah  di  TK  Pertiwi  2  Desa  Sidodadi  Kecamatan  Pekalongan  Lampung Timur
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) untuk mengetahui penerapan permainan balok lego pada kemampuan motorik anak usia 5-6 tahun di PAUD Generasi Amanah.. (2)