• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menghargai Perbedaan, Merekatkan Persaudaraan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Menghargai Perbedaan, Merekatkan Persaudaraan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

layouter: nuryono PIMPINAN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: Sumarno. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Nofilawati Anisa. REDAKTUR: HM Choirul Shodiq, Wijayanto, Rahmat Adhy Kurniawan, Yuli Setiyo Budi, Hendarmono Al Sidarto, Ahmad Syaiku, Lambertus Lusi Hurek, Heti Palestina Yunani, Risang Bima Wijaya. ASISTEN REDAKTUR: Agung Nugroho, Eko Yudiono, Rochman Arief. SEKRETARIS REDAKSI: Khurotul Chofifah. STAF REDAKSI SURABAYA: M Zainuddin, Roudlon, Novi Triawan, Lainin Nadziroh, Wahyu Setya Darmawan, Rudianto, Umi Hani Akasah, Nurista Purnamasari. FOTOGRAFER: Abdullah Munir, Andy Satria, Ahmad Khusaini. BIRO JAKARTA: Poeji Rahardjo (Kepala), M Nur Asikin. SIDOARJO: Jaini, Agung Nugroho, Vega Dwi Ariesta, Satria Nugraha. GRESIK: Aries Wahyudianto, Ratno Dwi Santo, Sandhi Nurhartanto, Januar Adi Sagita. IKLAN: Dwi Retno Wahyuningtyas (Manager), M Afik MS, Bambang Sukoco, Agoes Hari Noeswantoro, Budi Susetyo, Rini Sujarwo, Suyadi. IKLAN BARIS: Dian Respati. PEMASARAN: M. Fa’il (Manager), Heri Santoso, Irano, Fanny Ferdyan, Indra Wijanarko. EVENT: Ferry Sujimat. LANGGANAN: Rp 65.000/bulan (Surabaya, luar kota plus ongkos kirim); TARIF IKLAN: Halaman 1: Rp 60.000/mm kolom, Halaman 3:

Rp 50.000/mm kolom, Full Colour: Rp 42.500/mm kolom, Black White: Rp 35.000/mm kolom. ALAMAT REDAKSI: Lantai IV Graha Pena, Jl Ahmad Yani 88 Surabaya, Telp: (031) 8202277, 8202278. Fax: (031) 8202191, IKLAN: (031) 8202017, 8202280, 8202290, PEMASARAN: (031) 8202282, 0818525901, JAKARTA: Lantai VI Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan, TELP (021) 53699523, FAX (021) 53661854. GRESIK: Jl Pahlawan No. 34 Gresik, Telp: (031) 3978740, Fax: (031) 3970230. SIUPP: Nomor 073/MENPEN SIUPP/47/1986, tgl 8 Maret 1986, PENERBIT: PT. Radar Media Surabaya. DIREKTUR: Leak Kustiya. WAKIL DIREKTUR: Lilik Widyantoro.

HALAMAN 2 RADAR SURABAYA RABU, 28 AGUSTUS 2013

REDAKSI MENERIMA:

Artikel oipini dan surat pembaca. Kirimkan ke Radar Surabaya, Gedung Graha Pena Lt IV jalan A. Yani 88 Surabaya. Atau faksimili (031) 8202191. E-mail: [email protected].

Semua surat harus dilengkapi identitas, foto, NPWP. Sertakan nomor telepon bila mengirim lewat e-mail. Panjang naskah opini kurang lebih 1.500 karakter atau 250 kata/words.

SURABAYA–Positivisme hu- kum dan teori hukum kodrat se- ringkali menjadi dua mazhab yang bertentangan. Namun, da- lam penentuan kebijakan kedua- nya bisa saling melengkapi satu sama lain. Guna mengetahui le- tak pasti dan pembahasan lebih lanjut tentang kedua pandangan tersebut, Asosiasi Filsafat Hu- kum Indonesia (AFHI) mengge- lar Konferensi Hukum Indonesia Ke-3 bertajuk

Melampaui Perdebatan Positi- visme Hukum dan Teori Hukum Kodrat di Aula Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair), kemarin (27/8).

Hadir dalam acara tersebut praktisi hukum, dosen, dan Lem- baga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli tentang hukum se- Indonesia. Hakim Agung, Mah- kamah Agung, Prof Abdul Gani Abdullah menegaskan bahwa posisi teori hukum kodrat dan positivisme hukum sebenarnya kedua perspektif itu bisa saling melengkapi, saling jalan sendiri,

dak melarang atau tidak jelas dalam mengatur suatu perbu- atan yang bertentangan dengan kepatuhan moral. Sehingga ha- kim dapat merujuk pada nilai-ni- lai moral dalam memutuskan per- kara. “Intinya,“nothing more than a justice,” imbuhnya. (fik/het) dan berpihak satu sama lain.

Mazhab hukum kodrat atau hukum alam menganggap kepas- tian dan keadilan hukum buatan manusia hanya ada bila hukum itu tidak bertentangan dengan kodrat manusia dan kodrat alam.

Kodratlah yang mewujudkan moralitas sehingga kepatuhan ko- drat adalah keadilan.

“Karena itu, legalitas hukum negara ada hanya jika hukum itu mampu mewujudkan dan men- jamin kodrat para subjek hukum,”

tutur Abdul Gani.

Sedangkan mazhab postivisme hukum muncul sebagai alternatif.

Mazhab tersebut adalah variasi dari positivisme humaniora di Eropa abad 19 di mana saintisme berkembang. Saintisme meman- dang hanya sains dan ilmu sosial (humaniora) bermetode kuan- titatif yang bisa memecahkan masalah di bumi ini. Jadi, selama hukum itu tetap berlaku dan tetap berlaku walau isi hukum itu tidak adil.”“Positivisme hu- kum menetapkan legalitas dan

kepastian hukum pada bentuk hukum sebagai norma, bukan pada isi hukum,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar pa- da FH Unair, Prof Peter Mah- mud Marzuki bahwa tidak ada yang lebih penting dari keadilan.

Dalam hal undang-undang, ti- abi Muhammad

SAW pernah bersabda bahwa perbe- daan itu adalah rahmat. Perbedaan itu memang sengaja dibuat oleh Allah SWT, agar setiap makhluk hidup di dunia ini mempunyai toleransi, tenggang rasa, saling meng- hargai dan saling menghormati. Tanpa itu, kehidupan di dunia ini akan diwarnai oleh konflik terus menerus.

Dalam konsep kenegaraan, demo- krasi juga mengajar- kan adanya per- bedaan pandangan.

Tidak ada kesera- gaman yang mutlak dalam konsep demokrasi. Setiap orang atau organisasi berhak memiliki pandangan tersendiri atas konsep peme- rintahan dan kenegaraan yang hendak dituju.

Namun, mereka juga memiliki kesamaan pandangan ke arah mana bangsa ini akan dibangun. Itulah yang pernah dicontohkan oleh para foundhing father republik ini yang mampu menya- makan persepsi terkait dasar negara.

Pancasila menjadi dasar negara yang bisa diterima oleh semua komponen negeri ini. Adapun kelompok Islam menerima dengan lapang dada dasar negara Pancasila, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Alasan demi persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang akhir- akhir ini jarang kita temui. Yang terjadi adalah meningkatnya ego kelembagaan, fanatisme kelompok dan organisasi, serta lunturnya toleransi.

Potensi ini mendorong terjadinya konflik apabila sudah diiringi dengan kepentingan politik dan ekonomi.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Presiden Boediono bahwa faktor yang mengakibatkan konflik umat beragama itu, salah satunya adalah kepentingan politik dan ekonomi yang menggunakan slogan- slogan agama dalam menggunakan persaingan mereka (JP, 25/8).

Persaingan dalam kepentingan politik dan ekonomi ini harus diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemilu 2014 menjadi salah satu batu ujian yang terukur. Mengingat persaingan antar calon legislatif dari

OPINI

Menghargai Perbedaan, Merekatkan Persaudaraan

N

Penulis adalah:

Wakil Ketua Formacida dan Dosen FH UHT sejumlah parpol, akan meningkat tajam untuk berebut dukungan dari masyarakat.

Kadangkala,

persoalan agama bisa menjadi pemicu untuk menjatuhkan calon legislatif lainnya. Hal inilah yang harus dicegah oleh pemerintah agar konflik semacam ini tidak meluas dan menjadi besar.

Sementara itu, Alamsyah M. Dja’far, peneliti Wahid Institute dalam tulisannya Meraba Konflik Umat Beragama,

menyatakan bahwa konflik berbasis agama kadang- kadang bisa muncul akibat pemahaman penyelenggara negara yang kurang tepat.

Penyelenggara negara sering memposisikan diri secara subyektif sebagai pemeluk agama tertentu, dalam memutuskan perkara benar-

tidaknya suatu agama atau keyakinan tertentu warga negara. Padahal sebagai pegawai atau pejabat pemerintah, subyektifitas tersebut bisa menimbulkan kesan diskriminatif.

Dengan kesadaran semacam itu negara melalui pemerintah perlu memberi pendidikan jangka panjang, bagaimana mengelola perbedaan dan peningkatan pengetahuan agama dan keyakinan di luar dirinya secara lebih utuh.

Secara tegas juga, pemerintah perlu menegakkan hukum secara konsisten terhadap siapapun pelaku yang menim- bulkan konflik umat beragama. Dengan begitu, kerukunan antar umat beragama di negeri ini bisa hidup secara harmonis. (*)

Prinsip Keadilan Tetap Nomor 1

Oleh:

BAMBANG ARIYANTO, SH, MH*

Per 1 September 2013 nanti, IRD akan mulai direvitalisasi.

Revitalisasi ini meliputi perbai- kan fisik bangunan yang sudah berusia 18 tahun tersebut. “Ge- dungnya memang masih bagus, tetapi secara fungsi butuh direvi- talisasi supaya pasien yang ter- tampung bisa lebih banyak. Ka- rena IRD adalah show window alias jendela rumah RSUD Dr Soe- tomo. Para pejabat banyak yang berkunjung kemari,” ungkap dr Urip Moertedjo, Kepala IRD RSUD Dr Soetomo kepada Radar Surabaya, Selasa (27/8).

Selain itu, lanjut dia, pemasu- kan rumah sakit mayoritas juga disokong IRD. Tingginya pasien yang masuk, membuat penda- patan IRD melebihi pos-pos lain.

“Ibaratnya, IRD ini favoritnya RSUD Dr Soetomo. Salah satu alasannya, ya karena (tarifnya) murah. Semua kalangan bisa masuk (berobat). Termasuk me- reka yang pendapatannya kecil,”

urai pria berkacamata itu.

Lebih jauh dr Urip menjelas- kan, biaya revitalisasi IRD ber- asal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jatim tahun 2013. Nilainya sekitar Rp

15 miliar. Target penyelesaian- nya hingga akhir Desember nanti. “Ya sekitar empat bulan lah,” sambung dr Urip.

RSUD Dr Soetomo merupakan rumah sakit tipe A terbesar di Kawasan Indonesia Timur (KIT).

Hampir 300 orang pasien setiap hari dirujuk ke sana. Kebutuhan untuk menambah daya tampung pasien emergency pun tak dapat terelakkan. Sebab sebagai rumah sakit rujukan, kasus-kasus pe- nyakit yang berat pasti ditangani di sana dan pasien tak boleh dito- lak. Revitalisasi ini belum menca- kup penambahan alat-alat kese- hatan yang baru direncanakan tahun depan. “Kalau alat tidak ter- masuk rencana revitalisasi, karena masih bisa jalan semua. Yang terpenting adalah ruangannya dulu yang diperbesar,” urainya.

Secara fisik, bangunan yang sudah berdiri sejak 1995 tersebut akan mengalami beberapa peru- bahan signifikan. Tujuan uta- manya adalah menyegarkan wa- jah bangunan dengan pengecatan tembok-tembok yang sudah ru- sak, perbaikan eternit yang jebol, toilet, tempat lemari, perubahan nuansa venue tiap ruang seperti radiologi, rekam medik, labora- torium, dan lain-lain.

Di samping itu, lanjut dr Urip, revitalisasi bertujuan untuk memperbaiki alur pasien yang masuk agar efektif dan efi- sien.”“Dengan mengubah wajah IRD, alur masuk pasien lebih luas karena kami akan menata ruang tunggu pengunjung yang selama ini kesannya semrawut,”

tegasnya. Ambulans yang da- tang melalui gerbang langsung menurunkan pasien gawat darurat menuju pintu utama.

Setelah itu, ambulans harus langsung parkir di bagian barat bangunan agar tak menghalangi akses masuk ambulans lain yang ingin menurunkan pasien juga.

Area parkir ambulans dan mobil di sisi barat ini akan diperluas.

Langkah ini tentunya membawa konsekuensi, yakni merelokasi tempat parkir sepeda motor yang nantinya dipindah ke base dekat gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) di sisi timur.

dr Urip menjelaskan, nantinya pintu utama IRD akan diperkecil dan dibagi menjadi dua bagian.

Yang satu untuk masuk, dan satunya lagi berfungsi sebagai pintu keluar. Pembagian pintu ini akan membantu pasien yang datang, agar segera masuk dan mendapatkan perawatan di

dalam tanpa terganggu oleh para penunggu atau pengantar yang hilir mudik. “Begitu pasien masuk, keluarga pasien bisa me- nunggu di luar,” imbuhnya.

Maka untuk membuat penung- gu pasien ini nyaman, teras akan diperlebar dengan memperkecil area taman. Di sepanjang teras tersebut, atap-atap akan dibangun sehingga mereka tidak kepanasan atau kehujanan. “Untuk semen- tara teras tersebut sudah kami pasangi lampu,” ujar dr Urip.

Interior lorong mulai depan hingga belakang bangunan ber- lantai 5 itu juga akan dipermak.

Nuansa putih dan biru akan tera- sa mulai dari registrasi, infor- masi, apotek, jamkesmas (jami- nan kesehatan masyarakat), sam- pai ruangan-ruangan vital seperti laboratorium dan ruang radiologi.

Revitalisasi IRD ini disambut positif pasien. Menurut mereka, langkah itu perlu dilakukan karena sebagai ujung tombak rumah sakit, IRD membutuhkan kapasitas maupun layanan lain yang terus lebih baik.

“Orang sakit kalau ke rumah sakit kan butuh sembuh. Nah, kalau IRD-nya bagus, pasien kan juga bisa cepat sembuh,” ujar salah satu pasien. (*/opi)

Sehari 300 Pasien Masuk IRD RSUD Dr Soetomo

SELAIN menyegarkan wajah bangunan, ruang resusitasi dan Neonatus Intensive Care Unit (NICU) IRD RSUD Dr Soetomo, akan ditambah kapasitasnya.

“RSUD Dr Soetomo kan telah menjadi rumah sakit rujukan kembar siam terbesar, sehingga sangat penting memperbesar NICU. Sebab, banyak sekali bayi kembar siam dan bayi dengan berat badan rendah yang dibawa ke sini,” ungkap dr Urip Moer- tedjo, Kepala IRD RSUD Dr Soe- tomo kepada Radar Surabaya, Selasa (27/8).

NICU yang terletak di lantai 2, tempat bayi kembar siam bia- sa dirawat, akan diperluas. Akan ditambah 4 inkubator, karena banyak kasus rujukan bayi berat dengan badan rendah yang mem- butuhkan boks. Caranya ialah mengubah kapasitas yang se- mula satu ruangan hanya cukup untuk dua boks bayi saja menjadi empat boks. “Penambahan ini cu- kup sulit, karena mengubah saluran oksigennya. Tapi harus

tetap dilakukan, karena jangan sampai seperti Jakarta yang mengalami problem bayi yang tidak bisa masuk rumah sakit karena tidak kebagian boks,”

tambahnya.

Sementara itu, ruang resusi- tasi diperbesar dari yang semula hanya mampu menampung 7

pasien per hari menjadi 9-10 pasien per hari.

Lantai 2 juga tak luput dari upaya revitalisasi. Ruangan-ru- angan tempat dokter jaga mau- pun dokter muda yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di IRD, akan diperbaiki.

Dokter Urip mengungkapkan hal tersebut penting supaya dok- ter juga kerasan dan optimal me- nangani pasien.”“Ada NICU, ada bagian anak-anak, ada obgyn, ada hemodialisis, ada bagian pembedahan, anestesi, semua lengkap. Namun, IRD sangat ter- gantung pada pasien yang te- ngah menginap di Irna (instalasi rawat inap),” ujarnya.

Dokter Urip menyebutkan, seti- daknya ada 60 pasien IRD lari ke Irna per hari. Masalah akan mun- cul jika Irna telah penuh. Maka akan diterapkan sistem brankat.

Lebih jelasnya ia menam- bahkan, “Alurnya begini; pasien yang tidak kebagian bed di ruangan IRD akan diletakkan di 90 brankat, menempati lorong- lorong yang masih lengang. Jika brankat habis, baru menggu- nakan matras. Kami memiliki 25 buah matras.” Dengan revitali- sasi, diharapkan alur pasien menuju IRD maupun Irna RSUD Dr Soetomo akan tertata lebih baik. (art/opi)

NICU juga Diperluas, Tambah 4 Inkubator

AHMAD KHUSAINI/RADAR SURABAYA

SOLUSI: Hakim Agung Mahkamah Agung, Prof Abdul Gani Abdullah memberikan pemaparannya seputar mazhab positivisme hukum dan teori hukum kodrat dengan berbagai isu terkini.

INVESTASI RP 15 M...

AHMAD KHUSAINI/RADAR SURABAYA

SIBUK: Inilah wajah IRD RSUD Dr Soetomo setiap harinya. Selalu dipenuhi pasien yang berobat.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa proses serta sanksi yang dijatuhkan kepada lima anggota DPRD terkait pelanggaran Kode Etik oleh Badan Kehormatan sebelum nya sudah di terapkan