• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengobservasi

N/A
N/A
Siska Jeriska

Academic year: 2024

Membagikan " Mengobservasi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS TUTON II

PDGK 4202 PEMBELAJARAN IPA DI SD PROGRAM STUDI 119 PGSD

OLEH :

FRANSISKA BUNGA 858457787

KELOMPOK BELAJAR TANAH GROGOT UPBJJ UT SAMARINDA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS TERBUKA

(2)

1. Pendekatan keterampilan proses merupakan wawasan pengembangan keterampilan-keterampilan ilmiah, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan kemampuan yang pada prinsipnya telah ada pada diri siswa.

Dengan demikian Jelaskan dan buatlah contoh tentang Keterampilan proses sains “ mengobservasi ”!

JAWABAN :

Pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran sains bertujuan mengembangkan keterampilan ilmiah, seperti keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan dan sebagainya.

Keterampilan ini memungkinkan siswa untuk lebih memahami konsep ilmiah dengan melakukan aktivitas yang aktif dan terlibat langsung.

Beberapa prinsip pendekatan keterampilan proses, di antaranya:

 Siswa dapat mengamati, menghitung, mengukur, mengklasifikasi, menemukan hubungan, membuat prediksi, melaksanakan penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menginterpretasikan data dan mengkomunikasikanj hasil

 Siswa dapat berkreasi dengan ilmu pengetahuan yang diperolehnya.

 Siswa dapat terlibat langsung dengan objek nyata

 Siswa dapat belajar secara proses dan produk ilmu pengetahuan sekaligus

 Siswa dapat menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajari.

Keterampilan Proses Sains “mengobservasi”

Mengobservasi adalah keterampilan dasar dalam sains yang melibatkan

penggunaan pancaindra untuk mengumpulkan informasi tentang suatu objek atau peristiwa. Mengobservasi melatih siswa untuk memperhatika detail, mencatat perubahan atau ciri-ciri khusus, dan membandingkan aspek-aspek tertentu. Proses ini biasanya dilakukan dengan mengamati warna, bentuk, ukuran, tekstur, suara, bau, dan bahkan suhu.

Contoh Penerapan Keterampilan Proses Sains “mengobservasi”dalam Pemebelajaran :

(3)

Misalkan dalam pembelajaran tentang pertumbuhan tanaman, siswa dapat diberi tugas untuk mengamti biji kacang hijau yang dibiarkan bertunas.

Langkah-langkah Keterampilan Proses Sains “mengobservasi” dalam pembelajaran :

1. Persiapan Awal

Guru menyiapkan beberapa biji kacang hijau, kapas basah, dan wadah plastik kecil. Siswa diminta untuk menaruh biji di atas kapas basah didalam wadah tersebut.

2. Pengamatan Rutin

Siswa melakukan pengamatan setiap hari selama 5-7 hari. Dalam pengamatan ini, siswa memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada biji, seperti perkembangkakan, munculnya tunas, dan pertumbuhan akar.

3. Mencatat Data

Siswa diminta mencatat pengamatannya dalam buku catatan tulis atau lembar pengamatan, dengan mengamati dan menuliskan hal-hal seperti warna biji, ukuran, tekstur, dan kemunculan tunas danaa akar. Siswa juga bisa membuat gambar atau diagram untuk merekam perubahan setiap hari.

4. Analisis Hasil Pengamatan

Setelah periode pengamatan selesai siswa diminta untuk menyimpulkan tahap-tahap pertumbuhan kacang hijau berdasarkan hasil pengamatan mereka.

Hasil dari “Mengobservasi”

Dengan kegiatan ini, siswa akan memahami bahwa biji kacang hijau melalui tahapan-tahapan tertentu dalam pertumbuhannya, serta belajar mencatat perubahan-perubahan secara sistematis. Siswa juga belajar menggunakan

(4)

keterampilan mengobservasi untuk melihat perbedaan dalam bentuk dan ukuran, serta mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan (misalnya, air, dan sinar matahari)

2. Keterampilan proses sains adalah keterampilan yang dimiliki dalam pembelajaran ilmu pengetahuan, dimana diberlakukannya metode ilmiah, melaksanakan suatu penelitian selama pembelajaran. Bila diberikan pokok bahasan “Mendengar karena Bunyi” Keterampilan proses apa yang pas dengan topik bahasan di atas bila diterapkan pada proses pembelajaran IPA di SD, uraikan prosesnya!

JAWABAN :

Beberapa keterampilan proses sains yang dapat diterapkan dengan topik bahasan

“Mendengar karena Bunyi” meliputi :

 Observasi :

 Siswa diminta untuk mendengarkan berbagai jenis bunyi (misalnya, suara alam, suara musik, suara hewan)

 Mendorong siswa untuk mencatat perbedaan dalam karakteristik bunyi seperti volume, nada, dan durasi

 Pengukuran

 Gunakan alat sederhana, seperti aplikasi pengukur decibel, untuk mengukur intensitas bunyi

 Siswa dapat mencatat hasil pengukuran dan membandingkan bunyi dari berbagai sumber

 Percobaan

 Siswa melakukan percobaan sederhana, seperti mambuat alat musik dari bahan yang berbeda ( misalnya tutup botol, botol bekas, gelas ) untuk menghasilkan bunyi

 Siswa dapat mengamati bagaimana perubahan bentuk dan bahan memperngaruhi bunyi yang dihasilkan

(5)

 Analisis data

 Setelah melakukan pengukuran dan percobaan, siswa menganalisis data yang diperoleh.

 Diskusikan hasil dengan kelompok dan identifikasi pola atau hubungan antara jenis bunyi dan sumbernya

 Komunikasi

 siswa diminta untuk menyajikan hasil pengamatan dan percobaan mereka didepan kelas.

 Mendorong siswa untuk menggunakan istilah ilmiah yang relevan saat menjelaskan

 Refleksi

 Siswa diajak untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari tentang bunyi

 Diskusikan dengan siswa tentang pentingnya mendengar dan memahami bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kegiatan pembelajaran : 1. Pendahuluan :

Perkenalan tentang bunyi dan sumbernya melalui video atau audio

2. Kegiatan Inti :

 Melakukan percobaan membuat alat musik sederhana

 Mengukur bunyi dengan aplikasi atau alat yang ada.

3. Penutup :

 Diskusi kelas tentang hasil pengamatan dan refleksi pembelajaran.

Dengan menerapkan keterampilan proses sains ini, siswa tidak hanya belajar tentang bunyi , tetapi juga mengembangkan kemampuan observasi, ananlisis, dan komunikasi yang penting dalam pembelajaran sains.

(6)

3. Seorang guru IPA haruslah mempunyai beberapa karakteristik antara lain antusiasme dalam mengajar, kepercayaan diri yang tinggi, kreativitas, tanggung jawab, rasa humor yang baik dan kemampuan berkomunikasi.

Dengan demikian seorang guru IPA juga harus mempunyai keterampilan dalam pembuatan alat peraga. Dari keterangan di atas Rancanglah alat peraga

& media pendidikan dengan topik “Apa dan Untuk Apa Magnet Diciptakan”?

JAWABAN :

Untuk topik “Apa dan Untuk Apa Magnet Diciptakan?”,alat peraga yang dirancang sebaiknya dapat menunjukkan prinsip-prinsip dasar magnetisme, sifat- sifat magnet, dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah rencana alat peraga dan media pendidikan untuk menjelaskan topik ini :

Alat peraga : “ Papan Demonstrasi Magnet dan Benda Sehari-hari”

Deskripsi Alat : Papan berbahan logam atau plastik berukuran sedang yang berisi berbagai benda sehari-hari yang berbeda sifatnya terhadap magnet (besi, koin logam, pensil, karet, plastik, dll.) dan beberapa magnet

Cara pembuatan :

 Gunakan papan plastik atau logam tipis sebagai alas.

 Tempelkan benda-benda seperti paku, klip, koin, karet gelang, sedotan plastik, dan bahan magnetik lainnya dipapan.

 Sediakan beberapa magnet batang, magnet lingkaran, dan magnet tapal kuda.

Cara menggunakan :

 Guru dapat mengajak siswa untuk mencoba menempelkan magnet ke setiap benda di papan. Benda-benda yang tertarik pada magnetis, sedangkan yang lain tidak.

 Setelah demonstrasi, diskusikan mengapa beberapa benda tertarik dan yang lainnya tidak. Guru bisa menjelaskan tentang bahan magnetik dan non-magnetik, serta konsep kutub magnet (utara- selatan).

(7)

Keunggulan : alat ini memungkikan siswa memahami konsep dasar magnetisme dengan cara eksperimen langsung, dan juga membedakan benda magnetik dan non-magnetik dalam kehidupan sehari-hari

Media Pendidikan: Video atau gambar Aplikasi Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari.

Deskripsi Media: Video pendek atau gambar-gambar yang menunjukkan aplikasi diberbagai bidang, seperti kompas, pintu kulkas, pengeras suara, dinamo, dan kereta maglev.

Cara pembuatan :

 Guru dapat menggunakan sumber daya seperti gambar dari buku IPA atau video online tentang aplikasi magnet dalam kehidupan sehari- hari. Jika memungkinkan, guru dapat membuat sendiri video demonstrasi sederhana yang menampilkan aplikasi magnet disekitar sekolah atau rumah.

 Susun video atau gambar menjadi slideshow yang jelas, dengan teks singkat yang menjelaskan fungsi magnet pada setoap benda atau aplikasi.

Cara menggunakan :

 Setelah siswa memahami konsep dasar magnet, tunjukkan kepada mereka video atau gambar-gambar aplikasi magnet

 Diskusikan bagaimana prisnsip magnet digunakan dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari

 Berikan contoh benda yang menggunakan megnet, lalu tanyakan pada siswa benda-benda apa saja disekitar mereka yang mungkin mengandung magnet atau menggunakan prinsip magnet.

Keunggulan : media ini memperkaya wawasan siswa tentang fungsi praktis magnet diluar kelas dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

(8)

 Manfaat Media dan Alat Peraga ini :

Dengan alat peraga dan media diatas, siswa akan memahami konsep dasar magnet dan berbagai aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka tidak hanya belajar mengenai “Apa itu Magnet ” tetapi juga tentang “untuk apa magnet digunakan” dunia nyata. Selain itu, alat-alat ini akan membangkitkan rasa ingin tahu, memberi pengalaman langsung, dan mengembangkan pemahaman ilmiah yang konkret.

4. Anda sebagai guru biasa menggunakan Media dan alat peraga dalam pembelajaran IPA, Setelah Anda menerapkan peralatan tersebut, kemukakan kelebihan dan keterbatasan Media dan alat peraga dalam pembelajaran IPA tersebut!

Paparkan kelebihan dan keterbatasan Media dan alat peraga dalam pembelajaran IPA

JAWABAN :

Kelebihan Media dan Alat Peraga dalam Pembelajaran IPA : 1. Meningkatkan Pemahaman Siswa

- Media dan alat peraga dapat memvisualisasikan konsep-konsep abstrak dalam IPA, sehingga memudahkan siswa memahami materi.

- Contohnya, model tata surya dapat membantu siswa memahami konsep pergerakan planet-planet.

2. Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar

- Penggunaan media dan alat peraga yang menarik dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar IPA, hal ini dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan interaktif.

3. Memperkaya Pengalaman Belajar

- Dengan menggunakan media dan alat peraga, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan konkret dalam mempelajari IPA. Misalnya,

(9)

percobaan sederhana menggunakan alat-alat laboratorium dapat memberikan pengalaman berharga bagi siswa.

4. Membantu Proses Pembelajaran

- Media dan alat peraga dapat memperjelas penyampaian materi, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efesien

- Guru dapat menyampaikan materi dengan lebih terstruktur dan sistematis

Keterbatasab Media dan Alat Peraga dalam Pembelajaran IPA:

1. Biaya Pengadaan

- Pengadaan media dan alat peraga yang canggih dan modern dapat membutuhkan biaya yang cukup besar. Hal ini dapat menjadi kendala bagi sekolah dengan sumber daya terbatas.

2. Keterbatasan Akses

- Tidak semua sekolah memiliki akses yang memadai untuk mendapatkan media dan alat peraga yang dibutuhkan, terutama didaerah terpencil, ketersediaan media dan alat peraga dapat menjadi kendala.

3. Membutuhkan Keterampilan Khusus

- Penggunaan media dan alat peraga dalam pembelajaran IPA membutuhkan keterampilan khusus dari guru

- Guru harus mampu mengoprasikan dan memanfaatkan media dan alat peraga secara efektif.

4. Kemungkinan Gangguan Fokus

- Penggunaan media dan alat peraga yang terlalu berlebihan dapat mengalihkan perhatian siswa dan materi pokok.

- Guru harus memastikan penggunaan media dan alat peraga sesuai dengan tujuan pembelajaran.

(10)

Secara keseluruhan, penggunaan media dan alat peraga dalam pembelajaran IPA memberikan banyak manfaat, namun juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus dipertimbangan oleh guru dalam merancang pembelajaran yang efektif.

Referensi

Dokumen terkait

Pada proses sains tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses atau langkah langkah ilmiah seperti mengamati, berhipotesis,

Simpulan penelitian ini adalah Profil Tingkat Kemampuan Fisik dan Keterampilan Pada Siswa PPLP Panahan Jawa Tengah Tahun 2012. Kemampuan Fisik dan Keterampilan

Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa pada prinsipnya pendekatan keterampilan proses sangat diwarnai dengan prinsip Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dan pembelajaran

Mustamir Anwar, dkk , Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Dengan Pendekatan Bioenterpreneurship Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Ilmiah Dan Minat

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP PADA MATERI..

Dalam mengetahui mutu peningkatan kemampuan keterampilan proses sains antara siswa yang memperoleh pembelajaran model inkuiri ilmiah dengan siswa yang memperoleh

Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan keterampilan proses sains siswa dituntut untuk melibatkan keterampilan mental, intelektual, fisik dan

1. Agar peneliti mendapatkan wawasan baru tentang pendekatan keterampilan proses dan menerapkan desain pembelajaran berbasis pendekatan keterampilan proses berdasarkan