Menjadi Hamba Menjadi Manusia
“Menjadi manusia menjadi hamba” merupakan sebuah buku yang ditulis doleh pak fahrudin faiz. Seorang dosen filsafat yang mengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain mengajar di kelas beliau juga mengajarkan filsafaat di masjid jendral Sudirman setiap hari rabu malam kamis.buku ini diterbit oleh naura books pad atahun 2020 lalu dicetak Kembali pada maret dan September tahun2021.
Buku ini mengajak pembaca untuk lebih memahami fitrah kita sebagai seorang manusia dan seorang hamba. Dalam pembahasaanya pak fahrudin juga menyelipkan pemikiran pemikiran tidak hanya dari kalangna para filusuf islam namun juga para filusuf barat seperti Aristoteles dan ……
Buku ini terdiri dari tiga bab yaitu manusia, waktu, dan penghambaan.yang pertama ,adalah manusia . Penulis menjelaskan bila dilihat dari segi filsafat ,manusia dilihat dari tiga hal yaitu ,manusia adalah tujuan akhir penciptaan,,manusia adaalah mikrokosmos, dan manusia adalah cermin tuhan.
Manusia adalah tujuan akhir penciptaan. Allah SWT menciptakan manusia setelah diciptakannya bumi dan langit beserta seluruh isinya. Allah mengatur bumi dan alam semesta agar layak ditinggali oleh manusia. allah menciptakan manusia dengan sempurna dibandingan dengan ciptaan allah yang lainya. salah satu hal yang membuat manusia berbeda dengan makhluk allah yang lainya adalah manusia memiliki akal untuk berpikir dan membedakaan mana yang baik dna mana yang buruk. manusia adalah actor utama dalam kehidupan di dunia ini.
Tujuan diciptakanya manusia adalah agar manusia menjadi khalifah dibumi.
Makhluk yang mengelola bumi beserta isinya. oleh karena itu manusia adalah tujuan akhir dari penciptaan allah. allah menjadikan manusia sebagai ciptaan terbiknya, Masterpeace nya allah.
Dalam bagian ke dua dari konsep manusia Banyak filusuf yang menyebutkan bahwa manusia adalah mirokosmos atau semesta kecil. Hal ini dikarenakan semua unsur alam ada didalm tubuh manusia. Seperti api, tanh, air, dan udara. Unsur dalam diri manusia mengandung mineral. Dalam manusia terdapat unsur
tumbuhan unsur hewaan, unsur malaikatnya atau unsur ilahiah danunsur manusia itu sendiri. Oleh karena itu manusia disebut semesta versi mini.
Para tokoh tassawuf falsafi berpendapt bahwa pada jhakikatnya manusia adalah cerminan tuhan, byangan tuhan yang ada dibumi. Dibuku ini dijelaskan bahwa dedalaam diri manusia itu terdapat pantulan dari tuhan. Untuk mempermudah memahaminya bisa digunakan logika seperti ini , segala sesuatu dialam semesta ini pasti mencerminkan unsur ketuhanan baik itu secara jalaliyah maupun jamaaliyah. Jalliyah adalah unsur yang menggambarkan keagungan kebesaran atau kedahsyatan. Sedangkan jamaliyah adalah unsur ketuhanan yang menggambarkan keindahaan. Apapun itu di dunia ini pasti memiliki salah satu atau keduaanya . contohnya seperti gunung. penampakn gunung sangat indah . ini merupakan unsur jamaliyah . namun, saat gunung ini Meletus , maka muncul unsur laliyahnya. Semua yang Allah ciptakan, pasti memiliki dua unsur ini.termasuk juga manusia, manusia yang disebut mikrokosmos pasti memilikinya.
Karena allah yang menciptakan, maka kualitas ilahinya pasti ada.
Pada bab manusia ini juga pak faiz menerangkan terkait humor. manusia mempunyai fitrah untuk memiliki humor.didalam buku ini dijelaskan bahwa Deorang agamawan yang tidaak memiliki selera humor , kaku, pemarahmaka dia belum lulus menjadi sorang suci. Dengan humor, manusia akan merasa lebih bahagia . bayangkan hidup tanpa adanya humor. Maka tidak aka nada kebahagiaan. Dunia kan berjalan dengan kaku dan membosankan tanpa adanya warna daalam hidup. Namun, kiata juga harus berhati hati ahar tidak terlalu berlebihan. Seperti yang dikatakan.
Pada bagian kedua dalam buku ini dibahas terkait dengan waktu. Dimana dalam nbuku ini akan mengajak kita untuk menyelami midteri waktu. Pada bagian ini banyak mengutip pendapat para filusuf dan juga mengambil keterangan dari beberapa kitab kuning. Yang menarik adalah pak fahrudin tidak mencantumkan teks Bahasa arab , seperti kebanyakan buku lainya. hal ini mungkin dikarenakan buku ini tidak ditujukan untuk menjadi buku refrensi utama atau buku akademisi yang selalu mengutamakan kejelasan sumber keterangan.
Bagian ketiga adalah bagian terakhir , yaitu penghambaan . pada bagian ini penulis mengajak kita untuk mengarungi dimensi spiritual yang membahas terkait
peribadahan dalam islam. Pada bagian ini pak fahrudin faiz banyak mengambil kisah kisah dari Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Menariknya bagian akhir buku ini ditutup dengan kisah dari seorang filusuf diagones si anjing. Kisah yang sangat menarik dan reflektif. Patut untuk anda baca
meskipun membahas tema agama dan filsafat buku menjadi manusia menjadi hamba ini tidak akan membuat kepala sakit. Pak fahrudin mengemas isi buku ini dengan santai . kajian filsafat dalam buku ini dibahas secara sederhana sehingga siapapun dapat dengan mudah memahaminya. Selain itu juga pak fahrudin menyelipkan banyak humor di tengah tengah pembahasan yang terkadang akan membuat pembaca tersenyum sendiri bila membaca buku ini.
Dikarenakan isi dalam buku ini lebih membahas manusia dari prespektif islam membuat buku ini mungkin akan sedikit sulit untuk dipahami oleh orang yang bukan beragama islam. Sehingga harus mengeluarkan effort lebih untuk bisa memahami buku ini. Namun demikian buku ini layak untuk masuk dalam daftar list bacaan .
Menjadi hamba menjadi manusia adalah buku yang akan memberikan wawasan luas terkait hakikat fitrah manusia. Manusia sebagai makjhuk social dan manusia sebagai seorang hamba .buku ini juga akan membuka pemikiran anda mengenai cara pandang terhadap kehidupan.